Nov 062013
 
Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m

Indonesia dan Korea Selatan bekerja sama untuk membangun tiga kapal selam. Untuk keperluan itu Indonesia akan mengirim 208 orang dari PT PAL untuk mendapatkan pendidikan di Korea Selatan. Dari ketiga kapal selam tersebut, rencananya ada satu kapal yang akan dibangun di Indonesia. Tetapi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menekankan, PT PAL harus siap sebelum melakukan pembangunan tersebut.

“Kebutuhan kapal selam dan korvet (kapal perusak rusak), akan dibangun di Indonesia. Diperlukan kesiapan PT PAL berdasarkan undang-undang,” ujar menteri Pertahanan saat jumpa pers usai sidang ke-10 Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (6/11).

Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo:  MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (Photo: MC2 Benjamin Stevens/United States Navy)

Pembuatan kapal selam yang diserahkan kepada PT PAL, juga terhubung dengan BUMN agar mengetahui mengenai pembangunan ini. “Kapal kombatan harus terintegrasi dengan BUMN. Kebutuhannya berapa ? Apa yang dibutuhkan?” jelasnya.

Mengenai pembangunan kapal selam ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyetujui ide yang disampaikan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, konsep yang dijabarkan jelas karena memaksimalkan industri Indonesia.

“Menhan konsepnya jelas, semaksimal mungkin industri di dalam negeri,” ungkapnya di lokasi yang sama.

Rencananya Dahlan akan meminjamkan uang dari bank BUMN sambil menunggu dana dari APBN. Hal ini dilakukan agar proyek pembangunan kapal selam ini segera berjalan.

Dahlan bahkan menyebut pembangunan kapal selam ini penting. Sebab, Indonesia dikelilingi laut dan mudah dilalui kapal-kapal asing.

“Prinsipnya kapal selam ini penting. Karena dua per tiga negara kita adalah laut. Karena itu, hal ini bisa dilalui kapal di atas, di dalam dan udara. Perlu untuk kita jaga pintu masuk dan pintu keluarnya,” jelasnya. (Merdeka.com).

  61 Responses to “PT PAL Segera Bangun Kapal Selam”

  1. KKIP Gelar Sidang Ke-10 Bahas Kesiapan PT PAL Dalam Memproduksi Alutsista Matra Laut.

    Jakarta, 06/11/2013. Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menggelar Sidang ke-10 dengan agenda pembahasan kesiapan industri dalam negeri khususnya PT.PAL dalam memproduksi Alutsista matra laut. Selain itu, sidang juga membahas program-program yang telah dan akan dilaksanakan KKIP.

    Sidang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Harian KKIP merangkap Anggota didampingi Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Sekretaris merangkap Anggota KKIP, Rabu (6/11) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

    Hadir pada sidang tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan selaku Wakil Ketua Harian KKIP dan Menteri Ristet selau Wakil Ketua Harian KKIP dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta selaku Anggota KKIP. Sidang juga dihadiri Tim Kelompok Kerja (Pokja) KKIP, Tim Asistensi KKIP, Sekretaris Pokja KKIP dan beberapa pejabat perwakilan dari sejumlah instansi terkait lainnya serta pimpinan BUMNIP/BUMS.

    Dalam kesempatan tersebut, Menhan selaku Ketua Harian KKIP memaparkan sejumlah program KKIP yang telah dilaksanakan meliputi bidang regulasi dan produk. Bidang regulasi meliputi Perpres No. 42 Tahun 2010 tentang organisasi, tata kerja dan Sekretariat KKIP, Buku cetak biru riset dan pengembangan produk Alpalhankam serta beberapa Keputusan KKIP.

    Sedangkan program–program bidang produk yang dilaksanakan KKIP meliputi industri kapal selam dan PKR, industri rudal C-705, turpedo, roket dan bom-100l, industri medium tank, industri panser amphibi, industri CMS/IWS, industri pesawat angkut, industri Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA/UAV), industri radar GCI, industri Alkom dan MKB.

    Menhan juga menjelaskan tentang Perpres Nomor 59 Tahun 2013 tentang organisasi, tata kerja dan sekretariat KKIP yang telah ditandatangani Presiden RI pada tanggal 30 Juli 2013. Berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2013 tersebut, KKIP yang berfungsi merumuskan dan mengevaluasi kebijakan mengenai pengembangan dan pemanfaatan industri pertahanan diketuai oleh Presiden RI. Dengan adanya Perpres Nomor 59 Tahun 2013, maka Perpres Nomor 42 Tahun 2010 dinyatakan tidak berlaku lagi.

