Jan 142019
 

Pesawat CN-235-220 militer © PTDI

JakartaGreater.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bakal memperkenalkan varian terbaru dari produk pesawat sayap tetapnya, yaitu CN-235 Gunship. Pesawat terbang yang dipasangi persenjataan tersebut diproyeksikan bisa dikenalkan ke publik pada pertengahan 2019, tulis Suara Merdeka pada hari Rabu.

Direktur Produksi PTDI, Arie Wibowo menerangkan langkah pengembangan pesawat tersebut sekaligus untuk menangkap peluang pasar mengingat PTDI bermaksud mengikuti tender di Thailand.

“Royal Thai Navy meminta yang bisa dipasang semacam peluncur roket, kita ikut tendernya, kita punya pengalaman”, tandasnya di sela penandatanganan kontrak pengadaan 17 helikopter Kemhan RI di Bandung, Rabu (9/1).

PTDI punya pengalaman membangun variasi sejenis saat ikut membangun CN-235 Meltem milik Turki. Konfigurasinya antara lain dilengkapi fitur pemasangan rudal atau rocket.

Untuk kebutuhan dalam negeri, Arie Wibowo menjelaskan bahwa platform CN-235 Gunship bisa digunakan dalam rangka penegakan hukum dilaut seperti yang kini digencarkan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti.

“Bisa untuk membantu upaya Bu Susi misalnya, dalam upaya penegakan hukum di laut. Menakuti nelayan yang bandel, manuver pesawatnya kan radial, sasarannya diputari dan ditembaki ke arah airnya”, tandasnya.

Dijelaskan, pengembangan CN-235 Gunship tengah mempersiapkan flying test bed. Pesawat yang dijadikan platform itu dijadwalkan sudah rampung sehingga bisa terbang pada bulan Maret mendatang.

Berikutnya, mereka mengintegrasikan FTB tersebut dengan jenis kanon yang akan dipasang sekaligus diujicoba proses penembakannya. Ini termasuk mematangkan manuver terbang rendah di atas 500 meter.

“Senjatanya mau dipasang di mana. Nanti kita akan undang AU, AL dan AD juga. Karena pesawat tersebutkan bawa senjata ada gun impactnya. Jadi jangan sampai pesawat goyang, tapi stabil ketika tembakan dilepaskan”, katanya.

Bagikan: