JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 262015
 
S-300VMU

S-300VMU

Berbicara tentang sistem pertahanan udara, tidak mungkin Antey 2500 bakalan mengisi arsenal TNI.

Pertama – tidak ada sejarahnya pembelian SAM pada TNI yang merupakan barang retrofit. Awal 2000-an pasca embargo kita pernah ditawari oleh Inggris rudal Rapier retrofit dan baru baru saja pasca Jokowi dilantik, Amerika Serikat menawarkan 50 peluncur dengan 150 Hawk retrofit. Kesimpulan akhirnya sama yaitu semuanya ditolak.

Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 dengan mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yang sudah dianggap kadaluarsa.

Kedua – melihat MEF tidak ada pengadaan Long range SAM semacam S300, S400, Patriot, Arrow atau Aster30.

Sedikit flashback ketika IDAM 2012 Rusia menawarkan S300VMU, Tunguska, Pantsyr, Buk, Osa tetapi pada ajang IDAM 2014 penawaran Rusia berkurang menjadi Buk, Pansyr & Osa. Artinya Rusia mengetahui bahwa tidak ada agenda TNI untuk Long Range SAM.

MIM-23 Hawk Missile System, AS

MIM-23 Hawk Missile System, AS

Setidaknya ada 5 proyek pengadaan SAM di TNI saat ini:

Pertama – MEF2- GBAD Arhanud TNI AD speknya SHORAD 6-11km yang tampaknya mengerucut ke arah Forceshield vs Saab GBAD (RBS70 NG base).

Kedua – MEF2/3 program repowering & upgrade KRI seprti KCR60, Van Speijk class, Fatahilah class & Parchim II class dimana Osa bakalan bersaing dengan FL300N.

Ketiga – MEF 2/3 pengadaan rudal SAM VLS base untuk PKR & Bung Tomo class. Kalau ini Mica tidak dapat diganggu gugat.

RBS-23 BAMSE

RBS-23 BAMSE

Keempat – MEF2 – pengadaan Medium range SAM (20-30km) untuk Paskhas dimana Pantsyr bakalan bersaing dengan NASAMS & RBS23 BAMSE.

Kelima – MEF 3 – pengadaan Medium range SAM (40-75km) buat Kohanudnas dan BUK bakalan bersaing ketat dengan KM-SAM & Iron Dome.

Mudah-mudahan yang terbaik dapat terpilih untuk meningkatkan pertahanan udara kita. (by Distanata).

*nb: (redaksi): apa pendapat anda ?

Berbagi

  77 Responses to “Proyeksi Sistem Rudal Pertahanan Udara Indonesia”

  1.  

    Siipp

    •  

    •  

      saya pribadi sih berharap long range sam versi barat yg datang ke indonesia karena lebih compitable dengan f16, dan kebanyakan kaprang indonesia pun produksi barat, serta radar indonesia. Dengan asumsi seperti otu lebih mudah untuk memberi payung udara. Karena range yang diprovide oleh bagian2 terkecil dari element tni bisa terlihat

    •  

      Duduk manis menunggu Pengiriman RBS dan Iron-Dome.
      Buat nembakin Nyamuk2 tetangga yg Nakal.

    •  

      ikut numpang bung pkb, semua teknologi senjata dari barat sudah di downgrade untuk ekspor di luar pihak sekutu barat, jadi menurut saya sekarang yang di hadapi negara kita adalah sekutu barat ya arsenal penangkalnya ya pake produk kontra barat

  2.  

    Silent reader coba peruntungan dapet keduax, suatu saat pertamax 😀

  3.  

    Duo

  4.  

    Yang terbaik untuk TNI,…yang terbaik untuk negara…

  5.  

    Moment yang tepat, untuk peningkatan system pertahanan udara Indonesia, Tingkatkan terus untuk kejayaan NKRI.

  6.  

    S 300 sepertinya pasti dibungkus setelah komisi I approve pembelian SU 35

  7.  

    setuju saja deh kalo bisa ya dibungkus aja biar lebih tenang hehehe ..,

  8.  

    Semoga tni ambil yang terbaik

  9.  

    Pilih yg punya DAYA GENTAR TINGGI buat tetangga yg suka usil (sonora dan sonotan) dan mau kerjasama TOT atau lisensi produksi sukucadang dan pengembangannya. ngimpi.com

  10.  

    harusnya roket roket yang sudah dikembang oleh lapan di tindak lanjuti sampai pada pemandunya, kalau tenaga ahlinya belum siap apa tidak bisa kita kontrak tenaga ahli pemandu dari luar sebagai expatriat bayar mahal nggak masalah yang penting tehnologi berkembang

    Salam NKRI

  11.  

