Nov 022016
 
MRSS akan didasarkan pada desain 150 m oleh PT PAL, yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. (IHS/Patrick Allen)

MRSS akan didasarkan pada desain 150 m oleh PT PAL, yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. (IHS/Patrick Allen)

Badan Usaha Milik Negara di bidang perkapalan PT PAL Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Boustead Naval Shipyard (BNS) untuk membangun multirole support ship (MRSS) pertama Malaysia di Indonesia.

MOU itu ditandatangani di ajang pameran Indo Defence 2016 di Jakarta pada hari Rabu (2/11) ini. Nota kesepahaman tersebut dapat membuka jalan bagi PT PAL Indonesia untuk bekerja dalam proyek pertama untuk membangun sebuah kapal Angkatan Laut Malaysia (RMN), jika kontrak diberikan kepada BNS.

Managing Director BNS, Ahmad Ramli Moh Nor, yang menandatangani MOU atas nama perusahaan Malaysia, menjelaskan perjanjian itu sebagai momen bersejarah antara kedua negara.

Sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh PT PAL, desain dasar untuk platform landing dock (LPD) -seperti MRSS memiliki panjang keseluruhan sekitar 150 m, balok keseluruhan sekitar 24 m, dan draft 6 m. Platform ini telah dirancang dengan kecepatan tertinggi sekitar 18 kt, kecepatan jelajah sekitar 15 kt, dan daya tahan sekitar 30 hari.

Kapal dapat dipersenjatai dengan 76 mm naval gun dan sejumlah 12.7 mm machine gun positions.

Sementara itu, seorang pejabat dari PT yang berbicara kepada IHS Jane di ajang Indo Defence menekankan bahwa pembicaraan dengan RMN dan BNS masih berlangsung, dan konfigurasi akhir berdasarkan kebutuhan layanan hanya akan tersedia di kemudian hari.

Salah satu persyaratan RMN adalah kapal harus mampu menampung dua helikopter di dek penerbangan, di samping dua helikopter di dalam hanggar, kata PT PAL, yang menambahkan bahwa ini mungkin berarti memperpanjang panjang platform sekitar 163 m.

Sumber: IHS Janes

jakartagreater.com

  113 Responses to “PT PAL – Boustead Teken MoU, Bangun Kapal TLDM di Indonesia”

  1.  

    TES

  2.  

    150-163m? Panjang + gueedee buener broooww,indonesia aj blm pny,congcart klo jd!!

  3.  

    pada khawatir ya ma berita ini ??
    tenang warjager semua, steel cutting baru dilaksanakan setelah DP 40% dibayar, klo mereka tidak bisa melunasi sisanya kapal menjadi milik Indonesia dan DP dianggap hangus
    setelah itu mo dipake sendiri boleh, dijual ke negara lain yg berminat jg boleh
    dijualnya dgn harga awal plus dpt uang dr DP yg hangus

  4.  

    Saya malaysia ingin bermain manis dan cantik skr. Sesungguhnya malaisya ingin kerjasama dgn indonesia juga sebagai benteng dri dln wacana lcs. Indonesia masih menganggap Indonesia sbg partner yg bisa di andalkan dan berani dln wacan lcs.

  5.  

    Wah, . .ini lebih bagus dari LPD yang dimiliki Indonesia sekarang . . 🙂

  6.  

    Stop SARA. Kita juga tidak bisa hidup sendiri. Manusia itu makhluk sosial. Kita butuh rekan, teman, sahabat. Jadi jangan angkuh seolah2 kita berdiri sendiri. Sangat disayangkan bila kita menyombongkan diri. Karena Tuhan pun tidak mengizinkan kita sombong. Hanya Tuhan lah yang bisa sombong. Karena kita masih banyak kekurangan. Tidak ada salahnya siapapun yang ingin berniat baik dengan kita, kita terima dengan senang. Lagipula kita juga diuntungkan. Kok iya ada orang beli malah dihina. Soal TKW or TKI. Tetangga saya banyak yang ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan. Tapi mereka semua masih dalam keadaan sehat walafiat sampai sekarang. Jadi kalo masalah penyiksaan, bisa jadi itu perorangan bukan semua warganya yang menyiksa WNI. Coba kalian semua disebut tukang cabul, tukang ganda kan uang padahal kalian tidak melakukannya. Hanya karena ulah satu orang nama bangsa ini tercoreng. Jadi kita jangan menilai dengan cara seperti itu. Jadilah masyarakat yang cerdas. Itu juga akan mempengaruhi kemajuan bangsa ini bila kita berpikir cerdas. Maju Indonesiaku.