    Sementara itu, mengenai kesiapan PT.PAL dalam produk Alutsista matra laut, hal tersebut dipaparkan oleh Wamenhan selaku Sekretaris KKIP yang beberapa waktu lalu telah melakukan peninjauan secara langsung ke PT. PAL di Surabaya. Paparan diantara-nya meliputi kesiapan PT. PAL dalam melaksanakan sejumlah program antara lain over haul KRI Cakra-401, pembangunan kapal SSV dan kerjasama pembangunan PKR.(dmc.kemhan.go.id)

  2. sebenarnya, R&D pada industri strategis macam ini bisa dikategorikan ekonomi kreatif. bisa jadi lumbung penghematan atau sumber devisa. sudah saatnya berhenti menggantungkan ekonomi nasional pada sumber daya alam yg terbatas.
    mudah2an pemerintahan nanti memberikan alokasi pantas untuk R&D

  3. Buat dan aplikasikan baru joss, tapi klo di publikasikan bakal bikin was” dan memicu pembelian AKS besar”an oleh tetangga πŸ˜€

  4. maaf bung diego..
    Numpang tanya. Kog lama betul sampai 54bulan pebuatan 1 ks CbG,,padahal kalau di rusia 1 tahun bisa produksi 1 Ks atau bahkan bisaa lebih,,

    kayaknya sekarang untuk lontong semakin terbuka dan semakin blak” an.. Udah pada semangat untuk mmengorek ahli perlontongan,, setelah kedatangan anak johor,,
    salut buat warjag.. Dan suhu” yang ada.

    • Kontrak pembuatan tiga kapal selam itu dilakukan estafet. Tanpa menunggu KS 1 selesai, KS 2 ikut digarap dan seterusnya. KS ketiga akan digarap di PT PAL Surabaya. Bagaimana kecepatan penggarapannya dibandingkan penggarapan KS yg di negeri ginseng…ya tergantung kemampuan teknisi Indonesia

      • terima kasih bung diego. Pencerahanya..

        Berarti skali jalan tanpa harus ada yg menunggu tho,saya kira nunggu sampai salah 1 slesai bru bkin lagi secara bertahap,,kalao begitu memang lama.tapi kalao tnpa menunggu ” yg lain 2018 udah pada meluncur di nusantara ke 3 lontong itu,,
        semoga teknisi kita bisa lebih cepat memmahami dan mmengintegrasikan semua bahan” pembuatan lontong,kalau perlu biar luar nya cBg. Tp dalemanya ehemmm…

        Perlu di ketahui kami di warjag nunggu klanjutan dr mmbah ruski dan mbah ginseng …untuk bisa lebih cepat masuk di keluarga hiu kencana.
        Moga cepat terealisasi…

        • Semoga produk PT. PAL bisa bersaing secara bisnis di pasaran internasional, tidak hanya menunggu dibeli dengan APBN yang penuh dengan titipan-titipan dari berbagai pihak yang berkepentingan

  5. bagaimana dengan destroyer di mef II bung diego..
    Apa yg di tawarkan Usa dulu ada langkah selanjutnya atau masih tahap pemanasan,setelah javelin dan apache di restui,,
    tidak menutup kemugkinan destroy juga asuk pesanan..
    Apa ada kabar slanjutnya bung diego.
    Mohon pencerahanya

    • Dulu TNI sempat lihat-lihat…perkara mau beli Atau tidak, tidak tahu

      • nah ini akhirnya berita muncul juga…..

        Kebutuhan TNI AL : 12 KS dan 20 Fregat , apabila target th 2020 hrs tercapai dan menyesuaian anggaran maka : asumsi th 2020 harus eksis

        12 KS =====>>> 3 KS changbogo +9 KS ( bila pengin cepat ambil hibah 5 kilo direfurbish dan 4 KS bikinan PT PAL).

        20 Fregat ===>> 3 NR class, 2 PKR sigma + 15 fregat new (pengganti 6 van speijk class, 3 Nala class, 1 ki hajar dewantoro, 5 yg penambahan baru).

        ini juga harus sesuai dgn interkoneksi datalink, mulai dgn heli AKS panther, CN 235 MPA, KRI dan Kapal selam.

        Misalkan :

        Korvet sigma
        Sistem Perang: Thales TACTICOS
        Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
        Sonar Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
        Komunikasi elektronik Thales/Signaal FOCON
        Sistem Pengecoh: TERMA SKWS
        Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
        Heli Aks AS-565 Panther TNI AL
        heli kelas Panther yang sudah terbukti mampu mengusung peralatan buatan Thales dalam fungsinya sebagai komponen kapal perang. Integrasi dengan KRI akan terjadi melalui datalink LINK-Y Mk2 yang sudah terdapat di korvet kelas SIGMA.Nah disini korvet sigma (dan fregat PKR sigma) dgn heli panther bisa tukar komunikasi data link yg sama. Nah TNI AL harus pintar2 mencari heli yg bisa diangkut oleh KRI kita.
        Nah heli i Aks AS-565 Panther berat kosong 2.380 kg, maksimal daya angkut KRI corvet sigma 5 ton juga NALA class, mungkin yg lebih besar daya angkut Van Speijk sendiri by design dirancang untuk mampu menampung heli sekelas Lynx.
        Ahmad yani class dan cn 235 mpa (juga punya thales) kemungkinan juga sudah ditanam dgn data link yg sama.
        Tinggal kapal selam punya kita, baik nanggala class (Sistem baru KRI Nanggala-402 diterapkan dari teknologi manajemen tempur dan operasi dari Norwegia) dan changbogo class ????….

      • bagaimana menurut bung diego uraian diatas (soal komunikasi datalink )?????

  6. “Dua dari tiga unit itu dirakit di negeri asalnya, sementara satu unit lagi akan dirakit di Indonesia oleh tim PT PAL ”

    Masih “dirakit” ya om, berarti semua komponen dibuat dan didatangkan dari Korea.
    Apakah ada komponen buatan dalam negeri dalam perakitan yang ketiga di Indonesia itu om.???
    dan bisakah ditingkatkan komponen buatan dalam negerinya kelak, seperti mobil gitu om….
    Thx..

    • Unit pertama learning by seeing…gimana mau ikut buat komponen diunit ke tiga. Ya merakit…itu pun kalau teknisi kita siap.

      • You are more realistic now …let the other to be a dreamer … but not you …

        Trust me …. PAL have no capability to make submarine …. their job …. under the existing contract … PAL only assembly all components receipt from DSME … and DSME still has full responsibility to the performance and quality of DSME 209 made by PAL …

        • Bravo…I agree with U…1000% !!! Endon just can talking *****shit

          • all malayshit just ea*ing sh*t…!!!!

          • ALL malaysia
            PAL has already proved if able to make surface ships of the
            KCR, hydrografi,, as the LPD, example, pal was able and LPD
            from pal as well as in the Philippines, messages,
            a great nation is a nation that respects the Gentiles, In contrast to malaysia, a nation of stupid, but could not
            appreciate other Nations, indonesia is already plenty of
            evidence in the world of the military and the AIR FORCE
            getting achievements,
            What about the Malayshittt,,,, THAT IS A LOT OF TALK THAT JUST YOU GUYS CLAIMING THAT
            THE GROUPING OF NATIONS, ((MALAYSHIT)) BECAUSE IT COULD
            NOT RECEIVE ANY ADVANCES,,

        • @anak johor, how should i trust your argument without data or link that
          support your comment ?
          As a silent reader i said, maybe it’s just hoax or bullshit.
          If you smart you can share your knowledge to us or give us scientific explanation about this topic not just denial.
          I appreciate if you argue with the data because here we can share information to each other and learn to improve our knowledge

          Salam damai pak cik

        • who told you that? Syah Pascal? πŸ˜€
          wake up.

        • @ anak johor: capable or not capable, significant PT. PAL has a willingness to build submarines and supported by the people of Indonesia, and we will always strive to realize our dream, a dream that will soon become a reality.
          I offer my congratulations to you on your nation’s achievements make guns berapi

        • Trust me you said??Lol, how low can you go?

          Listen carefully!! We dont care if today PT. PAL does or doesnt have the ability to build submarines`. What we do care is how to facilitate and support our progressive defence industry. FYI, to be self reliance is a “dream” for us Indonesian, while having capability to build submarines is an order for PT PAL directly from the highest rank (the people).

          Now, if you do have the same dream for your country. You should start thinking and figure out how to use your proud commonwealth as gorund sources to achieve it. Otherwise, you are just as good as slave in the relation with those orang puteh countries.

