Nov 092016
 
Dua kapal selam pesanan Indonesia dibuat di Korea Selatan dan 1 Kapal Selam akan dibuat di PT PAL Indonesia dengan transfer teknologi.

Dua kapal selam pesanan Indonesia dibuat di Korea Selatan dan 1 Kapal Selam akan dibuat di PT PAL Indonesia dengan transfer teknologi.

Bandung – PT Len Industri (Persero) menandatangani tiga MoU kerjasama dengan perusahaan pertahanan asal Turki, Aselsan, LIG Nex1 Korea Selatan serta Isihellas dari Yunani. Kerjasama ini ditandatangani saat pergelaran Indo Defence Expo & Forum 2016, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 2 hingga 5 November 2016.

Manager Komunikasi Korporasi PT Len Industri, Donny Gunawan mengatakan, penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Len – Zakky Gamal Yasin, Nazim Altintas – Member of Board Aselsan, dan Shigon Kim – Senior Vice President LIG Nex1 yang didampingi oleh jajaran direksi lainnya Kamis (3/11/2016). Sehari setelah itu, Direktur Operasi 2 Len – Darman Mappangara dan Business Development Director Isihellas – Nikos Gkikas menandatangani MoU kerjasama pertahanan pada event yang sama.

“Bentuk Kerjasama Len – Aselsan Turki berupa ToT (Transfer of Technology) di bidang sistem telekomunikasi dan rencana pembangunan fasilitas produksi Aselsan di Len Technopark, Subang,” tulis Donny dalam rilis, Rabu (9/11/2016).

Kerjasama ini bukanlah yang pertama, di tahun 2014-2015 Len-Aselsan bekerja sama dalam penggadaan 40 radio militer di 36 lokasi perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan. Sedangkan MoU Len – LIGNex1 berupa ToT (Transfer of Technology) di bidang Combat Management System (CMS/ Sistem Manajemen Tempur) untuk sub-marine atau kapal selam.

PT Len yang tergabung dalam Paviliun Industri Strategis Indonesia memamerkan produk andalan di bidang pertahanan seperti : Alkom Radio HF & VHF Manpack dan Vehicular, UAV (pesawat tanpa awak) dan CMS Mandhala yang telah menarik perhatian Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta beberapa pejabat militer lainnya .

Sumber : Jabar.tribunnews.com

Berbagi

  27 Responses to “PT Len dan LIG Nex1 Korea, Kerjasama CMS Kapal Selam”

  1.  

    Lha trus kerjasama dg yunani dibidang apa ya?

  2.  

    Ternyata dampak positif dari indo defence sangat banyak ya…walau kontrak su 35 blm, tp ada banyak pembelian ataupun kerjasama yg dilakukan oleh negara2 peserta…

  3.  

    pertamini

  4.  

    Kerjasama Indonesia dg 3 negara yg punya lisensi U209-214, Turki-Yunani-Korsel. Kok gak langsung sama Jerman sekalian ya..

    •  

      @putra

      Yang ini kerjasamanya bukan langsung tentang teknologi kasel tapi sekitar jeroannya, om putra

      Dg aselsan/turki kerjasama alkom
      Dg LIG/korsel ttg CMS yang patron teknologinya dari norwegia
      Dg isihellas kerjasama datalink-setara link 22 yang dominan digunakan utk AL yang menjembatani komunikasi data&suara antara berbagai aset AL (heli/pesawat mpa, kaprang, kasel, drone, mabes)

      Yang mengherankan, AL sudah menggunakan link-Y buatan thales….atau jangan2 thales gak mau berbagi TOT?

  5.  

    Turki – Indonesia makin hangat saja mantap sejarah berulang ingat jaman diponegoro yang bantu Indonesia juga turki ustmani

  6.  

    Wow

  7.  

    Kira-kira berapa ya nilai total transaksi di INDO DEFENCE 2016 dan nilai total penjualan dari BUMN serta nilai total dari pengeluaran dari TNI untuk transaksi di acara tersebut.

    Kira-kira Perusahaan / Negara manakah yang memiliki nilai transaksi tertinggi di acara INDO DEFENCE 2016.

