May 192017
 

Kapal Selam Type 214 AIP Portugal yang dibuat HDW (Pedro Vilela)

Di bawah arahan Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSM), STM Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret A.S. (STM) menandatangani perjanjian dengan German ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), salah satu perusahaan industri pertahanan terbesar di dunia, dalam Proyek Kapal Selam Baru Angkatan Laut Indonesia pada IDEF 2017.

Setelah sukses memodernisasi 209 kapal selam untuk Angkatan Laut Turki, STM melebarkan sayapnya dengan menambah proyek-proyek yang lebih menantang. STM, yang merupakan peran kunci dalam “Proyek Kapal Selam Jenis Baru” bagi Angkatan Laut Turki dan berperan sebagai kontraktor utama dalam Proyek Modernisasi Kapal Selam Agosta untuk Angkatan Laut Pakistan, mempunyai pegangan kuat dalam bidang ini untuk melakukan proyek-proyek berbeda.

Foto Dari Kiri ke Kanan: STM Wakil Manajer Umum Mr.Murat ?kinci / STM Manajer Umum Mr.Dauvt Y?lmaz / TKMS Anggota tim eksekutif – Mr.Wolfgang Kehr / TKMS kepala Bagian Penjualan – Mrs.Sandra Jung

Dalam kerjasama di bawah lingkup Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSM), STM menandatangani kerjasama dengan German ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), salah satu perusahaan bidang industri pertahanan terbesar untuk Proyek Kapal Selam Baru Angkatan Laut Indonesia pada pameran IDEF yang diselenggarakan tanggal 10 Mei 2017.

Proyek Kapal Selam Indonesia, yang akan dikerjakan oleh STM dan TKMS, berpotensi menjadi salah satu proyek kerjasama industri pertahanan strategis yang melibatkan Turki. Satu atau dua buah kapal selam akan diproduksi di Turki, sedangkan yang lainnya akan diproduksi di Indonesia. Proyek tersebut juga akan meningkatkan kerjasama antara Turki dan Jerman yang bertahan lama dan sukses dalam membangun kapal selam.

Rincian mengenai model akhir proyek tersebut diharapkan akan diklarifikasi dalam beberapa minggu ke depan pada Proyek Kapal Selam Indonesia, yang dapat menjadi salah satu proyek ekspor terbesar dalam sejarah Turki.

Dikirim oleh : Serhat

  91 Responses to “Proyek Kerjasama Kapal Selam di Indonesia”

  1. 209 & 214 vs 218 yg menang pasti 218 karena gabungan dari Type 212A dan Type 214

  2. Cemen Dr dulu ternyata

  3. Kaos oooo kaossss

  4. uihhh gak kayak CGB ya….dimana wara wiri dahulu …diskusi…lihat primbon dll ….

  5. Tumben untuk pengadaan kapal selam TNI rajin bekerja sama dg berbagai negara. Kerjasama dg Korsel blm kelar, kini berganti haluan dg Turki dan Jerman. Sayang untuk kerjasama pesawat tempur KFX / IFX dg Korsel msh jalan ditempat, andai ada TOT dg Rusia untuk bersama mengembangkan jenis Sukhoi generasi V++ pastilah negara-negara di kawasan sekitar bakal masuk angin …

  6. Kenapa ga langsung ke Jerman y..kenapa harus lewat negara ke 3 yaitu Korsel (3 KS 209) dan Turki (3 KS 214)..kayanya kalau beli banyak pasti Jerman kasih ToT buat KS plus teknologi AIP nya..seperti model pembelian KS Jerman ke Turki..

  7. INDONESIA DARURAT KAPAL SELAM TIPE DETSROYERRR .. !!!!

  8. Review lagi “https://jakartagreater.com/mengintip-kapal-selam-kelas-kilo-buatan-jerman/” terus bandingin link yang kasih salah satu komentar di indoM “http://www.shipbucket.com/forums/viewtopic.php?f=14&t=6818”
    Siapa tau ada yang tertarik.

