Aug 272017
 

Desain Jet Tempur KFX (Yonhap)

Seoul – Perakitan prototype jet tempur modern KFX/IFX terus dilakukan di Korea Selatan. Cobham Mission Systems yang berbasis di Wimborne, Inggris, tanggal 22/8/2017 mendapatkan kontrak senilai £ 7 juta dari Korean Aerospace Industries Ltd (KAI) untuk menyediakan peralatan pengangkut senjata dan pelepasannya untuk pesawat tempur multi fungsi generasi masa depan KF-X.

Cobham akan mengirimkan sejumlah unit Peluncur Rudal / Missile Eject Launcher (MEL) ke KAI pada tahun 2020 untuk pesawat tempur KF-X, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2025. Alat ini aadalah long stroke ejection system yang sangat kuat yang memungkinkan pengangkutan dan pelepasan rudal udara-ke-udara jenis Meteor atau AMRAAM tanpa perubahan peran”, ujar Vice President, GM dari Cobham Mission Systems Wimborne, Ken Kota.

Missile Eject Launcher untuk KFX (Cobham.com)

Bersamaan dengan itu Korea Selatan menargetkan dapat menyelesaikan rancangan jet tempur canggih ini pada paruh pertama tahun 2018, dengan tugas utama lainnya yang sedang berjalan dengan baik, yakni pengembangan sistem radar AESA di proyek KF-X, ujar wakil DAPA, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Korea Selatan menjalankan rencana pembuatan pesawat ini di tahun 2000-an untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 yang telah menua, dan secara resmi meluncurkan program jet tempur KF-X senilai US $ 7,7 miliar pada awal 2016. Indonesia merupakan mitra, berbagi 20 persen dari total biaya.

Lembaga Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) bertujuan untuk menyelesaikan pengembangan pesawat terbang pada tahun 2026 dan dilanjutkan dua tahun operasi uji kemampuan. Korea Selatan berencana mendapatkan sekitar 120 pesawat tempur KF-X.

“Kami sedang mengerjakan desain bentuk dan akan selesai pada Juni 2018,” kata seorang pejabat DAPA. “Ini akan menjadi final, ada sedikit kemungkinan perubahan”, ujarnya dikutip Yonhap, 13/7/2017.

Kini Korea Selatan juga berfokus pada pengembangan radar AESA buatan dalam negeri, elemen inti untuk jet tempur stealth generasi 4.5 yang dibayangkan. AESA singkatan dari active electronically scanned array.

Pada tahun 2016, Badan Pembangunan Pertahanan (ADD) yang dikelola negara menandatangani kontrak dengan Hanwha Thales, sebuah perusahaan pertahanan setempat yang kemudian mengganti nama menjadi Hanwha Systems, untuk pembuatan radar. ADD memiliki kesepakatan terpisah untuk mendapatkan bantuan dari Elta Systems Israel dalam menguji prototipe-nya.

Prototype Radar AESA pesawat tempur KFX (Yonhap)

Hanwha mengatakan telah memproduksi prototipe radar pertama yang dimaksudkan untuk didemonstrasikan apakah radar itu cocok dengan pengembangan sistem jet KF-X.

Radar AESA sudah dibuat oleh Hanwha Systems yang dibantu oleh Elta Systems Israel. Sistem peluncur dan pengangkut senjata mulai disiapkan oleh Cobham Mission Systems, Wimborne, Inggris, yang mampu membawa senjata utama rudal Meteor dan AMRAAM. Kini Korea Selatan sedang berusaha melengkapi sistem senjata KFX, untuk menjadi pesawat modern dan tangguh. (Cobham.com / Yonhapnews.co.kr).

  47 Responses to “Prototype Radar AESA Jet Tempur KFX Siap Diuji Coba”

  1. Pertamax

  2. Jadi IFX juga diuji coba juga nggk miin…

  3. Biar ga dibilang pesawat kafir, bilang aja buatan korea

    • Mikhael@ Kalau anda non-muslim, jangan alergi dengan terminologi Kafir yg berarti orang yg tertutup atas kebenaran Islam, dan tentu nya itu bukan istilah yg merendahkan martabat anda sebagai manusia, berbeda misal nya dengan istilah dari agama lain yg menggunakan nama hewan seperti Domba tersesat, padahal jelas2 kita ini manusia.

