Puslatpur 8 Marinir Latihan Untuk Jaga Pulau Terluar

28
Komandan Puslatpur Marinir 8, Lekol (Mar) Abdi Zunanda Tambunan MTr.Hanla menjelaskan, bahwa kegiatan latihan ini dilaksanakan dari tanggal 10 s.d 24 Desember 2018 mendatang.

Batam, Jakartagreater.com   –    Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 8 Teluk Ratai Lampung menggelar pelatihan bagi puluhan prajurit Marinir yang akan mengikuti Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Barat (Satgas Pam Puter Wilbar) XXII. Latihan kali ini diadakan selama 2 minggu di daerah Setoko Batam Kepulauan Riau.

Komandan Puslatpur Marinir 8, Lekol (Mar) Abdi Zunanda Tambunan MTr.Hanla menjelaskan, kegiatan ini dimuali pada tanggal 10 Desember dan akan selesai pada 24 Desember 2018 mendatang. Jumlah peserta totalnya sebanyak 58 personil dari Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir yang juga bermarkas di Batam.

“Penugasan di pulau-pulau terluar dan perairan perbatasan ini untuk menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman. Terutama pelanggaran atas batas wilayah perairan dan penguasaan pulau-pulau strategis dari pihak asing,” kata Lekol (Mar) Abdi Zunanda Tambunan, pada Rabu 19-12-2018.

Selain itu, latihan pratugas bertujuan agar seluruh prajurit memiliki stamina dan fisik yang memadai, serta mampu untuk beradaptasi terhadap kondisi lingkungan daerah penugasan.

Menurutnya, para peserta latihan dibekali berbagai materi. Meliputi Materi Hukum berupa Hukum HAM, KUHP dan KUHAP, keimigrasian, kepabeanan (Bea Cukai) dan SOP (Standard Operating Procedure) pemeriksaan dan penanganan pelintas batas ilegal. Seperti illegal logging, illegal mining, hukum trafficking dan peredaran Narkoba.

Kemudian untuk Materi Teritorial berupa praktik perkebunan, ekologi kepulauan, pembinaan ketahanan wilayah (Bintawil), dan lima kemampuan teritorial. “Selanjutnya Materi Intelijen berupa penjejakan fisik, pengembangan sistem pengamanan, pelaporan Bapul, wawancara, pengamatan dan penggambaran,” kata Komandan Puslatpur.

Yang tidak kalah penting adalah Materi Tempur. Dalam materi ini, para Prajurit Marinir dilatih menembak tepat, navigasi darat, patroli, teknik pemeriksaan di darat dan sungai, teknik Sanjak, pengendali heli, pertolongan pertama di lapangan, dan survival. Prajurit juga dilatih prosedur dan gelar komunikasi TNI serta pengamanan komlek. Kemudian Protap, Instap dan Insops Komlek TNI.

“Materi ini harus dikuasai prajurit yang tergabung dalam Satgas, baik yang bersifat teori maupun praktik. Untuk itu seluruh personil yang mengikuti latihan ini kita minta sungguh-sungguh,” tandasnya. (marinir.tnial.mil.id)