Jul 052019
 

dok. Kapal selam KRI ALugoro dipindahkan dengan tongkang medium (foto : PT PAL, @IMF)

Surabaya, Jakartagreater.com    –   PT PAL Indonesia dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Korea Selatan (Korsel), akan kembali membangun 3 kapal selam dalam upaya memenuhi Minimum Essential Force (MEF).

“Pada 12 April 2019 itu sudah signing di Pindad, Bandung, Jawa Barat dengan nilai 1,2 miliar dollar Amerika untuk 3 kapal. Pembiayaannya melalui pinjaman luar negeri dan sampai sekarang masih berproses di Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” kata Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Irianto Sunardi, saat menerima kunjungan rombongan wartawan Kementerian Pertahanan, di Kantor PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, dirilis Antara, 4-7-2019.

Irianto berharap sebelum akhir tahun ini sudah efektif dilakukan pembangunan kapal selam dengan tipe 209-1400 karena DSME sudah siap. “Begitu juga dengan kami PT PAL, juga sudah siap dengan segala perjanjiannya. Jadi perjanjian seksi mana saja yang dibikin di sini dulu dan mana yang dibuat di sana, sampai kapal selam yang ke enam full dibuat di sini,” katanya.

Irianto mengaku, seluruh perjanjian antara kedua pihak sudah siap tinggal menunggu keputusan dari Kemenkeu. Saat ini, kata Irianto, pihak yang telah siap mendanai proyek tersebut adalah Korean Exim Bank. Berdasarkan catatan Bappenas, bank tersebut masuk dalam kategori Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE) atau Export Credit Agency (ECA).

Namun, Kemenkeu masih melihat pemberian pinjaman oleh bank tersebut pada pembuatan kapal selam batch pertama masih mahal. “Kemenkeu melihat Indonesia saat ini tingkat investasinya bagus sehingga harapannya lebih murah dari penawaran 3 kapal selam yang batch pertama. Ini yang belum ketemu. Kalau itu sudah efektif, Insya Allah kita bisa mulai akhir tahun ini,” jelasnya.

Dalam pembuatan 3 kapal selam pada batch kedua ini, ada peningkatan-peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, baik persenjataan maupun kenyamanan lainnya. Indonesia sebelumnya telah menerima tiga kapal selam dari hasil kerja sama dengan Korea Selatan.

Dua kapal selam yang dibuat di Korea yakni Nagapasa 403 dan Ardadedali 404 yang saat sudah beroperasi. Sedangkan, satu kapal selam Alugoro 405 saat ini dalam proses uji ketahanan di utara Pulau Bali. “Kita cari laut yang dalam untuk sea trial. Diuji coba berbagai macam diperbaiki lagi sampai waktunya kita serahkan pada 2020 mendatang,” jelas Irianto.

Kemampuan PT PAL dalam membangun kapal selam membuat Indonesia menjadi negara satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bisa membangun kapal selam Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara pertama yang bisa membuat kapal selam.

Menurut Totok, industri pertahanan yang dinakhodai oleh PT PAL dinilai mampu membuat Alutsista khususnya untuk Angkatan Laut (AL) sesuai dengan amanat UU No 16 Tahun 2012. “Saya berharap PT PAL bisa berkembang, lebih hebat, lebih canggih dan disegani oleh negara-negara di Asia Tenggara bahkan dunia,” katanya.

  6 Responses to “PT PAL-Korsel Siap Bangun Lagi 3 Kapal Selam Baru”

  1.  

    Kapal selam lagi mbah.
    Biar kecil tapi sengatannya ampuh. Kapal destroyer AS spt Alek Burket pun mampu disengat dengan senyap mbah….xicixicixicix

  2.  

    wah langsung aja ni, apa ga ada IMBAL DAGANG lagi kaya sukhoi ? wkwkwkwk

  3.  

    saat 3 unit batch pertama chang class angkat jempol full, tapi utk batch kedua saat ini … sy kecewa karena gak naik kelas ke U218 …

  4.  

    Ya tidak apa apa mirip dengan 3 submarine batch pertama….itu sudah Alhamdulillah.
    Tapi …pasti ada perubahan specifications…walaupun sedikit..
    Kalau sudah pintar sekali …Baru bikin submarine dengan specifications tersendiri versi PT PAL Surabaya…

  5.  

    body CHANGBOGO daleman ADVANCE KILO

  6.  

    Changbogo class TNI AL jika kemenhan sungguh2 berniat melengkapinya dengan persenjataan yang mumpuni seperti dilengkapi rudal karena spesifikasinya juga mampu luncurkan rudal maka changbogo tetap layak untuk ditakuti keberadaannya bagi kapal perang musuh. Tidak pernah ada jaminan bahwa kapal selam yang lebih canggih mesti lebih hebat, tetapi tidak pernah ada yang berani jamin pula bahwa kapal perang canggih musuhpun akan selamat dan awak kapalnya tetap akan berkeringat dan stress berat jika mereka memasuki perairan yang habitat changbogo nya cukup banyak, karena bahkan di kalangan militer laut pun walau sekarang seabrek peralatan sensor canggih di kapal perang permukaan lengkap, tetap sulit mencari dan mengunci kapal selam sederhanapun yang bergerak senyap dikedalaman samudra.