JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 192015
 

“… mesin tua itu selama ini menjadi tulang punggung di pabrik senjata api, amunisi maupun di pabrik amunisi kaliber besar… “

PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

Bandung – Mesin-mesin tua alat produksi senjata dan amunisi PT Pindad dipastikan segera pensiun setelah mesin baru dalam program revitalisasi permesinan BUMN strategis itu tiba.

Mesin-mesin produksi itu saksi sejarah penting usaha kemandirian industri pertahanan bangsa yang harus dikonservasi dari sisi kesejarahan.

“Mesin-mesin tua itu ada yang buatan 1930, mesin itu dipesan Jenderal Ahmad Yani. Bayangkan sampai saat ini mesin itu masih bisa dipertahankan, namun nanti setelah mesin baru tiba akan segeda dipensiunkan,” kata Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim, di sela-sela lomba menembak antar-wartawan di Bandung, Rabu.

Mesin-mesin tua itu selama ini menjadi tulang punggung di pabrik senjata api, amunisi maupun di pabrik amunisi kaliber besar. Mesin-mesin itu hingga saat ini masih terpelihara dan memenuhi standar produksi setelah diremajakan.

Karim menyebutkan, Penanaman Modal Negara yang diterima Pindad 2015 ini senilai Rp700 miliar. Sebagian besar akan digunakan untuk peremajaan mesin-mesin produksi itu.

“Kebutuhan anggaran revitalisasi sebenarnya Rp5 triliun, namun tahun ini direalisasikan Rp700 miliar. Sebagian besar akan dilakukan untuk revitalisasi mesin yang sudah tua itu,” katanya.

Senjata SS-1 awalnya senjata laras panjang perorangan dengan lisensi dari Fabrique Nationale (FN) Belgia.

Kemudian dikembangkan dan saat ini sudah bervarian SS-2 yang telah memiliki kualifikasi dan sertifikasi sebagai senapan organik militer. Senjata itu merupakan salah satu produk yang menembus ekspor, termasuk jenis senjata genggam.

“PT Pindad tengah mengikuti tender pengadaan senjata di Filipina, untuk jenis SS-2 maupun senjata genggam,” kata Karim.

Terkait kapan program revitalisasi permesinan PT Pindad itu akan rampung akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Revitalisasi dilakukan di sektor yang telah mendesak untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi maupun kualitas produknya, yang jelas mesin-mesin yang sudah sangat tua itu akan segera diganti,” kata Silmy Karim.

Selain itu, Pindad juga menyatakan kesiapannya untuk memproduksi munisi kaliber besar 105 milimeter untuk memenuhi kebutuhan TNI.

“Kami sudah produksi munisi kaliber besar 105mm, sudah diuji coba dan sudah sesuai dengan kebutuhan TNI. Tahun ini akan segera dilakukan penjualan produk munisi besar itu untuk TNI, tapi kami akan menunggu kontraknya,” katanya.

Ia menyebutkan kebutuhan munisi kaliber besar 105mm sejumlah 281.429 unit baik itu munisi tempur maupun munisi latihan. (Editor: Ade Marboen/ AntaraNews.com)

Bagikan :

  23 Responses to “PT Pindad Segera Pensiunkan Mesin Tua”

  1.  

    Asalam mualaikum

    •  

      Semoga Pindad juga makin menambah pemasok dalam negeri, sehingga ketergantungan bahan baku import makin berkurang. Sama saja bohong kalau kandungan impor produksi Pindad tetap tinggi dan tidak ada usaha untuk menurunkannya. maaf oot.

  2.  

    Solar hahha

  3.  

    Kok sepi?

  4.  

    Siiip

  5.  

    Mantap

  6.  

    Ane berharap Pindad max di tahun 2025 sudah bisa diatas ST Enginering . . .
    Semoga nanti dah bisa buat tank, kendaraan lapis baja, berbagai senapan, MLRS, TEL, Howitzer, dsb sendiri :mrgreen:

  7.  

    Pake mesin tahun 30an aja hasil produknya dahsyat apalagi pake mesin baru,….luar biasa bangsaku

  8.  

    busyeeet mesin tahun 1930…???
    itulaah hebatnya ahli mesin kita bisa ngrawat mesin produksi purba…

  9.  

    Pasti mesin tua itu klo lg operasional bunyinya udh tarr..terr..torr..gk karuan..kyk istri lg cerewetin suaminya..

  10.  

    mesinnya dah punya cucu itu

  11.  

    berita yang membahagiakan. semoga revitalisasi pindad jalan terus agar bisa bersaing dengan barang impor.

  12.  

    alangkah indahnya jika 12 Trilyun dana siluman APBD jakarta diinvestasikan ke PT DI.. 700 M dibanding 12 T

  13.  

    Smoga SS2 menang lelang di philipina. Setelah LPD banjarmasin class Sepertinya pinoy akan terus membeli produk2 indonesia sekalian mungkin untuk pendekatan berharap dibantu RI kl sampe Lcs meletus.

  14.  

    AFP Increases Orders for New M4 Rifles to 63,000 units
    http://maxdefense.blogspot.com/2014/03/afp-increases-orders-for-new-m4-rifles.html

  15.  

    Saya Google toko senjata di Texas, ternyata banyak toko OL yang nggak jualan senjata Pindad. Kenapa Pindad tidak dipasarkan ke AS yang merupakan pasar senjata pribadi terbesar? Di Eropa seharusnya Pindad berusaha masuk sebab angka penggunanya sangat besar juga di sana. Bisa ditarik kesimpulan Pindad tampaknya masih terlalu menjual produknya untuk militer dan kurang aktif dalam pemasaran di luar. Kalau dijual ke non militer pasti pendapatan makin banyak.

    Selain itu, untuk diskusi saja, saya ada ide. Bagaimana kalau Pindad dan Dahana digabung? Sebab yang satu jualan senjata yanh satu jualan mesiunya. IMO, kedua perusahaan ini sangat logis untuk digabung sebab akan saling mengisi hulu hilir, R&D saling mendukung, keuangan makin solid, dll.

  16.  

    Nggak salah 281.429 unit per/tahun? kalau ditembakin semua Jakarta bisa rata dengan tanah.

  17.  

    Smg dgn mesin2 yg barunya nanti Pindad bs lbh produktif dan inovatif.

  18.  

    Maaf oot Itu yg tempo hari bu rini minta tambahan dana buat bumn ditolak sama dpr kayaknya yg 48T . Klo itu distujui mgkin gak cm 700 miliar

 Leave a Reply