    MIM-23 Hawk sepertinya model jadul deh. Lebih baik pakai BUK aja. Lebih ada efek deterjennya.

  12.  

    Untuk point keempat dan kelima saya vote Pantsyr dan BUK

  13.  

    Pilih lah yg terbaik untuk melindungi bangsa dan negara dari negara agresor dan agar tdk dilecehkan oleh negara tetangga, bila terjadi agresi dari negara manapun andalah yg bertanggung jawab atas keselamatan bangsa dan negara karena andalah yg menentukan strategi negara. Negara ini jgn dibuat lemah .

  14.  

    Aneh demen banget sama SHORAD, ……….. !!!
    kenapa ( apa benar ) tidak ada list pengadaan long rangge SAM dlm MEF …….. ???

  15.  

    rusia stroong Jangan sampai rusia males nawarin dagangan ke indonesia,karena ga pernah di beli..cape aku…kata om putin

  16.  

    josh gandos….ini namanya pencerahan. Lanjutkan !

  17.  

    ikut nyimak

  18.  

    Kalau 2012 sudah pesan s300 bagaimana ? Jadi 2014 tidak ditawarkan lagi s300nya karens sudah dipesan 2 tahun sebelumnya. IMO.

  19.  

    Kalau untuk PKR memang semuanya akan diisi MICA. Konon dulu TNI sempat minta dengan rudal Umkhonto made in Afsel untuk mengisi hanud di Sigma class, entah kenapa yang muncul Mistral padahal Umkhonto punya jarak tembak yang sama dengan MICA ( 15-25 km ). Kalau untuk poin No.4, jika memang pilih pantsyr semoga yang diambil varian barunya panstyr S2 yang target operasionalnya 2017.
    Untuk poin No.5 kayaknya tergantung apa yang diambil di poin no.4, kalo ambil Nasams ya kayaknya yg muncul KM-SAM. Kalo yang diambil pantsyr ya yang muncul si Buk Minah. Iron Dome? No way, kelaut aja dah….

  20.  

    SAM kita akan di gendong oleh PKR.

  21.  

    Mantap…

  22.  

    Serius TNI ga butuh long range SAM? Sy percaya alutsista semacam itu dimasa damai bagaikan kasel sangat tabu untuk dibicarakan.

  23.  

    Kalo memang belum ada sejarahnya beli SAM ya sudah saatnya merubah sejarah to

  24.  

    perlu banget rudal jarak jauh apalagi kalau punya icbm nuklir biar negara manapun akan berpikir ribuan kali untuk berperang dengan kita. Selama masih ada negara lain yang punya senjata nuklir maka kita juga butuh senjata nuklir, sudah terbukti ada negara yang benar benar menggunakannya dalam perang bahkan sampai 2x

  25.  

    RBS23 BAMSE.dari Saab kemungkinan sudah network-centric. Radar yang dipakai pun Giraffe di mana TNI sudah familiar. Jika ini terpilih, semoga ada ToT-nya.

    Untuk KM-SAM, ada info :

    “The KM-SAM which is also known as the Cheolmae-2 or Cheongung or M-SAM is a Korean medium range SAM system that is developed by ADD with technical support from Almaz-Antey and Fakel.”

    “The Cheolmae 4-H will be the upper tier interceptor designed to take down ballistic missiles. It will offer capabilities similar to that of the American Terminal High Altitude Area Defense missile with a range of 150 km (93 mi) and ceiling of 200,000 ft (61 km). Performance levels will be twice as superior to the Patriot and Cheolmae II missiles, and it is expected to be based on the Russian S-400 technology.”

    Wah, bisa RI bisa minta proyek pembelian KM-SAM seperti kasel Changbogo? 😀

  26.  

    sepertinya sudah dimari es tilungatus, jangan2 datengnya bareng yankhont.
    yankhont juga ga ada yang tau kapan datang.

    ada yang bisa memberi pencerahan?

  27.  

    Kalau ini memang benar…..tentunya disayangkan …karena long range SAM sangat diperlukan ….terutama yang buatan Russia….tetapi …proses pengadaan nya tidak mudah ..walaupun ada uang banyak….Dan yang paling tahu adalah TNI….karena mereka adalah pemakainya .. tapi …kok belum ada kejelasan …Mau nya yang mana…

  28.  

    Nggak dech kyaknya …..DPR komisi 1 nya……Mlempem….nggak ngerti ttg dunia militer….

  29.  

