Aug 032017
 

DPR RI Tinjau Kapal Nelayan, 22/7/2017 (DPR RI)

Pati – Puluhan kapal jenis cantrang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai melaut kembali menyusul diterimanya surat rekomendasi perpanjangan usaha penangkapan ikan dari Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) setempat.

Menurut Kepala PPP Bajomulyo Pati Japar Lumban Gaol di Pati, pada Kamis 3 Agustus 2017, Kantor PPP Bajomulyo Pati, sampai Rabu 2 Agustus 2017 sudah menerbitkan 127 surat rekomendasi.

Penerbitan surat rekomendasi tersebut, jelas  Japar Lumban Gaol, dimulai sejak Juli 2017 menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) nomor: B.743/DJPT/PI/220/VII/2017 dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap pada 18 Juli 2017 tentang Pendampingan Peralihan Alat Tangkap Ikan Pukat Tarik dan Pukat Hela di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI.

Japar Lumban Gaol mengatakan, penerbitan surat rekomendasi tersebut sesudah dilakukan verifikasi kelengkapan administrasinya.

Proses penerbitan surat rekomendasi tersebut, ujar Kepala PPP Bajomulyo Pati, tidak membutuhkan waktu yang lama, sepanjang persyaratannya lengkap dan tidak ada koreksi.

“Kalaupun harus menunggu lama, biasanya untuk pengecekan identitas masing-masing anak buah kapal, sebab setiap kapal dapat mencapai sekitar 40 orang,” kata Kepala PPP Bajomulyo Pati.

Standar pelayanan yang diberikan, kata Lumban Gaol di Pati , sekitar 15 menit harus sudah selesai.

Sementara untuk pengurusan surat persetujuan berlayar (SPB), setiap pemilik kapal juga harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Diantaranya, kapal yang masuk pelabuhan perikanan nantinya wajib melaporkan kedatangannya ke pelabuhan perikanan terdekat untuk didata terkait produk yang didaratkan, jumlah anak buah kapal yang diberangkatkan harus sesuai data awal keberangkatan dan kapal yang diberangkatkan juga harus sesuai.

Gambaran pengoperasian Kapal Cantrang (DPR RI)

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Juwana Rasmijan membenarkan, bahwa ratusan nelayan di Kecamatan Juwana memang sudah mengantongi surat rekomendasi perpanjangan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Hanya saja, lanjut Juwana Rasmijan, dari 127 kapal yang mengantongi surat rekomendasi, sekitar 40 persennya yang baru bisa berangkat melaut sesudah  seluruh surat kelengkapan melautnya lengkap.

Diantaranya, Surat Kelaikan Operasional (SLO), SIPI, serta surat persetujuan berlayar (SPB).

Sesudah seluruh surat-surat untuk melaut lengkap, kemudian menyiapkan semua perbekalannya mulai dari bahan bakar minyak (BBM) sampai berbekalan lainnya selama berada di tengah laut.

Permasalahan yang terjadi, kata Juwana Rasmijan untuk menyiapkan perbekalan memang tidak dapt dilaksanakan secara cepat, mengingat harus antri dengan kapal-kapal lainnya.

Bahkan, lanjut Juwana Rasmijan, untuk menyiapkan perbekalan BBM juga terkendala dengan banyaknya kapal yang ditambatkan di sepanjang alur sungai, sehingga kesukaran mendekati tempat pengisian bahan bakar Solar.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, terpaksa mengangkutnya dengan kendaraan menuju lokasi parkir kapal,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia .

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Juwana Rasmijan, bersyukur akhirnya nelayan cantrang bisa melaut kembali, meskipuan kesempatan tersebut hanya terbatas hingga Desember 2017. Dirilis Antara 3 Agustus 2017.

  14 Responses to “Puluhan Kapal Cantrang Pati Kembali Melaut”

  1. Oh jadi mesti ada izin usaha baru bisa tangkap ikan di laut gitu? Gak paham Saya MF.

  2. Kasihan…klo gask diijinkan nanti org jawa tengah gak makan ikan. Ikan bagus utk kesehatan terutama buat kecerdasan otak.

  3. tampilan yang ini,walau sudah 5 tahun..adalah yang paling keren…
    sangat merah putih soalnyahehehe

  4. akhirnya harga bandeng juwana kembali turun..selamat…tampilan ini tetap jadi yang terbaik bung diego…

 Leave a Reply