Nov 072013
 
Frigate Sigma 10513 Tarek ben Ziyad, Maroko (photo: damen.com)

Frigate Sigma 10513 Tarek ben Ziyad, Maroko (photo: damen.com)

Jakarta – Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin optimistis perusahaan di bawah pimpinannya mampu membuat kapal perang sendiri. PT PAL akan berkerja sama dengan pabrikan Belanda, Damen Schelde Naval Shipyard, untuk membuat dua kapal perang perusak kawal rudal atau light fregate yang dipesan pemerintah Indonesia dari Belanda, Kamis, 7 November 2013.

Dalam kesepakatan jual beli itu tercantum Indonesia akan disertakan dalam pembangunan kapal. Dengan demikian, PT PAL bisa mengetahui dapur pembuatan kapal perang Belanda. “Kami menunggu alih teknologi dari Belanda,” kata Firmansyah.

Frigate Sigma 10513 Sultan Moulay Ismail, Maroko (photo: damen.com)

Frigate Sigma 10513 Sultan Moulay Ismail, Maroko (photo: damen.com)

Firmansyah berharap, usai kerja sama pembangunan dua kapal perang itu, PT PAL akan mampu membuat kapal perang secara mandiri. Dengan kata lain, pemerintah Indonesia nanti tidak perlu lagi beli kapal perang dari luar negeri.

Pembuatan kapal perang berbeda ketimbang kapal biasa. Kapal perang membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi, punya kemampuan manuver dan kecepatan yang lebih kuat. Selain itu, harus mampu bersembunyi dari radar musuh. “Semua serba canggih sehingga ini menarik untuk kami pelajari.”

PKR Sigma 10514 Model (photo:alutsista)

PKR Sigma 10514 Model (photo:alutsista)

Kementerian Pertahanan sebelumnya mengumumkan pemesanan dua unit kapal perang jenis perusak kawal rudal dari Belanda. Kedua kapal yang dibangun di galangan Damen Schelde Naval Shipyard ini berharga US$ 220 juta per unit. Proses pembuatan memakan waktu 49 bulan. Rencananya kedua kapal perang baru TNI Angkatan Laut itu akan selesai awal tahun 2017. ( TEMPO.CO)

  68 Responses to “PT PAL Siap Bikin Frigate”

  1. pertamax

  2. Bung Diego gambar PKR Sigma 10514 itu model lama, sedang model baru (pakai CIWS Milenium) ada yang gambarnya lebih bagus dan Jelas……………..

    • Siap Mas. Nanti tak cari gambar terbaru 10514. Thanks

      • ada gambar baru

        • Hanya 1 unit di depan. sepertinya tidak mencakup perlindungan 360 derajat

        • kalo menurut saya, itu kapal kelas SIGMA model lama. sedangkan model yang terbaru menurut saya baru akan di buat oleh PT. PAL dengan ciri utama yaitu turret CIWS di bagian belakang. sedangkan meriam AK 176 76mm hanya dapat berputar sekitar 270 derajat saja. tetapi jika menambahkan turret CIWS di bagian depan menggantikan meriam kecil dan menambahkan beberapa unit harpoon dan torpedo tube akan membuat kapal terlihat lebih gagah.

      • Iya tuh…ciws-nya rheinmetal millenium.

        Spesifikasi:
        Construction: Modular
        Hull material: Steel grade A / AH36
        Standards: Naval / Commercial, naval intact / damaged stability, noise reduced, moderate shock
        Missions
        » Patrol in the EEZ
        » Deterrence
        » Search and Rescue
        » ASW, AAW, ASUW, EW
        Weapons
        Guns:
        » 1x Oto Melara 76/62 Compact 76mm Main Gun
        » 1x Rheinmetall Millenium 35mm CIWS
        Missiles:
        » 8x MBDA MM40 Blk III antiship missiles
        » 12x MBDA MICA VL surface to air missiles (in VLS)
        Torpedoes:
        » 2x Triple torpedo launchers
        Deck Equipment
        » Helicopter deck: max. 10 tons helicopter, with lashing points
        » Heli operations: day/night with refuelling system
        » Helicopter hangar
        » RAS on helicopter deck PS&SB, astern fuelling
        » Boats: 2 x RHIB
        Sensors, Electronics, Decoys
        Thales Smart-S Mk2 3D-Surveillance & target indication radar & IFF
        Radar / electro optical fire control
        Hull Mounted Sonar
        Thales TACTICOS Combat management system
        ESM & ECM
        Integrated internal & external communication system
        Integrated bridge console
        2 x Navigation radar
        ECDIS
        GMDSS-A3
        Reference gyro
        2 x Decoys / chaff launchers
        Engines/Propulsion/Power
        Propulsion type: CODOE
        Diesel engines: 2 x 10000 kW MCR Propulsion type
        Electric motors: 2 x 1300 kW
        Gearbox: 2 x double input input/single output
        Propellers: 2 x CPP diameter 3.55 m

