JakartaGreater.com - Forum Militer
Jul 282017
 

Jakarta – Pengembangan pesawat tempur kerja sama Indonesia dan Korea Selatan, Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) telah mengalami kemajuan. Prototipe pesawat tempur generasi 4,5 itu rencananya mulai diproduksi pada 2019.

“Sesuai rencana, prototipe KFX/IFX akan ‘roll out’ pada tahun 2020, dan akan terbang perdana pada 2021,” kata Kepala Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan Anne Kusmayati, di Jakarta, Jumat, 28/7/2017.

Ia mengatakan, saat ini pengembangan pesawat tempur KFX/IFX sudah memasuki “engineering manufacture development” (EMD), yakni mencapai 14 persen dari keseluruhan perencanaan program hingga 2026.

Ia mengatakan, pengembangan pesawat tempur KFX/IFX ini masih terkendala, salah satunya empat komponen inti teknologi yang ditolak oleh Amerika Serikat, yakni “electronically scanned array” (AESA) radar, “infrared search and track” (IRST), “electronic optics targeting pod” (EOTGP) dan “radio frequency jammer”.

Termasuk, “technical asisstance agreement” (TAA) dari AS.

“Tapi itu tidak masalah, Korsel akan bekerja sama dengan negara-negara Eropa untuk mengembangkan empat teknologi itu. Ada kesepakatan dari Korea, bila mereka sudah bisa memproduksinya, mereka akan memberikan teknologi itu ke kita atau mengizinkan kita untuk menggunakan teknologi tersebut,” ujar Anne.

Anne pun meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk ikut membantu berdiplomasi agar masalah itu bisa diatasi dengan baik dan lancar.

Ia berpendapat PT Dirgantara Indonesia sudah siap untuk pengembangan tahap awal, dimana Indonesia kebagian untuk membuat sayap, ekor dan pylon pesawat tempur KFX/IFX.

“Pengembangan KFX/IFX ini akan memperkuat PT DI selaku Industri pertahanan nasional,” katanya, dilansir Antara.

Program pengembangan KFX/IFX ini merupakan program jangka panjang hingga 2026, sehingga memerlukan komitmen dan dukungan politis yang berkesinambungan dari pemerintah dan parlemen terutama dari sisi pembiayaan yang telah disepakati dengan pihak Korea, sebesar Rp 21,6 Triliun.

Bila program ini berjalan dengan baik, maka ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia, yakni membangun kemandirian alutsista dalam negeri, menghapus ketergantungan produk luar negeri, memberikan daya getar (detterent effect) secara berkelanjutan terhadap negara lain dan menciptakan nilai tambah untuk penguasaan industri teknologi pesawat tempur serta desain pesawat disesuaikan dengan kebutuhan TNI AU.

Bagikan:

  53 Responses to “Prototipe Jet Tempur KFX/IFX Diproduksi 2019”

  1.  

    Prototipe diproduksi 2019?
    Mungkin tahun itu mulai first cutting untuk dibuat prototipenya.
    Produksinya sih mungkin baru akan mulai 2028, kalo tidak molor.

    •  

      Sakarepmu mas, aku rapopo…… šŸ˜†

      •  

        hahaha, benerrr bung Colibri…

        Ini semua yaaa, …. IFX lebih cepat dari target semula saja, masihhhhh ada pada bocor ..hahaha….nikmati saja prosesnya.
        Ini prototype kemarin AESA Hanwa lebih cepat dari target juga ada yang ga terima … aneh bener ….

        Nih proyek ajah sudah termasuk cepat dibandingin dulu prosesnya F35 (emang beda sich hehe) … ok lah klo gitu dengan yg seumuran yaitu progress TAI, jelas KFX ini lebih progressive.

        KFX/IFX block 1 masih belum internal weapon, entar klo block 2 dilanjutin maisng-masing negara dengan internal weapon.

        Produksi sayap, ekor dan pylon mirip skema offsheet , jadi produksi di Indonesia kirim ke Korea, mereka gabungin dirakit disana. Demikian sebaliknya , komponen Korea kirim ke PT. DI rakit disini. Gini ajah udah OK banget. Entar juga diperbanyak terus konten lokalnya, jangan kuatir.

