Feb 202014
 
Ilham Habibie Mencoba hidupkan kembali N-250 lewat Pesawat R80 (photo: detik.com)

PT DI dan Ilham Habibie hidupkan kembali N-250 lewat Pesawat R80 (photo: detik.com)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) siap menjadi kontraktor pengembangan pesawat R80 yang merupakan rancangan mantan Menristek BJ Habibie.  BJ Habibie melalui PT Regio Aviasi Industri (RAI), bekerjasama dengan PTDI melakukan persiapan pengembangan R80.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisyahbana mengatakan, fase pertama proyek ini adalah tahap konfigurasi. Pada tahap ini akan dipastikan soal jumlah penumpang karena menyangkut segmen pasar.

“Pertama konfigurasi, yaitu menentukan jumlah penumpang, apakah sayap mau atas bawah. Rasanya akan menuju 80 penumpang,” katanya usai acara penyerahan helikopter Dauphin pesanan Basarnas di Lanudal Pondok Cabe Tangerang Selatan, Selasa (18/2/2014).

Andi menjelaskan, dari sisi pasar untuk pesawat R80 belum memiliki pesaing. Saat ini, tidak ada produsen pesawat di dunia yang bermain pada kelas 80 penumpang.

“Kalau ATR juga kapasitasnya tidak sampai 80 orang. Kita masuk di pasar yang belum ada pemainnya,” terangnya.

Selanjutnya, pada fase kedua PT DI dan PT RAI akan masuk ke tahap desain awal. Targetnya prosesnya dimulai tahun 2015. “Habis itu, preliminary design, bentuknya nanti mau gimana. Itu Insya Allah kita mulai tahun depan, karena ini tergantung dana,” jelasnya.

Tahap terakhir, PT DI dan PT RAI akan memasuki fase terberat yaitu detail design. Fase ini nantinya akan masuki tahap pembuatan purwarupa (prototype) hingga sertifikasi pesawat. Pesawat N250 menurutnya telah berwujud prototype namun belum mengantongi sertifikasi kelaikan terbang dari lembaga internasional.

“Paling berat nanti detail design, nanti membuat prototype,” jelasnya. Harapannya pesawat bermesin turboprop ini bisa dijual ke publik mulai tahun 2020. Namun syaratnya proses pembiayaan pengembangan pesawat ini berjalan lancar.

“Kalau nanti R80 jadi, yang penting pendanaan, kalau PTDI siap semuanya. Kalau dengan RAI berarti dari swasta, mereka pemilik program, kami sebagai kontraktor saja,” jelasnya. Seperti diketahui, Mantan Presiden BJ Habibie memiliki keinginan dan mimpi besar memajukan industri dirgantara di Tanah Air.

BJ Habibie sempat menerbangkan pesawat asli buatan Indonesia yaitu N250, namun dalam proses pengembangan dan menuju sertifikasi gagal karena proyeknya dihentikan atas rekomendasi IMF. Ia masih menjaga mimpinya untuk melihat pesawat asli buatan anak bangsa terbang dan digunakan maskapai tanah air dan dunia, dengan membuat R80. (detik.com).

  29 Responses to “PT DI Siap Kembangkan Pesawat R80”

  1. Pesawat R80, The Next N-250

    • YA ALLOH……….SANGAT MEMBANGGAKAN……….19 THN YG LALU……….

      • setiap melihat video first flight N-250…. semua insan NKRI pasti akan merinding & berdecak kagum…. bangsa & Masyarakat NKRI adalah Bangsa yg Besar sebanding dan bisa berdiri tegak dg bangsa negara maju lainnya. Dunia pun takut melihat kemajuan & perkembangan Bngsa tercinta ini, sehingga dg pasti & perlahan-lahan kita di kerdilkan lg. Sekarang lah saatnya kita yg harus menunjukan pada dunia apa yg selama ini dicitakan oleh pendiri Bangsa ini, eyang Habibie setiap kali di wawancara selalu berkata….” kemajuan dirgantara adalah amanat dari Bung karno & para pendiri bangsa NKRI, sy hanya melanjutkan cita2 beliau para pendiri Bangsa ini”….. semoga cita2 bpk bangsa bisa segera tercapai “kembali”….MERDEKA….!!!!!

  2. Ada dua hal yang terlintas

    1. Kebotakan ternyata menurun

    2. Pemerintah wajib mendukung pemasaran R80 ini di luar negeri apalagi di dalam negeri. Bisa meniru bagaimana pemerintah Swedia mendukung SAAB dalam pemasaran Gripen. Jika perlu beri kemudahan bagi produsen dan insentif bagi maskapai nasional yang menggunakan pesawat buatan dalam negeri ini.

    • ditinjau dari mana bung now? aerodinamikanya..raut muka..

