May 292018
 

Model pesawat KFX. (photo: Korea Aerospace Industries /KAI)

Jakartagreater.com – Tiga perusahaan kedirgantaraan asing – Boeing, Saab dan Airbus – diperkirakan akan mengajukan tawaran yang menguntungkan untuk proyek pesawat patroli maritim Korea Selatan, dirilis Koreatimes.co.kr, 15-5-2018.

Pada bulan Februari 2018, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengumumkan rencananya untuk menandatangani kesepakatan dengan produsen pesawat luar negeri untuk memperkenalkan pesawat patroli maritim generasi mendatang pada tahun 2020.

Proyek ini bernilai 1,9 triliun won ($ 1,76 miliar). Boeing telah mengajukan P-8A Poseidon sebagai model kandidat untuk proyek tersebut, sementara Saab dari Swedia bersaing dengan pesawat patroli maritim jarak laut Swordfish.

Airbus Defense and Space (DS) juga menyatakan kinginannya untuk bergabung dengan proses penawaran, dengan menawarkan Pesawat Patroli Maritim C295 (MPA), pesawat multi-peran yang berasal dari pesawat angkut militer C295.

“Jika pemerintah mengadopsi proses tender terbuka untuk proyek itu, kami bersedia bersaing dengan produsen pesawat lain,” kata seorang juru bicara Airbus. Perusahaan juga berencana untuk mempromosikan pesawat patroli baru dengan mengadakan konferensi pers di Seoul.

Awalnya, DAPA mempertimbangkan memperkenalkan P-8A di bawah program Penjualan Militer Asing dengan departemen pertahanan AS. Tetapi unit akuisisi pertahanan Korea Selatan membuka kemungkinan untuk memiliki penawaran yang kompetitif untuk proyek tersebut. DAPA berencana mengadakan pertemuan bulan ini untuk memutuskan bentuk kontrak untuk proyek tersebut.

Angkatan Laut Republik Korea saat ini menggunakan pesawat patroli P-3. Namun dalam pertemuan akuisisi pertahanan pada bulan Februari 2018, kementerian pertahanan dan DAPA memutuskan untuk mengadopsi pesawat pengintai baru yang menawarkan durasi penerbangan yang lebih panjang dan muatan senjata yang lebih berat.

Boeing’s P-8A dapat terbang dengan kecepatan maksimum 907 kilometer per jam. Pesawat ini berasal dari pesawat Jet Boeing 737. Untuk bersaing dengan Boeing, Saab mempertimbangkan untuk mentransfer teknologi radar berteknologi tinggi untuk proyek pengembangan Jet tempur Korea KF-X.

  8 Responses to “Proyek Pesawat Patroli Korsel dan Radar Pesawat KF-X”

  1.  

    Daebak F-35 To F-33

  2.  

    Wuih SAAB jor2an nawarkan produknya, kenapa gak ks ilmu radarnya ke RI aja sekalian.ngimpi.com.he3

  3.  

    Mungkin tawaran SAAB lebih menarik untuk kelanjutan proyek kfx/ ifx.

  4.  

    Kl duit utk ifx buat beli teknologi rudal mgkn sekarang dah mulai uji coba tu rudall…

    Indo dr dulu beli meriam aja sampek skrg lum bisa bikin miriam…
    Apalagi ini…

    Paling dapatnya ilmu gak jauh dr ngrakit..
    Mending kek pakistan aja kerjasama dg china..
    Gak ribet..

    kl ifx ini jadi 200 bj bisa kagak bisa terbang semua kl usa kasih embargo..

    Ha ha ha

  5.  

    waduh RI IFX cuma dapet blok 1 tanpa lapisan siluman dan cantolan senjata terbatas ? belum lagi syarat dan ketentuan berlaku

  6.  

    coba kalian tanya apa maksud & tujuan aming lee punya supir rahasia

    hahhaahaaaa

 Leave a Reply