Feb 262014
 
Salah satu desain Tank Pindad

Salah satu desain Tank Pindad

Jakarta : PT Pindad dan FNSS Turki rencananya akan menyelesaikan pengembangan prototipe tank medium nasional, pada awal tahun 2016. Pengembangan design tank ini tidak mengacu pada ACV-300 atau tank-tank buatan Turki lainnya seperti yang disampaikan Kadispen TNI AD Brigjen Andika Perkasa.

“Sedangkan design-nya tidak merujuk ke tipe ACV-300 tapi di design sendiri oleh PT Pindad dengan mempertimbangkan kebutuhan user (TNI AD),”

Pindad dan FNSS akan merampungkannya dalam Forum Intergrated Planing Team Meeting. Dari situ juga akan dilakukan riset dengan TNI AD agar bisa digunakan sesuai dengan kondisi geografis negara Indonesia.

Prototype Tank Pindad hull-nya mirip BMP2

Prototype Tank Pindad hull-nya mirip BMP2

Berat tank medium ini akan berada di kelas 20-25 ton. Kanon yang digunakan berkaliber 105 mm bukan 120 mm. Dalam road map yang dibuat, chasis tank ini untuk kavaleri dengan silhouette maximum 2.5 meter.

Light Tank Anders 105 mm

Light Tank Anders Polandia dengan turret CT CV 105 mm Belgia

Chasisnya untuk tank ini, termasuk tinggi turret dan kanonnya. Nah, yang menarik chasis tank ini dapat dikembangkan menjadi amphibious, sehingga bisa dipakai oleh marinir Indonesia.

disain-tank-pindad

Desain artistik Tank Pindad/ Nasional

Untuk kerjasama dengan Jerman dalam Transfer of Technology tank, hingga kini pemerintah masih melakukan pembicaraan. Rencana kerjasama dengan Jerman akan berkaitan dengan kontrak pengadaan Tank Marder yang dibuat bersamaan dengan kontrak tank Leopard oleh Kementrian Pertahanan. (by Jalo).

Bagikan Artikel :

  92 Responses to “Prototype Tank Medium Nasional Selesai 2016”

  1. Saatnya terus naik kelas….

  2. Maaf bung Jalo..rencana pembuatan prototipe tank medium ini kan fokus untuk AD, kemudian akan dikembangkan menjadi amphibious tank untuk marinir apakah secara tekhnis tIdak menimbulkan kesulitan..karena tank untuk AD dan ampibious tank memiliki karakteristik yang berbeda. Terima kasih…mohon pencerahannya

  3. Sekedar masukan utk penyempurnaan tank SBS yg dibuat oleh PT. Pindad, Tbk, jaga2 apabila tank SBS yg kelasnya sbg tank medium bertemu dng tank medium,MBT n kendaraan lapis baja milik musuh, maka utk tambah efek detterennya, penting utk ditambahkan peluncur rudal anti MBT,tank medium,kndaraan lapis baja,rudal anti pesawat,anti helikopter,anti UAV,anti drone, mnggunakan 1 canon utama cal 120 mm ditambahkan 2 canon msg2 cal 12,7 mm utk anti pesawat yg msg2 canon letaknya diblakang canon utama dng posisi bersebelahan yg msg2 canon dr 2 canon tsb dpt diputar 360 derajat dng tngkat kemiringan sampai 90 derajat yg berfungsi sbg anti helikopter,anti UAV,anti drone,dan 2 canon dng cal 7,5 mm dng posisi diatas kubah dr canon utama yg saling berada di samping sblah kiri dan kanan, yg seluruh pd canon2 tsb smuanya dng sistem RCWS, dilngkapi dng alat infra red, night vision,laser utk menghitung jarak dan posisi tembakan demi tercapainya presisi tembakan, plus tempat utk menyimpan 4 jurigen BBM sbg persediaan BBM cadangan di bgn blakang luar, dan msg2 sblh kiri dan kanan 3 jurigen air minum yg terlindungi bgn samping,atas n terdapat penutupnya model buka atas bawah, ditambah radar melngkapi persenjataan sbg bgn dr pertahanan udara.