        • Bagaimana dgn interkoneksi datalink, mulai dgn heli AKS panther, CN 235 MPA, KRI (corvet sigma, PKR sigma , ahmad yani class, dan NR class) dan Kapal selam (nanggala class dan changbogo class)
          Misalkan :
          1. Korvet sigma dan PKR sigma
          Sistem Perang: Thales TACTICOS (corvet sigma, PKR sigma)
          Data Link: LINK Y Mk2 datalink system (corvet sigma dan PKR sigma)
          2. Heli Aks AS-565 Panther TNI AL
          heli kelas Panther yang sudah terbukti mampu mengusung peralatan buatan Thales dalam fungsinya sebagai komponen kapal perang. Integrasi dengan KRI akan terjadi melalui datalink LINK-Y Mk2 yang sudah terdapat di korvet kelas SIGMA.Nah disini korvet sigma dan fregat PKR sigma serta dgn heli panther bisa tukar komunikasi data link yg sama. Nah TNI AL harus pintar2 mencari heli yg bisa diangkut oleh KRI kita.
          Nah heli i Aks AS-565 Panther berat kosong 2.380 kg, maksimal daya angkut KRI corvet sigma 5 ton, mungkin yg lebih besar daya angkut PKR sigma yaitu maksimal 10 ton, sedangkan Van Speijk sendiri by design dirancang untuk mampu menampung heli sekelas Lynx.
          Ahmad yani class dan cn 235 mpa (radar dan data link kemungkinan besar juga punya thales) kemungkinan juga sudah ditanam dgn data link yg sama.

          3. Tinggal kapal selam punya kita, baik nanggala class (Sistem baru KRI Nanggala-402 diterapkan dari teknologi manajemen tempur dan operasi dari Norwegia) dan changbogo class memakai apa ????….
          Ada yang bisa melengkapi????

          • hasil otak otik PT. LEN…., yg diterapkan pd fregat yos sudarso class.
            aplikasi Combat Management System pada KRI Yos Soedarso yang telah menggunakan produk CMS PT Len dan lulus pada uji penembakan yang diadakan di Pulau Gundul. LenLink tactical data link buatan PT Len.PT Len juga berhasil membuat peralatan untuk pertukaran data dari udara, permukaan, dan bawah air. LenLINK demikian namanya, untuk menjamin tingkat keamanan dan kehandalan dalam pengiriman data dimungkinkan untuk dilakukan customisasi protocol dan algoritma enkripsi.
            Hasil otak otik PT. Inti…., yg diterapkan pada fregat tua kita.
            Electronic Support Measures ,kali ini menghadirkan Coastal Radar dan Electronic Support Measures untuk kapal kombatan. ESM adalah alat untuk memperoleh data/parameter signal elektronik beserta analisanya dari kapal musuh.Dalam aplikasi radar untuk militer, PT Inti juga tidak mau ketinggalan, untuk menguasai teknologi radar dimulai dari navigation radar, ground surveillance radar, missile tracker radar, airborne surveillance radar, dan weather radar.

            (dari beberapa sumber).

          • Kalau “data dari udara” mencakup data dari Hawk, F-16 dan Sukhoi, berarti canggih dong…

          • Satu lagi:
            …untuk menjamin tingkat keamanan dan kehandalan dalam pengiriman data dimungkinkan untuk dilakukan customisasi protocol dan algoritma enkripsi…

            Enkripsi/encryption dilakukan pada tingkat unit alutsista, apalagi pada level KSAL ke atas…

            Bukan sadap-menyadapnya yang penting, tapi apakah bisa mengartikan hasil sadapan tsb?.

