May 162014
 

Jakarta, DMC – Airbus Military akan memberikan Transfer of Technology (ToT) pembangunan pesawat CN 295 dengan PT DI yang akan dibangun bersama di Bandung. Pesawat yang akan dibangun ini merupakan pesawat ke-8 dari seluruhnya 9 unit yang dipesan Kementerian Pertahanan dari Airbus Military. Selanjutnya, Kemhan akan berencana mengadakan 7 pesawat CN-295 lagi untuk melengkapi menjadi 1 skuadron pesawat CN-295. Sebelumnya telah datang 6 pesawat CN-295 dari Spanyol dan pesawat ke-7 akan datang dalam waktu dekat.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (16/5), saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia HE Mr Francisco Jose Viquera Niel di kantor Kemhan, Jakarta. Yang penting menurut Menhan adalah selain mendapatkan ToT dalam pembangunan pesawat CN-295m dibangunnya pesawat ke-8 dan ke-9 di PT DI Bandung ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi pergerakan ekonomi di dalam negeri.

Pesawat C-295 sangat cocok dengan geografis kawasan Asia, karena itulah, diharapkan kemampuan PT DI untuk membangun pesawat ini akan diikuti dengan ketertarikan negara-negara tetangga untuk kemudian memesan pesawat ini.

Untuk mewujudkan Transfer of Technology ini Dubes Spanyol menekankan perlu adanya dokumen bersama tentang persetujuan pertukaran informasi. Hal itu menjadi syarat bagi ToT karena pembangunan pesawat CN-295 ini juga melibatkan beberapa industri pertahanan Spanyol lainnya di luar Airbus Military. Akan datang 50 insinyur dari Spanyol yang akan bekerja bersama insinyur-insinyur di PT DI untuk membangun pesawat CN 295 ini.Β  (dmc.kemhan.go.id)

  111 Responses to “PT DI Dapatkan ToT Pesawat CN 295”

  1.  

    one

    •  

      Nebeng bung bonex he…he… salam kenal bung, sampeyan bonex saking pundi ?

    •  

      seharusnya spanyol wajib membangun pabrik pesawatnya 100 % di indonesia
      jadi bukan hanya TOT saja…karena indonesia dan spanyol sudah puluhan thn kerja sama nya

      •  

        memang sudah seharusnya.. itu..mas
        ,berita itu juga pernah saya dengar 5 thn yang lalu….ketika saya di spanyol mudah2 an benar dan jangan tertunda2 lagi…,karena yang ini lebih penting dari pada mimpi KFX..

        •  

          Kalau KFX gak penting, kalau IFX/LFX itu juga sangat penting… πŸ˜€

        •  

          @ jalo

          pendek kata..kalau buat pesawat tempur ,sangat merugikan…
          kalau hanya mengejar SDM bisa belajar dari negara lain..
          contohnya..ya spanyol ini..
          bikin pesawat transport saja dulu sambil jalan buat MESIN..
          ifx/lfx penting juga sih untuk KEMANDIRIAN…
          ifx itu gen berapa..?? setelah jadi pasaran diluar sudah gen 6 atw 7 jadi ketinggalan 1 generasi
          BIKIN MESIN PANSER SAJA DULU.yang sudah ada pasarannya..
          kerja sama dengan negara lain boleh asal jangan sama korea…..mereka rata2 bandit..! dan tak tau tata krama masyarakat indonesia

          * kata pribadi saya loh mas

        •  

          Kalau mesin panser sekarang lagi riset neng. BUMN siapkan PT BBI dan Barata Indonesia untuk membantu masalah mesin-mesin pertahanan lalu untuk pesawat sudah dilakukan riset oleh sejumlah instansi, cuman tidak bisa langsung sekaligus jadi, πŸ˜€

        •  

          Neng Okelah maaf baru baca dibawahnya, saya tambahin sedikit. Jujur saya dari awal sudah tidak mempercayai Korea, kenapa? waktu awal kita melakukan pengujian sebenarnya sudah ada hasil bahwa Program ini tidak akan berjalan karena permasalahan politik yg terjadi. Tapi yah mau gimana, “Itulah Politik kita hanya bisa duduk mendengarnya dan pendapat kita hanya akan menjadi angin yg berlalu,” πŸ˜€

  2.  

