Nov 072014
 
JAS 39 Gripen

JAS 39 Gripen

Mari kita tarik rasionalitas pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko tentang pengganti F-5 Tiger -dari sisi lain- yang disebutkan kandidatnya adalah: SU-35, Gripen dan F-16 Block 52 (tulisan Antara 6/11/2014). Sekarang, “faktor politis”, kita keluarkan (pull out) dari analisa dan sebagai penggantinya kita masukkan elemen “kerja sama alutsista/ transfer teknologi”, untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas, tentang pesawat tempur mana yang akan diambil oleh TNI.

Nama Gripen buatan SAAB, Swedia dimasukkan Panglima TNI, sebagai kandidat pengganti F-5 Tiger. Mari kita lihat eksistensi SAAB Swedia dalam industri alutsista Indonesia, apakah grafiknya meningkat, flat, atau malah menurun ?.

Indonesia sudah tidak asing dengan produk alutsista SAAB, meski skalanya cukup kecil di awal, antara lain dengan pembelian Senjata Anti-Serangan Udara jarak pendek RBS-70 dan juga radar giraffe.

Hubungan kerjasama alutsista Indonesia dengan SAAB Swedia terus meningkat, dengan semakin besarnya porsi keterlibatan SAAB Swedia dalam pembuatan New KRI Klewang, baik sistem penembakan, rudal, radar hingga desain.

Sebelumnya, SAAB juga terlebih dahulu mengumumkan siap melakukan ToT 100 persen untuk pembangunan jet tempur Gripen di Indonesia.

Dari keterangan itu, ada trend yang cukup signifikan dari perkembangan kerjasama alutsita Indonesia dengan SAAB, Swedia.

Yang menarik, pada saat Indo Defence 2014, Kamis kemarin, PT Pindad mengatakann akan mengirim sejumlah pegawainya ke SAAB Swedia, untuk belajar tentang rudal. Persis kalimatnya seperti ini:


β€œKami melakukan kerjasama dengan sejumlah produsen seperti CMI Defence (Cockerill Maintenance & Ingenierie) Belgia, lalu ada SAAB Swedia dan Rheinmetall Land System dari Jerman,” ucap Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono dalam media briefing β€˜Pindad and Partners’ di The Media Hotel Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (06/11/2014).

… Selain kendaraan tempur, sambung Tri, PT Pindad melakukan kerjasama dengan SAAB Dynamics di bidang pengembangan peluru kendali atau rudal.


Apakah pengiriman tenaga ahli Pindad ke SAAB Swedia, bagian dari paket pembelian senjata yang lebih besar, termasuk New KRI Klewang dan pesawat tempur pengganti F-5 ?. Pertanyaan yang belum terjawab. Yang jelas dari rangkaian itu, trend kerjasama alutsista Indonesia dengan SAAB Swedia, cukup meningkat tajam.

Bagaimana trend kerjasama transfer teknologi Indonesia dengan Sukhoi Aviation Corperation, Rusia dan Lockheed Martin, F-16 Block 52 AS ?. Tampaknya trend kerjasama / ToT dengan kedua fabrikan jet tempur itu datar-datar saja.

Dengan Asumsi kandidat pengganti F-5 Tiger adalah: SU-35, Gripen dan F-16 Block 52, jika faktor “pengembangan teknologi” dimasukkan dalam kriteria pemilihan, maka pemenangnya adalah Gripen, SAAB Swedia. Bagaimana menurut Warjagers ?.

Bagikan Artikel :

  159 Responses to “Puzzle Pengganti F-5 Tiger”

  1. mini awacs

    • ada yang ketinggalan, min.
      meriam bofors juga buatan swedia lho. kapal perang kita banyak yang memakai meriam tersebut.

      tidak ada rotan akar pun jadi
      tidak ada typhoon gripen pun jadi.

      keduanya, Gripen dan Typhoon adalah pespur bagus dari Eropa.
      dengan operational cost yang rendah maka Gripen akan menjadi workhorse kita dalam menjaga kedaulatan udara.