        • Harga US$ 220 per unit ini apa sudah termasuk senjata pesenjataan dan radar? atau dibeli dan di-install terpisah?
          satu lagi, apa ciws rheinmetal millenium Sigma ini oerlikon versi naval? Maaf o’ot dan banyak nanyanya

  3. saya cari link video Sigma 10514 tapi ga nemu, apa belum ada yg operasional dan kita calon pengguna pertama? yang ada Sigma 10513 punya Maroko

  4. ternyata lama juga pembuatan pkR sigma,sampai 49 bulan,
    begitu pula dengan Lontong CbG,,memakan waktu lama,dan dana besar,demi tetet towet dan kemandirian bangsa indonesia,,
    belum lagi kritikan pedas dr negara yang mmengaku serumpun,tapi semmua itu patut di acungi jempoL,buat pemerintah yang mewajibkan tetet towet,,
    pembuatan alutsista dari tetet towet boleh lama,tapi jangan pula ada pemmbengkakan dana lagi,
    dan lagi saya berharap mef II.untuk class destroy bisa hadir di indonesia,,kalau perlu bapaknya cruisser sbagai istri destroy di datangkan sabagai penjaga kedaulatan NKRI,,

    • Nggak usah mikir destro dulu, frigate murni aja udah tuwir belum diganti (VS class). Lengkapi yg perlu dulu, pelan2 ntar juga punya destro (entah ane masih bisa lihat Indo punya Destro pa nggak).

      Ane sih berharap proyek ToT lancar ( tinggal niat baik pemerentah aja sebenernya ) biar pt.PAL dapet ilmu bikin hull Frigate. Enaknya bentuk modular SIGMA bisa di-panjang-lebarkan dari opv sampai frigate bahkan klo mau destroyer. Seharusnya peluang seperti ini jangan disia2kan gara2 masalah sepele misalnya anggaran lambat turun, atau pemerintah kurang support ke PAL masalah fasilitas galangan hingga program yang baik ini hancur berantakan.

      Sekadar goceng buluk bekas kerokan dari ane..

      • saya termasuk yang berharap TNI AL step up dan mengoperasikan destroyer untuk menyeimbangkan kekuatan utara-selatan, keinginan AL juga sudah terdengar, tapi berpikir realistis destroyer class masih agak berat dilihat dari anggaran pertahanan 1-2 tahun ke depan.

        Proyek ToT Sigma memang sangat strategis, hanya saja harus diingat kita ini dipandang sebagai konsumen potensial bagi industri2 militer khususnya kapal perang. Dan ToT, yang bisa menyebabkan kemandirian industri kapal dalam negeri Indonesia, akan berbalik merugikan nilai jual produk mereka yang mengandakan teknologi tinggi tersebut. yang terlintas dalam pikiran adalah sampai level teknologi mana ToT ini akan berjalan, apakah mencakup teknologi yang akan mampu membuat PT.PAL secara mandiri membangun kapal sekelas ini nantinya? misanya ToT Astros II yang ToT tidak pada rudalnya tapi pada system kendaraan pengangkutnya. Jumlah unit pesanan yang sedikit juga menambah kekhawatiran level ToT Sigma ini.

        btw agan kayaknya orang sakti nih bisa kerokan pake duit goceng 🙂

  5. Tenang aja bro..kasel PT PAL sdg dikerjakan dg kemampuan canggih,pake AIP,bisa dipasangi rudal tercanggih.KCR jg sdh jalan.mau diperbanyak.sigma sdh siap galangannya.PT PAL hebat.cuma sengaja dirahasiakan.ini info dari saudara ane di AL

  6. Kapal sebesar ini mestinya bisa dipasang Yakhont VLS seperti pada OWA daripada Exsocet. Kenapa ya? Apa TNI AL kurang puas dengan Yakhont/ ada kelemahannya? Mohon penjelasannya.
    Project 20382 Tigr yg dipesan Aljazair, kira2 sekelas, bisa dipasang 1 x 8 VLS Yakhont.

    • unit pertama kita beli kosongan tanpa paket persenjataan, mungkin sebagai test bed standard platform. Boleh jadi hull tersebut diisi sistem dari timur. Sedangkan yang kedua sudah paket komplit yang menjadi pembanding bagi unit yang pertama sesuai standar barat. mungkin pula dimasa depan kita mempunyai armada gado2 sehingga sulit ditebak kekuatannya. apakah yang muncul itu sistem barat ataukah sistem timur ?

    • Tujuan utama adanya ToT agar kelak kita dapat memproduksi secara mandiri, dapat me re-desain sendiri, itulah tujuanya ToT Sigma dan Changbogo.