      • Hehehhehehe kalo teknisi siap, kalo ga siap dibikin dikorea juga ya bung… πŸ˜€

        • kelihatannya tidak bung. alasan kenapa changbogo adalah ToT, tanpa deal itu mungkin kerjasama akan dipilih dengan turki atau jerman langsung. dalam kontrak menyertakan kewajiban transfer of teknologi, lagipula anggaran dan teknis pembuatan galangan khusus kapal selam di PT.PAL sudah ada.
          Indonesia adalah client pertama KS Korsel, sangat penting bagi mereka untuk menjaga kualitas teknis dan waktu pengerjaan demi menjaga image di pasar internasional. itu alasannya kenapa di pembangunan KS CBG 01 teknisi kita hanya learning by seeing.
          Sabar saja πŸ™‚ Indonesia sudah di jalur yang benar. waktu, biaya dan rintangan adalah hal yang wajar dilalui agar kita mampu menguasai teknologi strategis ini. Tanpa ToT waktu dan biaya research bisa berkali-kali lipat

          • Ask Diego … he knows better detail of the contract than you …

          • while Diego is a trustworthy source, he is not the only source. in case you haven’t noticed, we are a free pers country πŸ˜‰

            and what’s wrong with bahasa? are you ashamed of it?

          • Elok kiranya @anak johor pake bahasa melayu
            english sikit-sikit tak apelah kerane comment awak selama ni macam orang british je kite ini melayu dan bangga menggunakan bahasa melayu entah itu dialek malaysia atau Indonesia, mari menyimak.
            Kata teman saya hati boleh panas tapi kepala tetap dingin

            Salam

          • @Youthis, setuju gan. Salam

          • Salam gan….
            Semoga warjag ini tetap kondusif, menjadi ajang nambah-nambahin wawasan & berbagi dari bung diego dan senior- senior yang lebih kompeten disini serta minim caci maki agar “beda kelas” ama punyanya shahpaskal MoM
            Kata teman saya bahasa mencerminkan kasta he he he

            Salam

      • Nggak usah ditanggapi anak johor ini. saya ragu kalau dia ini orang malaysia, saya yakin dia mengerti bahasa Indonesia dan kita pun paham sebagian besar bahasa mereka, tapi mengapa dia menanggapinya dengan bahasa inggris kenapa bukan dengan bahasa malaysia kalau memang dia orang malaysia.

        Kalau tujuannya untuk dijadikan lawan debat ya silakan saja bagi rekan2 untuk menanggapinya.

  7. kayanya ada yang jealous tuh (tetangga sebelah) melihat fakta Indonesia akan sanggup membuat KS sendiri……..ngiri…ngiri..ngiri yeeee

    • I am jelous … are you kidding?

      You will be crying if you know that DSME has a right to decline PAL to assembly 3rd unit in PLA’s shipyard if PAL (based on DSME due diligence) still has no capability to do it …..

      So, it would be better to see what will happen to PAL later….. hahahaha

      • economically, they can’t afford to decline such potential buyer. now isn’t the good time to playing high and mighty for European companies.

        and yes, you are definitely sound jealous

      • Dear Anak Johor,

        Yes you jealous my son, but its okay …we understand what you feel right now πŸ™‚
        Thats why you interested with this site, to know an update from every progress that we got.

        Today , how sad to see your goverment keep SONGLAP at defense stuff such as case on SUBMARINE procurement, TWARDY, and your LCS etc etc,…..the corrupt and cronies,unpatriotic people and less creative Industry …its really really bring your army and defense to the bottom of sadness.

        Well, we will hope your goverment less in SONGLAP , more patriotic and more creative.
        So you can build your Defense Industry at same level like what we did now.

        Never loose on hope brother ! ….and dont forget to train your army more on rifle gun.

        From your great JIRAN
        Indonesia πŸ˜‰

    • tone down now eh?
      starting to accept the painful reality of Indonesia is progressing better?

      as you said, just wait and let the facts talk by itself — PAL and our Min of Defence are not blind.
      they know what the problem is and they’re fixing them now.

      cant be fixed on time? no problem. it’s the learning process that matters.
      enough said, lets talk about your Boustead shipyard — whats new from them?

    • why bother talking about fancy weapon like submarine, when your army is still having a hard time with assault rifle ?