  4. Untuk teknologi amphibious kan kita sendang mengembangkan ya… Kalau gak salah ada rencana anoa amphibious pada 2015… FNSS turki juga sudah mengaplikasikan teknologi ini… Untuk Amphibious Armored Combat turki telah menerapkan di beberapa tipenya seperti CV-19 – IMHO

  5. Tank, helikopter, pesawat tempur, kapal selam, kapal perang, panser, roket, rudal, senapan serbu, sniper, semua sudah berlari menuju kemandirian, bahkan ada sbagian yg sudah bisa dibuat sndiri. dan itu sangat “menggetarkan” negara tetangga. tinggal tunggu tanggal mainnya INDONESIA akan mandiri dalam Alutsista, yg mesti diwaspadai adalah anak bangsa sendiri yg telah menjadi perpanjangan tangan dari negara asing yg tdk ingin Indonesia menjadi negara superpower (kembali). JAYALAH NEGERIKU

  6. kalo berat maks 25 ton, semoga juga bisa “berenang”

  7. Rencana spesifikasi Engine dan persenjataannya apa ya.?

  8. kalau dilihat sekilas bentuk hull nya seperti BMP ya..
    sebenarnya riset di bagian apa yang dilakukan dengan FNSS, apakah mengenai teknologi amphibious saja?

  9. k atanya prototyepnya rampung 2014,eh ini malah mundur ke 2016,,, bagaimana inich kok malah molor, ya dari jadwal, tapi tak palah yg penting makyosssssssss tank nanti,,,,,

    • knapa kok prototype yg dikejar truss… krna untuk produksi massall diperlukan yg benar2 gahar.. rugi klw kita produksi masal klw masih dari prototype yg cemen.., harus benar2 yg sempurna dari segi kemampuan tempur, bertahan dan kecepatan mobilisasi. naaah ini yg klw diproduksi masall bakal geleng2 tuh pemakai..:D

      • @FA : sependapat bung..meskipun terkesan lambat dan banyak prototype yang dibuat, tetapi ada arah yang dituju yaitu jangan sampai prototype akhir yang dihasilkan itu terkesan ecek2..biar terkesan lambat tetapi kalau hasil nya bagus tentu akan menjadi kepuasan tersendiri…tak perlu khawatir dengan adanya guyonan bahwa Indonesia itu negeri seribu prototype.. 🙂

  10. Selain kemampuan amfibi perlu juga pengembangan kemampuan airborne untuk operasi linud, mumpung keran kerjasama dengan pihak rusia terbuka lebar.

  11. Semoga Indonesia menjadi lebih kuat lagi……amin………..Salam Kenal Warjagers Semua

  12. Bung Diego, gambar kedua: prototype tank pindad diatas itukan IFV ya, bukan prototype medium tank, sama dengan yang di video.

    • Sama dengan yang di video Bro, prototype pindad yang ada sekarang ya itu, SBS….mirip hull bmp2. nantinya hull ini bisa saja dijadikan IFV machine gun atau tank dengan dipasang canon.

      Pindad sempat ngomong, untuk awal mereka akan bikin light tank kelas 20-25 ton, untuk mengisi posisi light tank scorpion saat ini, namun tank baru ini kanonnya,naik kelas ke 105 mm. Scorpion umumnya masih 90mm.

      Next step, pindad akan naik ke medium class, IFV Marder kelas 30-35 ton. Kabarnya pakai turret oto melara 120mm hitfact. Mungkin IFV Marder yang ada nanti, satu dua akan dioprek, untuk dicoba dipasang turret. IFV Marder dipasangi canon oleh Rheinmetal Jerman, AD Jerman sendiri gak pasang canon di IFV Marder mereka

  13. Tank medium yang design-nya disesuaikan dengan geografis Indonesia. Itu sangat ideal 🙂

    BTW, banyak sekali informasi sumber teknologi bagi tank medium Indonesia. Ada berita mau pake Marder, dan ini akan jelas bentuknya karena ada contoh TAM dan light tank Marder sendiri. Sempat juga ada kabar ditawari kurganmash produsen BMP3 dari Russia yang gambarnya jadi disain arsistik di atas, ada juga berita Pindad akan melakukan sendiri pengembangan tank medium (yang prototype-nya terlihat seperti Anoa tracked wheel)

    Karena Anoa bodynya ‘ngotak’, jika dijadikan track wheel akan mirip AVC300. Sedangkan IFV lain seperti Marder terlihat pas dijadikan medium tank. contoh lain IFV yang menjadi medium tank adalah CV9040 Swedia. Pengembangannya ada CV90120-T dengan berat 25-30 ton dan senjata utama cannon 120mm.

    • Cakep banget modelnya ya. Saya berharap dengan waktu dua tahun ini, plus kerjasama dengan FNSS, model tank pindad yang ada saat ini, masih bisa dikembangkan.Ada baiknya daripada membuat model hull sendiri, lebih baik contoh hull tank kelas light/ medium yg sudah lebih matang. Artinya riset yang sudah dilakukan negara lain, bisa kita manfaatkan, daripada puyeng mikirin desain sendiri.

      V-150 perancis –> Panser Anoa, contoh yang bagus

      • Betul bung @Diego, kita butuh bantuan untuk mengejar ketinggalan. Lebih baik nyari basic design yang sudah mapan. Contohnya Marder atau CV90120-T yang berkembang dari design mapan dan teruji selama puluhan taun.