      karena harganya juga kompetitif dibanding dua pesaing lainnya maka jika “hanya” membeli satu skuadron terlalu sedikit. minimal dua skuadron untuk menutup celah-celah ruang udara kita yang demikian luas.

      apakah ini pilihan buruk? tentu saja tidak.
      pesaing kita yang sudah jauh meninggalkan kita dalam industri dirgantara, Embraer dari Brasil juga menjatuhkan pilihannya kepada Gripen dalan rangka tot pesawat tempur.

      alasannya memang politis
      politis kemandirian πŸ˜€

      • Sayang sekali jika tidak ada sama sekali SU35 yg diakuisisi ya Bung Xtrada…

        Sambil ambil JAS Gripen yah ambil SU35 juga ya…

        IMHO

        • Setuju bung @xtrada, kata kuncinya pengganti F5 dan F5 difungsikan sebagai interceptor bukan air superiority fighter. Pilihan keduanya (atau pilihan 1) adalah Thypoon. Keduanya bisa langsung “on fire” segera setelah tinggal landas. Dalam bayangan saya sebagai orang awam, interceptor scramble untuk menghadang atau membuat musuh sibuk, setelah itu barulah Sukhoi atau pesawat air superiority jenis lainya datang membantu.

        • gw pribadi sih lbh suka gripen NG drpd typhoon ato rafale, ntah kenap gw pandang dr fungsinya dan anggaran kita gripen lbh cocok krn biaya operasionalnya lbh murah dan gak butuh landasan yg panjang alias gak rewel, sementara kl fungsi cm pengawasan kynya lbh dr cukup deh gripen ini ntar ke depan mungkin flanker family bisa kita rekrut buat pertahanan besar2an.

        • bung boleh tambahin ya…Kementerian pertahanan Rusia memesan 48 unit Su-35 pd thn 2009 dgn jatuh tempo pengiriman pd akhir thn 2015 besok, thn 2012 sdh diserahkan 10 unit, 2013 diserahkan 12 unit, 2014 ini 12 unit & terakhir thn 2015 14 unit, asumsi saya sendai Indonesia memesan 1 skuadron Su-35 thn 2015 rasanya ngga memerlukan wkt yg lama, mungkin 2 thn ke depan sdh datang beberapa unit, apalagi dari beberapa informasi China memesan 48 unit tetapi belum melakukan tanda tangan kontrak krn Rusia meminta jaminan secara hukum kpd China utk tdk mengkloning Su-35 ini spt yg terjadi dgn J-10 (Su-27) & J-11 (Su-30). semoga informasi saya ngga salah ya….

        • Ehmm..sepertinya warjagers mesti pandai2 merangkai clue nih. Kalau Gripen ini buat pengganti F5 ya?. Setuju sekali ane. Pengganti loh ya. Nah kemaren ada PIC yang rilis clue rencana penambahan 3 skadron baru :). Nah berarti kandidat selain Gripen toh. Ayo apa aja yang layak jadi kandidat?. Dan bung Erich pun bersenandung ceria: “Layanganku ada lima. Rupa2 namanya. Gripen, Rafale, Typoon, Sukhoi, Eagle. La..la..la ” πŸ™‚

      • Koreksi jika saya salah, bukannya meriam yg di pasang di kri kita rata” buatannya otomelara bukan?

        • Andau Class memakai meriam Bofors
          (KRI Andau, KRI Singa, KRI Tongkak, KRI Ajak)

        • Bkn bung alenatore…buatan oto breda :mrgreen: sebenarnya kita umum pake meriam oto breda (dulu oto melara) untuk kapal korvet dan fregat sedangkan boffors biasa untuk kapal cepat dan biasanya buat elemen anti serangan udara karena kalibernya di bawah 50 mm….

      • Maaf ada berita terbaru : Bofors kerjasama dengan PT. Lundin membangun mantainance dan hub naval gun dan pengembangan meriam composite.
        airbus juga mempertimbangkan untuk merakit typhon di PT. DI
        CMIW

      • semoga saja hingga 2029 sudah punya :

        – 1 skw sukhoi T-50 Pak Fa
        – 1 skw sukhoi 35
        – 1 skw sukhoi 27 / 30
        ===================== 3 skw russia family =========== 48 pst.