    • YG ADA SAAT INI DIKENAKAN PnBm 50% …dari HARGA……….MAKA HARGA PRODUKSI DALAM NEGRI…LEBIH MAHAL…… SMOGA PAJAK NGR BRG MEWAH DITURUNKAN MENJADI 10% SAJA ……DAYASAING AKAN KUAT….DAN HARGA DI INDONESIA BISA TERJANGKAU…./ MURAH DARI IMPORT

    • Bukan hanya botaknya bung. Jeniusnya juga diturunkan ke anaknya. Ingat waktu Ilham terpaksa ‘terusir ke luar negeri dari IPTN’ segera setelah Habibie jadi presiden. Mereka keluarga yang rendah hati dan berjiwa besar.

    • 😀 point satu sama sekali ga penting.

      No 2 yang penting.
      Dengan Industri pesawat terbang dalam negeri para ahli dirgantara kita yang bekerja di luar negeri mungkin mau pulang, juga menumbuhkan minat para pelajar untuk memasuki bidang teknik dan kejuruan ini. Ilham Habibie bisa saja kerja di industri pesawat dunia, tapi dia meneruskan idealisme ayahnya. Hendaknya embrio ini dijaga dan didukung pemerintah agar bisa berkembang. Bisa jadi -jika berkembang- akan mampu memproduksi mesin pesawat sendiri

  3. “Alon-alon waton kelakon”

    Saatnya merapatkan barisan demi tercapainya cita-cita bangsa.

    DI+RAI= FDA lewaaaaat!…… 😀

    Saatnya nyimak bwat nimba ilmu (saya duduk di pojokan aja)

  4. calon pesawat ASW, AEW, maupun kargo multi masa depan..

  5. Okelah kalu begitu

  6. BEDA TUGAS …….. SALING MELENGKAPI

  7. Berbeda dengan peluncuran N250 dahulu yang sangat dinantikan oleh berbagai kalangan, baik yang pro maupun yang kontra. Kali ini PT RAI harus bertarung ala swasta sejati untuk meyakinkan para peminatnya. Saya yakin, Ilham Habibie sudah menyadari betul akan hal itu. Dengan pengalaman sebagai tenaga marketing yang dimilikinya sewaktu di Boeing, dia sudah tahu siapa saja yang perlu didekatinya. Walaupun kali ini bukanlah pentas penuh PT DI, namun keberhasilan mewujudkan R80 akan menjadi catatan tersendiri bagi PT DI.

    Semoga iklim perekonomian nasional yang tetap stabil, mampu memberikan suplemen bagi PT RAI untuk melenggang lebih jauh lagi di kancah industri aeroangkasa dunia. Tugas yang tak kalah beratnya sekarang justru dipikul pemerintah. Mereka dituntut untuk mampu memberikan rasa aman bagi keberlangsungan usaha PT RAI di Indonesia. Karena bukan hal yang tidak mungkin jika kelak suatu saat akan ada negara yang menawarkan fasilitas dan tawaran yang lebih menarik agar produk PT RAI dibangun di negaranya. Soal ancaman sabotase asing seperti pernah terjadi pada N250, kemungkinannya masih sangat kecil, mengingat kali ini pesawat itu dibangun oleh swasta dan tidak menggunakan anggaran APBN. Iklim kompetisinya akan lebih menarik.

    Jika dengan PPnBM bisa menyebabkan harga kian melambung, maka kelak PT RAI bisa mengajukan permohonan pengurangan pajak melalui skema kuota kandungan lokal dan mengajukan diri sebagai rekanan BUMN dalam pengadaan produk import, dengan menjadikan produk PT RAI sebagai alat barter. Dengan demikian, negara tidak dirugikan, bahkan sangat mungkin lebih diuntungkan, karena selain akan mampu menjaga stabilitas Rupiah, kita juga tidak kehilangan mata rantai ekonomi dari kegiatan import yang dilakukan, karena seluruh proses produksi berada di dalam negeri. Semoga PT DI dan PT RAI bisa menjadi rekanan abadi yang saling menguntungkan. Amien..!

  8. Semoga Pak Habibie masih diberi kesempatan untuk melihat penerbangan perdana hasil karya beliau. Amin

  9. Mohon pencerahannya?!, menurut kabar burung beo, blue print dan lisensi N250 dipegang oleh BJ Habibie, dan tidak diberikan kepada PT.DI untuk mengembangkannya, padahal dulu biaya riset dan pengembangannya dibiayai oleh negara. Yang punya info tolong dibantu.

    • @Bung BOY
      N 250 blue print dan hak patent PASTI milik PT DI (Negara)
      Maka dari itu Ilham Habibie membuat design baru yaitu R 80 berbasic dari N 250.
      Dengan R 80 desain baru (diperpanjang airframenya) maka hak paten dan blue print nya milik PT RAI (perusahaan Ilham),dan sekarang ini tahap desain saja belum kelar karena masih mempertimbangkan konfigurasi sayap diatas (seperti desai sayap N250) atau sayap dibawah airframe (seperti pesawat boeing)

      PT DI hanya sebagai kontraktor saja,sehingga R 80 (nex N250) nanti murni program SWASTA.
      Pasar N 250 original baik versi sipil,dan militer sudah banyak terisi dengan pesawat baru yg muncul saat N 250 diamputasi seperti ATR dan C 295.