        Trend ini ada kaitannya dengan kemampuan proyeksi kekuatan jauh ke depan. CV90120-T dirancang agar mampu dibawa A400 Atlas ke berbagai penjuru dunia dengan cepat

    • Yah untuk project anoa tracked wheel atau SBS itu murni dari pindad sendiri…

      Untuk BMP-3F designnya sudah ada di dislitbang TNI AL, kebetulan kita juga ToT dengan kurganmash… Jadi ini berbeda lagi

      • Iya juga ya, BMP3 sedikit banyak ada cipratan ToTnya.

        BTW bung @Jalo, maaf jika pertanyaannya oot, apa yang dimaksud ” silhouette maximum 2.5 meter” dalam artikel diatas?

        Juga kalimat setelahnya saya kurang nangkep: “Chasisnya untuk tank ini, termasuk tinggi turret dan kanonnya.” thanks

        • Maaf Bung Now, jadi maksudnya silhouette itu merupakan penampakan kendaraan secara keseluruhan meliputi panjang lebar tinggi. 2.5 meter itu tinggi

          Nah chasis termasuk tinggi turret dan kanon, (Maaf bahasa saya yang acut kadut, hehehehe) maksudnya itu turret dan kanon tank ini tinggi… karena semakin tinggi kendaraan akan cepat terlihat oleh musuh

        • perihal tank, mungkin kita akan menggunakan 3 kategori pengembangan.
          1. tank ringan yang mengacu bmp-3 series. dulu pernah baca ada selentingan di forum luar kalau kita meminta ijin lisensi bmd/sprut series buat fast response force seperti linud dan marinir mengacu ke vdv rusia. tetapi ditolak oleh rusia dan pihak rusia mengijinkan atau hanya mau asistensi bmp series.
          2. tank medium yang berbasis marder, yang mungkin dikembangkan lebih lanjut sebagai most common platform. baik ifv dan variannya. asistensi turki dominan di sini. selain dari rheinmetal jika kita beli banyak produk mereka.
          3. tank utama, sementara pakai leopard sambil menunggu dua jenis tank di atas sukses baru mungkin dikembangkan dengan bantuan turki pula.

          mayoritas dari turki adalah terkait system control seperti fcs dan optronik –>mungkin aselsan.

          • idealnya begitu bung, dan mudah2an memang begitu dengan adanya asistensi FNSS. bukannya pesimis dengan kemampuan Pindad, tapi beberapa tahun yang lalu berita tank Pindad sudah santer. Bahkan pernah ada pernyataan bahwa Pindad akan memperlihatkan prototype tank medium mereka pada 2014. Ternyata tidak ada konfirmasi jadi atau batal, hanya muncul video bocoran dengan kualitas yang kurang bagus (tidak resmi)

          • untuk yang ditampilkan kelihatannya lebih mengarah ke light tank, setidaknya lumayan buat battle taxi di medan sulit. otomatis performanya lebih baik di banding anoa. kemungkinan berat maksimal 20 ton tergantung armor yang digunakan. dengan teknologi gabungan dislitbang al dan pihak swasta (wirajayadi bahari) mungkin bisa’ menjadi amphibi. desain sbs kelihatannya jauh lebih baik dibandingkan dengan unit yang ditrial saat itu.

    • Hmmmm jangan-jangan mau ada dua model yang dikembangkan ya. selama ini AD kan ambil canon ke Belgia untuk Scorpion, juga untuk Panser Tarantula yang dirakit ke di Korsel.

      Sementara ACV300 Turki kan menggunakan turret BMP3 Rusia. Kayaknya AD gak pakai turret BMP 3, tapi condong ke CT CV 105 mm atau oto melara hitfact 120mm.

      Kalau Dislitbang AL sudah mempelajari bmp-3f, cocok dong pindad kerjasama dengan FNSS Turki yang sudah cangkok turret bmp3 di ACV300

      Lagian saya pikir tank susah untuk all-in-one, seperti tank pindad utk keperluan AD dan AL.

      Kalau AD sekarang sudah ambil leopard 2 (heavy), ada baiknya tank ke depan yang dibangun, Marder (medium class), untuk memudahkan service dan sparepartnya.

      Marinir selama ini menggunakan produk Rusia: bmp2, bmp3..

