Sep 172014
 
Rampungkan Karya, PAL Indonesia Dorong Tumbuhnya Industri Maritim (Jakartagreater)

Rampungkan Karya, PAL Indonesia Dorong Tumbuhnya Industri Maritim (Jakartagreater)

Surabaya – Predikat sebagai Lead Integrator yang merupakan amanah UU 16/2014 menugaskan PT PAL Indonesia sebagai BUMN yang mampu memproduksi kebutuhan Alutsista TNI menjadi motor tumbuhnya Industri galangan kapal.

Dengan merampungkan pesanan TNI Angkatan Laut, PAL Indonesia terus berkarya untuk meningkatkan kebutuhan Armada Angkatan Laut menjadi WORLD CLASS NAVY.

Dengan menyerahkan Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60) total 3 unit dari Bacth Essential Force (MEF).

Kapal Cepat Rudal 60 meter ini merupakan jenis pengembangan dari Kapal Patroli Cepat (FPB-57) yang telah dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero) sebelumnya.

Setelah menyerahan KCR-60 Meter, Kapal Pertama “KRI SAMPARI-628” 28 Mei, dilanjutkan penyerahan KCR-60 Meter Kapal Kedua “KRI TOMBAK-629” 27 Agustus lalu, kini berurutan KCR-60 meter kapal ketiga dengan nomor pembangunan W000275 diserahterimakan kepada TNI-AL dan selanjutnya akan diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menjadi Kapal Perang Republik Indonesia dengan nama “KRI HALASAN-630”, Rabu (17/9/2014).

Penyelesaian Proyek KCR 60 Bacth Pertama ini dibarengi dengan pemotongan Plat Baja Pertama (First Steel Cutting) proyek Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR 10514) kedua.

Proyek kerjasama dengan Galangan Kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda ini sebagai pemenuhan Armada TNI Angkatan Laut.

Kerjasama dengan galangan laur negeri turut menyeimbangkan teknologi terkini pada Industri Perkapalan. Perkembangan kebutuhan kapal dan teknologinya selalu meningkat setiap tahunnya.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Laskdya TNI Didit Herdiawan, dan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansya Arifin.

image

Peluncuran kapal ketiga KCR-60 PT PAL (Jakartagreater)

Pada kesempatan, itu, Menteri Pertahanan juga memberikan arahan terhadap 250 Insan PAL Indonesia dalam melaksanakan Transfer Of Technology (ToT) proyek Kapal Selam. Proyek ini menjadi sejarah pertama di Indonesia dalam pembangunan Kapal Selam.

Sebagai Negara yang dipersatukan oleh laut, Indonesia sangat membutuhkan Armada kapal yang mencukupi dalam menjaga keutuhan batas wilayah laut.

Dengan terus mendapatkan kepercayaan dalam memproduksi Alutsista, secara tidak langsung juga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional sekaligus peningkatan kemampuan teknologi industri perkapalan dalam negeri.

Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan juga mempercepat terwujudnya cita-cita kemandirian Alutsista negara sebagai hal yang sangat esensial bagi bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI. Sehingga menempatkan bangsa Indonesia sebagai negara strategis yang dihormati dan disegani dalam kancah percaturan dunia. (DK)- JKGR.

Bagikan:

  41 Responses to “PT PAL Dorong Industri Maritim”

  1.  

    ONE

  2.  

    Semoga lancar…

  3.  

    keren

  4.  

    Pasang Brimstone bro

  5.  

    mantab…

  6.  

    mantap jaya

  7.  

    KCR ini apa saja senjata yg melengkapinya ya?

  8.  

    Absenn

  9.  

    SR

  10.  

    nyimak aja..

  11.  

    “…Penyelesaian Proyek KCR 60 Bacth Pertama ini dibarengi dengan pemotongan Plat Baja Pertama (First Steel Cutting) proyek Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR 10514) kedua..”

    sesepuh sekalian mau tanya nih,
    pengadaan PKR yang di PT PAL sudah seluruhnya dikerjakan orang indonesia, atau masih pakai tenaga ahli dari luar?
    satu lagi kira2 berapa biji yang dipesan buat TNI kita?

  12.  

    12

  13.  

    Asik, ini tulisan kontributor JKGR di Surabaya. Alhamdulillah, JKGR sudah mulai maju. 😀

  14.  

    Mantap, makin bangga 🙂

  15.  

    juossszzz gandoozzz kotozzzz koootttoozzz ngedeblozzz :mrgreen: maju terus industri alutsista lokal,ane yakin tetangga mesem2 :mrgreen:

  16.  

    setiap tahun 3 unit KCR 40 dan 60 ajah,,,bejibun :mrgreen:

    ehh napa selalu nongol ginian bung diego? Error establishing a database connection

  17.  

    mantap

  18.  

    nah ini yang saya suka product dalam negeri , mantap …..lanjutkan…!!!!
    bangun jg pkr,corvert,fregaet,ks,lpd,lst,dan lain2

  19.  

    Siip PT PAL harus menjadi leader bagi industri maritim Indonesia bagi sipil maupun militer yg berkelas dunia…menuju poros maritim dunia bukan mimpi bila kita serius berusaha menjadikannya kenyataan

  20.  

    Berharap sich duet pak Poer & pak SS trus di pemerintahan baru..agar MEF Jilid 2 bisa sesuai koridor yg direncanakan..:)

  21.  

    menunggu destroyer made in PT PAL 😉

  22.  

    DK siapa nih bung dewa kembar kah?

  23.  

    kedepan bolehlah dipasang rudal anti pesawat jenis mistral dari perancis itu …..

  24.  

    kecil kecil kalo kesenjataanya lengkap ….lawan mikir juga kalo berhadapan ….apalaagi jumlahnya banyak hehehe toooooooooooooop

  25.  

    Sekali lagi selamat! Moga sebuatannya bertambah salah satunya kota lontong…., (lontong balap, lontong serem-KS…, maaf Bung PS minjam seremya), eh ada juga cak lontong yg suka makan lontong daging…..he he, Moga menggerak industri2 yg lainnya. Moga sehat2 semua dan salam NKRI

  26.  

    Menurut saya kapal kayak gini harus diperbanyak
    soalnya harga murah, kecepatan tinggi, efek deterrentnya tinggi
    harusnya kapal kayak gini pasang ciws sekelas ak-630 ato goalkeeper
    dibagian buritan kasih manpads buat ngelindungi bagian belakang

  27.  

    Blm ada rudal anti seranga udara?semoga bisa dilengkapi dgn rudal yg akan diproduksi dlm negeri.

  28.  

    Yang mengerikan tuh china dan India sebenernya kalo ancaman Laut, Tapi Keusilan Malaysia Juga Harus terus diperhatikan agar kasus nunukan tak terulang kembali,
    Sungguh Prihatin, Pemerintah ga Respect ke masyarakat pedalaman Sehingga Masyarakatnya malah jadi Pindah warga Negara…
    Menurut Saya Pembangunan Rumah Sakit Di Daerah Perbatasan Negara Itu Hukumnya
    ” Wajib And Kudu” Mengapa Wajib and kudu???
    Lah bagaimana Masyarakat mau mengabdi ke negara Orang Masyarakat kalo sakit dilayani sama Rumah sakit negara Lain Itu Kan LUCU sekali, Saya Berharap keseriusan Pemerintah dalam membangun Bidang Sektor Pembangunan dan Pelayan kesehatan di wilayah perbatasan 😀 😀 😀

 Leave a Reply