        – 3 skw IFX-i ============ 3 skw IFX-i family ============ 50 pst.

        – 2 skw F-16 s.block 52 ==== 2 skw F-16 family ============ 34 pst

        – 2 skw Typhoon ========= 2 skw Typhoon family ========= 32 pst.

        – 1 skw S-Tucano ======== pesawat patroli ringan ======== 16 pst.
        – 1 skw T-50i Goldean Eagle = pesawat patroli ringan ======== 16 pst.

        ====================== 186 pesawat tempur =============

        F-5 dan Hawk Family istirahat / pensiun…………….

        • – mungkin 2015 — order / pembelian sukhoi 35 , untuk kedatangan ..bertahap mulai awal 2016 – 2018 …………………

          – mungkin 2015 — juga order / pembelian Typhoon 2 skw ………..
          .. bertahap kedatangan pertengahan 2015 – 2019 …………

          – mungkin 2020 – 2024 produksi 1 skw IFX-i …………………
          – mungkin 2022 order / pembelian Sukhoi T-50 Pak Fa ….. untuk ..jadwal kedatangan 2023 – 2025

          – mungkin 2025 – 2029 produksi 2 skw IFX-i ………………….
          \

          mhn maaf ……. hanya doa kami, tukang cangkul….nwn

        • maaf,rasanya itu smua agak sulit kt capai melihat para pejabat atau instansi di pemerintah kita yang saling adu jotos,di tambah lagi klo itu di bahas di DPR wah hebohnya bukan main berbulan-bulan tarik ulur itu terus nantinya.ini indonesia bung rasa sok tau/sombong itu masih sangat kental di lingkungan pejabat kt.but,,,,imposible is nothing…pesan saya maju terus TNI sandingkan dirimu dengan cina,india dan bukan dengan malaysia,singapore.

      • Maaf bung xtrada,, bukankah indonesia sedang tahap proses pembuatan pespur ifx/kfx yg diyakini setara dengan gen 4,5,, jika indonesia mengambil gripen yg belum tentu dapat tot 100% dimana pespur ini masih gen 4, saya rasa ini bukan politis kemandirian tp politis kemunduran,,,,

    • Jgn khawatir kawan2 TNI tau apa yg mereka ingin lakukan agar alutsista seolah-olah terkena politisasi.. Ketiga jenis pespur itu Indonesia sanggup beli semua dgn cash tanpa credit.. ini hanya untuk meredam suasana dan ASu tidak curiga dan membuat langkah yg bisa bikin indonesia skak mat..
      Saya punya bukti bahwa indonesia bisa bayar semua pesawat tempur tersebut plus destroyer kirov class klo dijual..
      Saya mau buat artikel tentang kemampuan beli alutsista tersebut plus photo scan buktinya..
      Tp tidak tau harus gimana postingnya…
      ada yg punya info caranya..?
      Ingat dlu bung Karno beli pembom sama Irian Class duitnya drimana..

    • KaLau sy tiga- tiganya yang bakaL di akusisi , Cuman SU35 yang ghaib tidak akan di pubLish he he he πŸ™‚

  2. bila indonesia memilih f-16, berarti indonesia benar2 bertekuk lutut sama US

  3. Su 35

    • Brazil ngambil gripen cuman buat jaga hutan Amazon saja tucano juga bisa, kita butuh pespur buat ngusir f15 eagle si upil yang saya yakin secanggih f15 Israel di udara kita….gripen tot paling kaya tot sepatu Nike jahit doank!

      • Walah.. gawur anda bung.. sebenaranya malah kebalikannya bung.. Brazil bekerja sama dgn saab dgn mengakuisisi gripen malah direncanakan utk angkatan laut yg nantinya akan ditempatkan di kapal induk brazil. sampeyan dpt info drmn tuh gripen utk jaga hutan amazon? blh ditunjukan linkmya bung kalau gripen khusus jaga hutan olh brazil? kok saya baru dgr brazil beli gripen utk jaga hutan?

      • bung black… khan dah ada su 27 tuk ngusir f 15…
        bukan’a saat ini yg urgent tuk ngusir f 35…??

