Putin Serukan Tatanan Dunia Baru

54
113
Presiden Rusia, Vladimir Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat sebagai penyebab hancurnya sistem keamanan internasional. Ia menyarankan pembangunan sistem hubungan internasional baru untuk mencegah konflik global dan antarnegara. Pemimpin Rusia tersebut menyampaikan hal ini pada Jumat (24/10) lalu di Sochi dalam pertemuan Klub Diskusi Internasional Valdai yang menghadirkan para ahli dari berbagai negara.

Menurut Putin, Moskow tak bermaksud mengisolasi diri dalam kebijakan luar negerinya, meski Rusia harus menghadapi perang sanksi dan memburuknya hubungan dengan Barat akibat konflik Ukraina. “Kremlin tetap terbuka terhadap dialog dan normalisasi hubungan ekonomi. Rusia juga bersedia mengikuti diskusi substantif mengenai pelucutan senjata nuklir,” kata Putin.

Kebijakan AS dan Tatanan Dunia Baru
Menurut Putin, tata dunia unipolar telah terbukti sulit dipertahankan bagi kekuatan dunia yang hegemonis. Struktur yang labil ini terbukti tidak mampu melawan ancaman-ancaman seperti konflik regional, terorisme, penyelundupan obat terlarang, ekstremisme keagamaan, chauvinisme, dan neo-Nazisme secara efektif. “Pada akhirnya, dunia unipolar hanyalah kedok kediktatoran terhadap rakyat dan negara lain,” ujar sang Presiden.

Dewasa ini tidak ada jaminan bahwa sistem keamanan global dan regional yang ada mampu memberi perlindungan terhadap guncangan di masa mendatang.

Presiden Institut Studi Strategis Alexander Konovalov menerangkan, sebelumnya tata dunia baru yang membentuk peraturan permainan dan tindak-tanduk kekuatan dunia adalah hasil dari hasil perang besar. Para pemenang perang bertemu di Yalta dan Postdam untuk membuat sejumlah aturan hubungan baru: prinsip perbatasan yang tak boleh dilanggar, prinsip penentuan kedaulatan, serta pembentukan Persatuan Bangsa-Bangsa.

Menurut Konovalov, ada kebutuhan yang mendesak akan sebuah sistem baru, tapi tidak ada perang baru yang dapat menghasilkan tata dunia baru. “Perang Dingin telah usai, tetapi tidak ada perjanjian damai dan tidak ada prinsip-prinsip hubungan bersama yang disetujui. Kita harus menyusun hal tersebut, tapi tidak ada yang tahu siapa yang seharusnya menetapkan tata dunia baru ini,” ujar Konovalov.

Ukraina dan Konflik Mendatang
Direktur Pusat Carnegie Moskow Dmitry Trenin menilai, pidato Putin di Munich berbeda dengan pidato terbarunya di Sochi. Pada 2007, Putin hanya memprotes kebijakan AS. Kini Rusia secara aktif menentang kebijakan Washington di Ukraina dan Suriah. Topik kunci pidato tersebut adalah bahwa dunia unipolar tidak mempertimbangkan kepentingan Rusia, dan Moskow akan mempertahankan sikap terkait sejumlah isu yang penting bagi mereka.

“Rusia tidak bermaksud berperan sebagai kekuatan adidaya atau hakim dunia, tetapi Rusia akan mempertahankan posisinya,” terang Trenin.

Dalam pidatonya, Putin mengingatkan kemungkinan peningkatan konflik regional dengan keterlibatan langsung ataupun tidak langsung dari kekuatan global. “Tidak hanya kontradiksi tradisional antarnegara yang akan menjadi faktor risiko, tetapi juga ketidakstabilan internal dari negara tertentu, terutama mereka yang berada dalam persimpangan kepentingan geopolitik negara-negara besar,” ujar presiden Rusia itu.

Menurut Putin, konflik Ukrania merupakan contoh dari situasi tersebut. Rusia mengingatkan ketergesaan pengambilan keputusan oleh para pemimpin Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, yang sangat berisiko terutama bagi Rusia sebagai mitra dagang terbesar Ukraina.

“Tetapi waktu itu mereka tak mau mendengarkan kami. Mereka bilang, ‘Ini bukan urusanmu.’ Dan alih-alih dialog yang kompleks dan beradab, mereka malah menyelesaikan masalah ini dengan kudeta. Mereka menjerumuskan negara mereka sendiri ke dalam kekacauan, ke dalam tatanan ekonomi dan sosial yang hancur, dan ke dalam perang sipil dengan jumlah korban yang luar biasa besar,” ujar Putin.

“Rupanya, mereka terus-menerus ingin memperbarui warna revolusi, menganggap diri sebagai seniman jenius, tidak bisa berhenti, dan sama sekali tidak memikirkan konsekuensinya,” kata sang presiden. (Indonesia.rbth.com).

54 COMMENTS

  1. jangan sampai negri ini memiliki pemimpin seperti para pemimpin ukraina, sebuah contoh bagi rakyat. sebuah nafsu buta yang di pertontonkan, sebuah negara akan maslahat jika pemimpinnya berjuang untuk rakyatnya.

    maaf bila ada yang salah petani kopi yang coba belajar akan warna dunia.
    ayo bung2 semua ngopi dulu…

    • intervensi… tidak semua’a bermakna buruk. tergantung niat’a bung kujang…
      dukungan rusia terhadap syiria adalah wujud dr intervensi…
      bila us membantu israel d katakan intervensi, lalu apa yg d lakukan Indonesia terhadap palestine itu bukan salah satu dr intervensi jg…??
      menggunakan hak veto adalah bagian dr intervensi. bahkan menyetujui resolusi pbb juga merupakan bentuk dr intervensi.

