Feb 242014
 
HMAS Rankin, Australian Collins-class  (photo: Seaman Ryan C. McGinley)

HMAS Rankin, Australian Collins-class (photo: Seaman Ryan C. McGinley)

Proyek kapal selam Australia dimulai sekitar tahun 1982. Proyek Collins class ini merupakan desain unik yang disesuaikan dengan persyaratan Australia. Bagian kapal selam pertama dibangun oleh Kockums di Swedia, namun sebagian besar pekerjaan dilakukan di Australia oleh galangan kapal lokal milik pemerintah. Keseluruhan kapal kedua sampai keenam dibangun secara lokal.

Upaya ‘melokalisir’ design asli Kockums ini tanpa asistensi pemilik design aslinya kemudian dianggap sebagai blunder dalam pembangunan Collins class yang menyebabkan “cacat teknis”. Kapal selam tersebut mengalami penurunan kemampuan karena berbagai masalah (baterai, mesin, generator, towed array, dan propulsi darurat) yang telah diketahui secara luas selama bertahun-tahun. Bahkan sampai saat ini ada dua kapal selam sejenis yang tergeletak di dock selama sembilan tahun.

Dan selain masalah teknis Collins class, RAN juga mengalami masalah kekurangan crew untuk operator kapal selam mereka. Laporan 100 halaman pada tahun 2009 menyatakan bahwa akibat kekurangan crew, hanya 3 dari 6 Collins class yang bisa beroperasi. Laporan lanjutan malah menyebutkan hanya 2 dari 6 Collins class yang mampu beroperasi.

Untuk mengatasi kekurangan crew kapal selam ini, pemerintah Australia melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Diantaranya adalah dengan merekrut personil dari negara lain dengan diutamakan negara asal UK dan Cananda. Selain itu juga penawaran bonus sebesar $60.000 AUD untuk masa tugas 18 bulan di luar gaji pokok $56,000 – $85,000 per tahun

Saat ini RAN berusaha menggandakan jumlah kapal selam mereka menjadi 12 unit di tahun 2020-2030. Pemerintah Australia sudah menganggarkan dana riset sebesar $214 juta AUD hanya untuk pemilihan design kapal selam pengganti Collins class.

Estimasi dana pengadaan kapal selam baru sendiri dianggarkan sekitar $36-44 milyar AUD atau sekitar $3-3.6 milyar AUD per unit. Belum jelas apa kapal selam pengganti Collins class nanti. Tetap ada kemungkinan kembali menggunakan design Kockums seperti Collins class dengan type Archer/Challenger-class seperti yang digunakan RSN (The Republic of Singapore Navy) atau bahkan ikut melirik kapal selam Jerman terbaru pengembangan Type 216 HDW seperti Type 218SG.

Pada 2012 juga terdengar kabar Australia mempertimbangkan teknologi kapal selam Soryu-class dgn berat 4200 ton buatan Mitsubishi Heavy Industries. Dan selain itu terdengar juga wacana mengganti Collins class dengan kapal selam bertenaga nuklir. Yang menjadi parameter pertimbangan pihak terkait Australia sebelum memutuskan pilihan diantaranya adalah: Endurance, Fuel Load, Hull and Equipment Efficiencies, Reliability, Maintainability and Redundancy, Stowage Capacity, Crew Endurance, Payload Capacities, Hull Size, Range and Radius of Action. Selain itu juga ada wacana yang mensyaratkan kemampuan serang darat pada kapal selam masa depan RAN.

Jika RAN nanti kemudian benar-benar berhasil mengejar ambisi 12 kapal selam pada tahun 2020-2030 di tengah kesulitan mendapatkan crew kapal selam, maka bisa dipertanyakan crew dari negara mana saja yang sebenarnya mengawaki 12 kapal selam tersebut. Dengan dana sekitar $40 milyar AUD dan pengalaman berharga dari pembangunan Collins class sebelumnya, bisa dipastikan kekuatan kapal selam Australia 2020 akan meningkat pesat.

Proyeksi Kemampuan Kapal Selam Angkatan Laut Republik Indonesia.
Saat ini TNI AL dengan Korps Hui Kencana mengoperasikan dua unit kapal selam U209/1300 buatan HDW Jerman tahun 1981 yang diberi nama KRI Cakra dan KRI Nenggala. Walau tidak digunakan oleh AL Jerman sendiri namun type U209 ini sukses dan digunakan oleh 13 negara termasuk Indonesia. Mengingat usianya yang sudah cukup tua kapal selam U209 TNI AL ini sudah mengalami overhaul and retrofit. Diantaranya dilakukan di dermaga Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan, mencakup sistem kendali senjata, radar, sonar, alat komunikasi, hingga penggantian separuh badan kapal dari haluan sampai buritan dan menelan biaya $75 juta USD.

Beberapa tahun yang lalu pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia akan membeli kapal selam Chang Bogo Class buatan Korea Selatan dengan skema alih teknologi. Kemudian juga disusul oleh pengumuman rencana pembelian Kilo-class Russia dan baru-baru ini juga berita opsi pengadaan kapal selam dari Turki.

Tidak seperti Kilo class yang banyak dukungan di kalangan penggemar militer, Chang bogo mendapatkan reaksi lesu dan bahkan negatif. Padahal Chang bogo merupakan upgrade dan pengembangan berbasis U209 oleh Korea Selatan, dimensinya berbeda dan mengalami penyesuaian dan peningkatan kemampuan, bukan lagi U209 standard yang dibangun dengan lisensi seperti yang dilakukan oleh Turki.

