Apr 222017
 

Mesin Pesawat Turboprop TPE331, Honeywell (Duke of W4)

Jakarta – PT Dirgantara Indonesia menandatangani kesepakatan pembelian 34 unit mesin turboprop dari perusahaan teknologi dan manufaktur berbasis di Amerika Serikat, Honeywell Aerospace.

Honeywell akan memasok mesin turboprop TPE331 untuk pesawat NC212i PT Dirgantara lndonesia (PTDI) selama empat tahun ke depan.

“Mesin TPE331 Honeywell salah satu mesin turboprop yang paling dapat diandalkan dan telah terbukti di dunia dan memenuhi syarat sebagai mesin untuk pesawat kami,” ujar Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo pada penandatanganan kontrak di Jakarta, Jumat, 21/4/2017.

Pengiriman enam mesin pertama akan dilakukan tahun ini, sedangkan sisanya dikirim secara bertahap sampai dengan tahun 2020.

Kesepakatan ini merupakan kontrak dirgantara terbesar antara Honeywell dan PT Dirgantara lndonesia hingga saat ini. Kontrak ini merupakan bukti atas kemitraan kuat dan berjangka panjang antara Honeywell Aerospace dengan industri dirgantara lndonesia.

Dengan mesin turboprop TPE331 Honeywell, pesawat NC212i PTDI dapat lepas landas dan naik secara lebih cepat, mencapai kecepatan jelajah (cruise speed) lebih efisien, pemakaian bahan bakar yang lebih hemat dan menekan biaya operasi.

Sebagai bagian dari strategi Honeywell di pasar yang bertumbuh secara pesat seperti lndonesia, Honeywell akan memberikan pelatihan mengenai mesin TPE331 secara gratis kepada enam insinyur PTDI guna membangun keterampilan pemeliharaan armada serta memastikan pengetahuan teknis bagi mitra-mitra lokal.

Sebelum perjanjian ini, Honeywell telah dipilih untuk memasok 11 mesin TPE331 untuk armada pesawat NC212-400 dan NC212i milik PTDI pada 2015.

“Honeywell dan PTDI telah menjalin hubungan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan selama lebih dari 40 tahun dan kami optimis bahwa kemitraan ini akan terus berlanjut,” kata Presiden Honeywell Indonesia Alex Pollack.

Berbagai produk Honeywell telah didistribusikan dan dipasang di Indonesia sejak 1974. Pada 1992, Honeywell membangun kantor pertamanya di Indonesia untuk mengelola jaringan perusahaan-perusahaan distribusi lokaI.

Saat ini, Honeywell telah mempekerjakan lebih dari 1.200 orang di beberapa kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Batam dan Bintan.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  32 Responses to “PTDI Beli 34 Mesin Turboprop TPE331 Honeywell”

  1. mantap, harusnya bisa buat mesin propeler sendiri, mungkin niru dari mesin rc terus diperbesar skalanya atau gimana kek yang penting jadi dulu….

  2. wow lumayan..

  3. 🙂

  4. Tinggalkan jejak !!!!

  5. pertamax

  6. APAKAH TIDAK BISA BUAT MESIN SENDIRI?

    • Emangnya gampang… ngomong kok ngasal, gak banyak didunia yg bisa bikin mesin… perlu “efford” yg besar, baik manpower, finansial, rantai pemasok..dsb dsb dsb gak semudah cuma ngetik komen “bisa bikin mesinnya gak?” Ntar ujung2nya, yahhh ngerakit doangan …. hargai dong teman2 kita di PTDI dan lapan yg sudah sepenuh hati merancang dan mewujudkan karya putra putri bangsa

      • dia kan gak tau bung..
        jangan marah gitu dong.. di jelasin baik2.. mesin itu tidak sama dg kerupuk.. di buat di goreng di makan habis cerita.. itu prosesnya puanjaanggggg bgt.. lebih panjang dan lebih suram di banding suramnya hati yg lagi nulis berita di atas..
        dan lagi2 akan kembali ke untung ruginya.. bukan nya negara maju yg lebih kaya dr indonesia buanyak.. kenapa mereka semua gak mau bikin mesin sendiri2.. ???
        apa dia tdk punya fikiran spt yg anda fikirkan..??
        pasti punya.. tp efisiensi.. kalau kita ingin makan nasi bukan berati kita harus nanam padi sendiri.. di rawat sendiri.. di panen sendiri.. di olah sendiri.. di masak sendiri.. di makan sendiri..
        apa anda bisa ..??
        bayangkan gimana jadinya anda ingin makan nasi rendang..?? banyak bumbu, sapi dan macam2.. mau makan rendang aja nunggu setahun dg banting tulang kelaparan belum sempat makan sudah mati dulu..
        begitu umpamanya bung.. jd pemerintah sudah benar di jalanya.. yg penting sudah ada kemajuan biarpun sedikit2.. kita hanya bisa mengawasi.. mendukung dan mendoa kan..
        terima kasih..

        • Seharusnya Indonesia sdh bisa buat mesin sendiri, tapi entah knp sampe skrg belum bisa menbuat mesin sendiri. Dibutuhkan usaha yg keras dan kemauan yg kuat. Harusnya sejak awal berdiri PT DI, seharusnya berpikir utk bisa membuat mesin sendiri meskipun turboprop.