  7.  

    salam warga jakartagreater,
    dalam program 15 to 5 rmn, 15 kelas kapal akan dikurangkan menjadi 5 kelas kapal. 5 kelas kapal tersebut ialah lcs (12 buah-6 sedang dibina), ngpv (18 buah-6 sudah siap), kapal selam (4 buah- 2 sudah ada), lms (18 buah-masih belum ada) dan mrss (3 buah-masih belum ada). untuk lcs dan ngpv, malaysia telah memperolehi ToT dan blueprint kapal2 tersebut daripada pengeluar asal. untuk lms, baru kelmarin malaysia menandatangani pembinaannya dengan china berkemungkinan bersekali dengan ToT dan blueprintnya. buat masa ini, 2 buah kapal akan dibina di china dan 2 buah kapal lagi akan dibina di malaysia. 14 buah lagi lms dari jenis yang sama akan dibina sendiri pada masa hadapan. begitu juga 6 buah lcs dan 12 buah ngpv akan dibina berasaskan rekabentuk sedia ada. untuk mrss tender projek tersebut masih terbuka. BNS salah satu calon yang bakal memasok mrss ke dalam inventori tldm. buat masa ini dermaga pembinaan kapal BNS sangat sesak dan sibuk dengan projek lcs dan lms. berkemungkinan akan semakin sibuk sekiranya pertambahan ngpv akan dilakukan dalam masa terdekat. dalam keadaan ekonomi yang gawat pada ketika ini, BNS sukar bersaing dengan pemasok lain terutama dari china bagi mendapatkan tender mrss pada harga yang kompetitif kerana merekabentuk kapal baru atau pembelian ToT akan melibatkan kos yang tinggi di malaysia ditambah pula keadaan dermaga bns yang agak sesak dan sibuk pada ketika ini. salah satu pilihan, adalah bekerjasama dengan pt pal yang sememangnya ada membina kapal jenis yang sesuai dengan keperluan tldm. tldm memerlukan sebanyak 3 buah kapal mrss. sekiranyanya bns memenangi tender mrss, berkemungkinan akan melibatkan ToT dimana 1 atau 2 buah akan dibina di indonesia dan selebihnya akan dibina di malaysia dan sekiranya tidak melibatkan ToT, berkemungkinan ketiga-tiga mrss akan dibina di indonesia sepenuhnya. untuk kapal selam, tldm memerlukan 4 buah kapal dimana 2 buah kapal telah beroperasi. manakala 2 buah kapal lagi akan diperolehi kemudian. diharap semua forumer2 jakartagreater memandang positif perkara ini. wassalam…

    •  

      suupppppeeerrrrrrrrrr..sekaliiiiiiii….

    •  

      Hdeh,BNS sesak ? Ah ..yang benar ?
      BNS tidak punya Cutting steel Facility untuk standar kapal perang ,makanya GOWIND MALAYSIA sampai sekarang masih berupa gambar di atas kertas . Gowind Mesir yang belakangan sign contrak sudah melaut sementara Gowind Malaysia lebih duluan tapi sampai sekarang masih berupa gambar .
      BNS sama seperti perusahaan Malaysia lainnya hanya jadi BROKER ,Modal hanya karena dekat dengan orang kerajaan ,modal air liur je …

  8.  

    Hanya bisa angkut 2 helicopter? Kok Sedikit sekali? Tapi ….lebih panjang Dari LPD buatan PT PAL yang Sebelum nya….
    Lalu apa kelebihan nya …??

  9.  

    bonus untuk malingsia dikasih pisang aja

  10.  

    bkn mcm tu sahabat…harus di ingat pbelian ni atas dasar serumpun bknya terdesak atau pon terpaksa..rakyat indonesia harus berbangga dgn pencapaian pt pal bknya mengutuk sesama kita…

  11.  

    Dari gaya bahasanya ni org sprtnya malon palsu..
    kl tujuannya mau provokasi, kelaut aja om

  12.  

    Coment susah nick orang pd nyangkut. Ane mau bikin jkgr rebon aja ah.

  13.  

    hmmm…..163 m ya…?kalau bisa bikin kapal perang dengan panjang sampai 163m, bisa dibayangkan skema “plug and play” Iver Huitfeldt,

  14.  

    Overall setuju bung, jadi kasih yg kw3 saja yah?

  15.  

    Tes

  16.  

    Betul tuh pemerintah indonesia ko tol*l yah -_-

  17.  

    dan satu hal lagi…. itu anoa yang dibeli oleh malaysia suadah lunas belum?
    apa masih mampu bayar kagak cicilannya?

    jangan2 ngemplang dia. lah sukoi aja dia kagak mau bayar cicilan lagi… alias bokek.

  18.  

    Jangan sampe ilmu kita transver kemalon.