      • jika begitu nanti kita minta buruh pembuat sepatu Nike untuk merakit pesawat tempur kita.
        semoga mereka bisa membuat tooling dan jig & fixtures untuk perakitan pesawat.
        semoga mereka menguasai PERT, FMEA, DFM, PDM dan tools lainnya yang dibutuhkan dalam aktivitas manajemen proyek perakitan pesawat.

    • Ping.

      • Bung xtrada betull kemandirian adalah ujung tombak nya .

        Jika kita bisa mandiri kita bisa berdiri sendiri . Dan tinggal meningkatkan riset kita dengan engineer2 indonesia agar kita bisa biat pesawat yg lebih canggih dr negara lain.

        Seperti temen sy lakukan memodifikasi anoa dengan berbagai versi

        dan mudah2an kedepan kita bisa mengakusisi Si 35. Sebelum kita bisa membuat pespur generasib4.5

  4. y kemungkinan besar gripen yg d ambil….

  5. Di biaskan saja beritanya biar bingung… wkwkwk…

  6. Gripen bagus…typhoon bagus jg…
    Ambil aja salah satunya…
    Tp SU-35 itu wajib buat skadron baru
    Soalnya yg bakal dihadapi itu F-35 ausy n spore…

    Kemampuan industri kita meningkat,tp tidak melemahkan superioritas udara kita dg selalu dbawah tetangga

    Saya yakin TNI udah mempertimbangkannya

  7. Betul bung.. Bravo!!

  8. SU35 harga mati, meskipun gripen yg jadi

  9. Gripen terlalu kecil gampang di hajar F 18 hornet ausie nih, payah sekali …

  10. Sudahlah beli 2 skuadron: Su-35 dan Gripen.. Pusing2 amat…. Kan anggaran pertahanan naik dari 0,8% jadi 1.5%??

  11. Kata Pa Ryamizard kan akan ada 3 skadron tempur baru…..jadi munurut sata ya kalo bisa beli semua kenapa cuma beli satu Jenis Pesawat Tempur…toh Indonesia kan kaya raya

    • gantian bung analisanya kalau kemarin typhoon hari ini gripen, esok atau nanti malam akan ada artikel SU,35. berarti…..?

      • typhoon di karekan politic.
        gripen di karenakan kerjasama alutsista.
        SU 35 di karenakan keinginan user..

        • Typoon bukan karena faktor politik bung.Kalau mau jujur Airbus military lah salah satu mitra yang cukup banyak memberikan kontribusi TOT ke kita (baca PTDI). Jadi sangat masuk akal kalau mereka pede bahwa mereka akan terpilih :). Dan janji mereka Typhoon akan dirakit di Indonesia sangat2 masuk akal. Sudah terbukti dengan CN235 dan CN295 kan πŸ™‚

  12. Bukankah sudah deal penggantinya eurofigther thypoon????

  13. saya kira siapapun pemenangnya ..su35 tetap akan dibeli juga …
    karena Russia juga sudah punya deal yg tak kalah significant ..

  14. pihak tni au & kmenhan sudh menimbg serta mmkirkn msak2 sblm mngmbil kputusan…sy pribadi mndukung ap yg akn mnjdi plihan tni…
    keinginan pribadi sy,,,su 35& rafale ttp diakuisisi…bgtu pula dgn gripen(mengingat tot yg ckp mnjanjikn).
    tp kmblikn lg kpd pngambil kbijakn & user yg plg tahu akn kbtuhnny,.

  15. anu, mau nanya:
    disebut2 gripen ukurannya kecil sehingga gampang dihajar model F 18/15 atau Typhoon. kalo dari segi radar, gripen juga sudah canggih apalagi dari segi persenjataan. bisa lah kalo buat bikin tetangga gemetar. lalu apa masalahnya gripen ini?

    • Terlalu kecil. Bentuknya nggak meyakinkan, padahal jangkauan rudal udara ke udara sama saja dan radarnya sudah AESA. Setahu saya F-18 dan *beep* masih pakai radar obsolete-antique-out of date, belum AESA.

