Nov 102018
 

Medium Tank dengan meriam 105 mm, karya anak bangsa di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat © PT Pindad (Persero)

JakartaGreater.com – Spesialis alutsista darat asal Indonesia,  PT Pindad sedang mengejar peluang ekspor Tank Medium Harimau yang dikembangkan bersama dengan FNSS Turki berbasis Modern Medium Weight Tank (MMWT) Kaplan MT, seperti dilansir dari laman IHS Jane pada hari Kamis.

Menurut keterangan seorang pejabat PT Pindad di pameran Indo Defnce 2018 di Jakarta bahwa Bangladesh, Filipina, Malaysia dan Brunei telah menyatakan minat untuk akusisi platform tank medium berbobot 35 ton dan perwakilan dari negara-negara tersebut akan menghadiri demonstrasi MMWT terpisah di Indonesia sebelum akhir November ini.

Purwarupa tank Harimau Hitam buatan PT Pindad dalam parade HUT TNI tahun 2017. © PT Pindad via Wikimedia Commons

MMWT dikembangkan oleh PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri, yakni perusahaan patungan antara Turki Nurol Holding dan BAE Systems Inggris, berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani pada tahun 2014 silam.

“Negara-negara itu mencari tank yang lebih ringan daripada MBT (tank tempur utama)”, kata Abraham Mose, Direktur Utama PT Pindad. “Mereka sedang mencari platform yang dapat dengan mudah untuk diangkut dan digunakan”.

Menurut Mose bahwa PT Pindad telah menyelesaikan uji coba medium tank Harimau ini, dan sekarang dalam proses memperoleh sertifikasi. Ini diharapkan sebelum akhir tahun, katanya. Kontrak untuk produksi massal tank Harimau diharapkan akan diberikan pada tahun fiskal 2020. Tidak ada dana untuk memproduksi dan mendapatkan platform itu dalam anggaran pertahanan tahun 2019, tegasnya.

Demonstrasi “live firing” Tank Medium Harimau Hitam buatan PT Pindad (RI) dan FNSS (Turki) © PT Pindad

Namun, begitu produksi massal dimulai, diharapkan akan ekspansif. Menurut PT Pindad, TNI AD memiliki kebutuhan sekitar 400 unit tank Harimau untuk menggantikan armada tank ringan AMX-13 buatan Prancis, yang awalnya berjumlah lebih dari 300 unit.

Abraham Mose menjelaskan bahwa ruang lingkup program ini memberikan peluang bagi industri pertahanan Indonesia untuk menjadi lebih mandiri dalam memproduksi tank. Setidaknya ada 100 perusahaan pertahanan lokal diharapkan bisa terlibat dalam program tersebut begitu produksi massalnya dimulai.

  16 Responses to “PT Pindad Kejar Peluang Ekspor Tank Harimau”

  1.  

    “Tidak ada dana untuk memproduksi dan mendapatkan platform itu dalam anggaran pertahanan tahun 2019”

  2.  

    Kedepan TKDN harus ditingkatkan agar harga bs kompetitif jg dilakukan pengembangan dan penyempurnaan.

  3.  

    Berita kayak gini bikin saya muak! Dikit-dikit terus mikirin ekspor, ketara sekali BUMN itu dijejali target bisnis, serakah. Alutsista itu bukan semata-mata soal bisnis, pengadaan dan peruntukannya sangat berbeda dari komoditas ekspor lainnya. Memikirkan target
    pengadaan 400 unit tank Harimau dalam negeri sudah luar biasa rumit tantangannya, dan tentu saja peluang menguntungkan bg Pindad.
    Sempurnakan lah dulu tank nya, setidaknya setara atau unggul dari produk medium tank lainnya. Benamkan suatu lompatan teknologi mutakhir di dalamnya.

    •  

      nah itu dia bung, bukannya kebanyakan eksport malah bisa melemahkan rupiah terhadap dollar amrik……….tpi sayangnya masyarakat kita terdoktrin makin banyak eksport makin kaya…….

      jadi klo bisa dilihat dulu produknya bung….jika produknya memang high profit sebaiknya dieksport saja, krn quality sales lebih baik drpd quantity sales.

      •  

        bisa makin kaya asalkan rupiah menguat terhadap dolar, tapi bila saat rupiah melemah trus ekspor diperbanyak ya tetep dolar yg masuk tidak bertambah 😀

        misal dulu ekspor 10 unit dapat 10 dollar, tapi karena rupiah makin melemah maka sekarang kita bisa ekspor 12 unit (lebih banyak kespor dr sebelumnya) tapi sayangnya kita cuma dibayar tetap 10 dolar utk 12 unit tersebut.

        itu namanya pinter membodohi 😀 siapa?

 Leave a Reply