Nov 192017
 

Pasukan TNI dalam operasi pembebasan warga di Desa Kimbely, Banti, Mimika, Papua,

Jakartagreater.com – Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menceritakan detik-detik menjelang serbuan pasukan TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Kimbely, Banti, Mimika, Papua, yang dikuasai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pasukan TNI AD terlebih dahulu masuk ke wilayah tersebut sebelum Satgas Terpadu TNI-Polri mengevakuasi warga yang disandera KKB.

“Sekitar pukul 04.17 WIT, para Pasukan Khusus Indonesia atau Kopassus sebanyak 13 orang, dibantu pasukan Raider 751 sebanyak 30 orang bergerak cepat masuk ke daerah sasaran untuk menyerbu atau menguasai perkampungan Kimbely, Mimika, Papua. Dua tim dari Taipur Kostrad bertugas masuk sasaran dan menguasai permukiman Banti,” cerita Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, dalam rilisnya, Jumat, 17/11/2017.

Pukul 07.00 WIT, lanjut Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, pasukan TNI AD berhasil menguasai daerah tersebut dan melapor kepada Pangdam Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit. Pangdam lalu memerintahkan prajurit untuk segera menguasai pos pengamanan kelompok separatis.

Pasukan TNI dalam operasi pembebasan warga di Desa Kimbely, Banti, Mimika, Papua,

“Kurang dari dua jam, seluruh medan camp OPM (Organisasi Papua Merdeka) berhasil dikuasai pasukan TNI. Para pemberontak atau separatis berhamburan melarikan diri ke hutan dan gunung di sekitar lokasi penyerbuan,” kata Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi.

Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan TNI belum mengetahui terkait ada-tidaknya korban dari pihak KKB atau OPM dalam penyerbuan di Desa Kimbely dan Banti tersebut. “Karena saat penyerbuan cuaca berkabut sangat tebal,” ujarnya.

Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan setelah area dinyatakan ‘bersih’, Satgas Terpadu TNI-Polri mendatangi lokasi untuk memulai proses evakuasi warga ke Tembagapura, Papua.

“Sekitar pukul 14.00 WIT, prosea evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban separatis 347 orang terdiri dari warga pendatang dan asli Papua,” ujar Aidi.

Pasukan TNI dalam operasi pembebasan warga di Desa Kimbely, Banti, Mimika, Papua,

Usai proses evakuasi, Satgas Terpadu TNI-Polri tetap tinggal di desa tersebut untuk mengamankan warga yang enggan dievakuasi ke Tembagapura. “Warga yang tinggal meminta jaminan keamanan dari aparat TNI dan jaminan logistik dari Pemda,” tutup Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi .

Evakuasi warga dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Asisten bidang Operasi Kapolri, Irjen M Iriawan. (Pen Kostrad).

  12 Responses to “Proses TNI Bebaskan Sandera KKB di Papua”

  1. Barangkali perbedaan operasi pembebasan sandera oleh OPM dalam operasi Mapenduma tahun 90 an lalu dg operasi pembebasan sandera tahun ini adalah tidak adanya pergerakan dari penyandera (OPM) dan yg tersandera. Dalam operasi Mapenduma beberapa tahun lalu, penyandera dan tersandera selalu berpindah tempat untuk bersembunyi dari kejaran TNI sehingga lbh sulit dalam merancang taktik pembebasan mengingat wilayah Papua Barat adalah hutan belantara. Konon seorang kolonel dari pasukan elit USA pun sampai berujar “hanya seorang Bond yg mampu mengerjakan operasi semacam ini” sehingga sang kolonel mendapat hadiah gamparan dari sang jendral pelaksana operasi.

    Lain dulu lain sekarang, dalam kasus kini agaknya penyandera hanya menyekap warga kampung dipedalaman Papua dg tetap dikampung milik tersandera, tanpa berpindah tempat. Ini menguntungkan bagi tim pengintai dan RAID, mereka bisa mengendap-endap berhari-hari mendekati markas OPM untuk kemudian merancang skenario pembebasan sambil menyerang OPM. Syukur alhamdulillah, tim mampu menyelesaikan tugas dg sangat baik tanpa korban dipihak TNI maupun tersandera, shg OPM hanya punya waktu untuk melarikan diri sambil menggerutu atau tertangkap TNI / POLRI…

  2. Seharusnya OPM pelaku teror bs dieliminasi jg selain operasi utama pembebasan sandera agar rekan2 mereka beserta pendukungnya berfikir ulang untuk melakukan teror lg!

  3. Lho Katanya Kondisinya Kritis Dan Makin Memburuk. Lha Tapi Kok Malah Kelihatan Etes Aja Itu Badan…

    http://nasional.kompas.com/read/2017/11/19/23591101/tiba-di-kpk-setya-novanto-pakai-rompi-oranye

    #Save Tiang Listrik

  4. Tarnyata nyalinya kecil itu KKB.

  5. Bravo tni_q..NKRI harga mati

  6. TNI memang hebat….keberhasilan operasi ini patut di apresiasi.
    TNI sudah membuktikan kualitas & profesionalnya…………tinggal pemerintah lagi yang harus memperhatikan betul kebutuhan TNI,,, baik kebutuhan alutsista maupun kesejahteraan TNI…
    Bersama rakyat TNI hebaattt…!!

 Leave a Reply