May 302016
 

Presiden Uganda, Yoweri Museveni, menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya akan menghentikan hubungan militer dan pertahanan dengan Korea Utara (Korut), sejalan dengan sanksi PBB yang diberikan kepada Korut terkait uji coba nuklir dan rudal Pyongyang.

Usai pertemuan puncak di Kampala dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-Hye, Minggu (29/5/2016), Museveni menyampaikan ia telah memerintahkan para pejabatnya untuk menghormati sanksi PBB.

“Kami telah menginstruksikan para pejabat untuk setia menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2270, termasuk penghentian kerja sama dengan Korea Utara di sektor pertahanan, militer dan kepolisian,” tutur Jung Yeon-Guk, juru bicara Presiden Korsel mengutip pernyataan Museveni.

Dengan demikian, Uganda menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan masyarakat internasional dalam upaya menghentikan ambisi nuklir Korut, setelah sebelumnya Uganda abstain selama 11 tahun dalam pemungutan suara soal HAM Korut di PBB.

Negara di benua Afrika ini sebelumnya memang telah menjalin kerja sama dengan Korea Utara. Puluhan pasukan militer dan pejabat kepolisian Korut bahkan diketahui bekerja di Uganda sebagai pelatih militer. Museveni sendiri yang telah memerintah di Uganda sejak tahun 1986, telah mengunjungi Korea Utara sebanyak tiga kali dan bertemu dengan Kim Il-Sung, kakek dari Kim Jong-Un.

Namun kini, ‘kemesraan’ kedua negara ini telah berakhir lantaran negeri komunis pimpinan Kim Jong-Un tersebut telah mendapatkan sejumlah sanksi berat dari Dewan Keamanan PBB atas aksi mereka yang bersikeras melakukan uji coba rudal nuklir yang dianggap sebagai ancaman terhadap dunia internasional.

Pada Maret 2016 lalu, Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi berat kepada Korea Utara terkait aksi tes nuklir keempat yang dilakukan di bulan Januari 2016 dan uji coba rudal balistik yang diluncurkan sebulan kemudian. Aksi ini dianggap melanggar resolusi PBB yang melarang negara menggunakan segala bentuk teknologi rudal balistik.

Sanksi yang diberikan PBB antara lain:

  • PBB mewajibkan semua negara memeriksa semua kargo/barang yang ditujukan ke atau dari Korea Utara, di semua bandar udara atau pelabuhan;
  • Perwakilan perdagangan Korea Utara di Suriah, Iran, dan Vietnam masuk dalam daftar hitam PBB bersama 16 nama lainnya. Di dalam daftar itu, termasuk 12 lembaga milik warga Korea Utara karena berkaitan dengan program senjata pemerintah Korea Utara;
  • PBB memasukkan 31 perusahaan perkapalan Korea Utara (Ocean Maritime Management Company – OMM)  dalam daftar hitam;
  • Korea Utara dilarang mengimpor dan mengekspor semua jenis senjata;
  • PBB juga membatasi ekspor batu bara, bijih besi atau mineral lain dari Korea Utara dan melarang penjualan bahan bakar pesawat terbang dan roket ke Korut;
  • Larangan mengubah sejumlah produk yang memiliki kemampuan secara langsung dioperasikan untuk kegiatan pasukan bersenjata Korea Utara;
  • Daftar barang-barang mewah  yang dilarang masuk ke Korea Utara oleh Dewan Keamanan diperluas termasuk jam tangan mewah, kendaraan rekreasi air, mobil salju yang harganya lebih dari 2.000 dolar Amerika atau sekitar 27,2 juta rupiah, produk kristal, dan peralatan olah raga dan rekreasi lainnya;
  • Selain itu, PBB juga membatasi transaksi keuangan oleh bank-bank Korea Utara dan melarang semua penerbangan yang diindikasikan membawa barang seludupan ke Pyongyang.

Sementara itu, kedatangan Park pertama kalinya ke Uganda turut menghasilkan 19 kesepakatan kerja sama ekonomi bilateral, termasuk menawarkan lebih banyak bantuan untuk Kampala dan pembangunan proyek-proyek dengan Uganda.

 

  10 Responses to “Putusnya Kerja Sama Militer Uganda dengan Korea Utara”

  1. mmhh….

  2. gila berat amat sangsi PBB nya buat korut… baru tau ai..

    bisa kedinginan itu rakyat korut klo ga boleh import minyak, negara edan..

    • Khusus larangan penjualan barang mewah, boleh juga tuh diterapkan ke Indonesia, termasuk memasukkan lewat bandara biar istri anggota hewan gak ada yang shopping lagi xixixi

  3. Semakin dilarang dan ditahan, akan semakin menjadi dan semakin kreatif , Mmmm, mungkin juga banyak organisasi bawah tanah di seluruh dunia yang akan berkerja sama dengan korea utara. Negara tertutup, lebih terjamin urusan dalam negerinya.

  4. Makin sengsara deh Rakyat Korea Utara akibat kelakuan pemimpinnya yg kayaknya asik seperti dapet maenan baru tinggal main luncurkan Rudal sana sini tapi jutaan nasib rakyatnya menderita

  5. korea utara harus banyak sodaqoh hihihi…sodaqohin aja rudal rudal nuklirnya ke tiap negara yg ada di dunia…hihihi..versi ngelindur..

  6. Negara dengan nama tersingkat….. “UU” (baca: double U – dalam bahasa kita U ganda) hehe

  7. Indonesia punya hubungan diplomatik sejak jaman bung karno kenapa jarang bgt publis brita kerjasama dengan korut ada apa ini

  8. Harusnya PBB bekerja sama dengan CHINA untuk menjaga perbatasan antara kedua negara supaya jangan ada lagi barang selundupan masuk ke korut. Korut Keras Kepala karena dibelakangnya ada China yang selalu membantu. coba saja diboikot barang dan segala keperluan dari China masuk ke korut pasti bakalan lunak mereka.
    China juga kalo keras kepala, tendang keluar dari PBB! percuma masuk dalam 5 negara inti PBB kalo untuk urusan perdamaian di semenjung korea selalu bersikap apatis dan pro korut.

  9. Lah ..ora bisa begitu bung…. ane lebih suka kalo veto dipegang sama China daripada Amrik dan komplotannya. Veto buat China itu sebagai bentuk perimbangan dominasi negara barat yg mayoritas kebijakannya miring2 ke blok british.

    Ane sepakat, sangsi PBB ga bakalan ngaruh selama Korut masih pegangan sama China, pintu perbatasan masih terbuka lebar bagi Jong Un.

    #panjang umur buat Kim Jong Un

 Leave a Reply