    Selamat atas dipercayakanya DI untuk mendapatkan lisensi CN295 dari spanyol, smoga ini menjadi batu loncatan untuk mengembangkan bisnis pesawat dimasa yg akan datang

    Kalau sudah bisa membuat sendiri, jangan lupa itu hercules di pensiunkan ketika waktu masa tugasnya habis, tidak usah di retrofit lagi biar di ganti sama pesawat buatan DI

  3.  

    Md2an yg ke2..

  4.  

    Bukannya sama saja dg buat cn235 bung?

    •  

      Iya bener bung Radial, cuman ada perubahan struktur di ekornya jadinya bisa muat lebih banyak…

      Ini ada foto pengerjaan CN-235, yg warna hijau itu kita yg kerjakan, nah sekarang bisa jadi Airbus akan mengajarkan kita semuanya karena mereka akan memindahkan produksi medium airlifters-nya dimari… πŸ˜€

  5.  

    BUMNIS terbaik saya kira adalah PT. DI

  6.  

    Alhamdulillah, batu loncatan keteknologi yg lebih tinggi yuk kita mulai…..bismillahirrahmanirahim…..kerja.. kerja..kerja….

  7.  

    Di negeri kita ini banyak orang jenius, diajari dikit aja langsung bisa. Jauh hari sebelum ada mobil esemka ternyata ada smk/stm yang pernah dapat job dari pindad untuk memproduksi ekor roket. Para warjager ada yang pernah denger belum ya? saya cuman tau sepotong info itu saja

    •  

      Bukankah mobil esemka itu buatan cina yang diganti merknya? Hanya utk pencitraan si joker aja tuh. Jgn kaget skrg beli bus juga dari sono… kw3 lagi… πŸ˜€

      •  

        loh.. saya baru tau brt ini bung

        •  

          kena kibul jokowi

        •  

          maaf klo OOT :
          @HQ : berita ini sudah lama bung, search aja tentang bagaimana nasib guru smk yang menjadi penanggung jawab mobil esemka ini..saya pernah ngobrol sama rekan kerja dimana dia 1 kampung dengan JKW, ketika ditanya tentang setuju tidak beliau menjadi RI 1, dia cuma menjawab “tidak setuju, kasian”…—> silahkan ditelusuri maksud dari rekan saya itu πŸ™‚ salam

        •  

          Lepas dari esemka yang ternyata zonk, ternyata mainan yang dipesan pindad ke smk ini 100% dikerjakan di smk. jika gak salah liat sih itu jenis air to ground. Mungking bung @Satrio faham tentang ini. Data hal tersebut kita bisa tahu bila SDM kita sebenarnya sangatlah handal, hanya perlu untuk diasah saja sedikit biar menjadi tajam. Yang sekelas SMK saja bisa mengerjakan bagian dari alutsista maka artinya pada skala industri itu bukanlah hal yang sulit.

          •  

            Iya bener bung Suromenggolo, di SMK itu ada namanya Prakerin (Praktek Kerja Industri). Setiap tahun sekitar 1.500-2.000-an siswa SMK melakukan Prakerin di PT. Pindad, yg biasanya itu SMK 2 Bandung. Lalu Pindad juga punya sekolah kejuruan khusus namanya SMK Igasar Pindad, dulu namanya SMIM atau Sekolah Menengah Industri Militer. Lalu sekolah khusus lainnya banyak, seperti sekolah penerbangan, teknik elektro, dll. Di Divisi Munisi Pindad Turen Malang banyak mempekerjakan atau menerima Prakerin anak2 SMK kok, dan juga di Bandung, banyak anak SMK membantu pengerjaan panser ANOA. πŸ˜€

