Helikopter Anti Kapal Selam PT DI

75
125

http://images.detik.com/content/2014/05/21/1036/102303_helipondokcabe320.jpg

ilustrasi

Jakarta -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pabrikan pesawat dan helikopter, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu merancang konsep helikopter super canggih. PTDI memiliki rancangan helikopter yang dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam. Sonar ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.

“Karena ini konsep dari PTDI jadi yang copy right atau hak cipta adalah PTDI,” kata Direktur Utama PTDI (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (20/5/2014)

Pengembangan helikopter ini bermula ketika TNI AL ingin memiliki helikopter super canggih namun harus berukuran relatif kecil dan bisa mendarat di kapal perang tipe Frigate terbaru. Alhasil PTDI mencari cara agar bisa membuat helikopter berukuran sedang yang bisa mendarat di deck kapal perang namun mampu memiliki teknologi anti kapal selam.

Biasanya teknologi kapal selam ini ditemui dan terpasang pada helikpter berukuran besar. PTDI menggandeng produsen helikopter yakni Eurocopter dan produsen sonar dunia untuk memproduksi helikopter medium dengan teknologi sonar anti kapal selam. Proses merancang helikopter ini memerlukan waktu 2 tahun.

“Waktu kita (pemerintah) beli kapal Fregate buatan Belanda. Itu yang sudah datang. Itu deck load hanya 5 ton jadi kita harus cari helikopter bobot 5 ton dengan senjata yang canggih. Orang mengatakan saya punya sonar bagus tapi helikopternya yang gede-gede. Nggak mungkin (untuk heli sedang). Akhirnya pakai sonar kelas lebih rendah. Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya.

Akhirnya lahir helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. Teknologi ini dikembangkan pada jenis Helikopter AS565 Panther. Meski tidak memproduksi helikopter dan sonar, namun PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam tersebut.

“Buat kami ini pertama. Bagi pabrik helikopter ide pertama dan ternyata feasible untuk dikerjakan. Yang bikin sonar, dia bilang ini pertama kali dia akan pasang sonar di helikopter ini (medium),” ujarnya.

Helikopter AS 565 Panther telah dipesan TNI AL sebanyak 11 unit. Dari 11 unit tersebut, sebanyak 2 unit dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam dan 9 tidak dilengkapi namun memiliki kemampuan untuk sewaktu-waktu dipasang teknologi anti kapal selam.

“Tahap pertama 11, namun yang pakai sonar ada 2. Itu delivery terakhir,” tegasnya. (finance.detik.com)

75 KOMENTAR

      • he AS 565 adalah versi populer helikopter navalizada Prancis AS 365N Dauphin II , didorong oleh dua turbin Turbomeca Arriel 2C . Fungsi utama dari perang anti – permukaan pesawat , dengan menggunakan rudal anti – kapal AS15TT (setara Perancis British Sea Skua ) , kisaran 15km . Hal ini juga dapat menyebabkan torpedo anti -kapal selam dan bertindak maritim sebagai mencerahkan untuk kapal induk , membuat pernyataan target di luar cakrawala .
        China memproduksi versi angkatan laut dari AS 365N Dauphin II di bawah lisensi , dikenal sebagai Z – 9C , yang fotonya bisa dilihat di bawah ini .
        The Z – 9C dalam beroperasi tertanam Type 052 ( ” Luhu ” ) , Type 051B ( ” Luhai ” ) , dan Type 053H2G/H3 ( ” Jiangwei ” ) . Versi Cina ini dilengkapi dengan radar pencarian X -band , sonar Sintra HS – 12 dan anti – kapal selam Yu – 7 (copy Cina dari Mk.46 Mod.2 dan A244S ) torpedo .
        The Z – 9C juga mengarah antena untuk menyediakan pembaruan mid – kursus untuk anti – navioYJ – 83 rudal di ” over-the – horizon ” serangan .
        Baru-baru ini terungkap varian Z – 9D , dilengkapi dengan rudal anti – kapal yang mirip dengan AS15TT Perancis . Rudal itu tampaknya menjadi TL- 10B yang dikembangkan oleh Hongdu , yang dipandu oleh radar untuk digunakan melawan FACS dan kapal kecil di bawah 1.000t . Jangkauan juga diperkirakan pada 15 km , dengan 0,85 Mach kecepatan dan berat 30 kg .

        BLOG CATATAN: Panther , versi militer dari Dauphin II , juga digunakan oleh Angkatan Darat Brasil , sebuah fakta yang setidaknya harus memprovokasi mempertanyakan tentang mengapa Angkatan Laut Brasil memutuskan untuk memilih keluar dari Naval Panther , sebelum memutuskan modernisasi pembelian dari Lynx dan Super Lynx . Meskipun kualitas dari helikopter kesamaan Inggris dalam persediaan akan meningkatkan ketersediaan helikopter dan memfasilitasi pelatihan kru .
        Contoh terbaru adalah pemerintah Brasil memutuskan untuk me-mount lini produksi Cougar di Brasil , sementara MB untuk membeli helikopter Seahawk di AS , mengingat bahwa Cougar memiliki versi angkatan laut anti – kapal selam dan anti – kapal . Hal ini diperlukan untuk menyatukan pemikiran militer dalam pembelian bahan umum , karena tidak ada uang yang tersisa .

      • bung freaxout, itu dari sumber resmi detikFinance, itu adl klaim dari PT DI soal helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. dan sumber diatas PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam.
        Tapi menurut pandangan saya itu menunjukkan kemandirian dan kemauan bangsa ini untuk maju dlm bidang tehnologi. Juga sesuai program KKIP soal InHan.

        • Bung gue, saya setuju bahwa berita di atas menunjukkan semangat kemandirian dan kemauan bangsa ini utk maju.
          Tapi sama seperti bung freaxout saya juga bingung dengan berita di atas. Isi beritanya juga bikin saya bingung.
          Mohon mungkin ada yg bisa menjelaskan, yang dikembangkan itu teknologi seperti apa sih? Soalnya heli-nya pakai AS565 Panther. Bukannya panther memang heli yg dirancang utk fungsi AKS? Trus yg bikin sonarnya juga: “pabrik sonar dunia”.
          Mohon maaf kalau salah tangkep, tapi memang masih gak mudeng ini.

          • iya bung @roger saya juga kurang paham dgn tulisan ini
            yg dimaksud pertama di dunia itu apanya ya
            apa dari segi medium nya atau sonarnya atau apanya? mohon penjelasan
            sesepuh skalian. . .

    • Yakin, Bung ?
      Soale semenjak gw mantengin JKGR….gw selalu hura percoyo sama angka2 yg dipublish….angka2 tsb berujud hoax dan kaga’ mungkin ….hehehehe
      Ditunggu aja clue2 dari senior2 disini….

      Tanya Bung gue tuh…kenapa tulisannya di BOLD….

      Salam kenal aja, bung…

      Lanjutttt….

  1. ” Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya. <— Koq pake "antene gede"?
    Perasaan sih kalau jarak jauh dengan frekuensi rendah dan pakai antena panjang / gede itu untuk elektromagnetik alias Radar (radio detecting and ranging – menjejak dan mengukur jarak menggunakan gelombang radio).
    Kalau sonar kan pakai gelombang suara, bukan?
    Mohon pencerahannya dong, para pakar / sesepuh / wadyabala di mari…