JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 172014
 
Sigma Corvette with Integrated Mast Module, 8x anti-ship missiles, a 76mm main gun, a special mission container at the stern and two RAM launchers (photo: Navy Recognition)

Sigma Corvette with Integrated Mast Module, 8x anti-ship missiles, a 76mm main gun, a special mission container at the stern and two RAM launchers (photo: Navy Recognition)

Visi dan misi Presiden Jokowi yang hendak membangun sektor kelautan, disambut baik oleh TNI Angkatan Laut (AL), termasuk dukungan penuh dari PT PAL Indonesia (persero), yang mengaku siap mendistribusikan produknya untuk kepentingan kemaritiman.

“Infrastruktur kita sudah siap. PT PAL selalu siap menjalankan instruksi kementerian untuk mendistribusikan kapal-kapal buatannya demi kepentingan maritim kita,” terang Kepala Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono kepada merdeka.com, Sabtu (15/11).

Sejak awal berdiri dan diresmikan Presiden Soeharto di Tahun 1980 silam serta berstatus perseroan, PT PAL dikhususkan memproduksi kapal perang. “Itu kewajiban yang wajib dilakukan PT PAL. Memang dalam perkembangannya, PT PAL juga memproduksi kapal komersil dan saat ini juga melayani pesanan dari luar negeri,” ungkap Bayu.

Tak hanya PT PAL Indonesia, pada Oktober lalu, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio juga pernah menyampaikan sangat mendukung penuh cita-cita Presiden Jokowi itu demi pembangunan nasional dan keutuhan bangsa dalam hal kemaritiman.

“Kita sangat senang dan mendukung cita-cita itu secara optimal demi pembangunan nasional dan keutuhan bangsa dalam hal maritim,” katanya kala itu.

Memperkuat sistem kemaritiman di Tanah Air, memang bukan wacana baru. Sebab, sebelum Indonesia berdiri, semasa zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menguasai kepulauan Nusantara ini, kekuatan armada lautnya sangatlah tangguh.

Kedua kerajaan ini, mampu menguasai perdagangan dunia dan menyatukan Nusantara dengan kekuatan maritimnya di zamannya masing-masing. Namun pada kenyataannya, di zaman modern ini, kekuatan maritim tidak hanya mengandalkan kekuatan armada perang yang solid dan kuat untuk menjadi jaminan menjaga kedaulatan NKRI, melainkan juga ditopang kekuatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Sebagai negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan luas, Indonesia membutuhkan kapal-kapal tangguh, sebagai salah satu kelengkapan Alutsista armada laut Indonesia. Guna mendorong cita-cita itu, dalam Kabinet Indonesia Hebat (KIH), mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini pun membentuk lembaga kementerian baru, yaitu Menko Maritim. Jokowi menunjuk Indroyono Soesilo untuk menempati posisi tersebut.

Dan untuk memenuhi kebutuhan Alutsista di sektor maritim, Indonesia memiliki PT PAL, yaitu perusahaan galangan kapal terbesar di Tanah Air, yang sejak diresmikan Presiden Soeharto pada 1980 silam, dan telah diwajibkan memproduksi kapal-kapal perang untuk kebutuhan TNI AL.

Kemudian pada perkembangannya, perusahaan kapal yang kini sukses menembus pasar internasional itu, telah mengembangkan dan memproduksi kapal komersil, seperti kapal niaga, cargo, ikan dan lain sebagainya.

Saat ini perusahaan yang di masa Pemerintahan Belanda Tahun 1939 bernama Marine Establishment (ME) tersebut, tengah mengembangkan produk-produk khusus yang akan dipasarkan di dalam negeri.

Produk-produk kapal itu, terutama untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan, Kepolisian Rl, Departemen Kelautan, Departemen Keuangan atau Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta.

Produk kapal yang telah dikuasai PT PAL Indonesia antara lain, Kapal Landing Platform Dock 125 M, Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m, Kapal Patroli Cepat atau Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai dengan 38 m, Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug atau Supply sampai dengan klas 6.000 BHP, Kapal Ikan sampai dengan 600 GRT, Kapal Ferry dan penumpang sampai dengan 500 Pax.

“Untuk Kapal Landing Platform Dock produksi PT PAL, pernah digunakan TNI AL untuk membantu mengatasi aksi perampokan di Somalia,” ungkap Bayu.

Sedangkan kapal perang yang diproduksi PT PAL Indonesia antara lain Kapal Patroli Cepat 57 m (KPC 57 m), Kapal Patroli Cepat 28 m (KPC 28 m) dan Kapal Patroli Cepat 14 m (KPC 14m). Juga telah dikembangkan desain untuk kapal korvet 1300 ton dan 1500 ton, termasuk desain Kapal Pemburu Ranjau 600 ton.

“Untuk membantu misi kapal perang ini, setiap kapal perang dilengkapi dengan komputer sistem navigasi, sistem pengontrolan komunikasi yang canggih dan alat perang standar dengan spesifikasi tergantung pesanan,”. (Merdeka.com).

Berbagi

  37 Responses to “PT PAL Support Visi Maritim Presiden Jokowi”

  1.  

    mantab…

  2.  