    Semoga saja bung Diego dapat memiliki data yang valid untuk di sajikan secepatnya kepada WARJAG.

  8.  

    Lah bom nya mana ?? Rudal mana ??

    Hahaha

  9.  

    Mantap

  10.  

    Cintia [email protected] so kita harus bilang takut gt sama singa hahaha
    Cintia mulutmu tu yg bacot byk omong mending lo yg diem gak usah bacot gmn!!

  11.  

    Sepertinya anda ini bung diego

  12.  

    Pertamax

  13.  

    Lanjutkan

  14.  

    lanjut.. biasanya klu produksi ato gengembangan rudal past ada bersifat rahasia menyangkut nilai strategis. kbanyakan stiap negara past tentu mengembangkan rudal apa lg negara kita indonesia yg bgitu bsar dan kaya SDA nya,. semua jg tau klu rudal memiliki nilai yg besar di banding alutsista lainya. maka dr itu di pastikan indonesia kita diam2 di pastikan mengembangkan rudal tentunya.. jgn samakan negara2 yg kurang maju.

  15.  

    Ini kutipan dari formil sebelah

    ++ Quote ++
    Indonesia Akan Memesan Lagi Kapal Selam
    Setelah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan, Indonesia berencana membeli tiga unit lagi sebagai bagian dari program kekuatan minimum essential (MEF) negara.
    https://4.bp.blogspot.com/-JYof1fPCH0k/WBviYfq2CZI/AAAAAAAAJWc/8AAwuNLm2WISBpyb8wNPl9QgW2k9U3vmQCPcB/s1600/peluncuran-kapal-selam-ke-2-indonesia-oleh-dsme-2%2B%2528kaskus%2Bmiliter%2529.jpgBold and Beauty, KRI 404 Trisula [TNI AL]

    Komite Pertahanan Kebijakan Industri (KKIP) mengatakan Indonesia belum memutuskan dari mana produsen kapal selam yang akan dipesan lagi.

    “Yang pertama, kedua dan ketiga kapal selam dikembangkan di Korea Selatan,” ungkap Kepala departemen korporasi dan pemasaran KKIP Laksamana (Purn) Yussuf Sollichien kepada The Jakarta Post di Jakarta, Kamis.

    Dia mengatakan Indonesia belum memutuskan, apakah akan membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan.

    http://cdn.newsapi.com.au/image/v1/782148b47bf560941182bd5d9ee84065Ilustrasi kapal frigat multirole Iver Huitfeldt [newsapi]

    Indonesia telah memesan tiga jenis 209/1400 Chang Bogo class, kapal selam serang diesel dari perusahaan pertahanan Korea Daewoo Shipbuilding and Marine engineering (DSME).

    Angkatan Laut saat ini mengoperasikan dua kapal selam buatan Jerman, KRI Cakra (401) dan KRI Nenggala (402), yang dibangun pada 1980-an. Kapal selam yang dijadwalkan akan dinonaktifkan pada tahun 2020.

    Selain tiga kapal selam baru, Indonesia juga berencana untuk membeli kapal frigat rudal dan kapal cepat rudal.

    “Indonesia tidak ingin menurunkan persyaratan operasional dan teknis, jadi kami akan membeli dari luar negeri. Namun, kita perlu transfer teknologi [ToT] sebagai yang diamanatkan oleh undang-undang,” kata Yussuf. [The Jakarta Post]
    ++ Unquote ++

  16.  

    Harapan kedepan Indonesia bisa memproduksi mulai Tank, Rudal,Destroyer,KFX,Submarine, Dgn skema bisnis TOT,Pelan tapi pasti kita bisa mengangkat derajat alutista indonesia lbh baik, data yg terintegrasi dlm 1 link,memungkinkan kerahasian informasi,tapi perlu diingat,peralatan yg dibeli dr luar negeri tanpa skema tot, kudu diperiksa/install ulang,menghindari penyusupan sistem data server induk.

  17.  

    industri pertahanan indonesia on the right track, alhamdulillah,,,

 Leave a Reply