May 212014
 

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2014/05/21/1036/102303_helipondokcabe320.jpg?resize=450%2C450

ilustrasi

Jakarta -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pabrikan pesawat dan helikopter, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu merancang konsep helikopter super canggih. PTDI memiliki rancangan helikopter yang dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam. Sonar ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.

“Karena ini konsep dari PTDI jadi yang copy right atau hak cipta adalah PTDI,” kata Direktur Utama PTDI (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (20/5/2014)

Pengembangan helikopter ini bermula ketika TNI AL ingin memiliki helikopter super canggih namun harus berukuran relatif kecil dan bisa mendarat di kapal perang tipe Frigate terbaru. Alhasil PTDI mencari cara agar bisa membuat helikopter berukuran sedang yang bisa mendarat di deck kapal perang namun mampu memiliki teknologi anti kapal selam.

Biasanya teknologi kapal selam ini ditemui dan terpasang pada helikpter berukuran besar. PTDI menggandeng produsen helikopter yakni Eurocopter dan produsen sonar dunia untuk memproduksi helikopter medium dengan teknologi sonar anti kapal selam. Proses merancang helikopter ini memerlukan waktu 2 tahun.

“Waktu kita (pemerintah) beli kapal Fregate buatan Belanda. Itu yang sudah datang. Itu deck load hanya 5 ton jadi kita harus cari helikopter bobot 5 ton dengan senjata yang canggih. Orang mengatakan saya punya sonar bagus tapi helikopternya yang gede-gede. Nggak mungkin (untuk heli sedang). Akhirnya pakai sonar kelas lebih rendah. Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya.

Akhirnya lahir helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. Teknologi ini dikembangkan pada jenis Helikopter AS565 Panther. Meski tidak memproduksi helikopter dan sonar, namun PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam tersebut.

“Buat kami ini pertama. Bagi pabrik helikopter ide pertama dan ternyata feasible untuk dikerjakan. Yang bikin sonar, dia bilang ini pertama kali dia akan pasang sonar di helikopter ini (medium),” ujarnya.

Helikopter AS 565 Panther telah dipesan TNI AL sebanyak 11 unit. Dari 11 unit tersebut, sebanyak 2 unit dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam dan 9 tidak dilengkapi namun memiliki kemampuan untuk sewaktu-waktu dipasang teknologi anti kapal selam.

“Tahap pertama 11, namun yang pakai sonar ada 2. Itu delivery terakhir,” tegasnya. (finance.detik.com)

  75 Responses to “Helikopter Anti Kapal Selam PT DI”

  1. Siji

  2. Semakin Mantaaab !!!! Salam Hormat

  3. 5 besar baca belakangan

      • he AS 565 adalah versi populer helikopter navalizada Prancis AS 365N Dauphin II , didorong oleh dua turbin Turbomeca Arriel 2C . Fungsi utama dari perang anti – permukaan pesawat , dengan menggunakan rudal anti – kapal AS15TT (setara Perancis British Sea Skua ) , kisaran 15km . Hal ini juga dapat menyebabkan torpedo anti -kapal selam dan bertindak maritim sebagai mencerahkan untuk kapal induk , membuat pernyataan target di luar cakrawala .
        China memproduksi versi angkatan laut dari AS 365N Dauphin II di bawah lisensi , dikenal sebagai Z – 9C , yang fotonya bisa dilihat di bawah ini .
        The Z – 9C dalam beroperasi tertanam Type 052 ( ” Luhu ” ) , Type 051B ( ” Luhai ” ) , dan Type 053H2G/H3 ( ” Jiangwei ” ) . Versi Cina ini dilengkapi dengan radar pencarian X -band , sonar Sintra HS – 12 dan anti – kapal selam Yu – 7 (copy Cina dari Mk.46 Mod.2 dan A244S ) torpedo .
        The Z – 9C juga mengarah antena untuk menyediakan pembaruan mid – kursus untuk anti – navioYJ – 83 rudal di ” over-the – horizon ” serangan .
        Baru-baru ini terungkap varian Z – 9D , dilengkapi dengan rudal anti – kapal yang mirip dengan AS15TT Perancis . Rudal itu tampaknya menjadi TL- 10B yang dikembangkan oleh Hongdu , yang dipandu oleh radar untuk digunakan melawan FACS dan kapal kecil di bawah 1.000t . Jangkauan juga diperkirakan pada 15 km , dengan 0,85 Mach kecepatan dan berat 30 kg .

        BLOG CATATAN: Panther , versi militer dari Dauphin II , juga digunakan oleh Angkatan Darat Brasil , sebuah fakta yang setidaknya harus memprovokasi mempertanyakan tentang mengapa Angkatan Laut Brasil memutuskan untuk memilih keluar dari Naval Panther , sebelum memutuskan modernisasi pembelian dari Lynx dan Super Lynx . Meskipun kualitas dari helikopter kesamaan Inggris dalam persediaan akan meningkatkan ketersediaan helikopter dan memfasilitasi pelatihan kru .
        Contoh terbaru adalah pemerintah Brasil memutuskan untuk me-mount lini produksi Cougar di Brasil , sementara MB untuk membeli helikopter Seahawk di AS , mengingat bahwa Cougar memiliki versi angkatan laut anti – kapal selam dan anti – kapal . Hal ini diperlukan untuk menyatukan pemikiran militer dalam pembelian bahan umum , karena tidak ada uang yang tersisa .