      Menggunakan terminologi kafir itu sendiri terhadap non-muslim adalah ajaran Alquran, saya kasih contoh nya:

      Surah Al-Kafirun

      1) Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
      2) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
      3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
      4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
      5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
      6) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

      Ngomong2 Kenapa off topic, anda punya masalah apa dengan Alquran nya umat Islam? Bukankah kebebasan beribadah dijamin oleh UUD 1945 pasal 29 ayat 2? Kami umat Islam tidak akan mengganti Surah Al-Kafirun menjadi Surah Al-Non-Muslimun, jadi tolong hargai hak kami beribadah dengan membaca Surah Al-Kafirun dalam shalat kami.

    • Ini bukan SARA ya?

  4. Keduax

  5. Jadi pertanyaannya, beli cobham dapat tot 100%?

    • wkwk… sok pisan euy

      • wah angota si DR nih xixixi

        • hmmm…

        • Wkwkk….bukan…bukan…saya mah tertariknya sama rudal meteor aja klo gripennya mah kgak. 😆

        • Wahh, sering nongkrong di lapak si DR nih.. Banyak fansnya trnyata disini.. Xixixixixixixi

          • Hahaha… Entah Kenapa Lho Bung Saya Suka Banget Ama Gaya Ngehoax&Komennya… 😆

          • Berita sesat aja masih ente tongkrongin ya bung@Jimmy..Xixixixixixixi

            Justru ane masih seneng pas bung GI komen dimari masih sedikit waras.. Pas di warungnya ane pilih no komen.. Yg lucu yg pd nongkrong dimari,, malah kasih rujukan ke warungnya.. Mungkin bung@Jimmy kena syndrom “benci tp sayang”.. Xixixixixixixi

          • Jgn begitu dong bung welleh…kita semua kan butuh bumbu penyedap bwt kuah mienya berasa kental. Cuma ya itu dia nongkrong doang, beli mah kagak. Wkkkk

          • Hahaha… Ho O Nih Bung. Dulu Pas Masih 2014 Pas Dia Masih Belum Tau Tentang Chauvinisme… Dan Entah Kenapa Ya Saya Bisa Tertarik Sama Ngehoax Dan Komennya…

          • Nah gtu dong bung fans gripen. Nongkrong di warung sebelah ya gak apa2 buat nambah pengetahuan. Tapi harus jeli juga ketika di giring bahwa pembelian ini sesat atau apalah. Pemerintah menginginkan yang terbaik untuk NKRI, toh insyallah semua alutsista akan di beli untuk hankam kita termasuk nntinya masih terbuka kesempatan untuk gripen. Beropini boleh, tapi ketika sudah ngawur dan gak jelas ya gak usah di turutin. Nongkrong boleh beli di pikir2 dulu efek gentarnya.

  6. apa mau dikata… aesa nya mengandung radikal_bebas (izroil), tapi cuma itu satu2 pilihan yg harus kita ambil krn yg lain tdk ada yg mau kasih.
    sabar dulu sampai kita sanggup mandiri

  7. Ketigabelax

  8. sudah pasti IFX diuji coba radar juga

    Itukan salah satu bagian dari kesepakatan kontrak

  9. Hhhmmm… Saya masih Kepo Sama Radius Deteksi Itu Radar Yg Di Pake Ama KFX/IFX…

  10. Tahniah Indonesia

  11. Tumben ga ada yg komen embargo.. Xixixixixixixi

  12. Setelah Indonesia punya IFX dan SU 35 jangan lupa Indonesia masih butuh pesawat pembom jangan yg nanggung seperti SU 32FN, langsung beli saja pembom yg jangkauannya jauh seperti Pesawat Tu-160M2 karena pesawat ini yang telah dimodernisasi akan mampu terbang di ketinggian 18 ribu meter. Dengan berada di ketinggian tersebut, pesawat ini tak akan bisa dijangkau oleh sistem antipesawat atau pun sistem pertahanan misil yang ada saat ini. Rusia saja sudah pesan 50 biji, Indonesia punya dua biji saja sementara sudah cukup lah, kalau tdk ada uangnya boleh beli bekasnya Rusia saja seperti TU 95MS dan TU22M.