    Ini neh yang aneh … Suka banget dengan pertahanan udara jarak pendek …
    Pingin nya punya pertahanan udara jarak menengah dan jauh plus terintegrasi dengan radar pertahanan … Plus mengcover seluruh wilayah NKRI …
    #ngimpi.com

    •  

      mungkin faktor dana bung…
      skala prioritas… utk pertahanan titik memang msh bersandar pd platform MANPADS yg jg masuk kelompok SHORAD.
      klo tuk long range kek’a msh mengandalkan platform pespur & KRI yg di nilai lebih mobil, sambil menunggu r-han bermetamorfosis menjadi rudal.

  30.  

    no more shorad …………………………………

  31.  

    Yang terbaik adalahh pembelian S300, S400, S500, S600, dst…. Dan tidak perlu publikasi, di luar MEF.

  32.  

    bung admin naikin dong artikel penawaran EF typhoon oleh Spanyol untuk Indonesia.
    maaf pake hp jadul gak bisa masukin link….

  33.  

    Loh katanya Pre-emptive-strike. Kok malah medium range sih?
    Ohh iya udah 4 hari belangan ini sering lewat F16 di langit Aceh. Itu untuk latihan apa ya

    •  

      Betu Bung, jika doktrinnya sekarang sudah menjadi pre-emptive strike maka kita harus sudah menggempur musuh sebelum musuh masuk ke wilayah kita jadi yang seharusnya dipilih adalah long range SAM. Malah cina dan india, strateginya sekarang sudah berubah ketika membeli kapal induk dimana peperangan mereka dialihkan ke wilayah lain seperti samudera indonesia atau pasifik. Cina berencana menempatkan kapal induk di samudera indonesia yang jauh dari wilayah cina itu sendiri dengan strategi ini kerusakan gedung dan infrastruktur dan korban jiwa rakyatnya akibat perang dapat diminimalisir karena perangnya tidak di wilayah mereka sendiri.

  34.  

    Memang aneh, semenjak Orde Lama tumbang dan alutsista berpaling ke barat
    RI seperti dihadang sesuatu yg tidak terlihat di hankam untuk pengadaan alutsista yang besar & jauh (MBT,KS besar,SAM jauh), dengan harga yang sama tapi mendapatkan senjata kelas ringan terus 🙁

  35.  

    Mmm rudal pertahanan udara, mohon pencerahan
    – Rudal apa harus dari ground to air unt pertahanan udara?
    Pilihan yg medium range dan short range unt daerah luar Jawa is ok kecuali unt titik2 tertentu harus medium range dengan pertimbangan mudah mobilitasnya karena faktor infrastruktur
    – Jawa ( pesisir selatan dan pesisir sumatra) baiknya medium ke atas, panjang garis pantai dan daerah terbuka, tidak terlindungi oleh pulau2.
    – Bila dibawa oleh kapal sebaiknya yg medium range kasihan si kapal he he….keterbatasan kelincahan
    – Kartu truff, bila dibawa oleh pespur wis sing long range sekalian
    Mohon maaf jika salah kata

    •  

      >> SAM itu salah satu komponen penting untuk pertahanan udara.
      Seperti adanya artileri di dalam angkatan darat bersama infanteri dan kavaleri.
      Pemilihan jarak pendek dan jarak menengah tergantung pada banyak faktor, bukan hanya soal Jawa dan luar Jawa.
      Bahkan dalam penggelaran SAM jarak menengah juga memerlukan arhanud jarak pendek sebagai pelindung dan lapis kedua.

  36.  

    Itulah hebat nya tni, sewaktu2 perang terjadi bakalan dikeluarin semua rahasia nya kok…

  37.  

    Gawe Tuku Beras saiki larang cak..aku ngene iki gak mikir tuku rudal..duite enak digae tuku sawah, tambak, pabrik ..mene mene kene diwarisno anak putu.

  38.  

    Sepertinya belum perlu ini sam
    Mending di alihkan yg lain…

  39.  

    Sangat disayangkan kalau kita ga pny perisai udara jarak jauh..sama aja kita mengundang msh untuk mendekat..yg terbaik adalah sistim pertahan udara yg berlapis..jauh, sedang dan dekat..

  40.  

    Pantsyr & KM-SAM (korsel) WOUW………

    Pantsyr bikin sya sumbringah… 😀 keyenn…bung semoga.
    KM-SAM bikin saya terpana… (*o*) boleh juga tuh….. daripda S300-400 ata S tong-tong…kyax masih lama & jauh.

    KM-SAM (korsel) lebih ralistis 😀

  41.  

    Ini cuma pendapat pribadi, mungkin nunggu radarnya lengkap dulu baru beralih ke long range SAM. Kan percuma long range kalo gak punya mata buat melihatnya. Medium range cocoknya buat pertahanan objek vital dan strategis

  42.  

