Jan 022015
 

Gambaran Proxy War di Suriah

Gambaran Proxy War di Suriah


Sebagian dari isi buku karya Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD/PPAD, yang diketuai Letjen TNI Purnawirawan Suryadi, yang berjudul “AJAKAN PPAD KONSOLIDASI KEINDONESIAAN”…

Demokrasi Pancasila dan Penerapannya…

Bagi Indonesia, Demokrasi Pancasila adalah merupakan keniscayaan, seperti diamanatkan oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang menempatkan rakyat pada posisi sentral dan bahwa kepribadian, sejarah, kebudayaan, falsafah bangsa, merupakan roch, sekaligus acuan bagi Demokrasi di Indonesia.

Sistem Demokrasi Pancasila berjiwa kekeluargaan, memegang mekanisme perwakilan dengan prinsip keterwakilan, bukan keterpilihan, serta memegang teguh warisan budaya Musyawarah Mufakat, sebagai cara dalam proses pengambilan keputusan.

Sistem Demokrasi Pancasila, berorientasi kepada kualitas ide, bukan pada kuantitas suara, karenanya, terkandung nilai respek dan apresiasi terhadap kelompok minoritas tapi berkwalitas.

Namun sayangnya, sistem demokrasi Pancasila yang cemerlang tersebut belum pernah diimplementasikan secara konsekwen di Indonesia…,baik selama Era Orde Lama ( Bung Karno) maupun Era Orde Baru ( Soeharto)….

Pada Era Reformasi, yang visinya antara lain adalah demokratisasi, ternyata justru melanggar prinsip Demokrasi Pancasila itu sendiri!…

Pada Era Reformasi, dari tahun 1999-2002, terjadi 4 kali perubahan UUD 1945, yang merubah Platform kenegaraan Indonesia secara total dan mendasar!

Sistem Demokrasi Pancasila di Indonesia, dilanda Arus Globalisasi Dunia yang dikuasai pemerintahan Amerika Serikat dengan keunggulan Teknologi Informasi, sehingga Demokrasi Pancasila yang berada dalam Pembukaan UUD 1945, dirubah menjadi Demokrasi Liberal versi Amerika Serikat, dengan cara merubah pasal pasal dalam UUD 1945, sebanyak 4 kali, mulai 1999-2002….!

Perubahan UUD 1945 ini adalah merupakan bukti perwujudan Legal Warfare, yang merupakan bagian dari Proxy Warfare…!

Dengan mengubah Sistem Politik di Indonesia menjadi sistem politik Demokrasi Liberal, dengan cara merubah pasal pasal didalam UUD 1945 yang murni, melalui para Legislator dan Executor pemerintahan RI di Era Reformasi, maka pemerintahan Adikuasa Amerika Serikat dengan sekutunya, akan leluasa melakukan intervensi diseluruh bidang kehidupan NKRI tanpa melakukan invasi militer dan memduduki teritori NKRI!….Tapi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia, sudah berada dalam genggaman mereka…!

Inilah wujud perang model terbaru, yang disebut Perang Generasi ke 4, atau War By Proxy….!

Ajakan PPAD dan KASAD kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama Komunitas Kampus Mahasiswa Indonesia…

PPAD dan KASAD, mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bersama sama berjuang melakukan “KAJI ULANG AMANDEMEN UUD 1945”, agar tidak menyimpang dari jiwa dan semangat dan kembali ke hakekat isi Pembukaan UUD 1945, yaitu Demokrasi Pancasila…!

NB:Tirtaamijaya

*dikirim oleh: “adinn odjzie

Bagikan :

  12 Responses to “Proxy War Indonesia Jilid 3”

  1.  

    UUD 45 yang diamandemen memang harus dikaji ulang…

  2.  

    kalo PILKADA dan PILPRES tidak langsung itu termasuk Demokrasi pancasila apa bukan ya bung?

  3.  

    Numpang ikutan nyimak dulu,siapa tahu nanti bsa ikutan ..

  4.  

    Pancasila bisa jadi hanya slogan.mencari pemimpin yg nasionalis NKRI sejati agaknya susah di negeri ini.

  5.  

    ngomong opo .. makin gak jelas, penulis pasti pasukan gurkha alias garuda ular .. kenapa anda selalu menyebar opini tuk memecah persatuan nkri kyk mengerti sj ttg pancasila , anda bc sejarah berdirinya pancasila .. apa 4 uud yg ditabrak reformasi klu argumen kuat silahkan ajukan ke Mk , klu di tolak jgn cr kambing hitam t sm sj anda tdk pancasila .. gampangkan .. perang proxy sengaja di gembar gemborkan tuk menyakinkan dunia khusus nkri dgn tujuan politik adu domba .. yg termakan asutan ini sm aja dgn domba

    •  

      Setuju….bung waduh, kalo sudah teradu domba malahan yg untung adlh status quo ordebaru yg jelas2 antek amerika yg merenggut kemerdekaan nkri langsung dari tangan sang proklamator dari dalam. Jika ordebaru cinta nkri uud 45 dan pancasila, sang proklamator tdk akan di perlakukan seperti itu. Justru kami2 generasi muda ini didekatkan dan dikenalkan dgn baik dan betul dg sang proklamator, kenyataanya kami bersusah payah menemukan ceritanya. Logika kami rakyat kecil mu ini tdk mati, orde baru!

  6.  

    hehe, dari kemarin dibilangin, proxy war itu perang beneran, tembak2an, yang ketembak ya pada mati, jadi tumpukan tengkorak – cocok dengan karikatur di atas.

    korban proxy war adalah manusia (termasuk rakyat sipil), yang luka, cacat dan tewas.
    bukan pasal2 UUD…

    seperti puisi terkenal;

    Kami cuma tulang-tulang berserakan…

    Kami sekarang mayat Berikan kami arti

    Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
    Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

    (Chairil Anwar, Krawang Bekasi)

  7.  

    masalahnya depe-er nya yg brmasalah, yg sudah2 elitlah yg brkuasa, ujung2nya tdk boleh ada capres independen, capres hrs dari partai krn “mufakat”, cagub mufakat kcuali gub dki, nah kan kalo mufakat semua ujung2nya parte lg partelg yg brkuasa scra tdk lngsung, gubernur k bawah sampai rt ditunjuk semua, solusinya dong oom

    mending komisi2 di gedung dewan langsung aja dtunjuk/di isi dengan orang yg memang kompeten & brprestasi di bidangnya masing2 tdk ada konplik interest, bkn org partai, nah kalo udah begini baru deh boleh musyawarah mufakat

  8.  

    Hihihi.. setuju masbro..

  9.  

    Klihatan banget tendensinya……. klo enggak pake dalil-dalil agama utk kepentingan politik, sekarang pake issue proxy war…., yg jelas satu satu nya hak dasar politik saya utk memilih presiden jangan sampai dirampas lagi, … mau proxa proxi mau dalil dan ayat apapun, itu milih langsung itu hak asasi saya

 Leave a Reply