          •  

            @bung jalo, mau tanya dikit ttg rantis komodo itu pemesanannya ko sepi ya? apa karena ada kekurangan ato emang ga di publish.. padahal saya suka bentuknya tuh

          •  

            Bung Bootot, yg kemarin cuman 5 itu trials dulu… Nanti dipesan banyak kok, rencana TNI mau mesan sampai ratusan termasuk yg versi penangkis serangan udara termasuk dengan radar tracking dalam negeri

          •  

            tkans bung jalo infonya, jadi pengen liat konvoi anoa di depannya pake komodo. hehehe..

      •  

        Yang jelas joko oey pintar bung dri walikota ke gubernur,gubernur ibukota jakarta dan sekarang menuju kepala negara bahkan salah satu dosen perguruan tinggi berani taruhan kepalanya dipotong klo joko oey tidak jdi RI 1 artinya dia yakin klo dia jdi pilihan rakyat.hebat g?

    •  

      πŸ˜€

  8.  

    gmna ya
    hmm
    sorry bukannya bermaksud nyampah
    cuma apa tanggapan insinyur air bus terhadap fasilitas PTDI

    tp hebatnya walau terbilang fasilitas terbatas barang yg di hasilkan kuwalitas
    smoga kedepan fasilitas ptdi bisa di perbaiki
    aamin

    •  

      @bung love INA…emang ente pikir pabrik MiG canggih mandraguna? Gak lebih baik dari bengkel mobil bung…hasil akhirnya pun gak begitu presisi. Tp Negara NATO mana yg gak takut liat MiG?

      Yg penting masakannya gak penting kompornya buatan jepang,italy atau tanggerang :mrgreen:

      •  

        weh iya po?
        tuing tuing tuing
        gk yakin ane
        hehe

        kalo pabrik AK dah pernah liat fotonya
        kayak gudang

        ada link gk bro
        penasaran ane
        wkwk

        •  

          bung wehrmacht,

          PTDI cukup akrab dengan proses fabrikasi computerized presisi tinggi dengan toleransi sangat ketat / cadcam, software catia dan mesin2 cnc (ex cincinnati milacron), prosentase parts yang dibuat dengan cara ini harusnya cukup tinggi;

          Industri pesawat terbang PTDI di Antara XAC, Airbus, dan Boeing
          ninok leksono

          “Everett of the East”

          Tidak sedikit tamu yang sempat berkunjung ke IPTN geleng-geleng kepala melihat kemodernan industri kedirgantaraan Indonesia ini.

          Adanya mesin pemotong logam yang amat canggih, misalnya dengan diprogram bisa diminta melakukan pemotongan logam untuk menjadi buah catur yang rumit, serta perangkat lunak untuk desain dan manufacturing (CAD/CAM) Catia yang maju, termasuk hal yang mengundang decak kagum.

          – – –

          Ketiak Kritis dari Bandung / arsipiptek.blogspot.com/

          ”Komposit karbon ini membuat produksinya tak bisa memakai mesin biasa,” kata Said (alm Said Jenie). Karena itu, Dirgantara telah pula membeli sembilan mesin Cincinnati Aluminium Milacron, yang mampu membelah baja dengan akurasi tinggi.

          Kepala Program A 380 Dirgantara, Budiman Saleh, mengungkapkan kerumitan lain dalam produksinya. Dirgantara membuat tak kurang dari 460 komponen. Komponen-komponen itu ada yang dirakit menjadi 18 rakitan besar.

          Menurut Budiman, sebelum menang tender, dilakukan audit kemampuan teknis dan kapasitas produksi oleh tim BAe. Lantas, Dirgantara diminta membuat tiga bagian tengah sayap sebagai contoh. Hinge rib itu lalu diuji di Inggris.