  8. Saya kira Indonesia harus memulai belajar dan membuat teknologi2 peperangan yang sederhana-sampai yang canggih.
    Walau terseok-seok dan secuil demi secuil harus dimulai dari sekarang, suatu saat pasti ketemu kunci teknologinya.
    Yang belum dalam, bisa kirim-kirim orang2 terbaik untuk belajar ke luar negeri dan fokus ke teknologi tertentu yang ingin dicapai. Plus jangan dilupakan pemeliharaannya terhadap orang-orang pinter ini.
    Manfaatkan Universitas2 untuk riset maupun memanfaatkan ahli2 WNI yang bekerja di luarnegeri untuk pengembangan teknologi nasional.
    Tidak lupa menyerap ide-ide dan karya dari masyarakat umum yang kadang sederhana tetapi out of the box. Sederhana, tepat-guna tapi mematikan.
    Seperti Seaghost-Crocodile hydrofoil dll…

    Oh ya adakah TNI terpikir membuat, Radar Chaff Station…? radar pengecoh? radar buatan yang sederhana, murah, memancarkan radio mirip radar, yang mengecoh rudal pencari radar. Karena radar pertahanan termasuk sasaran utama saat serangan. Jadi dengan dengan radar chaff, akan membingungkan rudal, mana sasaran yang sebenarnya…, kalaupun kena tembakan hanya rugi sedikit karena cuma mirip dummy.
    Saya kira jagoan elektronik kita bisa membuatnya….

  9. mungkin ‘nebak ke udara’ maksudnya VLS (Vertical Launching System) kali ya gan? dari berita sih memang kemampuan VLS adalah salah satu persyaratan TNI AL untuk KS CBG. tapi di berita adalah rudal anti permukaan (kapal), mengenai pertahanan udaranya saya belum denger

  10. Apa kemungkinannya Yakhont juga yg diinstal pada VLS Changbogo?

  11. ada penampakan kapal selam kilo setalah penampakan kapal selam cakra 401 pada acara ” indonesia terkini” di TVRI jam 10 rabu malam kemaren.

  12. hati” dengan anak johor & komhoro..
    Mereka salah satu seperti aliran mmbah bowo temmpoe hari.. Cuma beda spesies,jadi jangan terkecoh agan” semua dengan mereka yg mau meretas dan mengusik warjag dan menguusik NKRI dengan memecah persatuan kita sodara semua.

    Mohon jangan terpancing

  13. Rudal : namanya juga kapal selam,jadi kalau dipersenjatai rudal, ya harus memembak sembari menyelam. Sasaran utama adlh kapal musuh, jadi rudalnya juga utk menghantam kapal musuh.
    Utk jenis diesel elektrik, karena kapalnya relatif kecil, susah mau dipasangi VLS, solusinya torpedo tubes-nya dibuat dwi fungsi, dapat menembakkan torpedo dan rudal, dan besar rudalnya terpaksa mengikuti dimensi torpedo. Dengan begitu Yakhont ukurannya kebesaran, tdk mungkin ditembakkan dari kapal selam.
    Encang Bogo dipastikan tidak dapat menembakkan rudal anti kapal, hanya torpedo. Rusia dengan Kilo class yg sdh dimodernisasi, dapat menembakkan rudal anti kapal famili Klub-S tipe supersonic 3M54E atau subsonic 3M54E1.
    SIPRI ; pencarian dgn Trade Register Weapons Categories Ships, tidak ada output/ kosong. Jadi ya tampaknya lontongnya masih di Rusia.

    • Bisa, tapi sekelas harpoon atau exocet untuk ks…

    • yang saya tau Changbogo dilengkapi rudal anti kapal permukaan, jadi persenjataan utamanya torpedo dan rudal kapal permukaan selain bawa ranjau. apa peluncurannya lewat tube torpedo atau VLS sy lupa lagi

      Jika memang CBG tidak dilengkapi VLS yang mampu membawa rudal sekelas Yakhont, artinya Kilo menjadi wajib memang πŸ™‚ .menurut @Diego sudah ‘confirmed’, hanya saja entah Kilo, Kilo upgrade atau malah Borey (huhuy deh kalo ada Borey mah)

      • CBG belum bisa dipakein VLS mas, tapi Harpoon bisa lewat lubang torpedo. Kalau AS nggak mau kasih Sub HArpoon, CBG bisa dicoba di mix dengan Club-S, macam KRI OWA di mix dengan Yakhont. Ditembakkannya dari peluncuran torpedo, seperti KS Kilo yg menembakkan Club-S lewat lubang torpedo juga.