      Sigma sekarang masih terlalu kecil buat Yakhont (Van Speijk aja mengorbankan Hangar Heli), tapi nanti setelah bisa mandiri bisa di re-desain ke 110 meter keatas buat yakhont (karena Van Speijk sudah waktunya pensiun). Contohnya kapal FAB-57 ToT Jerman, sekarang berubah jadi PKR-60 (57meter)

      Demikian juga Changbogo akan di re-desain agar mampu memakai VLS dan AIP

    • Mas Melektech, ada infokah…bagaimana kelanjutan pemasangan rudal yakhont di van speijk class…apakah berhenti hanya di kri OWA… Sebagai pembelajaran dan ujicoba doang, atau sudah/akan diinstal di kri van speijk class lainnya ?.

      Sayang ya…sudah setengah jalan, tp belum terlihat kelanjutannya…atau mungkin lamban.

      Kita bangsa Indonesia harus mengikuti pepatah: “Kau yang memulai…kau yang mengakhiri”. indonesia sudah memulainya dgn instal yakhont di kri OWA….maka Indonesia punya kewajiban menuntaskannya/mengakhirinya/ menggenapinya ?

      Kadang fenomena yg muncul…”kau/kita yang memulai…orang yang mengakhiri”.

      • Kayaknya seperti itu bung Diego, hanya test-bed aja. Van speijk hanya untuk kapal test sambil sebagai fungsi kapal itu sepenuhnya. makannya kelihatannya peralatannya seperti “gado-gado”

        Hal itu mungkin didasari karena besar kapal yang cocok untuk test dan menjelang “pensiun”, beberapa perusahan lokal macam PT. LEN, PT. INTI juga memakainya.

  7. Mantap jayalah Indonesia

  8. Bung Diego dan para warjag yg budiman,
    Saya ingin komentar ttg MEF dan ALUTSISTA. Sejak mulai, dari kacamata awam saya tampak tidak ada logika dalam perencanaannya, atau kalaupun ada master plan, di tikungan disalip oleh tindakan2 yang dadakan. Master plan inipun, kalau ada, semacam defence white paper, tidak pernah dipublikasikan, paling tidak kepada DPR. Kalau dikatakan rahasia, ok lah, tapi apa, siapa dan bagaimana yang mengontrol, tidak jelas (PDCA=Plan, Do, Check, Act).
    Disini saya komentari tentang Tujuan MEF dan implikasinya. Dari namanya yang minimum, bisa diartikan bukan parity/ paling tidak sama, tetapi deterrent/ daya tangkal. Selama defence budget kita hanya sekitar 1 % dari GDP, tidak mungkin kita mencapai parity, yg memerlukan 5 – 10%.
    Dengan begitu, secara logika urutan prioritas adalah TNI AU, TNI AL dan TNI AD. Kuncinya adalah jenis alutsista yang dipilih harus mempunyai daya tangkal besar, secara politik/ diplomasi, maupun militer. Kacamata awam saya melihat yg paling berhasil menerapkannya adalah TNI AU. Matra yang lain masih gamang.
    Apa jenis alutsista kunci untuk maksimum daya tangkal? Pendapat saya adalah sebagai berikut :
    TNI AU : tujuannya adalah air superiority di atas wilayah RI. Alatnya adalah (1) Heavy fighter generasi 4++, semacam SU-35, dan (2) Integrated air defence system (IADS), semacam S-300/400.
    TNI AL : tujuannya adalah sea superiority/ sea denial di ALKI dan sekitarnya. Alatnya adalah (1) Kapal selam, semacam Kelas Improved Kilo, dan (2) shore based anti ship missile, semacam Yakhont versi darat.
    TNI AD : tujuannya adalah basis kekuatan darat, yaitu (1)memperkuat semua batalyon infanteri tempur kita dari segi pelatihan, perlengkapan personil (rompi anti peluru, tdk ada lagi “sumbangan” dari Freeport), standarisasi senjata (semua buatan Pindad, tdk ada lagi M-16), SMR Minimi tingkat regu dan FNMAG tingkat kompi, senjata anti tank, anti serangan udara, alat komunikasi, NVG, transportasi ringan dll sehingga dapat bertempur siang dan malam di segala medan, (2) memperkuat semua batalyon senjata bantuan mekanis dan artileri medan dan penangkis serangan udara.
    Pasti ada yg ingin menambah, tapi ya constraint –nya adalah tadi itu defence budget kita hanya sekitar 1 % dari GDP, dan ini akan berkelanjutan karena situasi dan ekonomi dunia, yg menurut pakar ekonomi berlanjut jangka pendek ke depan.
    Catatan :
    -Leo bisa disebut mempunyai daya tangkal, tetapi daya tangkalnya kecil, hanya ditujukan ke Malaysia, bukan regional.
    – Jumlah alutsista kunci tentunya disesuaikan dengan anggaran, namun determinasi kita untuk punya saja sudah menjadi deteren yg ampuh.
    Terima kasih atas kesediaan memuat komentar saya dan mohon maaf yg mungkin tidak berkenan.