          Hasilnya, terjadi lentingan atau bengkok 4 mm. ”Tapi, pesaing kita di Inggris lentingannya 12 mm,” kata Budiman. BAe cuma memberi toleransi 1 mm. Tim Budiman melakukan perbaikan dengan menembakkan bijih besi atau teknik corrective shot peening. ”Hasilnya, lentingannya hanya 0,5 mm. Mereka puas,” ujar Budiman.

      •  

        saya kemarin sempat ktemu dengan lab instrumentasi, kalo alat instrumnetasinya PTDI termasuk yang terbaik, bahkan jadi tempat kalibrasi dari instrumen luar.

        •  

          Iya bener bung ahmad, banyak negara asing datang ke mari untuk meminjam Lab kita termasuk terowongan angin kok.

          @Bung Wer, jangan lupa di PT DI juga ada HIRF (High intensity Radiated Field). πŸ˜€

    •  

      Yang penting hasilnya bung ina …dasyat..

  9.  

    Sepuluh besar kah ?

  10.  

    Setelah itu CN-295 + winglets & AEW&C πŸ˜€

  11.  

    Hahahaha… di sini masih sepi. Masih pada ngerubutin artikelnya bung Nara. Memang mantab tuh.

    Btw, senang juga dengar kabar PT DI mulai membuat C-295. Semoga terus berkembang sampai yg sekelas A-400M.

  12.  

    ijin nyimak aja ndan….
    (sambil betulin forklift)

  13.  

    Semoga tot bermanfaat….

    Penasaran ko TNI sepertinya ga pernah berminat untuk pesawat angkut berat dr papabear ya… Misal antonov an-22, jd ga tergantung sama herky terus

    •  

      Sabar bung bootoot, yang sedan-sedang aja dulu nnti klo sdah menguasai teknologinya pasti di bikin segede psawat angkut milik papabear, percayalah. ?..he…he… opini pribadi…salam bung

    •  

      Menurut ane, karena kita menganut nonblok, berarti harus imbang barat dan timur supaya keliatan adil. dan karena alasan strategis dan embargo, maka beli dari yang barat yang bukan alutsista gahar. cukup yang angkut n support lainnya….toh kita udah milih typhon ama rafale. Nha ke timur beli yang ngeri-ngeri sedap biar rahasia kekuatan terjamin.

    •  

      Salam kenal bung james dan bung mj, justru itu maksud saya pada saat kita belum mampu buat pesawat besar dan kalo sampe terjadi embargo lagi berarti armada angkut kita bisa kerepotan.. yg hasilnya bisa melemahkan kekuatan TNI karena pesawat angkutnya dari blok barat semua. Hehehe….

  14.  

    Salut bt PT. DI semoga tidak hanya pesawat CN-295 ke-8 dan 9 aja yg dibuat PT. DI tetapi juga pesawat2 CN-295 pesanan berikutnya dapat dibuat di sini…selain lebih murah nantinya tentu nya akan membuat industri militer Indonesia lebih berkembang maka Motto “Anda Percaya Kami Pasti Bisa” akan terbukti bukan hanya di dalam negeri tapi juga diluar negeri
    Bravo Buat Militer Indonesia

  15.  

    Muantep…

  16.  

    mantap dahhh….. PT DI moga makin jaya terbang makin tinggi
    great work guys !!!!

  17.  

    Lucu rasanya cn 295 sekelas dng N250 yg dulu 100% hasil karya sendiri
    nasib inlander

    •  

      nasib bangsa yang kala itu pemimpinnya bermental inlander sehingga menyerah di bawah tekanan asing. makanya jangan salah pilih.

      semoga kelak kita dipimpin oleh pemimpin yang bermental baja, tahan banting, cerdas, visioner. tidak hanya pandai beretorika tetapi walk the talk

  18.  

    mau comment saja, engine nya satu keluarga dengan ATR 72 600 nya Garuda nih. Pratt & Whitney Canada PW127 … so cool.