        • thanks gan. Jika AS ga mau jual Harpoon versi KS memang pilihannya balik lagi ke produk Russia. denger2 Brahmos juga ada versi submarine-launched.
          saya masih agak kabur antara Kilo upgrade dan Lada/Amur, apa itu seri yang sama apa beda? di beberapa sumber Lada disebut “Kilo-class submarine with improvement” , diesel-elctrk dengan VLS. hanya saja kita nunggu hibah sih ya, bukan beli πŸ˜€ kemungkinannya terbatas

          • Betul sekali Brahmos pernah berhasil ditest oleh India ditembakkan dari bawah permukaan laut menggunakan ponton.

            Namun masalahnya saat ini India belum memiliki armada kapal selam (10 Kilo dan 4 buatan Jerman) yang mampu menembakkan Brahmos.

            Kilo upgrade adalah kapal selam antara, yg dibuat sebagai jembatan teknologi untuk mewujudkan KS Lada. Lada tidak utk diexport, versi exportnya adalah Amur. Amur dipercaya bisa menembakkan Brahmos melalui VLS.

  14. Klo mau bikin ya segera dibangun itu galangan. Jangan ditunda2 sebab ada klausul kontrak klo PAL belum siap, maka kapal selam ke-3 akan dibangun di Korsel. Uangnya yg 15 T udah disiapkan kan. Ntar kaya kasus Sigma dulu, ToT batal gara2 PAL-nya belum siap..

  15. Saya pikir apa yang ditulis di artikel ini memang bersifat subyektif. Tapi juga tidak ada yang salah dengan itu. Bagaimanapun juga kekayaan sejati kita ada pada manusianya, bukan alam, uang atau teknologi. Sebagai orang Indonesia dan lebih khusus TNI, kita memang memiliki prajurit2 yang militan.

    Latihan TNI kita bila dibandingkan dengan latihan tentara Singapore misalnya (Silahkan liat “Every Singaporean Son” di National Geographic Channel), maka latihan TNI sungguh brutal! Bahkan bila dibandingkan antara latihan US Navy Seal, SAS dan Kopassus, maka Kopassus sangatlah brutal. Silahkan lihat di Youtube untuk lebih jauh. Singkatnya, ini modal dasar yang sangat kuat.

    Seperti komentar-komentar lain diatas, Amerika kalah di Vietnam, dan Belanda kalah di Indonesia, sekali lagi: manusianya, bukan teknologinya. Semangat dan militansinya, bukan senjatanya. Output dari latihan yang demikian keras pastilah akan berbeda.

    Tentu ini tidak berarti negara lain lebih buruk. Jangan lupa, dalam Perang Dunia II, secara teknologi Amerika kalah Jauh dari Nazi Jerman hampir dalam semua matra, baik darat, laut dan udara. Tapi, SDM dan militansi tentara Amerika sangat luar biasa. Berbeda dengan perang Vietnam, tentara Amerika memiliki militansi yang berbeda karena Vietnam bukanlah perang mereka. Sehingga walaupun mereka menang dalam pertempuran, mereka akan tetap kalah dalam perang. Persis sama halnya dengan Belanda di Indonesia.

    Untuk teknologi, menurut saya ini tinggal masalah kemauan kuat secara politik, uang dan tentu saja SDM. Dan saya yakin kita sudah ada di jalur yang tepat, tinggal dilanjutkan. Termasuk roket, kapal selam, pesawat dan senjata. Yang terpenting adalah kesinambungan ini semua pada pemerintahan selanjutnya. Jangan lagi memble ditengah jalan seperti yang sudah-sudah. Asal pemerintah cukup konsisten, kita pasti sampai di tujuan: Mandiri dalam teknologi militer.

    Untuk kapal selam, setelah saya perhatikan, kapal selam adalah senjata yang paling minim publikasi oleh negara manapun. Inggris, Cina, Rusia, Amerika Serikat, Jerman dll, tidak pernah memublikasikan kapal selamnya secara nyata. Tidaklah aneh kalau Indonesia melakukan hal yang sama. Kita hanya bisa menduga-duga.

    Pembelian SEAL carrier kemarin seolah menegaskan bahwa sudah ada kapal selam dengan kemampuan membawa SEAL carrier yang sudah kita miliki. Inipun hanya dugaan, kita hanya bisa berharap yang terbaik. Semoga Kilo memang sudah ada di jajaran alutsista TNI-AL. Bravo TNI!!

  16. Di berita 7 dlu malah ada kapal yg disebut buatan indonesia (pt pal) sedang diluncurkan… Padahal gambar nya Gumdoksuri Class Korea.

 Leave a Reply