    • Maaf bung.. sepertinya logika anda perlu di kalibrasikan kembali? bukankah semakin kecil sasaran, maka smkn sulit utk tembak dan smkn kecil pantulan diradar lawan(low rcs) jg pasti lbh lincah bermanuver dan lbh susah di sasar rudal krn mmg sdh lumrah dan ilmu pasti klw setiap panca indra tubuh kita mwpn itu jg termasuk sensor yg terbuat dari mesin sklpn pst akan smkn sulit jk yg di raba dia bentuknya smkn kecil? Kalau saya sebenarnya lbh menyukai dan menjagokan pesawat tempur serang itu bentuknya lbh kecil dari lawan, krn mmg utk PESAWAT SERANG yg diutamakan adlh kelincahan dan manuver, soal senjata itu relatif.. senjata semakin lama smkn canggih bentuknya pun smkn mengecil, tp punya efek penghancur smkn dahsyat sprt rudal2 era kedepannya. gripen ini mmg di desain kecil bung, mgkn krn menimbang faktor negara pembuatnya yg negaranya tdk luas tp klw utk daya jelajah gripen ini mmg dikonsep sbg pesawat multirole yg sangat cocok utk gugus tugas patroli krn lbh hemat dr pemakaian BBM krn single engine dan jg mampu supercruiser yg berguna utk peran intercep alias utk menguber penerbang gelap dan jklw ketemu musuhpun tdk akan mundur dan takut yg artinya bs jg dipakai utk beladiri mwpn menyerang. kesimpulannya pesawat ini bila diakuisisi utk jangka panjang biaya operasionalnya jauh lbh murah dibandingkan pespur yg lain2. Tentang ada masalah apa dgn pesawat ini..? πŸ™‚ sebenarnya tdk ada masalah apa2.. cm kebetulan aja pesawat ini diciptakan bule nato kawannya asu.. bukan buatan negara idolanya sebagian warjager.. πŸ˜›

  16. Berita pengganti skuadron F5E Tiger dibuat ramai dan meriah dng dibumbui TOT segala. Mau ambil Typhoon dng 2 mesin + TOT ke PT. DI cocok utk pengembangan IFX yg menggunakan 2 mesin juga.
    Kalau Gripen dng 1 mesin dan bodi imut, masuk kategori pesawat temput ringan dan hemat biaya operasional, yg masuk kategori pesawat pempur ringan adalah FA50 GE Korea. Indonesia sudah punya 1 skuadron.
    Sedangkan penambahan 3 skuadron dalam MEF2, tidak digembar-gemborkan, tiba2 sdh jadi lengkap dng pesawatnya. Sesuai dng clue dari pak PUR, Indonesia akan punya 180 pesawat keluarga flanker s/d tahun 2024. Semoga terwujud demi kejayaan dan kehormatan NKRI yg tidak bisa dinilai dng uang.

  17. Saya mah Sudah Yakin kalo Su-35 pasti datang 16 unit Logika nya gini aja
    ga mungkin pemerintah ga beli tuh SU-35 orang simulator nya aja udah ada di indonesia ini
    Menurut saya Gripen dan Euro dibeli karena sekedar mau mendapat Trasfer Teknologinya aja untuk Program IF-X nanti
    Dan Menurut saya juga Nih pandangan Orang awam yah…..
    Ketika Indonesia Mendapat teknologi Avionik…
    Saya udah baca berbulan bulan forum militer dan mengamati rencana TNI dan membandingkan dengan Tentara malaysia.
    Tentara malaysia Begitu sangat mengincar PAKFA Sedangkan Indonesia seakan akan Seperti angin Lewat Tuh Pakfa..
    Ada kemungkinan Indonesia belajar ilmu membuat Jet dari Korsel Dan Ambil Avionik dari Negara eropa yang Sangat Memungkinkan Indonesia Dapat membuat kapal stealth generasi 5. kemungkinan saat ini Slogan TNI “Diam diam menghanyutkan” hehe πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    • Setu7 ……….maaf blajaran blum bisa komen yg ber bobot.

