PT Pindad – Tata Motors, Garap Panser Anoa 8×8

Tata Motors Kestrel 8×8

PT Pindad - Tata Motors, Garap Panser Anoa 8x8 1

New Delhi – Tata Motors siap untuk mendiversifikasi sektor otomotif Indonesia setelah sepakat mengembangkan kerja sama dengan PT Pindad untuk memproduksi kendaraan angkut militer.

“Saya kira ini bagus karena juga mendiversifikasi industri otomotif kita yang didominasi oleh Jepang dan sudah mulai ada Korea,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong setelah pertemuan “collective call” antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama 20 CEO perusahaan terkemuka dari India, di The Leela Palace Hotel New Delhi, 13/12/2016.

Tata Motors menjadi salah satu perusahaan yang hadir dalam acara tersebut bersama 19 perusahaan terkemuka lain di India.

Executive Director Tata Motors Ravindra Pisharody hadir dalam pertemuan itu dan bertemu langsung dengan mitranya yakni CEO PT Pindad Abraham Mose yang menjadi anggota delegasi yang dipimpin oleh Presiden RI Jokowi.

Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, kerja sama Tata Motors dengan PT Pindad menjadi pintu masuk bagi perusahaan otomotif terbesar di India itu untuk masuk ke pasar otomotif Indonesia secara lebih menyeluruh.

“Dengan ini kita juga bisa mengundang India masuk ke otomotif sehingga akan lebih banyak persaingan dan meningkatkan daya saing hingga arahnya bisa menurunkan harga,” ujarnya.

Masuknya Tata Motors ke Indonesia, sekaligus diharapkan mampu mendiversifikasi sumber otomotif bukan sekadar dari Jepang atau Korea Selatan saja.

Pemerintah akan berupaya melonggarkan hambatan-hambatan dagang untuk mendukung pengembangan khususnya industri otomotif Indonesia.

“Kolaborasi antara Pindad dan Tata Motors harus diakui kita masih banyak tarif-tarif tinggi atas impor komponen dari India ke Indonesia, itu memang akan menghambat sistem produksi Pindad dengan Tata Motors,” ujarnya.

Menurut dia, impor tetap dibutuhkan untuk produksi ekspor.

“Kita mungkin harus impor komponen dari India untuk membuat kendaraan di Pindad yang kemudian diekspor kalau impor kita hambat, ekspor tidak bisa jalan,” jelasnya.

Tata Motors Kestrel 8×8

PT Pindad - Tata Motors, Garap Panser Anoa 8x8 2

CEO PT Pindad Abraham Mose saat ditemui di New Delhi mengatakan pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Tata Motors, anak perusahaan Group Tata di India untuk bekerja sama dalam hal perakitan kendaraan angkut militer dan komersial.

“Kerja samanya mulai dari pengembangan desain, riset penjualan, dan kerja sama perakitan dan pemasaran untuk pasar Indonesia dan Asean. Untuk kendaraan militer berupa tank jenis Anoa yang berukuran 8X8 dengan persenjataan,” ujarnya.

Sementara Tata Motors sendiri telah bertekad menjadikan PT Pindad sebagai mitra kerja dalam mengekplorasi potensi pasar bagi kendaraan pertahanan dan militer Tata Motors di Indonesia dan negara-negara di ASEAN.

Tata Motors Kestrel 8×8

PT Pindad - Tata Motors, Garap Panser Anoa 8x8 3

“Momen ini sangat penting bagi milestone Tata Motors di Indonesia. Kami bangga dapat menjalin kerja sama dengan PT Pindad, perusahaan yang dihormati oleh rakyat Indonesia. Lewat kesepakatan ini kami yakin dapat meningkatkan kontribusi kami untuk Indonesia. Hal tersebut telah menjadi komitmen jangka panjang Tata Motors,” ujar Biswadev Sengupta, Presiden Direktur Tata Motors Indonesia, anak perusahaan Tata Motors Ltd, Agen Pemegang Merek Tata Motors di Indonesia.

Tata Motors merupakan perusahaan otomotif terbesar di India yang menjadi salah satu merek 10 besar kendaraan komersial di dunia ini telah memproduksi kendaraan pertahanan dan militer sejak 1958. Produk kendaraan pertahanan dan militer Tata Motors telah dipercaya oleh PBB dan berbagai negara di dunia.

Antara

Leave a Reply