Putin Puji Keputusan Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin. (photo: kremlin.ru)

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan apresiasi dan menyambut baik keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik militer AS dari Suriah. Menurutnya, AS telah melakukan hal yang benar. Putin menegaskan kembali argumen Rusia yang telah lama dipegang bahwa kehadiran AS di Suriah tidak sah karena tidak diperiksa oleh Dewan Keamanan PBB atau disetujui oleh pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad. Penarikan ini juga kemungkinan akan memperkuat peran Rusia di masa depan Suriah.

Berbicara di konferensi pers tahunannya pada Kamis, Putin mencemooh klaim Barat bahwa ia ingin mendominasi dunia dan mengatakan negara-negara Barat menentang Rusia karena alasan domestik mereka sendiri, dan atas bahaya mereka sendiri. Dia menolak klaim campur tangan Rusia di luar negeri, dari agen saraf yang meracuni di Inggris hingga dugaan upaya untuk menyusup ke Asosiasi Senapan Nasional AS. Sebaliknya, Putin menyatakan bahwa pihaknya merupakan “pelindung” dunia.

Terkait niat AS untuk menarik diri dari Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty, Putin memperingatkan bahwa jika AS menempatkan rudal jarak menengah di Eropa, makan Rusia terpaksa mengambil tindakan balasan.

“Kami menyaksikan pecahnya sistem kontrol senjata,” kata Putin, mencatat rencana AS untuk memilih keluar dari Perjanjian INF dan keengganannya untuk merundingkan perpanjangan perjanjian baru. Pejabat AS mengatakan penarikan dari INF itu didorong oleh pelanggaran Rusia terhadap perjanjian tersebut.

Putin juga menekankan bahwa AS sedang mempertimbangkan penggunaan rudal balistik dengan hulu ledak konvensional. Menurutnya, itu menjadi itu bisa mengarah pada penghancuran peradaban secara keseluruhan.

“Jika itu terjadi, itu bisa mengarah pada penghancuran peradaban secara keseluruhan dan mungkin bahkan planet kita,” katanya.

Sumber: TIME

Tinggalkan komentar