    • setuju bung yulio, bisa jadi ini strategi jangka panjang indonesia, dengan project KFX IFX, dengan landaskan pproject kerjasama dengan korea ditambaha TOT dari berbagai perusahaan eropa dan pengalaman PT DI selama ini mudah2an project pesawat tempur stealth indonesia menjadi terwujud tanpa membuat heboh negara tetangga

      • Kemampuan PT DI membuat pesawat tidak diragukan lagi, terbukti CN-235 Buatan PT DI Laris Manis Dipasar, Itu terbukti bahwa Skill PT DI membuat pesawat tidak diragukan lagi Mungkin Ini mengapa setelah Indonesia Dapat TOT Teknologi jet tempur dan TOT Avionik nya Indonesia Tidak terlalu ngebet dapet PAKFA

  18. Okay deeh 24 unit SAAB Gripen NG, dan tetap 16 unit SU 35BM..Order segera meluncur

  19. apakah Gripen ini sebanding untuk menghadapi kekuatan dari utara dan selatan yg udah make F35 pada saatnya nanti..???
    ataukan kita hanya focus pada proyek pengembangan IFX kita saja..??

    mohon pencerannhya para suhuu…

  20. bbrapa hari lalu ndan menhan wawancara di komp** tv … secara halus sdh bilang tak mau dpt barang bekas, jd kandidat tinggal SU35 vs Grippen, baek nya pinjem dulu keduanya, biar dijajal disini buat uji air combat, yg menang kita ambil 1 ska dulu + 2 ska optional … yg jelas elang botak dah tersisih dah …

  21. pokoke kulo manut pembagian kerja:
    Pespur Ringan Latih Lanjut (TA-50, FA-50, Hawk)
    Pespur Medium Ronda Defensif (All F16, Hawk, F5 Tiger or Typhoon, Rafale, Gripen NG, next IFX)
    Pespur Heavy Superioritas Ofensif (The only Flanker Family, Su-27, Su-30, Su-35)
    Yang sedang diributkan itu pesawat medium bung, Su-35 beda posisi dan peran, tetap dibutuhkan.

  22. kemarin yang rame tipon sekarang gripen besok apalagi?!

  23. Kalau ToT yg dijadikan patokan, maka LM dengan F16 block 52+ pun akan bisa menjadi kuda hitam di proses akhir pengadaan. Ada baiknya di MEF 2 lebih ditekankan pakta pertahanan yg lebih menyeluruh kepada negara asal dari alutsista tsb. Pakta pertahanan bisa mencakup kepastian pasokan suku cadang tanpa syarat, dukungan baik politis maupun militer terhadap keutuhan NKRI thd serangan dari negara luar dan penjajakan pertukaran militer officer serta latgab.
    Semua itu didasarkan akan kondisi geografis dan politik Indonesia yg sangat strategis yg selalu mengundang negara lain utk memecah belah NKRI. Adapun bila terjadi perang, NKRI tdk bisa lagi mengandalkan militansi rakyatnya, krn strategi perang modern akan mengeliminir sedikit mungkin pergerakan militer didarat sebelum udara, laut serta perang modern akan selalu berupa perang koalisi, bukan perang 1 lawan 1 yg selalu diiringin dengan perang ekonomi.
    Mungkin sebagian kita tdk ada yg menyadari bahwa koalisi USA dan NATO telah kalah di perang Ukraina, hal ini di tandai dengan jatuhnya harga crude oil kelevel terendah dalam dekade terakhir. Hal ini bertujuan menjatuhkan pendapatan Rusia dari oil dan gas.

  24. Tidak ada yang salah dengan pernyataan Jendral Moeldoko. Pengganti F-5, karena faktor politis kita ambil buatan produk barat. Entah Typhoon atau Gripen. Nah, SU-35 ini bukan “pengganti” F-5, tapi skuadron baru. Jadi ya, tetep beli he..he..he..