    • untuk alat komunikasi dan radar, saya sarankan jangan dibeli dari buatan barat (eropa, as) karena tentu saja mereka tidak segan2 untuk menyadapnya.
      (TROJAN HORSE PADA ALAT ALAT MILITER)
      Blok Barat sudah terkenal kelicikannya.. jangan mau tertipu untuk yang kedua kali..
      Atau kalau perlu kita harus bisa bikin sendiri…

      • Menhan menyatakan bahwa telekomunikasi Presiden SBY tidak disadap Amerika lantaran Indonesia memiliki Lembaga Sandi Negara.
        Kemudian ditanggapi oleh sebuah ormas “Pernyataan Menhan itu tidak punya nilai apa-apa. Apa hubungannya? Menhan pun tidak menjelaskan bagaimana lembaga tersebut mencegah terjadinya penyadapan. Sementara fakta yang ada, menunjukkan perangkat penyadapan itu ada, di Kedubes Amerika di Jakarta.
        Jangan lagi Indonesia negara yang secara teknologi kalah jauh dengan Jerman. Tetapi Kanselir Merkel oleh Amerika disadap sejak tahun 2002. Apalagi sekadar SBY kemudian Indonesia. Kalau buat Indonesia itu, kalau pakai bahasa anak muda, cingcailah”.

        Yang ngomong super PD padahal gak ngerti penjelasan Menhan. Maksud Menhan Lemsaneg melakukan encryption terhadap komunikasi VVIP RI, sehingga kalaupun tersadap, tidak bisa dipecahkan (decipher). Metodanya bermacam2, unit2 AD/Marinir AS pada PD II berkomunikasi radio menggunakan bahasa asli para prajurit dari suku2 Indian (Navajo, Choctaw, Cherokee, Lakota, dan Comanche) yang disebut Code Talkers.
        Karena Menhan tampak PD, mudah2an Lemsaneg juga telah menguasai teknik one-time pad yang teoritis tak bisa dipecahkan.
        Sementara tentang Merkel sendiri, menurut Spiegel Online: despite all the anger, Merkel still didn’t want to give up using her old number as of the end of last week. She was using it to make calls and to send text messages. Only for very delicate conversations did she switch to a secure line.
        Belum tahu persoalan langsung meremehkan kemampuan teknologi nasional.

        Jam 23 tadi malam saya sempat mengikuti akhir diskusi sebuah TV swasta tentang penyadapan, setelah 1,5 jam ngomong masih saja berapi2. Seorang mantan anggota DPR yang baru loncat partai berseru “Pecat saja Kepala Lemsaneg. Saya baru cek Lemsaneg itu anggarannya dari APBN”.
        Lho, semua badan yang namanya ada -neg dibelakang pasti anggarannya dari APBN boss!.
        Dipecat, memang sudah diketahui komunikasi apa yang berhasil dibobol?

        • Tapi om, mesin anti sadap yang dimiliki LSN itu kan buatan barat…
          Walaupun diencrypt berapa level, pasti bisa didecrypt sama mereka juga….

        • Encryption itu bukan mesin, tapi sistem kode, lebih bersifat software.

          Dan kita memiliki cukup banyak ahli mikroelektronika yang bisa mengenali ‘bug’ yang dipasang pada suatu perangkat elektronik impor…

          • Dan mesin tsb bisa dibongkar, diteliti satu persatu kegunaan komponennya kalau ada ‘bug’ tentunya ditemukan. Sementara encryption diprogram sendiri, jika komunikasi diintersep tetap harus
            dipecahkan dulu / decipher / code-breaking. Misal HP, kita sudah bisa buat sendiri, sehingga tahu pasti apa saja komponen yang dibutuhkan sebuah HP ‘normal’.
            Para pejabat tinggi Jerman diberi HP ‘dinas’ BB yang dimodif perusahaan lokal dengan penambahan encryption card untuk melakukan scramble terhadap pembicaraan dan data sebelum dikirimkan.