Diantara berbagai opsi pengadaan yang sudah disampaikan, saat ini Chang Bogo juga adalah opsi yang paling jelas perjalanannya dan merupakan proyek jangka panjang karena faktor ToT dan kaitannya masa depan kemandirian alutsista. Kontrak sudah dilakukan dan bahkan dana $250 juta USD untuk PT.PAL sebagai kontraktor dalam negeri sudah disetujui. Benarkan Chang bogo buatan Korsel ini adalah “Anjing Kampung di tengah serbuan anjing Herder?”

Seperti Collins class, proyek kapal selam Angkatan Laut Republik Korea (ROKN) juga dimulai pada tahun 1982. Program pengadaan sempat ditunda pada tahun 1984 namun dilanjutkan pada tahun 1986. Pemilihan U209 sebagai dasar bagi Kapal Selam Korsel melalui proses pemilihan panjang dengan berdasarkan keinginan pemerintah Korea untuk memiliki desain kapal selam yang sudah terbukti ketangguhannya. Kandidat pilihannya adalah Type 209, Agosta dan Sauro, dengan parameter pertimbangan: kinerja, harga, transfer teknologi dan asistensi militer dari segi pendidikan & pelatihan. Tipe 209 yang akhirnya dipilih.

Kapal selam pertama dibangun oleh HDW di Jerman (dengan perwakilan Dephan Korsel dan personil pembuatan kapal dikirim ke Jerman untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan) dan 8 unit sisanya akan dibangun dalam beberapa batch oleh galangan kapal Daewoo di Korea. Pada bulan Oktober 1992 kapal pertama melaut dan sejak saat itu Korea Selatan dan Angkatan Lautnya menunjukkan kemampuan luar biasa dalam hal kemampuan pembangunan kapal selam, pemeliharaan dan operasional.

Dalam berbagai latihan internasional seperti RIMPAC dan Tandem Thrust, kapal selam Angkatan Laut Korea Type 209 ini mampu menunjukkan keunggulan dalam mendeteksi dan menyerang “musuh” yang tangguh. Pada tahun 1998 kapal selam ROKN Lee Jong Moo berpartisipasi dalam RIMPAC mampu menenggelamkan 13 kapal perang, dan merupakan satu-satunya kapal selam yang mampu bertahan hingga akhir latihan.

Konvoy Kapal Perang AS dan Kanada dengan USS John C. Stennis (CVN 74) di lautan Pasifik, untuk berpartisipasi dalam  RIMPAC 2004 (photo: Jayme Pastoric)

Konvoy Kapal Perang AS dan Kanada dengan USS John C. Stennis (CVN 74) di lautan Pasifik, untuk berpartisipasi dalam RIMPAC 2004 (photo: Jayme Pastoric)

Kapal selam Korea lainnya ROKN Park Wi berpartisipasi dalam RIMPAC 2000. Mengingat prestasi kapal selam Korea sebelumnya pada pada RIMPAC tahun 1998, pasukan “musuh” mencermati Park Wi ini dan menjadikan kapal itu prioritas utama untuk diburu dan ditenggelamkan selama latihan. Namun, kapal selam type 209 buatan Korea ini kembali mampu menenggelamkan 11 kapal musuh dan, lagi lagi, mampu selamat sampai akhir latihan tanpa terdeteksi sekali oleh pasukan musuh. Admiral Konetzni, COMSUBPAC pada saat itu, secara terbuka memuji kinerja kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan.

Pada tahun 2002 ROKS Na Daeyong berpartisipasi kembali dalam RIMPAC. Menenggelamkan 10 kapal musuh, dan seperti yang terjadi sebelumnya juga mampu bertahan sampai akhir latihan. Yang menarik saat itu Na Daeyong satu group Opposition Force (OPFOR) dengan HMAS Sheean RAN, dan kemudian menjadi berita positif kualitas kapal selam Collins-class di dalam dan luar negeri di tengah berbagai berita miring akan berbagai kendala teknis mengenai Collins class, sementara Chang Bogo selalu memperlihatkan hasil konsisten.

RIMPAC (Rim of the Pacific Exercise) sendiri adalah latihan perang maritim terbesar di dunia. Diikuti oleh Australia, Kanada, New Zealand, UK dan US. Setelah itu kemudian secara rutin diikuti juga oleh Chile, Kolombia, Perancis, Indonesia, Jepang, Malaysia, Belanda, Peru, Singapura, Korea Selatan dan Thailand.

Beberapa negara lain diundang sebagai pengamat, diantaranya China, Ekuador, India, Mexico, Pilipina, dan Russia. Pada RIMPAC tahun 2004 CHANG BOGO ikut unjuk kemampuan. Kapal selam pilihan TNI ini berhasil meluncurkan total 40 torpedo simulasi terhadap 15 kapal permukaan, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS JOHN C Stennis dan kapal-kapal pengawalnya. Kapal selam Chang Bogo class ini lagi-lagi kembali mampu bertahan sampai akhir latihan tanpa terdeteksi dan tanpa mengalami kendala masalah mekanis selama beroperasi. Kinerja kapal selam ROKN pada latihan ini pun kembali telah mengundang perhatian yang tajam.