    Prediksi sy tni gak akan pernah beli rudal sam jarak menengah dan jauh,karena besar, mahal, dan gampang di sabotase…lagi pula pulau2 terluar indonesia berfungsi sbg benteng2 pertahanan kalau ada konflik ( diisi pasukan dgn rudal anti pesawat yg mudah dibawa2) , paling yg akan diperbanyak model skyshield untuk obyek2 vital dan para pemimpin negara . Kalaupun tni beli, paling hanya beberapa untuk efek kejut…hehe…tebakan saya tni beli rudal pertahanan udara yg jaraknya setinggi pesawat bisa terbang hehe… ( paling 50km to 75 km)..karena rudal 2 jarak segini mudah bergerak dan disembunyikan da…jgn lupa juga indonesia bakal punya banyak kapal cepat rudal trimaran siluman dgn rudal2 100km sd 200km..sorry hanya prediksi orang awam

  43.  

    Secara logika Indonesia tak kan pernah beli long range SAM khusus untuk pertahanan darat.Alasan yang masuk akal adalah kita tidak/belum punya musuh potensial sampai sekarang.Pembelian dari luar mahal ,apalagi rudal ada masa kaladuarsanya. Beli banyak banyak terus bila sampai masanya ,rudal akan expired ,nggak berfungsi lagi karena propelannya sudah mati cuma jadi besi tua..Makanya prioritas senjata yang kita beli adalah senjata yang bergerak ,kelebihan senjata yang bergerak adalah bisa di gelar cepat ke hot spot .Sementara long range sam hanya terpaku satu titik ,tentu butuh banyak untuk mengcover Nusantara ini.

    Makanya kita berusaha bikin sendiri roket sebagai cikal bakal rudal,tentunya takkan bisa berhasil jika usaha yang dilakukan masih setengah setengah. Lapan harus cepat angkat tangan ,bilang sama pemerintah belum sanggup tanpa kerjasama dengan luar .Biar pemerintah carikan solusinya.Kalau sudah di buat dalam negri tentu masalah tersebut bisa di atasi sendiri.

  44.  

    RBS+Girrafe rakit dimarih.minta john lundin nego ke SAAB.

  45.  

    yang harus diingat adalah kondisi terakhir sejak kedatangan f-35 sonotan. pihak sonotan dengan jumawanya menekan pemerintah indonesia untuk mengikuti keinginan mereka. dan saya pun punya keyakinan bahwa dalam waktu dekat pasti akan muncul kajian penggunaan radar pasif type oth. seperti kita ketahui mayoritas radar pasif adalah buatan ex blok timur. meskipun kita ada yang bikinan barat tetapi jarak jangkaunya mungkin masih kurang jauh =<200km. Dengan adanya akuisisi radar pasif maka ada kemungkinan kebutuhan untuk kekuatan pemukul berkemampuan anti balistik misil juga dianggarkan. tentunya setelah pengadaan satuan pespur kohanudnas terbentuk.

  46.  

    wait and see

  47.  

    jangan2 kebalik bung.. Long Range dah masuk duluan (undisclosed). Medium dan Short Range (unclosed) dibabar dan nyusul belakangan.. TNI Adem, Kawasan adem

  48.  

    Menurut warung sebelah, S-300 exs Rusia sdh dikirim ke RI pada akhir 2014, benarkah ???

  49.  

    RBS+Girrafe rakit dimarih.minta john lundin nego ke SAAB buat joinan ama pindad

  50.  

    Pengadaan S 400 perlu utk ditempatkan di pulau jawa bagian selatan, jawa bagian barat dan jawa bagian utara serta jawa bagian timur, NTT di kecamatan amfoang, pulau rote, alor, atambua, papua barat di kepulauan raja empat, di pulau aru, serui, di biak, di merauke, di timika, di manokwari, di jayapura, dan di sorong, di kalimantan barat, di kalimantan utara, di kalimantan timur, di kalimantan tengah, dan kalimantan selatan, di aceh (sabang), meulaboh, kepulauan nias, lampung, padang, palembang, medan, di gorontalo, di manado, di mamuju, di bone, di palu, dan di kendari, di maluku, di NTB serta di Bali, perlu diadakan Buk 2 ME, pantayr S2, RPG blok 5 sampai blok 7, peluncur rudal anti tank

  51.  

    foto pertama, itu topi pasukan dari negara mana ya?

  52.  

    rusia gak menawarkan s-***, karena indonesia sudah punya s-klub….buat preemptive strike. jadi sam yang medium aja karena pangkalan musuh sudah hancur diserang.

  53.  

    Bikin SLBM aja…
    (Nuclear warhead klas ICBM)

    (Ngimpi tadi [email protected])

    Deteren nyaaaaaaaa

    Dijamin Cekat Cekot dah

  54.  

    indonesia kan punya juga rudal hanud medium MIM 23 Hawk

 Leave a Reply