            Germany’s cabinet-level ministers and other officials were outfitted with new government mobile phones, all of which were said to combine being impossible to tap with the ease-of-use expected of
            a modern smartphone. Leading politicians had been forced to carry three mobile phones: one for secure calls and text messages, one for secure email and a third for private use.
            The new government mobiles, manufactured by the Canadian company BlackBerry, were delivered in September after being updated by the German company Secusmart. They contain a special
            encryption card that scrambles speech and data before transmitting it.
            “The speech is encrypted by this card,” said Secusmart founder Hans-Christoph Quelle. “That means transmissions from this card are encrypted bit by bit.”

            http://resources3.news.com.au/images/2013/10/25/1226745/674383-131024-merkel.jpg

            Masalahnya Merkel sering menggunakan HP standar;
            Though government officials will not confirm the brand of phone, several photos show Merkel typing out many text messages on what appears to be a Nokia phone.

          • Setuju om, itulah yang saya sarankan. agar di lembaga pemerintahan, sipil dan pemerintahan diberi perisai jammer untuk menghindarkan penyadapan,…

            Tapi kasihan KPK dunk… alatnya engga berguna ntar…. hehe..

          • Betul, kepemilikan alat komunikasi anti sadap harus sangat dibatasi, mis pada pejabat level menteri dan ketua lembaga2 tinggi negara. Khusus Kemhan dan TNI mungkin dibedakan, bisa hingga level pejabat / perwira yang lebih rendah. (mis Danlanud, komandan KRI). Tapi sipil samasekali tidak diijinkan, sehingga pengusaha yang ingin main mata dengan pejabat tidak bisa menghindari sadapan.
            Kemarin diberitakan ada perusahaan yang menjual hp anti sadap dan dibeli beberapa anggota DPR.

          • Setuju, yang penting Lapan bisa ngebut meningkatkan kemampuan rekayasa satelit dari kelas mikro (hingga 100 kg) ke bobot 4,100 kg seperti Palapa D.

          • Yupz.. setuju om… tapi, maunya softwarenya jangan pake windows dunkz… pake yang open source yang bug2 nya udah di perbaiki, ato kalo perlu kita bikin software sendiri. Dan harus 100% buatan dalam negeri….. kalo ‘jantungnya’ masih beli dari barat, ya sama aja dunkz…. hehehe….

    • Nanti saya pindahkan ke artikel tersendiri Bro Antonov. Thanks

    • Saya berkomentar pada “kenyataan” yang ada, seperti yang anda sebutkan diatas bahwa budget/anggaran militer kita adalah 1% dari GDP.

      Maka Dephan berusaha menkalkulasi terus sesuai anggaran sesuai keadaan real lapangan dan sealau merubah, meskipun banyak yang mencemooh karena ngak ngerti tapi sok ngerti (DPR), atau tukang mimpi yang suka memeluk gunung.

      Masalah sadap/trojan, apa bisa jamin peralatan timur bebas sadap/trojan ? saya kira sama saja, yang penting kita ngerti dan siap.

      Pemberitaan-pemberitaan sekarang yang membahas tentang penyadapan Ausie dan AS, saya anggap itu berita KONYOL, karena sadap menyadap itu hal biasa di dunia Intelejen, KITA JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA KEPADA AUSIE dan AS, dengan cara kita sendiri.

      tentang satelit Palapa yg disadap, atau apa sajalah, hal itu sudah diantisipasi oleh Intelegen kita KETIKA KITA MEMESANNYA, makanya ada bagian “TELIK SANDI”, mereka boleh menyadap, tapi ngak ngerti apa apa, karena bahasa yang dipakai adalah (MISAL) bahasa Madura, atau bahasa Tegal, atau bahasa yang sangat langka di Indonesia (konon bahasa “suku sesak”).

      Karena itu TV-TV berbondong-bondong mengundang tamu-tamu pembicara yang SOK TAHU, malah menimbulkan keresahan dimasyarakat, yang sebetulnya ngak perlu resah

      masalah buatan barat, saya kira fakta lapangan (dunia) sudah membuktikan kenapa buatan barat disukai (bahkan oleh mantan Uni-Soviet), yang paling enak “BELI DUA-DUA NYA” saja he…he…

      • Adik saya kuliah di Malang. Dia punya teman 1 angkatan asli orang Yahudi, tapi “warganegara” Singapura. Dia menguasai 6 bahasa besar di dunia dan 9 bahasa daerah/ etnis. Saat ini sedang kuliah jurusan Bahasa Indonesia. 1 tahun tinggal di Malang, dia sudah bisa bahasa Jawa, Madura dan Bali. Sebelumnya dia tidak pernah mengungkapkan identitasnya, walaupun dia sangat mudah bergaul. Adik saya tahu dia Yahudi karena adik saya Katolik dan menjadi teman 1 kos. Alasannya kuliah Bahasa Indonesia, karena (menurut dia) 10 tahun ke depan Indonesia akan jadi negara besar. Ini sebagai proyeksi jika kelak mencari kerja.