      • tiwas di translate ngko ra iso moco…he..he..he…

      • wis ajur-ajuran iki….. hahahaha……

      • salam kenal mas dab meniko kulo kawulo alit saking tanah perdikan ngayogyokarto, pokok e Jogja Istimewa kagem Indonesia

      • Ahahah…wis ancur pisan..ngakak nembe lara wetenge kita kih..ampun ana2 bae ya..

    • Wah bingung. Katanya pertama, tapi cina juga buat panther pake sonar udah lama lagi buatnya.
      Bung @gue ini transkrip ya. Kata katanya diatas juga bingungin

      • bung freaxout, itu dari sumber resmi detikFinance, itu adl klaim dari PT DI soal helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. dan sumber diatas PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam.
        Tapi menurut pandangan saya itu menunjukkan kemandirian dan kemauan bangsa ini untuk maju dlm bidang tehnologi. Juga sesuai program KKIP soal InHan.

        • Bung gue, saya setuju bahwa berita di atas menunjukkan semangat kemandirian dan kemauan bangsa ini utk maju.
          Tapi sama seperti bung freaxout saya juga bingung dengan berita di atas. Isi beritanya juga bikin saya bingung.
          Mohon mungkin ada yg bisa menjelaskan, yang dikembangkan itu teknologi seperti apa sih? Soalnya heli-nya pakai AS565 Panther. Bukannya panther memang heli yg dirancang utk fungsi AKS? Trus yg bikin sonarnya juga: “pabrik sonar dunia”.
          Mohon maaf kalau salah tangkep, tapi memang masih gak mudeng ini.

          • iya bung @roger saya juga kurang paham dgn tulisan ini
            yg dimaksud pertama di dunia itu apanya ya
            apa dari segi medium nya atau sonarnya atau apanya? mohon penjelasan
            sesepuh skalian. . .

  4. saya doakan semoga berhasil!!

  5. Numpang baca kang

  6. Semakin bangga

  7. hebatt… pt di lanjutkan…

  8. luar biasa!! Maju terus Indonesia…

  9. sayangnya cuma 2 yang di pasangi sonar.

    • Yakin, Bung ?
      Soale semenjak gw mantengin JKGR….gw selalu hura percoyo sama angka2 yg dipublish….angka2 tsb berujud hoax dan kaga’ mungkin ….hehehehe
      Ditunggu aja clue2 dari senior2 disini….

      Tanya Bung gue tuh…kenapa tulisannya di BOLD….

      Salam kenal aja, bung…

      Lanjutttt….

  10. Jayalah Indonesiaku..

  11. nomer wahid..

  12. Apakah yg lainnya akan dipasang bertahap?

  13. Waduh yg dilengkapi sonar hanya 2…masalah klasik dan selalu…Dana,,Dana yg terbatas . Tapi salutlah buat PT DI…Bravo

  14. Nice artikel..!! Salute untuk SDM indonesia yg berkelas dunia.

    Teruslah berkarya untuk bangsa ini , menuju bangsa yg maju..!!! NKRI HARGA MATI..!!!

  15. absen dulu ah. . salam damai bung bung semuanya. . .

  16. Ijin nyimak

  17. Heli AKSnya udah,yuk cus garap Gendiwa hehe

  18. Mantaaaf!

  19. salut dan ane ucapkan selamat kpd PT DI

  20. ” Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya. <— Koq pake "antene gede"?
    Perasaan sih kalau jarak jauh dengan frekuensi rendah dan pakai antena panjang / gede itu untuk elektromagnetik alias Radar (radio detecting and ranging – menjejak dan mengukur jarak menggunakan gelombang radio).
    Kalau sonar kan pakai gelombang suara, bukan?
    Mohon pencerahannya dong, para pakar / sesepuh / wadyabala di mari…

  21. orang Indonesia ilmu “ngoprek” nya nomer satu ya bung djama. hehe. ya gak bung jalo??

  22. orang Indonesia ilmu “ngoprek” nya nomer satu ya bung djawa. hehe. ya gak bung jalo??

  23. Mantap PT.DI
    LANJUTKAN

  24. Iya helinya. Sonarnya? Kan karakteristik laut di Indonesia banyak ragamnya. Nah uji coba dulu efektif atau tidak. Sonar buatan LN saja ada koq yang nggak cocok dengan Laut di Indonesia

    • oh gitu ya om Wie.. emang gimana sih proses pembelian ? Tidak ada uji kelayakan dan uji materi yang mendukung penggunaan peralatan berdasarkan spesifikasi barang sebelum pembelian ya om?

  25. Harusnya ini jawaban no15

  26. Menurutku kok biasa aja alias ga ada yg hebat. Sangat2 biasa aja.

    Hebatnya hanya pada kemauan utk mandiri. Itu aja seh. Tp nice. Lanjutkan pada kemandirian yg lbh canggih & GAHAR. Bravo PT DI…!!!