      Makanya saya bingung, kok pindad joint dengan FNSS Turki. Teknologi turret FNSS Turki belum terdengar ada yg jaguh. Kalau CMI Belgia, memang sudah diakui internasional. Jadi…ada sesuatu nih

      • Perwakilan Polandia sudah datang, siapa tau ujug2 pake turret Cockerill 🙂 Cockerill ini jaguh juga

      • Saya harap sih tank nasional pake 120mm. Kelincahan medium tank dengan kemampuan gempur MBT. Jika perlu nantinya Anoa 6×6 dengan turret cannon 120mm juga

        • Kalau cockeriil kavaleri sudah familier banget tank ringan Scorpion dan panser V-150, bahkan panser besutan Pindad yang masih prototip, yakni Anoa 6×6 versi canon juga mengadopsi Cockerill 90.
          di lingkungan Korps Marinir TNI-AL,Cockerill 90 sudah diadopsi sebagai pengganti kanon 76 mm yang terdapat pada tank amfibi PT-76.
          Yang terbaru Tarantula juga memakai n Cockerill MK3M A1 kaliber 90mm.

          Tank mediu, calon produksi Pindad nanti dibedakan fungsinya sebagai Tank medium bersenjatakan cannon,Tank IFV machine gun,dan tank canon amphibi untuk marinir ,semua specknya akan berbeda sehingga perlu banyak kerjasama dengan turki dan dengan rusia.sedangkan pindad sdh jelas memegang blueprint marder.

          Untuk canon diatas 100 mm akan nguber lisensi dari rheinmental ,kita lihat saja bila ada penambahan MBT Leo yg akan diupgrade oleh rheimental berarti kita mendapatkan lisensi cannon darinya.

          Pindad juga lagi development anoa untuk bisa menggusung cannon diplatform anoa 8×8 dan versi amphibi,,maka dari itu beli tarantula korea dan beli BTR dari ukrania untuk pembelajarannya

          Untuk misi recon digaris depan di kavaleri TNI AD tugasnya akan di usung oleh scorpi dan di kavaleri tni al akan diusung oleh bmp.
          karena didua kesatuan itu akan dilengkapi Tank medium
          IMHO

        • Kalo Anoa 8×8 mah mungkin bisa tuh diistall cannon 120mm.

          Harapan saya kerjasama Indonesia -Turki memang berangkat dari blueprint Marder, design-nya mapan dan sudah terbukti bisa dipasangi cannon sekelas MBT. Hanya saja berita 20-25 ton itu yg menghalangi karena Medium tank berbasis Marder berat akhirnya 30 ton walau dengan cannon 105mm, mudah2an saja dalam perjalanannya akan menyesuaikan

          • Mungkin bisa bertambah om Now… Ini beratnya masih diprediksi pindad

          • setelah cari2 referensi dan ga dapet, saya pikir tank ini nantinya punya berat 30-an ton untuk yang dilengkapi cannon 105mm, dan mungkin bisa 25-27 ton utuk tank dengan persenjataan 40mm atau yang digunakan sebagai platform anti serangan udara

      • Kalau bobotnya masih 20-25 ton, canonnya paling maksimal 105 mm. Kalau bobot 30-35 ton, baru main 120 mm, jos gandhos

      • Yup bener bung Diego, ada tim AD dan AL yg sedang sibuk ikut nimbrung di Pindad…

        Mudah2an yg Amphibious sama kayak punya Marinir kita… Amieeen

      • kayaknya bakal ada 3 prototype tank nantinya.
        1. tank hasil kerjasama dengan fnss turki.
        2. TOT dari jerman
        3. SBS pindad.

  14. Berharap Tank Nasional yg prototypenya muncul 2016, minimal seperti tank anders Polanndia ini:

    • Minimal 😀 Amin

      Tapi Anders beratnya 35 ton (120mm cannon), dan TAM 30 ton (105mm cannon). Sementara jika sudah diputuskan 20-25 tons saya ragu bahkan 105mm pun akan bisa bekerja efektif. Kecil kemungkinan tank medium pindad akan menggunakan bahan alumunium

      Barusan saya liat2 sana sini, IFV dengan berat 27-30 tons hanya mengandalkan senjata 40mm. Jika Pindad bikin Mediun Tank 20-25 ton dengan cannon 105mm akan jadi type baru dalam dunia tank dan belum tentu efisien.

      Dalam sejarah, medium tank paling ringan adalah PT-76 buatan Russia tahun 1949-50 dengan berat 15 ton, senjata utamanya 76.2 mm rifled tank gun, medium tank terberat bisa mencapai 67 ton, sedang heavy tank terberat bisa mencapai 190 ton 🙄

      http://wiki.worldoftanks.com/Medium_Tanks

      • yahhh…saya juga maen wot mas…
        tapi klo setahu saya, PT-76 klo di sini kan TNI AD jg pnya, itu msuk ke kategori ligt tank mas…

        maaf klo salah…hehe

    • mw tanya, apa tank dengan bobot 25 ton bisa “berenang”?