    •  

      Engine kan bisa dipilih bung..! Hehehe..!

      •  

        iya betul bung Yayan, sempet ane kira sama dengan CN 235 sebelumnya, ternyata sudah 6 blades. Pernah ngamatin engine ini di ATR pas mode hotel, taxing, take off lalu cruise kok smooth banget gitu. Walau pas udah di apron yang yang ngecek kesehatannya masih londo.

        Kalo penambahan winglet di CN235 MPA itu rekayasa sendiri kan ya?

  19.  

    Jos gandos lah pokoke…..

  20.  

    semoga sukses dn lancar sll tuk pt di aamiin

  21.  

    Waktu awal pengadaan, beberapa teknisi PT. DI menyesalkan pemilihan c295 ini. Performanya dianggap tidak lebih baik dari cn235. Teknisi PT. DI lebih berharap TNI beli cn235, cmiiw. Mohon pencerahan bung Jalo

    •  

      Bung Sempak, mungkin karena itulah pihak Airbus langsung memberikan lisensinya pada PT DI untuk memproduksi CN295, karena mereka percaya bahwa kelak di tangan PT DI, segalanya bisa jadi beda. Dan saya yakin, kelak akan ada produk Nxxx, sebagai buah karya asli PT DI, hasil dari pembelajaran yang telah dilaluinya. Amien..!

      •  

        Amin jg bung Yayan, hehehe.. pa kbr bung, ni mata msh capek begadang kemaren nonton konser, uyel2an, pulangnya bibir senyum sih tapi kepala blank hehehe..

      •  

        Bung @Yayan..apa kabar..salam hormat..mungkin ada angin mamiri yg sampai ditelinga bung mengenai airbus ini..adakah sesuatu yg akan menggembirakan buat kemajuan PTDI ini..hehehe

      •  

        kesannya kayak desain yang ga diminati eropa, sebab berada dikelas yang sama dengan ATR 72, N250, yang dulu digadang-gadang lebih cocok untuk landscape kepulauan dan perbukitan.

      •  

        sabar bung tunggu N-219

      •  

        Yang mau saya bilang ini joke sih, tapi kalau dipikir betul jadi menarik.
        Tim balap F1 lagi pusing bikin knalpot brong. Eh, Mercedes bikin tapi belum bisa keluar suara brong nya. Lha motor di sini yang dioprek knalpotnya sama bengkel rumahan suaranya brong sampai telinga sakit .. hehehe ..
        Orang Indonesia tak perlu diragukan kalau urusan oprek termasuk teknologi tinggi yang sudah banyak contohnya ..
        Semoga tambah ok kalau pesawatnya sudah dibuat di sini. Dan saya yakin hal itu.

    •  

      Bung Sempak, Airbus sedang berbenah, yg di Eropa akan fokus untuk pesawat besar seperti Heavy lift, untuk medium airlifters diserahkan ke kita. Tapi tetap kita berbagi hasil dengan airbus, tim mereka juga ada yg ditempatkan disini. Makanya dinamanakan Joint-product, makanya nanti kita dibantu dalam pembuatan CN-235 new generation (NG) atau N-245. πŸ˜€

  22.  

    Muda2an lancar sukses tuk pswt ke 8 & 9, winglet, aew&c dan tersinkronisasi dg kel flangker amin salam hangat buat para sesepuh trim

  23.  