        Klo mau lihat kemajuan yg lain jangan mata fokus di proyek ini saja, kaitannya bisa dibaca di berita yg terpisah seperti kemajuan produksi avionic, radar, dome, data link dll dari BUMN.

  2.  

    Om pragota rela gk kerja cuma mantengin jakartagreater ….amajing

  3.  

    Kangen. …. Mbah bowo

  4.  

    Tuh kn bner yg gw blang dlu

    Protype 2019 dan 2022 di produksi massal

  5.  

    Para sesepuh jakarta greater ga pernah muncul lagi nih….. Pada kemana ya?

  6.  

    Mirip ama f-22 raptor ya …

  7.  

    Josss, IFX tetap lanjut karena saat ada kasus korupsi nah itu Bulan juni sedangkan saat pihak korea memamerkan radar buat KFX-IFX Bulan july jadi sebenarnya prosesnya tetap lanjut..
    Jossss lanjutkan

  8.  

    Mudah”an berhasil sesuai dg jadwal.

  9.  

    Tetap lanjut gan, kalo kita lebih cermat dalam menganalisa nah kasus korupsi itu Bulan juni dan itu korupsinya masih belum jelas dan kalo dihentikan lha kenapa saat Bulan july pihak korea memamerkan radar buat KFX-IFX jadi kalo dicermati prosesnya tetap lanjut..

  10.  

    Good job

  11.  

    Miris.. Terkadang disitu saya merasa sedih ” Indonesia peringkat 6 negara pemilik pesawat tempur” masih dibawah vietnam dan malaysia.. Dimana harga diri kita.. Harga diri bangsa??

  12.  

    Lalu setelah batch pertama selesai selanjutnya apa.? Setelah kebagian produksi sayap,ekor dan pylon serta avionik selanjutnya kebagian jatah produksi apa.? Sehingga minimal kita bisa produksi 70% bagian2 pesawat agar dapat dikatakan kemandirian alutsista khususnya pesawat tempur.
    Agar dinasa2.yg akan datang kita bisa membuat prototype sendiri ataupun jika masih tetap bekerjasama dng korsel, minimal sebagian besar yg selama ini diproduksi di korsel bisa kita produksi sendiri.

  13.  

    Jadinya pakai internal bay weapon atau ga sih?

  14.  

    wah hornet dan 35 sebelah bisa2 diinterceps nih ma ifx…

  15.  

    JAnji prototype IFx akan launching 2019 ya!!!

  16.  

    Kta menhan-qt tdk mau lg jd pmbeli jet tmpur tp penjual jet tmpur.
    #ifx.

  17.  

    statement yg memilukan …
    tahap awal cuman kebagian bikin keluarga sayap !!!
    harusnya sesuai porsi saham, jatah unit IFX wajib dibuat di PT DI bersamaan dg produksi di Korsel, walaupun sebagian komponen msh bersifat CKD, artinya musti ada jig & fixture yg sama supaya di PT DI secara bersamaan bisa membuat full body + sayap + pasang seluruh komponen.

    •  

      Lho itukan sdh sesuai porsi saham yg cuma 20%. Masih untung ada yg ngajak kita kerjasama bung dng modal yg cuma 20% doank. Yg penting jd dululah. Walaupun masih tergantung dr luar utk suku cadangnya, itu masih lebih baik ketimbang beli gripen yg sama2 modal jahit doank jg. Dan msh bisa dikembangkan serta ditingkatkan kemampuannya dimasa depan.

    •  

      berarti mendingan beli FA 50 minta TOT,bikin sendiri,klo dah bisa model di bikin yg lain,beli dan kembangkan 4 teknologi inti ,selesai dah…..drpd nunggu lama toh ndak dpt 4 tknologi intinya

  18.  

    Klo bs gk pake lama

  19.  

    4 teknologi kunci RI tetap gak dpt ilmunya cuma jd konsumen doang. Kenapa kt blm mengembangkan sendiri walau lisenci sekalipun!

  20.  

    Indonesia masih awah soal tegnologi 4 itu

  21.  

    hm

  22.  

    ga sabar cpt pengen liat sambil gotong rudalnya euy..

  23.  

    di kompas hari ini,..malah disebut, uji IFX hingga 2026, produksi massal oleh PT DI mulai 2040, di fase ke-3….hihihihi….

  24.  

    Radar Aesa nya diganti radar INDRA bisa gak ya hihihi

 Leave a Reply