Jan 112019
 

Israel bangun pembatas yang memisahkan wilayah pendudukan di Tepi Barat, foto 27 September 2018 © AFP via Press TV

JakartaGreater.com – Otoritas Israel berencana untuk menyita ribuan meter persegi tanah warga Palestina di bagian tengah Tepi Barat untuk membangun pemukiman dan itu melanggar hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah mengutuk kebijakan ekspansi pemukiman rezim Tel Aviv di wilayah pendudukan, menurut Press TV.

Biro Nasional Palestina untuk Pertahanan Tanah dan Perlawanan Pemukiman mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa Kementerian Keuangan Israel kini telah mengeluarkan izin untuk proyek pemukiman, yang akan mengambil 139.000 meter persegi tanah Palestina dari kota Dayr Dibwan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa para pejabat Israel bermaksud untuk menghubungkan Ma’ale Mikhmas dan pemukiman Mitzpe melalui penyitaan. Lebih lanjut disebutkan bahwa otoritas Israel telah menyusun rencana untuk pembangunan 2.500 unit pemukim dekat permukiman Efrat, yang terletak 12 kilometer selatan Yerusalem.


Sementara itu Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk rencana terbaru otoritas Israel untuk menyita lebih banyak tanah milik warga Palestina.

“Keputusan ini menegaskan bahwa pemerintahan Netanyahu terus maju dengan kebijakan perampasan tanah dan perluasan pemukiman, ia mengabaikan protes internasional atas praktik-praktik semacam itu, dan bersikeras untuk membunuh solusi dua negara”, sebut pernyataan itu.

Kementerian kemudian meminta lembaga-lembaga regional dan internasional di samping komunitas internasional untuk “tidak hanya” merilis pernyataan “mengutuk” permukiman Israel atau menyatakan keprihatinan atas nasib yang disebut solusi dua negara, tapi untuk memaksa otoritas Israel mematuhi resolusi 2334 Dewan Keamanan PBB dan mengakhiri pendudukannya atas wilayah Palestina.

Bagikan:

  3 Responses to “Proyek Pemukiman Baru Israel di Tanah Palestina”

  1.  

    Ya Allah,sampai kapan Rakyat Palestina harus menderita?

  2.  

    dulu pada disuruh keliling dunia nyebarin dakwah gak mau, akhirnya ya pada dihukum jadi imigran biar pertumbuhan muslim nya lebih cpt merata. adil kan.