    • lebih cepat dan lebih murah beli dari pada buat sendiri…. jadi tinggal cocokkan desain dan mountingnya. liat aja Boeing dan Airbus……… mereka beli mesin dari luar….:)

      • Betul bung, Boeing dan Airbus (dan juga pabrikan pesawat lain) mesinnya beli, tidak bikin sendiri.
        Tapi yang jadi keinginan kita di sini adalah “Indonesia harus bikin mesin sendiri”. Bukan “PTDI harus bikin mesin”.
        Justru kalo PTDI memaksa diri membuat mesin malah bisa kolaps dan bangkrut itu. PTDI harus fokus di manufaktur pesawat. Jangan berpikir untuk membuat mesin.
        “Indonesia harus bikin mesin sendiri”. Siapa yang membuatnya? Perusahaan lain. Pemerintah harus mendirikan BUMN pembuat mesin.
        Penting bagi Indonesia untuk mampu membuat mesin sendiri. Demi kemandirian. Apalagi jika menyangkut pesawat militer yang rawan embargo.

  7. jadi siapa yang bilang indonesia bebas embargo Asu? teriak2 bilang barang Asu gak lagi jadi pilihan? IFX juga 100% dari Asu. perlu ijin Asu. ujung2 tetap juga bawah kawalan Asu.
    ada yang akan bilang itu cuma riset tahap satu nantinya akan dirombak guna mesin rusia. gini aja butuh biaya berapa? butuh berapa tahun? N219 aja butuh biaya dan masa. ini pesawat militer teknologinya maju dari pesawat sipil.
    iran aja gak bisa ganti mesin f4 walau terbilang maju.

  8. Yahh namanya jg indonesia…
    Negara dengan prestasi korupsi #1 di dunia..

    Aplgi klo koruptor di miskinkan…,pasti banyak yg protes..
    Jadi klo Indonesia bermimpi buat mesin pesawat..,siapkan dana melebihi risetnya IFX ya..??
    IFX aja masih gunakan mesin General Dynamics..
    Sedangkan kaca kokpit saya lupa tuhh darimana..
    Pokoknya IFX thu produk gado-gado deh..
    Tpi harus mempunyai planning n presisi yg tepat dalam merancang pesawat ini..
    IFX masih hanya di atas kertas, belum tentu berhasil..
    Jadi jangan banyak OMDO(OMONG DOANG)…

    KITA NEGARA SEGUDANG PRESTASI KORUPSI…
    JANGAN TERLALU BERHARAP..
    MUSNAHKAN KORUPTOR..
    BANYAKLAH BERHARAP…

  9. Ya..d akui atau tidak..kita masih saling ktergantungn sama blok barat tp mungkin tdk 100%.seperti dulu.yg penting saling mengntungkn..ok sssst jgn pd ribut..non blok

  10. masalahnya, biaya riset dan development, bisa dikategorikan ke korupsi, peneliti dan yg terkait, jadi takut melakukan r&d, ini yg menyebabkan anak bangsa banyak yg berprestasi diluar sana (bukan masalah nasionalisme, tapi takut masuk penjara). perlu payung hukum tetap untuk para peneliti,

  11. Kapan indonesia bisa buat mesin sendiri tanpa harus beli dri asu maupun eropa

  12. pihak ketiganya singapura

  13. TOT apa kira kira yang diperoleh pt DI

  14. Harus bs bikin mesin kedepannya!

  15. Tahap awal para teknisi kita harus bisa melakukan perbaikan sampai tingkat berat untuk jenis mesin turbopropeler ini
    Tahap selanjutnya belajar buat komponen krusial dari mesin, dengan lisensi
    Selanjutntya minta lisensi penuh dari pembuatnya

  16. Membuat mesin emang tidak mudah, tp bukan berarti mustahil bagi indonesia untuk membuat mesin hasil racikan ilmuan dalam negeri sendiri.
    Kata kunci nya adalah keberpihakan dari pemerintah. Dan pemerintah belum terlihat keberpihakannya. Hal ini terlihat jelas dari dana riset yang sangat kecil.

  17. Honeywell ini bukannya perusahaan yg bikin part turbocharger pada mobil yaa?….

  18. Mesin atau engine? Beda lo
    ganti engine yg gak sesuai sama amm harus rubah nacle pylonnya juga cog nya bung banyak risetnya ntar gagal dibilang korupsi padahal baru riset phase 1 belum keduanya

  19. Betul bung jussmelon juga komponen avionic, data computer dan atenna serta radar pada a/c .
    Mesin atau engine? Beda lo
    ganti engine yg gak sesuai sama amm harus rubah nacle pylonnya juga cog nya bung banyak risetnya ntar gagal dibilang korupsi padahal baru riset phase 1 belum keduanya

  20. Betul bung jussmelon juga komponen avionic, data computer dan atenna serta radar pada a/c sipil atupun militer.
    Mesin atau engine? Beda lo
    ganti engine yg gak sesuai sama amm harus rubah nacle pylonnya juga cog nya bung banyak risetnya ntar gagal dibilang korupsi padahal baru riset phase 1 belum keduanya

  21. Maaf suhu2 hp eror.
    Kurang tot dari konter ini bung. Maaf suhu

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)