  25. Feeling ane sebagai tukang pijet keliling, dari semua kandidat tersebut, SU 35 tetap dibeli. Jadi, kesampingkan SU 35 dari list pengganti F5. Karena, SU 35 bukanlah pengganti F5 akan tetapi sebagai skuadron baru. Pengganti F5 itu hanya bahasa diplomasi sehingga tidak terlalu merisaukan tetangga2.
    Jadi sebenarnya pilihan hanya ada Gripen, Typhoon, dan Rafael. Sedangkan F16,kita tidak akan pernah membeli baru selain F16 blok 15 yg pertama kita dulu. Kita hanya akan ambil jika memang ditawarkan hibah lainnya dari US. Untuk membeli pengganti F5 ya cuma 3 itu pilihannya. Jadi, SU 35 disisihkan dari kandidat pengganti F5. Karena ada mau pun tidak ada program pengganti F5, SU 35 pasti akan dibeli oleh TNI. SU 35 kita punya tinggal tunggu giliran jatah buat Rusia sdh komplit dulu..

    Maaf analisa tukang pijet yg lagi cari langganan..

  26. sudah ribut2 berisik tahu2nya yang ghoib adalah f22 gimana bung?

  27. jika melihat dri perkembangan yang ada…grippen di pole position
    cuma ane tetep ngarep SU35…sukro strooong

  28. Aslinya Rosoboron disebelah tuh pengen ngomong koar-koar ke media, kalo TNI udah beli dan bayar lunas Su-35 dan Su-34, tapi karena ada perjanjian informasi rahasia, akhirnya cuma duduk manis diam kayak ga dilirik gitu, geregeten juga tuh pengen eksis bikin heboh dunia persilatan Asia pasific.

  29. absen bung

  30. klo judulnya “Pengganti F-5 Tiger”, pantesnya gripen, sesama single engine.
    dulu sering digunakan istilah work horse, pespur kelas ringan (program cikal bakal f-16 disebut LWF, light weight fighter), biaya operasi ekonomis, tugasnya termasuk nguber2 pesawat gak jelas.

    kasian banget sukhoi sebagai pespur air supremacy pontang panting nguber pesawat2 kacangan.
    klo ingin beli su-35, ya beli aja gak usah pakai alasan pengganti ini itu (toh jumlah sukhoi RI masih jauh banget dari milik india).

    dengan gripen, f-16 sebagai workhorse TNI-AU akan memiliki pasangan / tandem.
    dan perbandingan pespur single : twin engine masih cukup proporsional.

    single: gripen + f-16
    twin: su-27/30/35, typhoon, IFX (?)

  31. apa jangan2 di beli semuanya?

  32. kita ambil aja, opsi transfer technologi 100% akan memberikan kita jawaban yg mutlak demi mewujudkan produksi pesawat tempur versi kita sendiri di masa depan. yang penting harganya murah.

  33. analisa tukang pijat keliling mantap apa semantap pijatan anda pakek gak hahahahha maaf becanda

  34. untuk sukhoi 35 pasti akan di beli pemerintah kita apalagi tadi pagi kunjungan presiden jokowi beserta panglima tni moeldoko di ajak ke stan russia untuk melihat mockup ya su 35 … selain ifx.. maantapppp pakn panglima… beli yg byk pak

  35. f 5 tiger singgel enjine gak usah ribut kita kiat aja perkembanganya mungkin besok su 35 yg akan mangkring dimari maaf oteote

  36. sebentar lagi aussie punya f 35, singa juga siap2 dgn f 35. bagaimana dgn Indonesiaku? tetap pilih su 35 . Jayalah Indonesiaku !

  37. Ginilah nasib negara yg belum mandiri. Semoga kedepannya indonesia bs jadi lbh baik..

  38. Ass.f5 tiger tu pespur kls ringan yg khusus buat patroli( =t50,f16 & gripen).Su35 & pakfa tu pespur kls berat,jdi bkn pengganti f5.SU35 & Pakfa akn jdi pespur andalan utk jaga wil tengah & timur.Sesuai rencana kemenhan smp thn 2024 kita akan punya 180 SHUKOI berbagai farian.Sesuai dg lis A1 bg Nara.All Warjagers,coba buka2 lagi.wslm

  39. Rupanya banyak taktik penawaran yg menggiurkan untuk membatalkan SU35…

    • Tidak untuk membatalkan, tapi untuk melengkapi.