    Absen sajaa

  3.  

    Terima kasih Pak Harto…. Sekarang ini kami harus mengembangkan apa yang telah bapak tanam… JAYA NUSANTARA.

  4.  

    ikutan ah absen nya

  5.  

    maju trru pal

  6.  

    Ralat, bukan kabinet IndonesiaHebat tapi Kabinet kerja..

  7.  

    He he he benar juga kata Sesepuh sudah banyak petunjuknya , terima kasih sesepuh waLaupun ada yg satu beLum dijawab para sesepuh dan kayaknya sangat rahasia sekaLi saya saLut dengan beLiau semua he he :mrgreen:

  8.  

    infrastruktur buat pembuatan kapal selam changbogo sudah siap belum ???
    apakah nantinya kapal selam yang dibangun oleh PT.PAL tsb sdh dilengkapi dgn AIP ???

  9.  

    muantaaabs…..kerja…kerja…kerja…

  10.  

    Jangan lupa KS 209 yang ToT dng KorSel harus sesuai jadwal..:)

  11.  

    kok ada kabinet indonesia hebat? udah ganti ya, bukan kabinet kerja lagi?

  12.  

    di laut kita jaya,gemah ripah loh jinawi…hidup pt.pal hidup NKRI

  13.  

    roadmapnya apa sih? Poros maritim maksudnya apa?kekayaan laut banyak.. dari ikan sampai dengan pasoir yang diekspor ke singapura. Dari penyelundupan ecek2 kencing di tengah laut sampoai pakai pipa ke tengah laut

    •  

      @Sennopati.. Baca Sejarah Nusantara mulai dari Kerajaan Kutai sampai Atlas Walisongo Kerajaan Demak, nanti tahu apa karakter kita sesungguhnya.. Atau kalau pengin ringkas ya googling 5 Pilar Poros Maritim Jokowi

  14.  

    Lanjutkan

  15.  

    KAPAL INDUK AYAM
    Sy sngt berharap disaat yg damai ini kapal2 perang tni yg sdng patroli dijadikan semacam INDUK AYAM yg menggiring anak2nya utk mencari makan disuatu tempat yg jauh. Ia lepas jangkar dsuatu tempat yg lg banyak ikannya utk menjaga & mengawasi anak2nya yg sdg mencari makan didaerah sekelilingnya dari kemungkinan adanya gangguan dan bahaya yg mengancam keselamatan mereka.
    Insyaallah ini menguntungkan kedua belah pihak;
    -tugas kri terpenuhi,bs2 dgn gratis.
    -anak2nya yg 10 ekor kenyang.

    •  

      gagasan sangat bagus bung. KAPAL INDUK NELAYAN menurutku seperti kapal pengolahan ikan aja dan sekaligus sebagai pengisi logistik kapal nelayan yang sedang mnecari ikan.. oya kapal para nelayan sebaiknya dikasih peralatan GPS, Navigasi Kelautan dan alat komunikasi yang sederhana yang bisa terkoneksi dengan pihak keamanan terdekat..

  16.  

    saya percaya dan saya juga yakin seluruh rakyat indonesia sangat percaya akan kemampuan PT.PAL dlm membuat dan memenuhi teknologi kapal perang maupun ks yg dibutuhkan TNI AL dlm waktu dekat ini.jalasveva jayamahe selamanya.

  17.  

    Top …
    2 RAM launcher system
    best & greatest corvette …

  18.  

    OKE DEH 😀

  19.  

    mantab bung – Dukung NKRI Amankan lautan

  20.  

    Saya cuma kurang suka ktika mentri Susi minta kerja sama USA dlm hal kerja sama patroli maritim indonesia……..
    Smacam membuat simpul tuk jerat leher sendiri…….

  21.  

    mock up sigma di atas sangat cantik.CIWS nya mantap,di bagian buritan sepertinya SEA RAM blok 2

    •  

      Lihat di youtube, dua video berbeda ciws amrik menembak kapal pembajak somalia langsung kebakar tapi yang Russia cuman berasap aja koq bisa? Apa beda jenis pelurunya?

  22.  

    PKR Sigma class..? Gmna kabarnya

  23.  

    Ma’af.. Maklum lulusan Sekolah menengah pertama dan rezekinya Bejo jadi pengusaha, nasipnya juga bejo jadi Menteri. sekali lagi mohon ma’af

  24.  

    hari ini baru saja sya lihat dua F16 disekitar rs Hermina-Bekasi, dimana sya berhenti karna muacat dan tak sengaja menoleh ke kanan atas..

  25.  

    Korvet nasional seharsnya diprioritaskan,,
    tentunya alir transfer teknologi harus lancar,,

  26.  

    Siap buat kapal induk helicopter gak pak? Basicnya kan sama dengan kapal niaga dan double skin star 50 yg sudah pernah PAL buat beberapa waktu lalu pak? Smoga dapat order dari kementrian kapal induk helicopter ya pak..

  27.  

    bung diego, janji artikel bung nara kok gk d muat, maaf, menagih janji

 Leave a Reply