      R 80 terealisasi tergantung DANA yang bisa dihimpun oleh PT RAI
      bisa saja PT RAI beralih ke malaysia atau ke singapura karena pemerintah disana mau MENYERTAKAN MODAL supaya R 80 bisa diproduksi dinegaranya.
      dan bila itu terjadi PT DI hanya bisa mengembangkan lagi N 250 ori produk PT DI

      N250 memang BELUM mendapatkan sertifikasi baik dari lembaga Sertipikasi Pesawat Terbang yg dikeluarkan DGAC ( Directorat General Aviation Certivicate ) RI yang tunduk dan meratifikasi pada FAA yg telah diakui badan sertipikasi penerbangan dunia ICAO PBB.

      Pesawat apapun kalau tidak mendapatkan Sertipikat kelayakan dan kelaikan terbang tidak akan di ijinkan tinggal landas, terbang dan mendarat di wilayah yurisdiksi RI.
      Kelayakan dan kelaikan itu berupa nomor register pesawat misalkan ; PK-Nowyoudont
      atau lazim disebut call sign pesawat atau nomor plat polisi di kendaraan bermotor.

      Pesawat N 250 sampai akhir hayatnya belum mempunyai “call sign” terbang tetap memakai XN – 250 yg berarti pesawat Experimental ( X ) yg tidak akan di ijinkan di operasikan membawa penumpang dan atau barang dan di ijinkan terbang pada ketinggian tertentu dalam radius tertentu pada jam tertentu yang kesemuanya terbatas, termasuk landasan pacu mana saja yang di perbolehkan take-off and landing.

      Tanpa Sertipikat, pesawat tidak akan mempunyai “Call Sign” dan tidak akan di ijinkan melakukan aktivitas penerbangan apapun.

      proses Sertifikasi N 219 nanti diharapkan untuk membuka hubungan PT DI dengan lembaga sertifikasi Internasional sehingga agak gampang nanti untuk mengurus sertifikasi pesawat lainnya termasuk R 80 nanti,
      IMHO
      Mungkin bung WH bisa menambahkan dan membenarkan uraian saya diatas

  10. Alhamdulillah… semoga tdk ada oknum2 atau siapapun yg melakukan hal2 kotor agar pesawat ini tdk bsa terbang sperti dulu yg dlakukan oleh IMF. Amiiiiiiiinn

  11. semoga berhasil:
    1. pesawat komersil buatan lokal.
    2. pesawat tempur buatan lokal.
    3. submarine buatan lokal.
    4. roket buatan lokal.
    5. tank buatan lokal.
    6. bullet train buatan lokal.
    7. kapal induk buatan lokal.

    amin 😀

  12. Sungguh merinding & bangga saya melihat video “First Flight Pesawat n250′ diatas om.. Bangsa Indonesia bangsa yang maju. Kita harus bangkit jangan mau dikerdilkan lagi.

    Semoga Pesawat R80 buatan PT RAI. milik Bpk Ilham Habibie ini berhasil mengudara, terjual laku baik pasar lokal maskapai Indonesia juga pasar internasional maskapai Internasional. Amin.
    Jayalah PT RAI. Terbanglah Pesawat R80. Amin
    Dengan modal Swasta LEBIH BAIK, dari pada modal Pemerintah yang terjadi pilpahit seperti dulu.

  13. jangan takut memoles cat warna-warni dekoratif yang futuristik menarik untuk layak di beli produk pesawat itu, meskipun belum bisa terbang. pak habibie dan pak ilham sudah baik, namun mustinya tidak boleh melihat nuansa kenegaraan saja yang bisa beli, tetapi harus pintar dan lihai, ngegombal dikit perusaan-perusaan swasta raksasa di negara-negara lain umpamanya, yang senang akan berpergian,plesir,contoh pemain bola dunia, artis dunia, dll. yang penting casingnya bro!! pasti indent tuh bro!! sedikit tips saya banyaklah doa dan slamatan makan-makan bagi kolega asing juga handai tolan yang bisa melancarkan jasa transportasi ke bagsa kita dari pada di indent hutang mulu dan hutang waktu dari kesalahan itulah maka dijadikanlah sebagai alasan klasik dari negara-negara lain terhadap bangsa kita, sehingga menjadikan bangsa kita kurang giat heee…. omedetoo gozaimasu arigatoo.

  14. R-80 proyek ambisius, udh bermesin jet dan kapasitas 80-an penmpang, melebihi N250 yg mati suri. Kl terwujud n dpt sertifikat laik terbang (dan laku dijual), ane bener2 angkat topi, Maju terus..

  15. Kalau sejak dulu N250 didukung oleh segenap bangsa Indonesia pasti N250 sudah jaya… tapi sayang ada diantara bangsa kita yang beberapa gak suka kalo kita maju soalnya dirinya merasa tidak diuntungkan… sekarang juga banyak… Mungkin sudah dikipasi pihak luar yang tidak mau kalo industri kedirgantaraan Indonesia jaya.. kali ini R80 harus jalan terus jangan sampai seperti N250 nasipnya..

 Leave a Reply