Oct 092013
 
Presiden Vladimir Putin beserta Presiden SBY dan Ibu Negara di Apec 2013, Bali (photo: viva.co.id)

Presiden Vladimir Putin beserta Presiden SBY dan Ibu Negara di Apec 2013, Bali (photo: viva.co.id)

Moskow. Konflik Suriah yang belum juga berakhir, membuat pembicaraan damai untuk membahas krisis Suriah, akan digelar di Jenewa, Swiss tahun 2013 ini. Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik, jika Indonesia bergabung dalam konferensi Jenewa nanti.

“Kami yakin bahwa mungkin untuk menambah jumlah partisipan (konferensi) dengan mengikutsertakan negara-negara muslim besar seperti Indonesia,” kata Putin.

“Menurut pendapat saya, hal itu cukup wajar adanya dan kami akan menyambutnya,” ujar Putin,  dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/10/2013).
Hal tersebut disampaikan Putin kepada kantor berita Rusia, ITAR-Tass di sela-sela KTT APEC yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Sekjen PBB Ban Ki-moon bulan lalu mengatakan, konferensi Jenewa II akan digelar pada pertengahan November mendatang. Pemerintah Rusia dan AS setuju untuk menggelar pertemuan tersebut pada pertengahan November mendatang.

Konferensi Jenewa II bertujuan mengumpulkan pihak-pihak yang bertikai di Suriah guna mencapai solusi politik. Solusi politik ini diperlukan untuk mengakhiri konflik  yang telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu.  Dalam catatan PBB, lebih dari 115 ribu orang tewas selama krisis Suriah berlangsung. (detik.com)

  13 Responses to “Putin Ajak Indonesia Tangani Suriah”

  1. Maaf kalau OOT dari artikel di atas. Saya hanya mengomentari tentang batik yang dipakai orang bule (Pres. Putin) ternyata keren dan kelihatan elegan. Menurut saya ini bisa jadi momentum memasarkan batik Indonesia supaya juga mendunia. Tinggal bagaimana pemerintah dan swasta (produsen) memasarkan ke tingkat dunia. Bisa juga untuk pasar Eropa dan Amerika di posisikan sebagai pakaian elit dan berkelas sehingga batik Indonesia identik dengan produk bagi kalangan elit.
    Kalau memposisikan sebagai produk low end mungkin akan bersaing dengan produk tiruan batik dari Cina

  2. batik keris, batik semar, dan pengusaha batik lainnya sebaiknya membuka outlet di Rusia dan agar lebih baik dalam penetrasi pasar lebih keren lagi kalo produksi batik motif Rusia

  3. Kita harus bangga dengan batik Indonesia, Nelson Mandela aja menggemari batik..

  4. g nyangka, om putin makin cool pake batik.

  5. di afsel, batik itu jadi lambang status.
    yg pakai golongan elitnya.. hehehe
    sejak Bung Nelson Mandela diberi hadiah batik oleh Pak Harto, beliau ternyata doyan en kemana2 pakai itu batik (termasuk kunjungan ke luar negeri).

    Sejak itu batik jadi simbol status di Afsel.
    So sangat tidak tertutup kemungkinan untuk merubah pola marketing batik di luar negeri, dijadikan pakaian resmi pengganti Jas/suit. Jadi harga jual juga bisa bersaing.

    tinggal gimana cara kita (pemerintah+perusahaan swasta produsen+pemasarnya) buat gimana mengkampanyekan itu di media2 luar.
    gaet majalah mode luar negeri gitu?
    🙂

    halah ini pasti paling OOT nih.. mahap2.. 😀 😀

  6. KALI AJA,, batik nya bs di barter dengan kapal selam dan sukhoy nya 🙂

  7. Berhubung banyak bahas batik ….numpang OOT ya bung Diego

    Batiknya bagus ….tp bagus buat kita blm tentu bagus mnurut orang laen lho ….niy buktinya CNN aja ngejek batik kita.

    http://www.cnn.com/2013/10/08/travel/apec-fashion/index.html?iref=allsearch

    • Habis tuh CNN dikritik pembacanya. CNN ceroboh dalam menggambarkan penggunaan batik itu dan juga dalammemilih kata katanya “silly shirts”. CNN: Labil budaya

      Kritik tentang penggunaan baju daerah (negara tuan rumah Apec) memang sempat mengemuka. Para kepala negara itu dianggap lucu ketika menggunakan baju tradisional suatu negara. George Bush dan Putin misalnya pernah disebut seperti penyihir dalam film harry potter, saat menggunakan baju tradisional China. Karenanya saat itu muncul usulan agar dalam pertemuan kepala negara Apec, tidak lagi menggunakan baju tradisional negara bersangkutan. Ternyata usul itu belum diterima.

      Lagian kritikan tentang baju baju yang digunakan para kepala negara saat itu, lebih bergaya seloroh, bukan seperti CNN yg menyebutnya silly shirts.

      Thanks infonya Bro Maybe

      • Ya bgitu ….. org sana bgitu gak objektif’a cara berpikir.

        Shg standar mrk slalu “double standar” ya karna pola pikir’a.

        Sayangnya bahkan sekelas CNN mempunyai pola pandang yg absurd.

        Ya jelas dikritiklah ….. tp jaman skrg org yg membela Nasionalis negaranya

        kadang dianggap Chauvinis ataw Over Nationalis dll dll.

        Curcol dikit bung heheheee

  8. jangan lupa media2 barat sering menjadi propaganda negatif untuk mendiskreditkan lawan2 mereka. jadi bisa diambil kesimpulan bila yg mereka katakan buruk maka kenyataan yg sebenarnya adalah sebaliknya…
    maju terus….!!!!

 Leave a Reply