    • Spesifikasi (Tu-160)
      Karakteristik umum
      Kru : 4 (pilot, co-pilot, pengebom, operator sistem pertahanan)
      Panjang : 54,10 m (177 ft 6 in)
      Lebar sayap :
      Penyebaran (20 ° menyapu) : 55,70 m (189 ft 9 in)
      Menyapu (65 ° menyapu) : 35,60 m (116 ft 9 ¾ in)
      Tinggi : 13.10 m (43 ft 0 in)
      Area Sayap :
      Spread : 400 m² (4.306 ft ²)
      Swept : 360 m² (3.875 ft ²)
      Berat Kosong : 110.000 kg (242.505 lb , operasi berat kosong )
      Berat Muatan : 267.600 kg (589.950 £)
      Max. Berat Lepas Landas : 275,000 kg (606.260 £)
      Mesin Pendorong : 4 × Samara NK-321 turbofan
      Daya Dorong : 137,3 kN (30.865 lbf ) masing-masing
      Dorongan dengan afterburner : 245 kN (55.115 lbf) masing-masing
      Prestasi
      Kecepatan Maksimum : Mach 2.05 (2.220 km / jam, 1.200 knot, 1.380 mph) di 12.200 m (40.000 kaki)
      Kecepatan Menjelajah : Mach 0.9 (960 km / jam, 518 knot, 596 mph)
      Daya Jelajah : 12,300 km (7.643 mil) jarak praktis tanpa pengisian bahan bakar dalam penerbangan, *Mach 0.77 dan membawa 6 × Kh-55SM dijatuhkan pada mid range dan cadangan bahan bakar 5% [35]
      Radius tempur : 7.300 km [36] (3.994 nm , 4.536 mi,) 2.000 km (1.080 nm, 1.240 mil) dengan *kecepatan Mach 1,5 [13]
      Ketinggian Maksimum : 15.000 m (49.200 kaki)
      Daya Angkat : 70 m / s (13.860 ft / min)
      Daya Maksimum Sayap : 742 kg / m² dengan sayap penuh menyapu (£ 152 / ft ²)
      angkat-to-tarik :. 18,5-19, sementara supersonik itu adalah di atas 6 [37]
      Thrust / weight : 0.37
      Persenjataan
      Dua teluk internal untuk 40.000 kg (£ 88.185) persenjataan, opsi termasuk:
      Dua peluncur rotary internal masing-masing memegang 6 rudal Jelajah × Raduga Kh-55SM/101/102 (persenjataan primer) atau 12 × Raduga Kh-15 rudal nuklir jarak pendek.

      • Intinya nih Tu 160 cuma bisa terbang setinggi 15 km, bukan 18 km. Untuk Indonesia, Su 32/34 lebih cocok daripada Tu 160. Dengan kemampuan bawa rudal yg besar (walo tak sebesar Tu 160) dan mampu terbang rendah mengikuti kontur tanah maka akan menjadi efek kejut yg dahsyat. Kalo aja tuh Su34 bisa diganti dg radar AESA plus IRST maka akan jadi lawan yg mengerikan bagi 1 armada kapal induk. Jika 1 Su 34 bisa bawa 2 brahmos dan asumsi yg dibutuhkan 16 brahmos utk menenggelamkan 1 kapal induk Nimitz/Gerald Ford maka 1 ska Su34 dah bisa ngaramin 2 kapal induk yg udah dijaga 10 kaprang dg AEGIS sekalipun.

  13. Kapan RI bs buat Avionik termasuk radar Aesa ya? IFX masih tergantung Korea komponen2 pentingnya. LFX gmn kabar berita perkembangannya jg Gandiwa kok senyap aja,apakah masih berjalan atau terhenti sama sekali?

  14. Bismillah …

 Leave a Reply