Nov 082018
 

Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri peluncuran Len-S200 radar perngawas udara dengan jangkauan 200 km © PT Len Industri.

JakartaGreater.com – PT Len Industri (Persero) kini telah berhasil mengembangkan sistem radar militer Len S-200 dengan kemampuan deteksi target hingga 200 km pada ketinggian 10.000 kaki. Radar ini menjadi produk radar yang berhasil diproduksi oleh Len Industri, seperti dilansir dari laman Sindonews.com.

Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan, bahwa produk ini adalah radar dua dimensi yang ditujukan untuk pengawasan wilayah udara. Demi untuk menjaga performanya, radar ini menggunakan teknologi solid state pada dibagian modulnya serta mengunakan pita frekwensi S (S-band).

“Kelebihan dari radar ini yaitu tak hanya memiliki primary surveillance radar, tetapi juga dilengkapi dengan secondary surveillance radar, sehingga mampu mendeteksi target udara dan melakukan fungsi identifikasi. Sedangkan untuk TNI, radar ini dilengkapi sistem yang mampu memberikan situasi taktis”, kata Zakky Gamal Yasin di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Selain radar, Len Industri juga merilis produk terbaru hasil karya anak negeri, Lensolar. Produk tersebut adalah jawaban Len Industri terhadap rencana pemerintah mengubah 23% pasokan energi menjadi energi terbarukan.

Zakky Gamal Yasin mengatakan bahwa selain radar pengawasan udara Len-S200, inovasi Lensolar menggunakan sistem solar PV juga ditujukan bagi perumahan dan perkantoran. Produk ini cenderung lebih terjangkau dan mampu dibeli masyarakat luas.

“Untuk produk solar, kami buat sendiri. Bahan baku yang masih impor hanya solar sel saja. Sisanya menggunakan bahan baku lokal. Ini sejalan upaya kami sebagai BUMN menjadi pelopor produk dalam negeri untuk mengurangi impor”, kata Zakky.

Menurutnya, Lensolar dibuat dalam tiga tipe, yaitu 1,5 KW, 3 KW dan 5KW. Lensolar ini didesain mampu melakukan skema impor dan ekspor listrik dari dan ke jaringan PLN. Produk ini juga diklaim dapat menghemat listrik hingga 30% dan dijual dengan harga kompetitif.

Penelitian dan Pengembangan Radar Pasif  Tahap II 

Pada Kamis, 01/11/2018, Balitbang Kemhan melalui Puslitbang Alpalhan Balitbang menyelenggarakan seminar litbang radar pasif tahap II – III TA. 2018. Seminar dengan tema “Litbang Pembuatan Radar Pasif Dalam Meningkatkan Kemampuan Operasi Pertahanan Udara Nasional” ini, digelar di Kantor Balitbang Kemhan, Jakarta, dirilis situs Kemhan RI.

Seminar dihadiri oleh Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.T., M.Si (Han), Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, Dislitbangau, Kohanudnas, Diskomlekau, PT. LAPI ITB.

Hadir sebagai pembicara adalah Kabid Matra Udara Puslitbang Alpalhan Kolonel Lek Ir. Bambang Edhie Sahputro, M.T., dan PT. LAPI ITB antara lain Bapak Dr. Joko Suryana, S.T., M.T., Bapak Fahrianza Yahya Ali, B.Comp dan Bapak Ir. Sapto Adi Nugroho, serta moderator Kolonel Kal Putro Sasono dari Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan.

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai sarana litbang dalam mewujudkan kemandirian bidang radar dan kemampuan menciptakan platform radar pasif yang sesuai dengan karakteristik wilayah kesatuan RI. Selain itu menstimulasi penguasaan core teknologi radar dari segi SDM dan fasilitas sekaligus mengukur kemampuan domestik dalam mengeluarkan kemampuan teknologi radar yang berkembang saat ini.

Penelitian ini memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi dalam tugas dan fungsi litbang dalam mendukung perkembangan mandiri pertahanan. Penelitian ini juga komitmen bersama seluruh pelaku kegiatan litbang radar pasif dalam kerjasama mewujudkan produk litbang yang handal dan menciptakan kemampuan pertahanan udara yang memiliki efek detterance terhadap lingkungan regional maupun global.

  5 Responses to “PT Len Industri Kembangkan Radar 200 Kilometer”

  1.  

    Mantap, kedepan harus bs bikin Aesa.

  2.  

    bisakah radar juga memiliki alat lain utk mengelabui rudal musuh penghancur radar? Yaitu memindahkan frekuensi ke alat umpan, mematikan radar sementara..? mmng target musuh adalah menghancurkan radar radar dulu..

  3.  

    len S200 daya deteksi sejauh 200km kayaknya memang dirancang untuk kapal kapal perang patroli yang mampu mangarungi ZEE 200 km. mungkinkah untuk menggantikan kelas parchim dan dipakai di kapal KCR 60 nantinya?

 Leave a Reply