      • tergantung design-nya apa mau dibuat berenang atau tidak, jangankan 25 ton, 100.000 ton pun bisa dibuat berenang 🙂

        • yah, cuma mikirnya karena ini tank medium 25 ton kiranya dikembangkan biar bisa “berenang”. kedepannya baik AD dan marinir bisa menghadapi tantangan alam misalnya sungai, danau, rawa dan kalo bisa melewati laut.. semisalnya laut jawa.. hehehehe..
          hahahaha.. tank 100.000 ton kayak apa tuh bung now? lewat pantura muat ga ya?

        • iya bung @one, untuk wilayah bersungai dan rawa dengan infrastruktur minim memang tank konvensional akan kesulitan maju dengan cepat. Mungkin itu sebabnya TNI ingin tank medium juga. MBT diposisikan tetap, sementara tank medium bisa di-deploy kemana-mana. bisa diangkut dgn heli angkut seperti chinook ataupun dengan airlift besar seperti A400.

          yang 100.000 ton bisa berenang namanya kapal induk :mrgreen:

  15. kalau lihat tank jadi ingat perang di suriah

  16. bung jalo, nampaknya pindad masih tergelitik pengembangan anzarit (maaf kalau ejaan kliru) ke merkava. ini adalah model sahih untuk ditiru. dari ifv yang dikembangkan dari sasis mbt akhirnya bermuara ke tank mbt. untuk menurunkan berat bahkan lecrec menggunakan roda alloy aluminium. jadi kalau main jigsaw..pengembangan iveco dari acv 300 tersebut bukankah ada versi amfibinya. tapi musykil varian ini dijadikan medium tank. tingkat proteksi mbt sukar untuk diaplikasikan karena menambah beban. atau mungkin turetnya mengadopsi carrousel loader ya?

  17. misiii..

    bang, sori banget ane minta ijin ngotorin lapaknya soalnya ada ganjelan dikit yg mo disampein n ngeluarin konak yg dah lama jadi batu..
    mo tanya, ntu yg di pidio ntu tenk jenis apa to bang..apakah pungsinya ntar buat gantiin anoa, bang..ane punya pendapat kalo anoa, rantis komodo, tenk di pidio n hamvi punya amrik ntu kelasnya sama gara2 punya jendela samping..sori loh bang ne opini pribadi, cuman rasanya kurang gemana getoh kalo panser ato tenk ato apc ato ifv pake jendela kaca biar pun ntu anti kulup eh pluru..kesannya lemah geto..apakah pindad mengaplikasi dari buku sun tzu art op wor halaman 214 yg mengatakan “banyak jendela banyak rejeki..”

    tapi tetep dukung kog bang, tapi liatnya lebih suka yg kerjasama turki pindad bikin tenk yg kayak reperensi ato yg gambar kartun ntu..rapet kagak ada jendela n sopir ntar liatnya pake cctv doang..

    oh iya bang, ma perkenalin ane sarkem guru anatomi biologi perempuan anak2 di sebelah..
    markasi n mo’on maap kalo kagak berkenan..
    mmm..blognya kagak dibuatin emotikon bang?

  18. jiah mata ane siwer, ternyata dah ada hahag 😀

    • wah, masih eksis terus nih bang @lare sarkem 🙂

      • ya gene dah bang..lanjut aja bang, ane mo balik tempat asal aja..di mari kagak punya pasukan, takut ma oneng okelah hahag 😀
        ntar tambah nyampah lage..

        • Wah kalau yang inibung LS dankikavser
          yang punya wilayah demak ijo
          met bergabung kang
          kan masih punya ane sbg pasukan ente
          hehehehe

          • dankikavser = dansa kiri kanan versi sera alias joget bersama via vallen 😀
            bisa kualat ane ma abang, secara ane kalah ganteng..

            bang satrio ntu tolong dibantu nyusun kalimat ane paya agak intelekan dikit biar kagak keliatan ndeso..

            maksud hati seh mo kasih kritik n saran, kalo bisa pindad bikin yg namanya apc ifv tenk ringan tenk sedang apalage tenk berat mbok yao jangan di kasih jendela kaca kayak ntu bang..
            takutnya ntar kalo kena bom lcd bisa berabe, bisa bercodet semua kru nya ntar..bom lcd ntu lho bang yg arti kepanjangannya pake improvet improvet esplosip getoh ato apalah..

            sori bang pake bahasa topix, soalnya kagak tau bahasa laennya seh 😀

          • @Bung sarkem
            yup tank prototype pidad yg divideo memakai jendela
            Tugas nya nanti sebagai tank APC dan IFV machine gun yg pastinya dilapis kedua dlm skenario perang kavaleri modern,