      • Maaf bung melektech..mungkin yg anda maksud “suku sasak” suku asli di pulau lombok,mendiami sekitar kaki gunung rinjani , sekarang masuk kab lombok utara,dan turis ostrali paling suka ke sana.

  9. Awas ditipu Belanda lagi dengan seribu satu alasan…. Ujung-ujungnya kecewa…….

    • Sebetulnya ngak ada tipu-menipu, yang terjadi adalah kita ditipu Dephan (dulu) dan media (opini).
      Karena di kontrak emang ngak ada ToT Sigma (9113).

      Kalau bicara tipu-menipu kita harus mengacu pada kontrak, bukan opini, dan semua negara didunia wajib patuh dengan kontrak kalau ngak pengen hancur, termasuk PT. PAL

      • Yupz. setuju om… Sewajarnya ada point dalam kontrak yang memberikan sangsi denda (berupa apa, terserah) bagi pihak yang membatalkan sepihak kontrak tersebut….

  10. Setuju, bahkan DPR Komisi I yang mayoritas berlatar belakang non-militer cukup sering menyuarakan usulan prioritas seperti di atas, yang sesungguhnya common sense belaka.
    Semoga MEF II lebih mencerminkan logika tsb.

    Menurut saya ASM akan lebih fleksibel dan efektif jika platformnya pesawat tempur, di-pool di satu-dua Lanud dan digotong / dikonsentrasikan ke titik ancaman sesuai kebutuhan, daripada disebar / dipangkalkan di pantai2 yang ternyata tidak didekati musuh. Jumlah pengadaan juga bisa ditekan dengan di-pool. Ini akan lebih mudah diterapkan jika sejalan dengan penguatan pespur TNI-AU.

    Pertempuran masa depan adalah adu ‘situational awareness’, yang lebih aware akan unggul, TNI-AD perlu lebih berakrab-ria dengan UAV, aplikasi UAV pada US Army telah mencapai squad level. TNI perlu mengimbangi, minimal dalam bentuk pilot-project pada beberapa yonif Linud Kostrad.

  11. Kapan real destroynya TNI AL dibahas bung Diego…… Karena wacana kedepan TNI AL butuh Flag Ship. Biar Warjagnya tambah seru……wkwkwkwkwkw, mohon koreksi.

    • cuma berbagi pikiran gan, harga Destroyer class baru buatan USA sekitar US$1.8-2 billiun per unit, produk Russia mungkin lebih murah dari itu. Sekarang anggaran TNI US$8bn dibagi 5 (Kemenhan, Mabes, AD,AL dan AU). Katanya Belanja Alutsista 20% atau US$1.6, artinya jika dibagi rata US$553 ml per angkatan.

      Melihat anggaran, kelihatannya Destroyer masih harus nunggu dulu anggaran ideal 1.2-1.5% dgn ekonomi negara yg stabil. kecuali jika pilihan 2nd dengan opsi kredit atau hibah (deui wae).

      • mas nowyoudont, emang destroyer class yang mana yang di sebutin itu. yang saya tau kapal destroyer milik AL USA itu Destroyer Arleigh Burke Class saja mas. tolong di jelaskan kembali . . . . . .

  12. Setuju bung Melektech, kegusaran para pimpinan dunia terhadap penyadapan oleh USA hanya utk konsumsi publik agar di mata rakyat mereka terlihat mampu bersikap tegas. Padahal mereka juga PASTI menyadap USA dan negara2 lainnya. Btw baru sadap komunikasi saja diributkan kalau info dari buku intelejen yg pernah saya baca benar, intelejen Indonesia bahkan melakukan aksi nekat dgn membongkar koper pejabat asing