  2. Itulah cara presiden putin mengamankan kepentingan nasionalnya dari rongrongan negara tetangga yg kurang ajar. Lalu kedepan bagaimana sikap presiden indonesia yg baru terhadap sikap negara tetangga kita sonotan dan sonora yg sering juga kurang ajar dengan kepentingan nasional kita???

  3. Rusia stroong….
    Akan menjadi penyeimbang kekuatan dari asu..
    China juga cukup kuat sebagai kekuatan penyeimbang ketiga…
    Dan semoga indonesia jg bisa menjadi negara kuat yg menciptakan keadilan dan kedamaian di seluruh dunia…
    Salam nkri..

  4. sebenarnya indonesia juga memiliki potensi untuk memainkan politik luar negerinnya…yang bebas aktif.. untuk mendamaikan setiap kubu….jika saja para pemimpin bangsa ini (eksekutif, legislatif dan yudikatif) kuat/militan pemahaman geopilitiknya…. sayang…. dari sekian banyak alat negara…. mungkin TNI…. yg masih murni.

  5. waduh kayak pituturnya Krishna terhadap Arjuna dalam kisah mahabarata yang menceritakan perlu adanya perang barataydha antara pihak Pandawa dan Kurawa untuk menata kembali tatanan dunia yang berkeadilan untuk kehidupan kedepannya..

    Serial Mahabarat di ANTV.. he.he..

  6. menurut saya tatanan dunia baru adalah membubarkan PBB dimana merupakan organisasi yang awalnya didirikan pemenang perang dunia II..sekarang sudah tidak relevan lagi. sudah saatnya bangsa didunia membentuk sebuah organisasi yang benar-benar mengakomodir kepentingan anggotanya. tidak ada lagi hak veto sehingga dunia akan terwujud keadilan dan keseimbangan. Indonesia yang saat ini diperhitungkan di kawasan n dunia sudah saatnya mengawali atau merintis ke arah itu. Smoga

  7. izin komen admin, para kru dn sahabat warjag.!

    apa yg dikatakn tuan putin adalah bentuk dr ketidakpuasanya sebagai warga dunia dn sebagai pemimpin dunia..perkataan tuan p , sama dgn kebijakan hukum dr pendiri nkri yg tertulis di uud 45 ,,setiap negara harus menghormati kedaulatan negara lain dgn tidak melanggar batas negara.. pernyataan ini aku rasa jg utk mengingatkan cina..
    intervensi dilakukan kepada sebuah negara harus melalui pbb ..itu terjadi apabila pemimpin negara itu otoriter kepada rakyatnya dn melanggar ham berat ..
    lain halnya jika asu menganggap diri yg cinta damai , bukan bangsa adidaya/penguasa dunia karna akan muncul perlawanan dr mereka yg menga
    http://www.google.com/gwt/x?hl=id&u=http://jakartagreater.com/&client=ms-samsung&q=rusia&sa=X&ei=72gsU4TpJcf5rAfH-4C4Cg&ved=0CCkQFjAJOFA

  8. waduh grr..kepotong,malah ms client jd link..akakaka

    jika ada yg menganggap dirinya penguasa dunia akan muncul ketidak perlawanan dr yg tdk suka..ups! la
    begitupun nkri,,klu pemerintah,dpr dll terlalu over otoriter tanpa memikirkn kesatuan nkri,rakyat ..akan memunculkan perlawanan ,sebaiknya para sepuh kmp dn kih saling koreksi diri dn kembali ke budaya nkri yaitu musyawarah kebangsaan utk mufakat..
    bukan unjuk kekuatan karna sesungguhnya kekuatan hanya titipan dr yg MAHA KUAT,,

    klu benar laksanakan,klu salah artinya benar !!
    ups !! mbah bowo mana kelanjutan cerita naga

  9. Apa yang diucapkan oleh Vladimir putin sepenuhnya benar.
    Sprt topik kunci diatas ‘uniopolar tdk ingin mempertimbangkan kepentingan rusia & moskow akan memprthkn sikap terkait sejumlah isu yang penting bagi mrk.
    Unipolar jga menentang kebijakan mamarika di suriah dan ukraina.
    Mgkn putin merasa curiga/tdk prcya dgn us yg mempunyai agenda tersembunyi melalui kebijakaanya.

  10. klo gtu bangkitkan kembali yg katanya “zaman keemasan” bung karno…kayak dulukan uni soviet,china,korut,yugoslavia dan negara2 blok timur(komunis) kan akrab sm indonesia sampe2 alutsista kita yg katanya pd waktu itu “mengerikan”…cm dulu komunisme tumbuh subur bahkan menjadi sangat berpengaruh di republik ini,bung karno jg menjadi tokoh yg mempertahankan ideologi tsb..makanya bung karno bgtu dikenal oleh negara2 komunis pd waktu itu…bgmn?

LEAVE A REPLY