    Alhamdulillah…

    mencoba belajar mensikapi berita seperti yang diajarkan mas STMJ… maka transfer teknologi ini harus dicermati efeknya…

    pertama

    transfer teknologi ini bisa berdampak positif… jika ilmu yang didapat bisa diaplikasikan pada rencana pengembangan regioprop 80 atau pada rencana N 250 Advance…

    kita bahkan bisa mulai start memikirkan konsep heavy lift cargo plane…

    kedua

    transfer teknologi ini bisa berdampak negatif… jika kemudian manuver ini dibarengi dengan itikad untuk menahan atau bahkan menghentikan laju pengembangan regioprop 80 atau pada rencana N 250 Advance…

    kenapa begitu…

    jika N 250 Advance diperpanjang bodinya sekitar 3 meter, diberi mesin yang mutakhir, dengan sistim fly by wire yang masih ‘state of the art’… maka N 250 Advance akan bersaing langsung dengan CN 295…

    Nah lho… mumet khan…

    pihak asing tidak selamanya memakai cara kekerasan untuk menghentikan laju pertumbuhan pengetahuan kita… skema ini merupakan cara halus mereka untuk tujuan yang sama…

    tapi… saya tetap berpegangan pada satu hal… berbaik sangka sajalah… saya sebagai rakyat kecil hanya bisa mengamati… menonton dari kejauhan… sembari tetap berdoa pada Allah… semoga negara tercinta ini tetap dalam lindungan dan berkah-Nya

    •  

      Amiin ya robbal alamin..!!! Semoga kemandirian bangsa segera tercapai, saya ingin sekali melihat bangsa ini maju…salam kenal bung@ afiq0110..

    •  

      Bener bung@afiq, saya heran sama pt.di, kitakan punya prototipe n250 yg dulu, kenapa kita tidak kembangkan aja,masa enggak bisa kan tinggal ngomong aja sama prof.habibi mulai lagi tuh n250 advancenya tuh,ssmbil buat regio 80 itu.

    •  

      Bung Afiq, moga-moga para pengambil kebijakan negara dan pimpinan PTDI tetap akan menyiapkan roadmap tersendiri bagi N250 advance dan R-80, terpisah dari N295. Sebab by nature peruntukannya beda.
      Artinya, PTDI dituntut punya kemampuan tinggi dalam melihat celah diferensiasi antar produk dan menguatkannya dengan karakteristik teknologi yang berbeda.
      Di sisi sebaliknya, PTDI dituntut mampu memanfaatkan sebesar mungkin kesamaan-kesamaan karakteristik berbagai produk itu bagi peningkatan efisiensi produksi yang berujung pada produk berkualitas dengan harga kompetitif.
      Saya yakin hal ini sudah masuk dalam kalkulasi beliau-beliau yang berwenang baik di lingkup pemerintahan maupun perusahaan, dalam hal ini PTDI, yang didasari semangat kebangsaan dan profesionalisms.
      Salam Bung Afiq.

      •  

        @ bung Ghi

        terima kasih atas informasinya… semoga para pembuat keputusan bisa yang berorientasi kepentingan bangsa…

        maaf kalo saya terkesan agak paranoid… salam kembali untuk anda…

  24.  

    ToT dari Saab nantinya juga pakai nih pesawat utk peringatan dini kayaknya.

  25.  

    aku ga di sapa..frans hehe

    •  

      wah bung frans nongol lg….

      Kebetulan hari ini banyak kegiatan sehingga baru bisa nyimak JKGR. Diskusi / komentar anda (yg saya anggap ngetrol) di room sebelah belum bisa terjawab karena room udah overload.

      Marilah berdiskusi dalam suasana saling menghargai dan tidak menyerang pribadi-pribadi. Perbedaan pendapat adalah sebuah kewajaran dalam demokrasi

      Salam damai bung, dan maaf kalau di room sbelah ungkapan saya tidak berkenan dihati anda.

      Peace

  26.  

    Mau numpang nanya,,kalo bung now udh ganti nick ya?ko ga pernah nonggol ya..hehe sedikit kangen.

  27.  

    wah..ni br saya enak ngbacanya,beritanya jelas,lugas,berimbang dan dpt di percaya..Klo ga salah pt di kan sdh lama menjadi mitra airbus dan boeing,kenapa baru sekarang dapat tawaran tot yah..tp gpp,yg penting ini perkembangan baik untuk pt di lbh mendunia lg,shalom…

  28.  