  27. ya hebatlah ms bro, sampyan aja gak bisa bikin…smoga Indonesia trus kuasai teknologi

  28. kulo nderek pertamax nggih
    ngapunten hehehehehe
    pisss

  29. Assalamualaikum kebetulan berita ini saya kasih info deh, tim Penerbal dan TNI AU sudah berangkat Perancis. Ayo ngapain mereka di Paris? 😀

    • Sekalian tambahin info, Hari ini tim TNI AU berangkat ke Australia buat jemput barang, 😀

    • bung erich ikut kesana nggak yaa 🙂

    • Mau naik odong2 di bawa pulang, ya om?. ap cuma test drive.
      Yang aneh aU ngapain ke Kangguru mau ambil manusia prahu/mau ambil mainan bekas yang dah slese turun mesin.

    • Tak tebak bung jalo tapi ane minta topi latgab boleh ngga.
      Nyang hawa nyoba seri nunuk
      Nyang banyu nyoba naik turun di mistar rrll

    • kalo ada penerbal, mungkin rotary wing AKS

    • Assalamualaikum lagi, maaf baru nyampe rumah..
      Ok untuk Matra Laut sedang belajar, memeang sedikit sih, untuk pertama 2 tim, cadangan, dan teknisi. Seperti berita diatas, dari 11 hanya 2 yg dipasang untuk AKS sisanya akan digunakan untuk intai taktis dan anti kapal permukaan. Ada rencana memperbanyak AKS, Insyallah dengan produk dalam negeri, tapi akan dilakukan secara pelan2. Lalu disana jga belajar penggunaan Heavy Torpedo, termasuk ada tim yg mempelajari pembuatan Heavy Torpedo, 😀

      TNI AU juga sama yaitu belajar EC-725, yg dikirim gak banyak nanti mereka akan mengajarkan buat penerus berikutnya. 6 Cougar EC-725 kita akan dilengkapi Full Armament termasuk nanti FFAR-nya menggunakan produk dalam negeri. 😀

      Untuk Australia itu untuk mengambil Herky kita, salam untuk semua.

      • lah kirain herky nya udah nongkrong di sini Bung Jalo,pengadaannya bukannya udah lama ya Bung? apa ini yang baru lgi?

        • Yg baru datang kemarin cuman 1 kalau gak salah, nah ini mau diambil lagi. Tapi kemarin saya gak nanya ngambil berapa, sudah lama gak ketemu teman lama jadi lupa nanya2. 😀

          Doain ya untuk para penerbang kita agar bisa menyerap ilmu dan lancar dalam pemilihan armament yg terbaik untuk menjaga negara kita tercinta ini ya.

          • mudah mudahan aja langsung di ambil semua sisa nya Bung hehehehe Btw,udah dapet fotonya pak Erich yang agi ngelus ngelus layangan baru Bung? kalo udah tampilin di mari atau kirim ke email dong Bung Jalo hehehe

          • Belum bung, malah saya tadi ketemu teman ditunjukin foto2 pesawat yg lucu2. 😀

            Yg rafale gak ketemu, 😀

          • kirain langsung ketemu sama Pak Danlanud nya hehehe.

          • Danlanud mana nih?? 😀

          • itu yang lagi di cari fotonya heheheh Btw,hari ini Pak Nara dan Pak SS ga nongol kemana ya Bung Jalo?hehehe ikut berangkat Kah? hehe

          • heeheheheheh, beliau bukan danlanud beliau itu salah satu prajurit yg ikut turut serta menjaga negara kita. Jangan teriak2 danlanud, kasihan beliau, 😀

            Nah kalau bapak 2 itu saya juga bingung, mungkin kesana karena itu acara besar yg akan bikin geger kawasan kita. 😀

            Kalau saya Insyallah, mudah2an bisa ikut ada project yg kejar target jadi lagi fokus dulu nih.

          • beliau kan tukang layangan Bung Jalo hehehe ke France selain ngambil layangan ada barang yang di ambil juga Bung? yang ngeri ngeri sedap hehehe

          • Yup bener, yg saya tahu beliau hoby main layangan, :-D.
            Coba baca info saya diatas lagi, ada yg menarik juga. 😀

          • wow,pinsil pulpen spidol Bung Jalo?heheheh muantab tenan,semoga mereka bisa memilih yang terbaik…… terima kasih Bung Jalo Infonya hehehe btw,boleh minta alamat email ndak bung?hehe

          • dan Tukang layangan udah ada temennya bulan loh di pundaknya hehehehehehe

          • semoga semua acaranya lancar bung…ada sedikit oleh2 dari sana..semoga.. 🙂 salam

          • bung jalo kira2 kapan dtang layangan yg dari france bung,kasih sedikit clue bung

  30. kaustralia mau ambil harcules deh..

  31. ijin nyimak

  32. Siiip..

  33. Saya bangga jadi orang indonesia apalagi produk buatan bangsa sendiri sangat luarbiasa mantap……$

  34. test

 Leave a Reply