            Maksut memakai jendela mungkin agar pasukan yg diangkutnya bisa ikut memberi bantuan tembakan dari ancaman infantri pembawa ATGM

            Mungkin Tank yg divideo ini dipakai untuk melengkapi batalyon infantri regular yg akan berubah menjadi infantri mekanis.menemani anoa,
            Tank pindad IFV machine gun cocok di produksi masal terlebih dahulu karena kebutuhan mendesak dan jumlahnya banyak
            sedangkan kebutuhan Tank medium masih bisa di cover oleh AMX dan scorpion
            sedangkan marder akan dipakai oleh kostrad
            IMHO lho ya

          • baru kale ne ane kurang puas ma jawaban bang satrio, dah pake mungkin di kasih imho lage 😀

            alenea atu..akur bang, apc ifv dipake lapis kedua..buat anter pasukan ke hotspot ato konpoi dari atu kota ke kota laen ditemani tenk medium ato berat n truk pasir buat psu nya..

            alenea dua..”Maksut memakai jendela mungkin agar pasukan yg diangkutnya bisa ikut memberi bantuan tembakan dari ancaman infantri pembawa ATGM” ya kagak bisa lah bang, yg diangkut bisanya cuman nyanyi2 ma keplok2 doang..yg bisa kasih bantuan tembakkan ya yg ada di kubah..jadi pungsi jendela kagak begeto berguna, malah bikin sniper bisa ngincer yg di dalam pake pluru tindik..
            kalo ada atgm deket2 apc berarti ne perangnya dah awut2an ato perang di pemukiman..

            alenea tiga..setuju, n jangan lupa bang, amx n skorpion di tangan pindad bisa diumpamain orang tua yg dikasih viagra..bisa terus ngaa..ngaa..ngaac..
            kagak jadi ding 😀

            gene bang, kadang kita masih pada menstrim kalo apc n ifv cuman buat angkut2 karung beras n buat lapis dua doang..padahal dalam perang perkotaan, apc n ifv n tenk ringan ntu yg bisa gerak lincah di banding mbt yg masih mikir kalo mo lewatin jembatan n gang kecil..
            emang seh dolo waktu perang2an yg di ujung kulon sono yg naek apc masih bisa melongok lewat jendela buat nembak karna mungsuhnya juga cuman lari2 kayak tikus..tapi perang besok2 kagak kayak geto loh bang, lha wong orang yg di kubah aja mo di ganti ma remot kontrol buat ngurangin korban sniper..

            imho, ne mungkin n kalo kagak salah loh bang satrio 😀

          • Tu sudah ente jawab ndiri
            Apc Ifv juga diperlukan batalyon infantri mekanis untuk perang kota

            ane jawab pakai bhs lebih intelek ya 😀

            Pengembangan Konsep HBCT (Heavy Brigade Combat Team) akan dibentuk untuk pelaksanaan perang di medan terbuka (wide and open area) yang terdiri dari batalyon berlapis baja (kavaleri dan infanteri mekanis).

            Kemudian akan juga mengembangkan IBCT (Infantry Brigade Combat Team) untuk pelaksanaan tugas-tugas khusus infanteri (Infantry specialized task) yang terdiri dari batalyon infanteri khusus : Linud (Airborne dan Air Assault) dan Yonif biasa.

            Dan yang terakhir akan mengembangkan SBCT (Stryker Brigade Combat Team) yakniBrigade Pemukul untuk pelaksanaan tugas perang pada medan campuran dan tertutup (mixed and closed terrain) salah satunya adalah perang kota yang terdiri batalyon kavaleri ringan (panser), infantry motorized (Infanteri yang dimotorisasi, berbeda dengan infanteri mekanis yang ranpurnya adalah panser, satuan ini menggunakan Humvee yang dimodifikasi serta SPM dalam pergerakannya).

            Tank model ada jendalanya gitu mungkin cocok untuk program program diatas terutama konsep SBCT
            IMHO

            wis kem aku ngantuk

          • ho’oh bang silahkan istirohat n markasi buat ngobrol2nya..ane mo catetin dolo yg intelek ntu, mo tak pelajari biar ane bisa intelek juga, ato bisa intlepong yg agak gedean 😀

          • hahaha..bung lare sarkem ini merendah di ketinggian,pdhl uda ketahuan trmsk sepuh di warung sebelah

    • awas yang datang buto ijo

      …..salam kenal bung

    • Salam kenal bung Lare…

      • haess..ntu cuman guyonan bang satrio doang..

        salam kenal juga yah bang alugoro ma bang jalo..
        maapin loh bang, ane bisa komennya cuman kayak ntu..maklum biasa pegang kunci ring ma kunci pas, baru biasain pegang kibot n pake bahasa terminal 😀

