Sep 112019
 

Tank Harimau dengan meriam 105 mm © PT Pindad (Persero)

Jakarta- PT Pindad berhasil mengantongi Seritifikat Tipe Medium Tank Harimau kategori Kendaraan Tempur Nomor: IMLA/TC/RANPUR/010/2019 yang telah melalui serangkaian uji dengan baik. Sertifikat Tipe ditandatangani dan diserahkan oleh Kepala Pusat Kelaikan (Kapuslaik) Kementerian Pertahanan, Laksma TNI Teguh Sugiono dan diterima secara langsung oleh Direktur Teknik dan Pengembangan Ade Bagdja di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, 4-9-2019, dirilis situs Pindad.

Kapuslaik Kemhan, Laksma TNI Teguh Sugiono menyatakan bahwa rancang tipe kendaraan tempur ini dengan batasan operasi serta kondisi yang tercantum dalam lembaran data sertifikat tipe, telah memenuhi ketentuan/aturan kelaikan darat berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Kepala Badan Sarana Pertahanan Nomor: JUKLAK/544/XII/2014.

Kapuslaik Kemhan, Laksma TNI Teguh Sugiono juga mengatakan semoga Sertifikat Tipe yang telah dikeluarkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Sertifikat Tipe Medium Tank Harimau telah dikeluarkan berdasarkan kontrak yang ada. Apa yang telah dikeluarkan agar dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” ujar Teguh Sugiono.

Medium Tank Harimau telah melalui mine blast test, firing test, uji statis, uji dinamis dan uji lainnya. Medium Tank hasil Pengembangan bersama antara PT Pindad dan FNSS Turki merupakan salah satu dari 7 program nasional pemerintah yang sudah terealisasi.

Kehadiran tank ini merupakan bukti kemampuan industri pertahanan dalam negeri menghasilkan produk inovatif berteknologi tinggi dalam mendukung kemandirian alutsista menjaga kedaulatan NKRI.

  3 Responses to “PT Pindad Dapatkan Seritifikat Tank Harimau”

  1.  

    Mase mau nanya nih. Inget ribut2 mobil kepresidenan kemaren sebetulnya Pindad bisa ga si buat mobil? Kalo bisa mbok ya pesen pindad aja. Banyak keuntungannya loh.
    1. Soal kebutuhan mobil dgn spesifikasi keamanan tinggi pindad kemungkinan lbh paham drpd pabrikan komersial;
    2. Semahal apapun publik akan relatif lbh tenang mengingat yg bikin BUMN dalam negri ;
    3. Saat kelak tak lagi digunakan kemungkinan harganya akan melambung. Gimana enggak, ex.mobil kepresidenan jumlahnya cuma satu pula. Jd kalopun belinya mahal kelak lelang bekasnya masih untung. Jd ga membebani APBN.
    Mungkin gitu ga si?

    •  

      klo masalah armored mungkin iya bisa ….. tapi khan perlu comfortable, safety, stylish dan cost, … produksi 1 biji jauh lebih mahal beli yang sudah ada di market.
      klo duit berlebih sih boleh juga kayak bikin punya Putin

    •  

      Dari pada Pindad bermain di segment komersiil, gpp juga, namun lebih pantes BUMN lain saja yg bikin. Pindad terus fokus saja di industri militer dan industri alat berat.