    Ada yang tahu untuk proyek C295 kita dapat TOT bagian apa ?

    •  

      Saya tanyakan ini.. karena saya bingung (baca:malu) masa bikin pesawat sekelas n295 kita bangga dapat ToT.. tidak bisa bikin sendiri kah ? Kenapa tidak mengembangkan tehnologi N250 ?

      •  

        Kalau dalam benak saya PTDI punya hitungan cermat, yaitu memperbesar bisnis untuk memperkuat perusahaan agar bisa meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia, kapital, dan teknologi, dan di sisi lainnya perolehan berbagai sumberdaya tersebut juga digunakan untuk menyiapkan rencana-rencana pengembangan produk sendiri.
        Jadi ada roadmap yang terpisah namun saling terkait.

  29.  

    Bisa dicantelin rudal, kanon, atau Gatling ndak ya biar tambah gahar

  30.  

    buat temen2x PT DI dan juga warjagers semua,
    Sebenarnya membuat AIRFRAME pespur fighter sama peskom mudah mana ya?
    Kalo dari persyaratan keselamatan lalu proses sertifikasi FAA, penerimaan pasar dsbnya sepertinya lebih ribet bikin peskom. Kalo pespur kan dipakai sendiri, jadi resiko kan ditanggung sendiri, lagian bisa eject πŸ™‚

    Kalo rumus2x flight dynamicnya kan ya sama saja. Dan yang jago banyakkkkk.

    Maksud saya gini, kalo airframe dan purpose udah jadi kan komponen lain bisa ambil supply chain yg ada sebelum semua bisa bikin sendiri. Contoh bagus dalam sekala kecilnya ada di pabrik sapidah di Sidoarjo. Awalnya pabrik aja berdasar design dari pemesan branded. Lama-lama bikin design sendiri, bikin produk dan marketing dengan komponen-komponen vital ambil dari prinsipal yang ada. Tapi saya perhatikan lama lama komponennya pun bikin sendiri walau masih yang first entry level.

    Pertanyaan berikutnya wind tunnel kita paling besar seberapa ya?

  31.  

    salam sejahtera jg bung Surya, lama ga muncul…selamat bertugas

  32.  

    salam kenal pecinta dunia militer…….
    ………………JKGR .SUPER SEKALI…………….

  33.  

    Terbanglah Garudaku singkirkan kutu-kutu disayapmu
    Berkibarlah benderaku singkirkan benalu ditiangmu
    Hey jangan ragu dan jangan malu
    Tunjukan pada dunia sebenarnya kita mampu. πŸ™‚

  34.  

    Kesempatan yang bagus…..berdasarkan riwayat ketangguhnya boleh jadi PT. DI membuat/ menawarkan versi sipil sebagaimana CN 235 yang dioperasikan maskapai di philipina…….siapa tau justru segera banjir pesanan dari maskapai…..karena ini unit ready sambil tunggu R80/ N250 NG terbang….

  35.  

    ya mungkin orang hanya mengenal mobil esemka sebagai satu” karya yang fenomenal. walaupun ternyata ……… namun yang saya tahu tentang produksi ekor roket ini benar” 100% produk smk, jika menurut saya itu jenis air to ground misil bila ditunjuk dari bentuknya.

  36.  