Sebagai gambaran tingkat kemampuan Chang Bogo kita harus mengetahui gambaran level kekuatan USS JOHN C Stennis yang berhasil diserangnya tanpa mampu membalas dalam simulasi perang RIMPAC 2004 lalu. USS John C. Stennis (CVN 74) adalah kapal induk kelas Nimitz bertenaga nuklir dengan berat 103.300 ton dan panjang 332.8 meter. Battle Group USS John C. Stennis, selain kapal induk tersebut mempunyai pengawal yang terdiri dari 1 cruiser (USS Mobile Bay), 4 destroyer (USS Dewey, Kidd, Milius,Wayne E. Meyer) dan 1 kapal supply (USNS Bridge) serta beberapa kapal selam yang tidak diketahui jumlahnya. Kinerja Chang bogo yang mampu “melukai” kapal induk USN plus para pengawalnya tanpa terdeteksi membuktikan bahwa Chang bogo adalah kapal selam yang punya kemampuan tinggi.

USS John C. Stennis (kiri) dibandingkan dengan kapal induk UK Invincible-class HMS Illustrious

USS John C. Stennis (kiri) dibandingkan dengan kapal induk UK Invincible-class HMS Illustrious

Dari berbagai faktor seperti kemampuan teknis, harga, dan akses ToT, tidak mengherankan Kemenhan dan TNI kemudian memilih Chang Bogo sebagai sumber alih teknologi kapal selam nasional. Langkah-langkah yang dilakukan Kemenhan dan TNI juga persis dengan langkah yang sebelumnya dilakukan Korsel ketika menyerap teknologi type U209 dari Jerman, sebelum kemudian dikembangkan sendiri menjadi Chang Bogo class.

Belum lama ini juga Indonesia melakukan upaya pengadaan Kilo class Russia. Pihak Kemenhan mengatakan bahwa bukan Kilo class-nya yang dikejar tapi rudal Klub S yang dibawanya. Apakah Indonesia hanya berniat mengoperasikan CBG dan Kilo class bersama-sama atau punya ambisi lebih jauh berkaitan dengan kemandirian alutsista belum bisa dipastikan. Tapi JIKA bentuk kapal selam nasional nanti adalah berbasis Chang Bogo yang dilengkapi persenjataan Russia, maka kapal nasional Indonesia nantinya sama sekali bukan anjing kampung yang hanya mampu muter-muter di halaman rumah sendiri, tapi harimau bersayap yang sudah teruji kemampuannya. Chang Bogo dan Kilo class baik beroperasi terpisah atau digabungkan kemampuannya sebagai sumber teknologi kapal selam nasional 2020-2030 sama-sama memberikan harapan tinggi bagi lompatan kemampuan Korps Hiu Kencana. (By Nowyoudont)

Sumber:
asiapacificdefencereporter.com/articles/7/From-Sea-1441-to-Sea-1000
asiapacificdefencereporter.com/articles/244/SEA-1000-THE-LESSONS-OF-COLLINS/” title=”SEA 1000 THE LESSONS OF COLLINS”
archive.is/wWRE#selection-287.67-287.91
strategypage.com/militaryforums/462-3838.aspx#startofcomments
dailytelegraph.com.au/our-sub-fleet-is-sinking/story-e6freuy9-1225697001826
defenseindustrydaily.com/submarines-for-indonesia-07004/
en.wikipedia.org/wiki/Exercise_RIMPAC
en.wikipedia.org/wiki/USS_John_C._Stennis_(CVN-74)
en.wikipedia.org/wiki/Chang_Bogo-class_submarine

Bagikan:

  80 Responses to “Proyeksi Kemampuan Kapal Selam Angkatan Laut Australia”

  1.  

    Itu sudah berapa tahin yg lalu. Semoga ada perbaikan sistim sehingga tidak dilecehkan lagi. Semisal dipasangi club s

  2.  

    yang jadi pertanyaan kan TOT nya seperti apa dan kesiapan BUMN pemerintah sendiri seperti apa
    Moga aja apa yang jadi plan pemerintah bakalan berhasil

    •  

      bagi bangsa yang bisa bikin monumen kaya borobudur prambanan, sriwiaya lain-lainnya tot kaya gini nggak masalah, kalo masalah EngineerTot indonesia lumayanlah apalagi dikerjakan sama BUMN, tapi kalo basic ( material) research yang dilalkukan ama lembaga peneliti kita ..amet amet dah

  3.  

    Kelas CBG memang jangan diremehkan. Tapi senjatanya masih kurang, yaitu rudal anti kapal Sub Harpoon. Mungkin inilah sebabnya TNI AL masih ingin mendapatkan kelas Kilo dengan kemampuan menembakkan rudal Klub-S, selain jarak tempuh yg lebih besar.

  4.  

    bung @Diego, terima kasih sudah dimuat πŸ™‚

  5.  

    Abis ngeliat artikel di atas
    Emang bener ya pemerintah udah salah milih changbogo…?

  6.  

    Tulisan yang sangat mencerahkan Bung Now, trimakasih atas sharingnya

    Salam Kenal.

