Apr 082017
 

Dok. Rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal Perang AS (Petty Officer 1st Class Richard Rosser, U.S. Navy)

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin meyakini serangan peluru kendali Amerika Serikat ke sebuah pangkalan udara Suriah sebagai perbuatan melanggar hukum internasional dan telah melukai hubungan AS-Rusia, seperti yang dikutip dari Kremlin, 7/4/2017.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengutip pemimpin Rusia, yang merupakan sekutu setia Presiden Suriah Bashar al-Assad, menganggap tindakan AS sebagai agresi terhadap bangsa yang berdaulat dengan dalih yang dibuat-buat dan sebagai upaya buruk untuk mengalihkan perhatian dunia dari kematian warga sipil di Irak akibat serangan AS.

Pangkalan Udara Al-Shayrat yang berada dekat kota Homs diserang 50 rudal Tomahawk AS (Chris Essner @ChrisEssner )

Peskov menyatakan Rusia tidak percaya Suriah memiliki senjata kimia dan tindakan AS pasti akan menciptakan hambatan serius untuk menciptakan koalisi internasional untuk memerangi terorisme, sebuah ide yang telah berulang kali didorong oleh Putin.

Sebelumnyaa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan militernya untuk melancarkan serangan peluru kendali ke sebuah pangkalan udara Suriah yang menjadi asal serangan senjata kimia maut diluncurkan.

Trump menyebut aksinya ini untuk kepentingan keamanan nasional Amerika dalam melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sekitar 50 rudal Tomahawk diluncurkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS USS Porter dan USS Ross di Laut Mediterania timur dengan membidik berbagai target, mulai landasan, pesawat tempur, sampai stasiun pengisian bahan bakar pesawat, di Pangkalan Udara Shayrat.

Model rudal Tomahawk yang ada dalam All-Up-Round (AUR) canister, melindungi rudal sebelum diluncurkan (Steven Fine)

“Malam ini saya memerintahkan serangan militer ke pangkalan udara di Suriah yang menjadi asal serangan kimia diluncurkan. Serangan ini demi kepentingan keamanan nasional vital Amerika Serikat dalam mencegah dan menghalau penyebaran dan penggunaan senjata kimia berbahaya,” kata Trump.

“Tak dapat dibantah lagi bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia terlarang, melanggar kewajiban-kewajibannya di bawah konvensi senjata kimia dan mengabaikan Dewan Keamanan PBB,” ujar Trump lagi.

Data Rudal Tomahawk (AFP)

Trump memerintahkan serangan rudal ini sehari setelah dia menuduh Bashar ada di balik serangan senjata kimia pekan ini yang menewaskan paling sedikit 70 orang yang kebanyakan darinya anak-anak, di kota Khan Sheikhoun.

Namun pemerintah Suriah membantah berada di belakang serangan tersebut.

Antara/Reuters

  12 Responses to “Putin : Serangan Rudal AS ke Suriah, Melukai Hubungan Dengan Rusia”

  1.  

    pertamaxxx

  2.  

    weh,, mana rudal penangkis pertahanan udara suriah, gk nongol kah, apa sengaja di biarkan dulu..

  3.  

    lalu bagaimana keberlangsungan narasi media AS sendiri yg mengatakan Trump adalah bonekanya Putin beserta tuduhan2 bahwa pemilu As lalu diinfiltrasi pasukan cyber Kremlin?

    oh manuver politik

  4.  

    Apa hanya saya saja yg tdk bisa buka jktgr?
    Tiba2 nemu tulisan : “Briefly unavailable for scheduled maintenance. Check back in a minute.”

  5.  

    kwak…kwak…

  6.  

    Syria gak bakalan damai ini klu para musang dan serigala masih mengincar nyawanya! Sungguh tragis rakyat Syria hy jd kelinci percobaan negara2 yg berkepentingan. Bagaimanapun klu Afrika Utara dan Timur Tengah kacau dan ada yg manut dgn USA Israhell diuntungkan!

  7.  

    Hal ini akan di’ber’laku’kan amrik juga kalo Indonesia-Kita berani” membantah…

    Apa’kah Indonesia-Kita msh tetap berani utk tegas dgn mslh Freeport…

    Mari kita tunggu sm” dgn komitmen & konsisten’x yg sdh di’maklumat’kan Indonesia-Kita ttg aturan” yg harus di’turuti Freeport…

  8.  

    Test

  9.  

    beranikah russia all out membantu suriah dari usa and the gank

  10.  

    Kalimat anda sangat miris bung,!!!

    Bisa2nya anda koment seperti itu……

    Selama indonesia bener, indonesia akan terus membantah. Kami tidak takut dengan yg namanya
    amerika dan si bos israel bung…

    “Freeport” harus patuh dengan aturan negara kita.