  13. bagaimana dengan 6 proyek gowind classnya malaysia walaupun di katakan sebagai kapal perang patroli tapi ukurannya lebih besar dari proyek light frigate( PKR) kita ? gowind class panjangnya 111 m sedangkan PKR kita hanya 105 m menhan pernah menyampaikan bahwa indonesia akan memiliki kapal perang frigate terbesar di ASEAN dan yang memiliki frigate sekelas ini hanya SINGAPURA ternyata bisa di anulir claim menhan ini ! sekarang walaupun baru proyek tetapi kita sudah mengetahui pemilik kapal perang terbesar di rantau ASEAN untuk tahun yang akan datang adalah MALAYSIA

    • Semuanya serba belum tentu, Lha wong barangnya belum ada semua, yang perlu di Ingat bahwa Sigma itu bersifat ToT, sehingga PT. PAL kemungkinan akan me RE-DISAIN untuk PKR-3 (112 meter) , PKR-4 (120 meter), PKR-5 (125 meter)…..dst.

      Kenikmatan dari Disain SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) adalah dengan mudahnya di Re-Disain mau dibikin apa saja. Desain ini berasal dari MARIN Teknikk AS yang disebut High Speed Displacement hull form pada tahun 1973.

      Mungkin inilah ilmu yang mau dikejar oleh Indonesia…………..bukan tidak mungkin SIGMA merupakan pijakan untuk kelas yang lebih besar macam Destroyer bahkan Mothership

    • 😀 jangan risau mengenai ukuran panjang beda 6m gan, kelasnya sama koq. corvette/light frigate made in German malah jauh lebih pendek tapi ga ada yang berani menilai inferior. saya kira pebandingan harus dilihat pada elektronik dan persenjataan. lagipula sebelum TNI pilih Sigma, Gowind juga termasuk pilihan yang dipertimbangkan.
      Sementara Malaysia (dengan beberapa pengecualian) ada kesan punya kecenderungan untuk tidak menggunakan Alutsista yang sama dengan tetangganya (Sing, Indonesia) dan cenderung mengejar yang “paling”. paling panjang, paling besar, paling canggih, paling mahal.

  14. bicara komentar para komentator,di indonesia sdh menjadi hal lumrah jk seorang/dua org/byk org memberi komentar menurut pandangan mereka tp justru byk terkesan lucu,wacana yg byk diluar nalar utk ukuran indonesia saat ini maupun 10 thn kedepan..membuat simulasi seolah2 negara2 tetangga adlh musuh,kemudian mulai mengkomparasikan militer tetangga sblh hingga melahirkan wacana di luar logika atau dlm bhs saya nyanyian sang pemimpi,kita seperti berada di negri dongeng!

    • bung @frans terimakasih atas pendapatnya anda terdengar sangat realistik dengan yang anda sampaikan, terlalu reallistik atau nyaris pesimis mungkin, saya rasa wajar jika kita membandingkan negara di kawasan dan membuat simulasinya jika terjadi skenario paling buruk ,toh sekarang TNI dalam masa berbenah baik dalam penambahan kuantitas dan kualitas, belum lagi ttg upaya kemandirian alutsisa yg rata2 berawal dari tetet towet dan gado2 alutsista timur-barat hhe wassalam

      • bung Frans… seperti manusia yang tidak pernah bermimpi…
        lewat mimipi kita bisa mewujudkannya menjadi kenyataan.
        mungkin saat ini kita baru bermimpi tetapi ingat secara perlahan dan pasti Indonesia mulai Bangkit dan menunjukan eksistensinya di dunia internasional. dan lewat kepercayaan Internasional itulah kita bisa bangkit dan bisa mewujudkan mimipi2 kita untuk membangun pertahanan Negara yg lebih baik dari waktu sebelumnya.

  15. Kok bagian Buritan gak diksih senjata ya…? Aneh,lo dalam perang,disergap dari belakang gak bisa melawan dong…? Lo yg nyergapnya semacam kapal siluman…? tak terdeteksi radarnya sigma…!

  16. hahaha. . . . mas ahaay cool@, maka dari itu sistem pertahanannya kurang. tapi kalau di bagian fligh deck/hellipad di taruh meriam maka harus di RE-DESAIN dulu biar muat dan satu hal lagi di tambah kashtan CIWS akan lebih mudah mengurangi hal tersebut. . . . .
    kalau comment saya ada yang kurang tolong di tambahin lagi. . . .

  17. mas Diego bisa jelaskan ke saya perbedaan battleships,battlecruiser,pocketcruiser,heavy cruiser,light cruiser, dan cruiser gak. . . ?
    saya masih bingung di antara beberapa jenis kapal perang era WW2. . . . .

 Leave a Reply