  7.  

    bung @dars, itu artikel pertama seumur hidup πŸ˜€ maaf kalo informasinya kurang lengkap. Imho pada RIMPAC awal mungkin mengandalkan SST-4 Seal buatan Jerman. Pada 2004 harusnya sudah dilengkapi Harpoon juga, tapi saya tidak menemukan cukup informasi untuk bisa mengkonfirmasi mengenai persenjataan yang digunakan dalam RIMPAC

    Hanya satu hal yang bisa diambil kesimpulan, walaupun ASW juga semakin maju berkembang tapi perburuan kapal selam tetap adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Sampai saat ini kapal selam tetap alutsista yang sangat sulit dihadapi.

    Australia sudah dipastikan akan beli P-8 Poseidon. Abbot bilang saat ini “kekurangan” P-8 Poseidon sudah diperbaiki, tapi tetap saja menurut saya masih agak meragukan karena keluar dari mulut politikus

    •  

      plus jempol kaki dong? πŸ˜€

      VLS memberikan keuntungan karena platform pembawanya tidak perlu mnyesuaikan arah dengan sasaran tembak. Rudal akan meluncur keatas (vertical) sebelum kemudian mampu menuju sasaran dengan arah 360 derajat.

      Rudal permukaan dan torpedo punya kelebihan dan kekurangan masing2, Imho- digunakan sesuai situasi dan kondisi yang tepat. Rudal via VLS memang akan membongkar posisi kapal selam, tapi jangkauan rudal yang jauh (misal klub s) yang diluncurkan dari bawah permukaan laut akan memberikan kesempatan kapal selam itu kemudian pindah posisi dan berusaha menyembunyikan diri. Lagipula objek sasaran akan sibuk melakukan upaya menghindari serangan sebelum (jika selamat) melakukan perburuan kapal selam.

      Dari jaman dulu sampai sekarang kapal selam adalah senjata strategis yang punya deterrence tinggi, salah satu alasannya ya karena sulitnya mengatasi dan menghadapi jenis alutsista ini. P-8 Poseidon adalah mainan terbaru dalam ASW, tapi bahkan dengan harganya yang selangit masih terdengar mempunyai banyak kendala dalam operasi nyata, efektifitasnya dalam memburu kapal selam masih dipertanyakan

  8.  

    Kalau saya lebih cocok seperti yg di ulas bung Gue dlm artikel :
    http://jakartagreater.com/perkiraan-kekuatan-kapal-selam-tni-al-10-tahun-mendatang/
    Kebutuhan Minimun 12 ks (dlm 3 MEF yg diringkes mjd 2 MEF) :

    1. 2 cakra class (overhaul and retrofit) ==> 2 improved cakra class
    2. 3 improved changbogo class
    3. 2 dua kapal selam kelas 877EKM dari Rusia dengan senjata andalan Club – S (Kemungkinan besar mengambil kapal selam kelas 877 punya Angkatan Laut Rusia.)
    4. 3 Amur 1650 Class
    5. 2 ks tipe 214 class
    Untuk selanjutnya TH 2020 2 cakra class turun kelas mjd ks latih diganti buatan dlm negeri perpaduan changbogo class dgn tipe 214 class dgn prediksi sesuai kemhan target 10 ks buatan dlm negeri

    •  

      Saya juga salam hormat pada bung nowy yang telah membuat artikel yg sangat baik, bahwa kemhan tidak salam dlm memilih changbogo untuk kebutuhan mef ini….

    •  

      Terima kasih bung @gatotkoco, saya hanya menyusun berita dari beberapa artikel, saya rasa Chang Bogo berhak mendapat berita berimbang dari sana sini sebelum dikritik

    •  

      jangan salah lh bung CBG bukan hanya dibuat 3, diartikel sebelumnya malah akan dibuat sampe 12 biji di pal

      •  

        dan yang mengerikan itu kapal selam CBG ke 4 sampai ke 12, ada teknologi timur juga nanti yang dicangkokkan disana.

      •  

        betul bung bangjo, secara teori penyerahan changbogo ke 3 (oleh PT PAL) pada tahun 2018, dan mef 2 sd 3 diringkes mjd 1 mef yaitu pada mef 2 (2014 -2019). Jadi pada saat itu perkiraan proyeksi minimum kita baru mempunyai 12 ks.
        pada tahun 2020 perkiraan 2 ks cakra class sudah waktunya turun kelas mjd ks latih, dan digantikan produksi dalam negeri (PT PAL) perpaduan antara tehnologi changbogo + tipe 214 dgn target 10-12 ks, dan mungkin juga bisa dicangkokkan tehnologi timur seperti kata bung pocong syereem.
        Tapi kalau sampai mef 2 ini saya cenderung prediksi kekuatan ks kita seperti yg saya uraikan diatas.
        Ingat seperti yg dikatakan komisi pertahanan dlm hal ini ketua komisi pertahanan kita, bahwa komisi pertahanan akan melakuakan kunjungan kerja untuk melihat ks rusia dan ks turki (german).
        Ini blm prediksi soal ks yg telah berkeliaran he he he ……………

      •  

        Indonesia membutuhkan paling sedikitnya 12 kapal selam untuk mengcover 3 ALKI di wilayah selatan dan sebagaian wilayah utara kita butuh sekitar 12. Sekarang ini kita dengan Korsel ada kontrak tiga kapal selam dan kalau kita akan lihat kontrak produksinya itu akan selesai 2018,

        http://nasional.teraspos.com/read/2014/02/20/80139/pemerintah-pilih-kapal-selam-rusia-atau-turki

        – 12 kapal selam kelas Kilo untuk mengcover 3 ALKI diwilayah Selatan
        – 12 kapal selam kelas U209 + U214 buatan turki untuk 3 ALKI diwilayah Utara

        setelah Tahun 2018 indonesia memenuhi sendiri kebutuhan kapal selamnya melalui PT. PAL.

