Putin-Erdogan Bangun Reaktor Nuklir Turki

35
30
doc. Vladimir Putin dan Recep Tayyip Erdogan. (photo: Kremlin.ru via commons.wikimedia.org)

Pemimpin Rusia dan Turki meresmikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama pada Selasa, 3-4-2018 di Turki, seiring membaiknya hubungan antar kedua negara, dirilis VOA Indonesia.

Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam lawatan pertamanya ke luar negeri sejak terpilih kembali 18 Maret 2018 lalu, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi lampu hijau dari jarak jauh bagi dimulainya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang buatan Rusia di Akkuyu, di pesisir Laut Tengah.

Dalam upacara pada hari Selasa 3 April 2018, Erdogan mengatakan reaktor pertama pada pembangkit listrik tenaga nulir di Akkuyu itu akan beroperasi tahun 2023 dan ketika semua reaktor pembangkit listrik itu diaktifkan maka akan memenuhi sepuluh persen kebutuhan energi Turki.

“Dengan demikian hal ini akan membuat kebutuhan energi kami – yang masih sangat bergantung pada minyak bumi, gas alam dan batubara – lebih kuat,” tambah Erdogan. Pembangkit listrik Akkuyu dibangun oleh badan energi nuklir Rusia, Rosatom. Proyek ini diperkirakan menelan biaya 20 miliar dolar.

Turki dan Rusia mengesampingkan persaingan dan perbedaan sejak lama mereka pada isu-isu di kawasan untuk menjalin hubungan yang lebih erat. Dalam satu tahun terakhir ini Putin dan Erdogan telah beberapa kali melangsungkan pertemuan, dan berbicara secara reguler melalui telepon.

Hubungan kedua negara yang semakin erat itu terjadi ketika Rusia menghadapi meluasnya dampak negatif skandal racun di Inggris, sementara hubungan Turki dan negara-negara sekutu Baratnya memburuk karena masalah HAM dan operasi militer terhadap milisi Kurdi di Suriah.

Turki juga akan membeli sistem pertahanan rudal jarak jauh S-400 Rusia, sebuah kesepakatan yang memicu kritik dari sejumlah sekutu Turki di NATO. Putin, Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani, pada hari Rabu, 4-4-2018 dijadwalkan melangsungkan pertemuan tingkat tinggi di Ankara untuk membahas masa depan Suriah.

Ketiga negara ini mendukung serangkaian upaya untuk mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung selama tujuh tahun di Suriah. Kerjasama mereka terjalin meskipun masing-masing berada dalam posisi bertentangan satu sama lain dalam konflik di Suriah. Rusia dan Iran berpihak pada Presiden Suriah Bashar Al-Assad, sementara Turki mendukung kelompok yang menentang Assad.

35 KOMENTAR

      • kita ekspor di uni eropa juga ada permintaan kali
        hukum ekonomi daster….eh dasar masih berlaku, kalo mereka mau embargo berdasar feeling silahkan sja,pelaku industri mereka akan mencak2
        toh ekonomi pasar adalah pedang bermata dua satu dua.

        • Kan bukan cuma indonesia saja yg punya produksi perkebunan, msh ada malay, thailand, myammar & negara lain2nya blm lg negara2 benua amerika latin yg kapn saja expor indonesia bisa distop, gak pun bila ada kerusuhan di indonesia? Uni eropa tetap akan menyudutkan indonesia sperti dipapua yg bubar dr indonesia, jd dimana mamfaat kerja sama expor indonesia itu yg bisa diberikan uni eropa selain keuntungan prdagangan?

          Belum lg dua pulau indonesia yg sudah diakui malay yg mayoritas uni eropa mndukung malay

          Hahhaahaaaa

          • uni eropa bukan satu komunitas negri2 eropa seiya sekata non…banyak yg males nurut fuhrer merkel.
            lagipula pengamatan pribadi sya banyak orang eropa yg pro papua barat masuk indonesia karena pilihan terbaik daripada nanti selevel tetangganya dimana angka kejahatan yg tinggi dan aturan hukum sulit dimaksimalkan penegakannya.
            suku2 papua juga masih berperang satu sma lain, dibiarkan……perang sipil,di damaikan pihak keamanan satu suku malah berperang ke pihak keamanan yg dianngap memihak…mata masih dibalas nyawa mata tanpa perantara hukum legal.

            kami juga aware China juga berusaha menyudutkan negeri ini lewat Ngo2 dan troll2 internet nyamar jadi orang barat yg tujuannya simpel agar negeri ini terembargo dan lebih mendekat ke china sama seperti Suriah dgn Rusianya.

          • KEDAULATAN NEGERIKU TERCINTA INDONESIA

            xaxaxa

            follow the money and there no such thing as coincidence

          • dan bukan berarti saya berbohong

            terlalu sering berhadapan dgn mereka akn memberi kemampuan menganalisis pattern2 tertentu yg sering mereka gunakan dlm berkomentar di sosmed

          • banyak senjata personil Polri dan Tni yg berhasil direbut Opm

            lagipula chaos management sudah umum di negara2 besar apalagi dgn keanekaragaman etnik dan budaya

          • OPM masih ada sampai sekarang ini dr jaman orba & sekarang? Sudah pasti ada yg mendukung mereka, mungkin saja waktu dulu trjd penembakan ke arah konvoi mobil freeport yg didalangi freeport sbgi bentuk dorongan supaya indonesia brperang mlwn papua, kemudian papua bisa dilepaskan dr indonesia, melalui ham pbb

            Hahhaahaaaa

  1. KALAU BUKAN ARTIKEL TULISAN SENDIRI, KENAPA ADMIN JAKARTAGREATER TIDAK PERNAH MAU PASANG SUMBER WEBSITE ARTIKELNYA YA?

    PLAGIATOR SEJATI?

    (KRITIKAN INI SEBAGAI BUKTI KECINTAAN SAYA KEPADA PENGASUH WEBSITE INI. MAAF BILA KRITIKNYA TERLALU PEDAS, SEMOGA ADMIN TERSINGGUNG)