PT DI Siap Produksi AS 565 Panther TNI AL

28
173
 Helikopter anti kapal selam AS-565 Panther (photo:eurocopter)
Helikopter anti kapal selam AS-565 Panther (photo:eurocopter)

TNI AL sedang bernegosiasi dengan PT DI untuk akusisi antara 11 hingga 16 helikopter anti-kapal selam AS 565 Pantherย . “Kami sedang bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia tentang pengadaan ASW Panther, tetapi jumlahnya masih dibahas”, ujar Wakil Presiden Marketing PT DI Arie Wibowo.

Dia mengatakan TNI AL membutuhkan minimal 11 helokopter, namun jumlahnya bisa mencapai 16 unit.

Arie Wibowo menambahkan kontrak kemungkinan ditandatangani di akhir tahun 2014. Pengiriman dilakukan 12 bulan setelah kontrak ditandatangani dan selesai dalam waktu dua tahun. Namun hal itu akan tergantung dengan paket kelengkapan yang akan digunakan helikopter.

Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter (photo:deagel.com)
Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter (photo:deagel.com)

Jika kontrak ditandatangani, maka PT DI akan mendapatkan helikopter setengah jadi (green aircraft) dari Airbus dan bertanggung jawab untuk menginstal berbagai sistemnya di fasilitas PT DI Bandung, Jawa Barat. Local content yang ditawarkan oleh AS 565 telah mengalahkan kontestan lainnya, yakni AgustaWestland Super Lynx 300.

Helikopter Panther AS565
Helikopter Panther AS565

Helikopter AS565 bisa dioperasikan di kapal perang maupun pangkalan di darat.

PT DI dan Airbus Helicopter telah memiliki hubungan yang panjang. Sejak tahun 2008 PT DI telah memproduksi airframe untuk helikoper Super Puma AS332 di Bandung Jawa Barat. Dalam tiga dekade terakhir PT DI telah memiliki lisensi untuk merakit helikopter ringan BO105 dan helikopter transport Puma SA330.

Pada November 2013 PT DI mendapatkan order dari Airbus Helicopter, untuk membuat main fuselage helikopter Eurocopter EC225/725. (Flightglobal).

28 KOMENTAR

  1. Ok saya kasih background sedikit, karena ada pengurangan anggaran heli AKS jadi masih terjadi perdebatan. masalahnya banyak armament yg dipotong, jadinya masih ada perdebatan dengan user, dan akhirnya pihak pengadaan minta user perbaiki lagi armamentnya dengan anggaran yg ada. Kasihan usernya, ;-(

  2. Bagus antara TNI AL dg PT DI sdh senergi, yang mana PT DI sdh ada lisensi dr AirBus jadi ndak sulit2 utk mau diapakan masalah speknya dan nantinya setiap kapal yg ada geladak helinya hrs ada pesawat heli panther AS565 utk menghancurkan hantu2 laut yg mau masuk ke laut Indonesia. Spt KCR -60 hrs dijadikan hantu laut dg membentuk tim terdiri dari 5 kapal KCR-60 dg spek 2 pemburu kapal selam(terpedo) yg 3 sbg penyerang pesawat terbang (kapal rudal) kalau ada geladaknya helinya KCR-60 hrs dilenkapai heli Panther AS 565. Bravo TNI AL…………………………..