    [OOT – mohon maaf]
    Lagi jalan2, nemu berita seperti ini …

    http://www.jurnal3.com/megawati-disandera-aib-keluarga-pdip-pecah/

    Pertanyaan saya:
    1. Validkah berita di atas?
    2. Apakah dengan ini kualitas diri sang kandidat akan terlihat? Dalam arti dia akan menghianati megatron (walaupun megatron dulu pernah mengkhianati sang Garuda – karma kali).
    3. Akankah sang kandidat juga menghianati bangsa Indonesia?
    4. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa megatron ditekan oleh kubu sang kandidat yg dimotori oleh JR. Nah JR ini kan dulu di kancah politi amrik juga bermain dan disini juga bermain, apakah dia sosok yg berbahaya? Dulu pernah baca dr satu sumber (sdh lupa sumbernya apa) bahwa dia sangat anti dg suatu agama tertentu. Cluenya bisa dilihat di real estatenya (menurut sumber yg sama). Saya tidak bermaksud mengangkat masalah sara disini dan bila dirasakan kurang nyaman, skip saja sub pertanyaan ini dan fokus saja pada berbahayakah sosok dia bagi bangsa kita?
    5. Benarkah megatron sdh tidak terlihat lg mendukung sang kandidat?
    6. Akankah PDIP berakhir tragis dg ditendangnya keturunan terakhir sang proklamator keluar dr organisasi tsb yg kelak direbut dan dikuasai oleh sang kandidat?

    Kejamnya politik …. emoh aku masuk ke dunia politik!

  37.  

    JR —> ada kemungkinan penyumbang dana dibalik meriahnya publikasi media bung πŸ™‚

  38.  

    ane kok belum koment diartikel ini yaa

    C 295 adalah buah pengembangan dari CN 235 yang diperbesar pada pertengan 90an.Airbus saat itu KEDER dengan langkah IPTN yang mengembangkan sendiri dengan prototype baru dengan menciptakan N 250,, dan seperti yang sudah dilihat N 250 mati suri dan C 295 berjaya mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan N 250

    Kenapa sekarang C 295 di TOT kan ke PT DI ? jawabanya mereka kembali KEDER
    yaa mendengar R 80 reinkanasi N 250 mau dibuat dan PT DI sebagai kontraktornya dan didanani oleh kekuatan yang luar biasa menjadikan mereka harus membuat strategi tersendiri

    Strateginya mereka menggandeng PT DI sebagai agen penjualan C 295 dikawasan asia pacifik … masih kurang dan masih keder mereka memberikan TOT C 295 ke PT DI
    Tujuannya yaa menggoda dan memecahkan Konsentrasi PT DI untuk tidak cepet cepet mewujutkan R 80 regio pop,
    Semoga PT DI pintar dan lebih mementingkan kepentingan nasional.. dan bertindak tepat saat R 80 atau N 250 siap untuk dibuat masal
    Inho,

    •  

      Iya bener bung Satrio, dan waktu main kesana lihat2 pengembangannya belum ada mengarah ke arah kursi 80 rata2 dibawah 55 kursi. Dan cara mengantisipasinya salah satunya dengan cara tersebut, setelah N-219 fokusnya ke N-245 atau CN-235 NG dan ini saya rasa masih sekitar tahun 2019 baru selesai. Dan R 80 masih bisa bermain dulu, teman2 di PT DI, Regio, Pustekbang lapan, ITB, Smart Aviation, sekretariat Ikatan Alumni ITB, dll selalu melakukan koordinasi.

      Ini link videonya…
      http://www.youtube.com/watch?v=FLPi2uwHGOo

      Pada Mei 2013, PT DI dan Regio Aviation Industries melakukan kerjasama. PT Dirgantara Indonesia berfungsi sebagai strategi partner dan main contractor untuk menangani program sejak awal, perancangan, sertifikasi sampai dengan pembuatan pesawat serta serial dan melakukan pemasaran bersama. Sementara PT Regio Aviasi Indonesia sebagai sponsor, marketing dan pengembangan program. Jadi bisa dilihat arah mereka, πŸ˜€

    •  

      @ mas Satrio dan @ mas Jalo

      terima kasih atas pencerahannya….

  39.  

    CN 295 bakalan lebih laris dr 235 menurut saya , karena lebih besar …R 80 juga …
    untuk industri militer nya IFX lanjut terus klo bisa ke Gen 6+

 Leave a Reply