        Kapal selam PT PAL direncanakan masuk tahap produksi pada 2015, dan diperkirakan selesai November 2018

  9.  

    cukup menyimak dan berharap semoga menjadi kenyataan Indonesia bisa bikin KS..

  10.  

    Makanya,kebanyakan dari kita cuma bisa menghina dan merendahkan bangsa sendiri…yg lebih tau itu pimpinan TNI…sebelum mereka memutuskan sesuatu pasti mereka mendapatkan informasi yg akurat mengenai barang yg akan mereka beli…
    Mereka gak akan asal pilih…lah nanti mereka sendiri koq yg bakal mengoperasikannya…
    Percayakanlah keamanan negara ini pada mereka…kita berikan masukan,mereka yg putuskan…
    Indonesia udah berada di jalur yg benar menuju kemandirian…ayo sama2 kita dukung….

  11.  

    Musuh kita adalah PLA, bukan australia, Mbah bingung kenapa selalu kita memusuhi australia, padahal musuh yang nyata sudah di depan mata ?

    Mbah mau tanya, apa ada negara masih mau mengangkat senjata saat Laut china selatan meletus ? paling semua negara yang lemah akan diam, hanya negara yang hebatlah yang berani berbaris ke Utara.
    Mbah bangga dengan australia, amerika dan terutama negara yang lemah militernya tapi harus diakui jujur lebih berani dari negara kita yaitu filiphina karena berani melawan PLA.

    (A1) 2020 Konflik LCS diawali blokade laut china selatan oleh PLAN, USA Australia dan selandia baru mencoba membuka blokade itu dan akhirnya meletusnya teater Pasific Jilid II, kehancuran total bagi filiphina, semenanjung malaya, Borneo, sumatera, dan jawa, karena di tempat itu jadi ajang pertempuran.

    •  

      Australia bukan musuh mbah…tenang z, mereka tetangga yg baik qo..
      jika mereka usil, sebagai tetangga yg baik ..ngejewer sesekali kan mbah juga pasti setuju…??
      china juga bukan musuh, bahkan kawan, autralia juga kawan…. sekalipun suatu saat kita jadi kawan sparring..namanya juga sparring partner, setuju mbah..?
      πŸ˜€

    •  

      wok bowo kalau ngomong itu pakai waton ojo waton ngomong
      ASU Australi dan sekutu nya
      musuh yang sangat berbahaya mereka penuh tipu daya merong rong NKRI
      ingat WOK BOWO ASU AUSTRALI tidak akan berani perang kalau dari depan mereka hanya berani dari belakang ITU PUN di saat ALUTSISTA TNI lemah dan Asu Australi terus mencari jalan bagaimana ALUTSISTA TNI bisa lemah
      ASU AUSTRALI HANYA INGIN MEMECAH BELAH NKRI ITU MISI UTAMA ASU AUSTRALI
      wes genah wok bowo

  12.  

    mantap bung Now… baru ngerti skr, lanjut Dan.

  13.  

    Saya kok memilih sll berprasangka baik dgn SDM TNI kita. Sederhana saja, klo tmn2 warjag di sini saja cerdas2nya luar biasa dlm mengamati, menganlisa, memilih dan menentukan pilihan Alutsista, apalagi para petinggi TNI. So, tentunya para petinggi TNI sudah melalui perjalanan diskusi, pengamatan dan analisa yg panjang nan matang (trmasuk bisa jd mengamati diskusi2 para warjag di sini dan lainnya) sblm akhirnya menentukan Alutsista mana yg akan DIPILIH utk MENGGAHARKAN BUMI PERTIWI. TNI tentu juga punya berbagai opsi termasuk Plan A, Plan B, Plan C, bhkn bisa jd D, E dst. Optimis saja beberapa tahun ke depan TNI kita akan makin GAHAR bhkn Paling GAHAR minimal se-Asia Tenggara. SEMOGA…!!!

  14.  

    Klo melihat KS kita kedepan yg akan dibangun PT.PAL. Kayaknya merupakan perpaduan antara Bir(U209) dan soju (CBG) dioplos dengan Vodka ( klub S(Kilo) wah rasanya benar benar bikin mabuk dan pening…tetangga kita dong

  15.  

    mmg btul,CBG ibarat si cabe rawit “kecil tp pueedes banget” yg d isi klub s n shkval. butuh ksbaran tgg skian tahun lagi. katanya lg kekurangan financial dimana kita bisa urunan bareng mandiri ato ap lah, lumayan dapt 5-10 m?sulit bgt y upload ny ap ad yg nghack………..

  16.  

    Changbogo harus cepat dibawa pulang,,,,,nggak pakai lama

  17.  

    Terima kasih sudah disadur ke bahasa Indonesia Bung Now dan sudah dimuat..
    Artikel dari APDR itu sebenernya artikel lama dari Rex Patrick (makanya saya bilang dia kredibel) karena dia ikut pengembangan Collins Class dan aktif di pengembangan industri KS. Dia juga yang mengusulkan pengembangan baru untuk KS Australia. Dan artikel satu2nya yang secara jelas menunjukkan kemampuan CBG (Di ROKN Navy juga ditulis tetapi tidak detail)

    Harapannya hanya agar tidak ada lagi suara miring perihal kemampuan KS kita nanti dan semoga dapat terus dikembangkan karena kemampuannya dasarnya sudah teruji.