  9. Bung diego gimana perkembangan kaos JKGR ?? Mau pesen saya

  10. Menurut ane untuk kapal selam sangat jelas tahapannya. Karena belajar dari nol cara bikinnya. Pertama Indonesia belajar tipe 209 dulu melalui changbogo nya. Setelah deal bisa di bikin (rakit) disini, lanjut dengan versi yg lebih modern (advance) yaitu 214 melalui kerjasama turki jerman. Tdk langsung ke jerman mungkin krn jerman udah ngasih licence duluan ke negara lain, sementara kita beli ketengan alias ngeteng, xixixi. Jd melalui pihak kedua deh..

  11. Ada info dari blog sebelah kalau kita mau bangun kapal perang kelas Destroyer (Iver Helftfield)..moga2 benar adanya..

  12. Byuhhh…byuhhh… dowo ne kapal e…xixie

  13. Komen ora jelas,,,makin stress aja ni orang
    ck..ck…ck…ck…

  14. Dari ahli-ahli yang disebut itu, cintia termasuk ahli yang mana?

  15. Mrs.Sandra Jung….ohhhh.sungguh indah kedua bola matamu….ohhhh

  16. nkri darurat
    ahli nangkep onta kabur…hehe

  17. modelnya slim banget ibarat mobil ini lamborghini

  18. saya tidak tahu apakah hrus senang atau sedih,yg jelas paling atas adalah nickname saya

  19. neng cintia ahli dalam meraba raba .. kambing ..miaww..dan bakso..hihihi piss ah

  20. Saya pesen kaos bung diego di barter singkong mau

  21. Indonesian navy order originally four FAS72 but later added two additional FAS75/72 submarines as part of its large naval modernization.
    Batch I (FAS72)
    406 Kendari – commissioned in 2016 – active
    407 Mamuju – commissioned in 2016 – active
    408 Gorontalo – commissioned in 2017 – active
    409 Ambon – commissioned in 2018 – active
    Batch II(FAS75/72)
    410 Mandao – commisioned in 2019 – active
    411 Bengkulu – under construction , to be delivered and commissioned in 2021

  22. cintiaaa ck..ck..ck..ck

  23. Tuh kan project pesanan TNI AL untuk fast attack submarine untuk perusahaan NovaTech perusahaan patungan Jerman-Amerika, karena perusahaan tersebut rahasia maka profil perusahaan juga terbatas di ketahui oleh beberapa orang…. dari keterangan beberapa website indonesia memesan 4 tipe FAS 72 dan beberapa sudah di pakai patroli di lautan Indonesia, dan Indonesia memesan kembali 2 seri FAS72/75 d

  24. Ssst aja seru-seru nek ngandhani kuwi ben tangga teparo ora dha ngerti.

    😆

  25. ini strategi yang tepat mungkin.! menyatukan teknologi ks dr korea dan turki agar tahu kelebihan dan kelemahan masing2 ks
    baru setelah itu bikin ks sendiri lbh hebat dr 2 pabrikan ks turki/korea
    atau biasa dibilang warjager “ks mutant”
    hihihi terawangan goib

  26. ngomong-ngomong, kapan 2 changbogo nyampai Indoneisa.. dan kapan PT PAL mulai merakit yang ke 3? ada yang tahu?

  27. tot dari korea gatot bro…
    khan dari awal turki udh memperingatkan bahwa tot ini wajib mendapatkan dukungan penuh dari pemilik license. dan pada tender tsbt Turki lah yg didukung oleh pabrikan jerman…..
    makanya waktu di indodefence. pihak turki memperlihatkan penandatangan kerjasama turki dan german dalam proyek kapal selam U214 Indonesia…biar pihak pengambil keputusan benar benar jgn salah langkah lagi.
    lucu memang negara ini………

  28. Wolu likur tambah maneh dadhi telu loro….hihii… Lak enak imbuh maneh dadhi papat wolu… Wes lumayan rodhok warek… HihiHiii…

 Leave a Reply