        • Yang biasa megang kunci ring dan kunci pas itu yg bahaya… Pasti anak STM ya, hehehehe maaf bercanda bang…

          Sama bang saya juga gaptek, suka buat sampah di warung om diego, hehehe..,

          Makin banyak temankan lebih baik dibanding banyak musuh… Maaf ya kalau saya ada salah2 kata dalam penulisan, siap terima hukuman dan kritikan.,. Maklum masih newbie

          • sama sama yah bang, ane juga tulung di koreksi kalo dah kelewatan blo’onnya..

            kritik pertama, kalo ma ane kagak usah pormal2 banget bang, maen pras pres aja biar cepet kelar 😀
            lanjuuut..pamit mo balik habitat..

  19. Mbah mendukung, setidaknya harus ada Tank medium harus berjumlah 4000 unit sampai tahun 2020. harus diangkut beberapa puluh LPD menuju Utara, dengan Ratusan ribu anggota marinir membebaskan blokade china terhadap natuna.

    Tahun 2020 Setelah negara kita kuat, setelah kita mempunyai 20 kapal perang destroyer, 100 Fregate, 50 LPD penuh pasukan dan tank, maka negara kita harus mencari lawan.

    Kita harus berperang agar ditakuti dan disegani negara lain. Kita adalah Bangsa Petarung Yang terkuat di Bumi selatan, tentara kita galak-galak dan ganas dan hebat. Kita akan taklukkan china di Laut china selatan, kita akan membebaskan filiphina dari blokade PLAN. tenang saja ada USA dan Australia yang siap memberikan payung udara, yang penting kita maju duluan, mereka belakangan akan memberikan close combat yang mematikan.

    Mbah akan memberikan semangat dibelakang.

    • Maaf Mbah Abbott, eh Mbah Bowo, kita masyarakat RI ga mau di kompori di jadiin proxy nya aus dan as, grilya dan propaganda anda menggiring opini masyarakat supaya RI masuk ke blok AS

    • maaf ya mbah…. klo msalah perkataan yang ” kita harus berperang” saya ngg setuju, karena sesungguhnya kita adalah negara yang cinta damai. Lagipula kan masih ada jalan diplomasi yang bisa juga dijadikan alternatif laen slain perang

      memang sih kita perlu dalam pengada an alutsista yang canggih, modern, apalagi yang termasuk dalam jumlah sangat banyak, tetapi itu hanya dalam efek penggetar untuk minimal kita menyamai kekuatan tetangga yang juga turut meningkat dan mengejar ketertinggalan.

      setau saya itulah tujuan bijak sebenarnya dari TNI yang cinta damai dan menjauhi pahitnya perang

      tanks…
      maaf klo ada yg salah
      hehe, nmanya jga pendapat

  20. Menguasai Teknology Alutsisa merupakan Cita Cita Orde Lama Era SOEKARNO menjadi SUPER POWER yang sesungguhnya,(Di Awali ROKET KARTIKA). Orde Reformasi sebagai penerus Cita Cita Orde Lama SOEKARANO. Hanya Bangsa Indonesia di Dunia tanpa Pakta Pertahanan.

  21. tx pencerahannya bung jalo
    salah satu alutista yang rumit menurut saya ya tank,karena harus liat kontur tanah n jalanan yang sudah dibuat,pa lg nkri ribuan pulau yang tentunya punya kontur tanah berbeda beda,sprt leopard mempunyai bobot ton yang berat jgn sampe seandainya battle dengan negeri lain ,jgnkan battle yang ada malah tjebak alam(amblas) alias kejebak alam

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

    • Sama2 bung cucu… Saya gak memberi pencerahan saya cuman berbagi info yg saya tahu aja dan dibantu pencerahan oleh sesepuh2 kita seperti bung satria, bung Diego, bung Now, bung alugoro dan bung2 lainnya… Semoga infonya bisa bermanfaat untuk kita semua.., salam

  22. Clue-ckue’a mantap….
    Sambil ngopi ahhh dipojokan…

  23. bagaimana dgn panser canon ini

  24. @ bwt smuanya….(sebelumnya maaf ngg nyambung)

    ada berita di blog sebelah mengenai “Rusia Tawarkan Kapal Selam TANPA AWAK Kepada Indonesia”, gmana pendapat menurut BUNG” semanya,

    kyk gini…smoga bukan hoax, silahkan di baca

    JAKARTA-(IDB) : Kerja sama Indonesia-Rusia khususnya di bidang militer, telah lama terjalin. Beberapa kerja sama yang terjalin dalam beberapa tahun terakhir salah satunya adalah program alutsista atau alat utama sistem persenjataan.