    Jalesveva Jayamahe!!

    PS: Mungkin bisa dielaborasi Bung Now dengan gosip seputar kerja sama RAN dengan Jepang untuk teknologi KS mereka yang baru (kabarnya kemampuan KS Jepang jauh lebih unggul).

    •  

      sama2 bung @dudulkupret πŸ™‚ salah satu sumber utamanya memang artikel Rex, link aslinya kedua dari atas itu.

      Memang Jepang sebagai sumber adalah kemungkinan cukup besar, terutama karena Jepang dibawah PM Abe mengalami pergeseran kebijakan berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Mulai dari merubah konstitusi dengan menaikan anggaran pertahanan sampai pada upaya merubah undang undang yang melarang penjualan persenjataan. Seperti kita tau walau teknologi jepang lama superior terhadap China dan Korea namun saat China dan Korea mulai menjadi pemain persenjataan dunia, sementara persenjataan Jepang tidak ada yang dijual ke luar negeri.

      Tapi mungkin akan segera berubah jika PM Abe berhasil menembus halangan politik dan psikologis Jepang. ShinMaywa US-2 (amphibious patrol aircraft) buatan Jepang mungkin akan dijual pada India tahun ini. Jika itu terjadi Jepang akan masuk jadi produsen utama persenjataan dunia. Bukan tidak mungkin RAN jadi melirik Soryu class dengan ToT. Banyak sekali memang alutsista Jepang yang bisa dilirik, bisa saja di masa depan jadi alternatif sumber alutsista danToT bagi Indonesia juga

      •  

        japang hanya menjual senjata pada nato aje dan peralatan lain jual pada negara bukan nato hanya peralatan computer dan tab military aje, ini saya berasa aneh, japang ubah dasarnya jual alatan pada australia. japang juga top 100 arms produk
        http://www.sipri.org/research/armaments/production/Top100

        •  

          Jika Abe sukses, Jepang bisa jual produk militer utuh. Walau bagaimanapun Jepang akhirnya sadar tidak bisa terus idealis dibawah tekanan US. Industri militer bisa sangat menguntungkan dari segi ekonomi dan pengaruh politik.

          IHS Jane’s 360 melaporkan potensi terjadinya penjualan pesawat amphibi bagi India. Ini mungkin awal dari kebangkitan industri militer Jepang

          http://www.janes.com/article/32120/japan-india-agree-to-push-for-us-2-amphibian-deal

          Dan kemungkinan Jepang memasok persenjataan negara2 Asia Tenggara sudah mulai terdengar:

          “Defense officials from Japan and ASEAN states met in Okinawa on Tuesday. The two primary issues on their agenda were the use of Japanese defense equipment in disaster relief around the region and anti-terrorism. The talks between Japan and ASEAN tie into a broader trend in Tokyo’s foreign policy, initiated recently under Prime Minister Shinzo Abe, which liberalizes arms exports, long banned under Japanese law.” -thediplomat

          Hal ini bisa mengganggu upaya China dalam menanamkan pengaruhnya di antara negara-negara Asean. Selain ekonomi, dukungan alat militer China juga menjadi senjata politik memecah belah ASEAN

  18.  

    om Diego, om Sat…n kumendan lainnya, gmna kisah klanjutan dr nelayan kita di depan rmhnya si item tu? trus rncna jln tuk prtahanan di pegunungan papua? apa dah ada kemajuan? suwun.

  19.  

    kelebihan kilo/lada class dibanding dsme209 adalah kemampuan serang darat yang tidak dipunyai oleh dsme209. jargon kilo oleh negara nato adalah “Black Hole” bukannya julukan tanpa isi alias kosong belaka. memang versi export kemungkinan ada perbedaan di material casing dan beberapa modul. material versi asli standar ex rusnavy mendekati kelas u212 bahkan sama untuk beberapa type khusus. aplikasi serang darat adalah untuk melumpuhkan radar land based yang tidak memungkinkan dihancurkan lewat pesawat dan dalam jarak dekat sehingga susah ditangkal. misalkan menghancurkan radar oth jindale, apakah memungkinkan menghancurkannya dari pespur ? sedangkan pespur di kita baru mengudara sudah terdeteksi oleh mereka. dalam perang tidak seimbang kita harus cerdas memanfaatkan alutsista yang kita punyai untuk menciptakan beberapa opsi strategi baru dari gabungan sistem barat dan timur. yang paling penting pergunakan pusaka kita bagi peruntukannya dan strategi yang mengena.

    •  

      Sub Exocet dan Sub Harpoon mendukung penuh Land-Attack, bahkan ada versi Sub Harpoon yang berkemampuan Tomahawk yaitu seri Stand-Off Land Attack Missile (SLAM) dan SLAM-ER yang mencapai 250km

      Changbogo mendukung penuh rudal itu, namun ngak dikasih Rudalnya sama yang punya.
      Sehingga Dephan langsung beralih ke Kilo dengan Syarat Club-S Included.

      Masalahnya sekarang adalah meski Indonesia “dulu” pernah pakai Produk Uni Soviet, namun udah lama sekali Vakuum, sehingga harus mulai dari “0” lagi.
      Membangun Infratruktur tidak mudah, butuh biaya yang “mak Joss” bisa melebihi harga beli

      •  

        seperti bahasan terdahulu, pihak nato akan memberikan alutsista no 1 buat membujuk indonesia. hanya saja dikontrol disisi amunisinya yang kelas abal2 (kw). analoginya kita dikasih busur pusaka yang bisa menjangkau jarak jauh, namun sayang anak panahnya hanya dari besi rongsokan sehingga tidak bisa menembus baju jirah lawan. inilah yang kemungkinan terjadi di kita. sisi yang lain saja, exo block iii baru bisa dapat clearance setelah ngeyel dan pihak “F” pun cukup badung. meskipun kita punya duit buat beli, namun penjualnya tidak mau ya tidak bisa dipaksakan. jangan sampai alutsista canggih kita “Muspro/sia-sia” gara2 tidak ada amunisi yang berkualitas alias abal2.

    •  

      kalimat yang aye suka adalah “srigala berbulu harimau” hehehe piiiiis

    •  

      kapal selam douberman

      fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/604135_245004185644404_1495737843_n.jpg

  20.  

    kalau tidak salah jerman sudah punya torpedo terbaru seahake mod4 dengan jarak >40km

    •  

      PT DI sebagai pembuat berdasar lisensi atas torpedo kelas berat SUT, pada pameran indodefence, PT DI menawarkan 3 torpedo sekaligus : SUT, Seahake Mod4 dan Seaspider yang dibuat oleh Atlas Elektronik (sebelumnya AEG Aktiengesellschaft Marinetechnik beralih menjadi STN-Atlas Elektronik Underwater Technology dan akhirnya menjadi Atlas Elektronik) German.

      (Defense Studies)

  21.  

    Satu lagi, ijin untuk nambahin Bung Now sebenernya di APDR yang krusial selagi kita mau bikin KS ada pelajaran penting yang bisa diambil.

    Menurut saya, akan sangat tidak bijak untuk mengharapkan kemampuan KS yang super (diisi club s, shkvall) alias teknologi gado2. Sebaiknya langkah awal harus tetap fokus membuat CBG yang mampu beroperasi secara baik, dan baru memikirkan teknologi yang akan digunakan untuk pengembangannya.

    Pelajaran dari pembuatan Collins ada 4 hal yang harus digaris bawahi:

    1. Unik itu bisa berarti buruk – Membuat KS itu harus terintegrasi, CBG sudah teruji dan teknologinya juga sudah terintegrasi, kenapa harus dibuat macem2? Lah wong biaya kita ga besar kok dan ga punya R&D seperti Korea Selatan. Kenapa kita harus berjudi?

    2.Jangan berpikir KS hebat itu hanya karena kemampuan KS itu sendiri.
    CBG bisa mempunyai prestasi seperti itu bukan karena CBG itu barang super. Tetapi karena banyak faktor seperti kemampuan dan profesionalisme awak kepal selam, komunikasi terintegrasi, kapabilitas intelejen, dll

    3.Harus punya model pengembangan yang berkelanjutan
    Kesalahan Australia adalah dia tidak berpikir jauh kedepan tetapi hanya memikirkan membuat KS super untuk dirinya sendiri (impactnya adalah pengembangan yang mahal, sistem yang tidak terintegrasi menimbulkan banyak masalah). Berbeda dengan Jerman, Jepang, AS, Korsel yang memiliki industri teknologi pendukung. Apakah kita akan terjebak dengan masalah yang sama seandainya kita membuat KS dengan memikirkan KS mutant yang super??

    4. Pilih partner yang tepat.
    Saya berharap kita sudah memilih partner yang tepat baik soal kemampuan maupun dari segi politiknya dengan KorSel.

    Salam..

    •  

      sebenernya artikel THE LESSONS OF COLLINS bisa dijadikan pelajaran berharga juga bagi pembangunan KS nasional, bagaimana design yang mapan bisa jadi produk yang mengecewakan karena terlalu percaya diri.

      •  

        Setuju Bung Now.. Semoga masyarakat kita bisa menjadi lebih cerdas, lebih realistis dan lebih menghargai program KS kita sendiri.

        Dan semoga program KS kita akan jauh lebih baik nasibnya dari nasib yang dialami oleh Collins Class RAN. Harapannya minimal mampu beroperasi tanpa kendala sehingga mampu menambah jumlah alutsista untuk menjaga NKRI (ketimbang bereksperimen dan tidak masuk operasional karena kendala).

        πŸ˜€

  22.  

    proses yang membingungkan!!, kalau dari pertama maunya bisa ngeluncurin Club-S, kenapa dulu 2007 gak pilih kilo ajah.., kan lebih paten yang ORIGINAL SHIP & sistem nya, bukan dipaksakan KS kecil yang memang bukan kapalnya dimasukin rudal besar lobangnya, apa gak dower ?

  23.  

    * Artikel yg bagus Bung Nowyou..*

    iya ya ks kita itu qo cuma 2 biji z,
    apa kalo udah ada 4 kogabwilhan akan menjadi 4 juga..?

    siapa yg mau blak2an hayoo..
    πŸ˜€

    •  

      giliran anda nanti kirim artikel bung @donnie πŸ™‚

      logikanya, Indonesia mengincar kuantitas yang cukup banyak. Ga mungkin lah investasi di PT.PAL hanya berhenti di produksi unit ke 3. Jika boleh nebak2 jumlah kapal selam akan lebih dari 12 unit dari semua jenis pasca 2020

  24.  