    Deputi Perdana Menteri Rusia Dimitry O Rogozin dalam kesempatan Sidang Komisi Bersama ke-9 meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa teknologi alutsista Rusia merupakan teknologi yang canggih, bahkan lebih canggih dibandingkan teknologi negara-negara barat.

    “Di negara kami, pemerintah sedang membangun teknologi alusista untuk angkatan darat Rusia. Dan teknologi ini mutunya lebih canggih daripada negara-negara barat,” tutur Dimitry, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

    Dia menegaskan, hubungan kerja sama militer kedua negara bukanlah sebuah cerita yang singkat. Sejarah kerja sama yang panjang itu, menurut Dimitry, selama ini telah berjalan sukses dan akan sukses ke depannya.

    Salah satu bagian dari teknologi alutsista yang ditawarkan bagi Indonesia, tuturnya, adalah sistem kapal selam tanpa awak. Menurut dia, keseluruhan kerja sama di bidang militer antara kedua negara masih memiliki prospek yang besar ke depannya.

    “Ini merupakan prospek yang cerah apalagi transfer teknologi dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kekuatan pertahanan di Indonesia,” imbuhnya.

    Sumber : Okezone

  25. berita dengan ruskyhibabiyah TOT tidak hoax karena tertutup….

  26. Tentara Amrik tinggalkan javelinya karena banyak masalah lalu ganti dengan ini>>

  27. Tulpar merupakan IFV baru beroda trek yang dikembangkan oleh perusahaan Turki>>

  28. Nimbrung sedikit, maaf terlambat.
    Menurut saya, prototype tank nasional, medium atau ringan, semestinya menunjuk kepada kebutuhan kavaleri TNI AD. Sayangnya, TNI AD sendiri sepengetahuan saya belum menetapkan TOE baku untuk yonkav berat.
    Meskipun begitu, kita dapat membuat analisis sendiri berdasarkan mobilitas, senjata, dan proteksi sbb :

    ? Mobilitas: wilayah darat kita terdiri dari kota dan kabupaten. Infrastruktur jalan di kota relative cukup baik, sedangkan di kabupaten belum, yg mencakup hutan, sawah, ladang, perkebunan, sungai besar kecil, rawa, tanah datar, dan pegunungan. MBT cocok untuk perkotaan, sedangkan tank medium/ ringan untuk kabupaten. Fitur amphibious sangat membantu, namun berat terpaksa dibatasi lebih kecil dari 25 ton . Lebar dan kemampuan tonase jembatan di kabupaten juga jadi factor yg menentukan.

    ? Senjata: Kanon caliber besar (105 dan 120 mm) diperlukan di kabupaten, namun jadi kagok menggunakannya di perkotaan. Sebaiknya ada 2 model dengan senjata kanon 105 mm (120 mm terlalu besar), atau kanon otomatik 25/ 30 mm.

    ? Proteksi: Proteksi mengandalkan hanya RHA dan/ atau spaced/ ceramic armor akan berakibat berat/ dimensi yg berlebih, jadi sebaiknya menggunakan Proteksi RHA + ERA.

    Di luar 3 faktor di atas, sebaiknya juga ditentukan taktik dan TOE Yonkav. Taktiknya kita punya senjata yg cocok untuk wilayah perkotaan (Yonkav Berat) dan untuk kabupaten (Yonkav Medium/ Ringan). Yonkav tidak bisa bertempur sendiri harus dibantu oleh infanteri yg organik kepadanya, karena itu masih diperlukan IFV. Untuk Yonkav Berat sudah ada Marder (murni IFV), untuk Yonkav Medium/ Ringan ada Anoa, Scorpion, AMX yang masih APC. Karena itu selain prototype tank medium, kita juga harus membangun IFV di bawah kelas Marder, mungkin Anoa versi 8 x 8 atau tipe lain, yang juga harus IFV Amphibious, sehingga dapat mendampingi tank medium dalam operasi Yonkav Medium/ Ringan terutama di wilayah kabupaten.

  29. PENILAIAN
    1. Tank Medium PINDATnya kurang bagus,,..
    2. Terlalu tinggi,.. Mudah jadi sasaran musuh,,,
    3. Jarak Sumbu rodanya juga terlalu lebar…
    4. Juga kelihatan kurang berisi.. alias kurus..
    5. Kelihatannya baja yg digunakan sangat tipis….

    Coba bandingin ama BMP rusia dan tank Merder jerman yg lebih kecil dan kelihatan lebih berbobot..

    Takutnya antar baru kena RPG aja udah rontok, apa lagi JAVELIN dan sejenis rudal anti Tank lainnya bakalan seperti kerupuk nih Tank pindad

 Leave a Reply