    PROYEKSI TH 2025

  25.  

    tambahan bacaan mengenai industri ks di oz. lumayan 103 hal (13mb) biar tambah lengkap sudut pandangnya. siapa tahu berguna bagi industri ks kita pada khususnya dan industri kapal perang pada umumnya.

    http://www.defence.gov.au/dmo/id/fsisp/FSISPWEB.pdf

  26.  

    Selain kemampuan VLS peluncur rudal vertikal,kemampuan AIP atau tingkat kesunyian yang dalam ,

    sebuah KS harus mempunyai konsep I D A S ( Interactive Defense and Attack System ), suatu

    sistem rudal anti pesawat jarak pendek untuk kapal selam.yang bisa menyerang kapal

    permukaan,daratan dan pesawat terbang/helicopter maka di anggap telah mutakhir. Teknologi ini

    memberikan kemampuan kapal selam yang sedang menyelam untuk menyerang pesawat terbang atau

    heli anti kapal selam yang mengancamnya. Karena indikator kapal selam serang tercanggih kini

    indikatornya adalah kemampuan multi-peran multi-matra mencakup peran anti-kapal permukaan dan

    anti-kapal selam dengan torpedo dan rudal maupun ranjau laut, serangan sasaran daratan, perang

    pertahanan udara, infiltrasi, dan IRS (Inteligence, Recon, and Surveillance). semoga KS yang akan di

    miliki TNI AL baik itu changbogo/killo/ U209 ,telah mempunyai Aspek teknologi diatas, sehingga

    jangankan collins.scorpene,swordfish,tipe los angeles atau ohaio punya uncle sam juga lewat

    thanks,,,

    •  

      bung @arta, setau saya keluarga Kilo maupun Chang bogo (U209) belum dilengkapi IDAS. KS dengan kelengkapan IDAS yang beroperasi di Asia Tenggara sepertinya baru Type 218SG RSN.

      IDAS sendiri dirancang untuk menghancurkan objek terbang rendah dan pelan seperti misalnya helikopter ASW yang menebar sonobuoy dalam perburuan kapal selam, sepertinya saat ini belum terbukti efektif untuk menghajar ASW yang terbang tinggi (P-8) atau pesawat tempur jet.

      Mengenai Kapal selam nasional saya kira Indonesia bisa belajar dari kasus Collins class. Design yang sudah terbukti sebaiknya jangan teruru-buru dipersonalisasi πŸ™‚ untuk kebutuhan kapal selam dengan kemampuan khusus sebaiknya TNI memenuhinya dari pembelian luar saja dan membiarkan progran KS nasional dgn basis Chang Bogo bisa berjalan lancar dan matang. Kecuali tentu jika selama proses penyesuaian spesifikasi ini PT.PAL natinya terus mendapat asistensi dari pemilik teknologinya hingga produk akhir tidak akan merusak nilai ‘kemapanan design’ yang cari

      •  

        Jadi terjawab bukan fenomena “oversize” u 209 kita bung now ? pada foto-foto terdahulu. pemaparan anda asyik sekali. barangkali apa yang bisa diulik tot kita dengan changbogo bisa direplikasi dalam skala terbatas pada ks midget. bisa dibayangkan jika kita merancang ks untuk kelas angkut personel yang dimaksimalkan.

      •  

        betul bung @blaze, setelah mumpuni dikuasai kita bisa otak atik sesuai kebutuhan. Hanya saja menguasai teknologi Chang Bogo tidak semerta merta kita menguasai seluruh kebutuhan teknologi kapal selam. India yang sudah bisa membuat KS nuklir masih beli kapal selam dari negara lain, China sudah produksi pesawat tempur masih beli pesawat tempur dari Russia dll

        Kebutuhan akan alutsista dengan spesifikasi tertentu masih akan selalu membutuhkan produk luar, apalagi jika berkaitan dengan spesifikasi tertentu dan kebutuhan waktu/jumlah. Kemandirian alutsista tidak berarti 100% mandiri, tapi sejajar dengan negara lain dan tidak buntu/relatif kebal menghadapi ancaman embargo.

  27.  

    Sales nekad, CBG itu senjatanya SUT, kok di gosipin CLUB-S ? hadeuuh!!

  28.  

    kan Pt PAL udah pernah bengkelin KS Kita,, jadi elmu ks kita sedikit mah udah ada.tinggal rancang bangun dari motong mpe las plat jadi segede gaban..
    jadi udah betul pisan kita te otett ke korea..
    soal modipikasi mah…
    Insya allah nagara kita jagonyah.

  29.  

    Kira-kira yang sudah berenang disini pake nama yang mana ya?

  30.  

    Feb 27/14 ? HMAS Waller. The submarine HMAS Waller, fresh out of scheduled maintenance, experiences a fire while traveling on the surface. Nobody dies or is injured, but 4 sailors are helicoptered off for observation. The Navy is still looking into the cause. Sources: Australian DoD, β€œFire onboard Royal Australian Navy submarine”.

  31.  

    @meletek memang aneh, jangan FOBIA EMBARGO kok KS belom jadi malah sudah di EMBARGO rudalnya, sebar gosip pake Club-S lagi :mrgreen:

 Leave a Reply