    • Membatalkan ?? Tidak juga bung. Saya malah curiga Su-35s nanti tidak dipublish…..walau begitu Su-35, Su-30 dan Su-27 tetap digabung dalam satu formasi terbang dalam di HUT TNI misalnya. Orang awam pasti tidak bisa membedakan mana itu Su-35, mana itu Su-30 , karena secara fisik hampir sama bila dilihat dari jauh!

      • Ralat sedikit ya.. ciri fisik su35s masih memakai canard. untuk versi su35bm canard dan air brake dihilangkan. Lebih tepatnya fisik su35 lebih mirip dengan su27 kita..dengan single seater, dan bentuk sayap tegak ganda yg identik. Hanya saja sayap su35 sedikit lebih lebar dari su27. **su30 twin seater dan sayap tegak ganda sedikit berbeda dari su35/27. Salam hangat,

  40. Tak perlu meremehkan Gripen.

  41. Indonesia sedang mencari 1 skadron pengganti F-5 + penambahan 3 skadron tempur. Total akan Ada kebutuhan 4 skadron. Paling ideal Dari 4 skadron itu 1 ska SU-35 sebagai skad pemukul Dan 3 skad Gripen NG untuk patroli. Sudah paling ideal karena Gripen paling rendah biaya operasionalnya. Jangan berpikir Gripen pasti kalah Dari F-18 atau F-35 sekalipun. Karena persenjataannya juga mumpuni dengan dilengkapi radar AESA. Kenapa Gripen cocok untuk indonesia, karena dengan biaya operasional yang rendah kita bisa memaksimalkan Alat ini untuk patroli. Jangan sampe nanti seperti mentri maritim Yang kaget sebagian besar armada kapal gak operasional. Dengan Gripen akan sangat cocok Dan cukup untuk patroli w ilayah NKRI yang luas ini. Dan pada saat dibutuhkan bisa langsung men deploy SU 27/30/35

  42. Menurut saya kita ambil yg ada TOTnya untuk kemandirian kedepan, meskipun kita memiliki SU35 10 skuadron tapi tidak bisa mandiri, apa teknologi itu dapat bertahan selamanya.
    Ingat di jaman Presiden Soekarno apa pespur kita dapat di gunakan pada saat sekarang, betapa hebatnya AURI Indonesia pada saat itu. Jangan sampai sejarah terulang, menjadikan kita bangsa yg tidak mandiri. Kalau ada dananya kita ambil keduanya, tapi kalau tidak kita berpikir realistis. Salamku untuk Indonesia yg kita cintai bersama . . .

  43. bagi saya yang menjadi pertanyaan besar sekarang di saat akan terjadinya kenaikan bbm, kenapa anggaran pertahanan mengalami kenaikan 1,5 % tapi kalo memang hal itu terjadi alhamdulilah berarti uang pajak dari kenaikan bbm dan lain sebagainya tidak hilang sia sia, brarti moto NKRI harga mati benar2 terwujud, bukan hanya membela urusan perut belaka tapi bela lah tanah air kita dimana kita lahir dan mati di bumi nusantara indonesia tercinta, indonesia bangsa yang kuat tanpa embel2 TOT yang menyesatkan indonesia pasti bisa bikin sendiri, buat apa ada universitas terkenal di indonesia perdayagunakan lah mahasiswa mahasiswi yang berprestasi untuk membuat suatu karya hebat untuk indonesia, SALAM MERDEKA 3x

  44. dari kemarin bahas pesawat tempur melulu… artileri pertahanan udara gak ada kabar terbaru ya??? SAM kita masih pake’ manpads nih??? saya kurang mengikuti kabar soal alutsista GHOIB sih… KATAnya kita dah punya es tellungatus… soal pengganti F5 tiger saya sih setuju aja kalau gripen or typhoon or rafale yang diambil karena ada timbal balik berupa ToT… beda lagi soal F35 threat, ok SU35 lebih superior dari pesawat” eropa tapi kan squadron F35 ausie baru beroperasi pada tahun 2020 artinya kita masih punya waktu 6 tahun untuk menentukan kandidat fighter terbaik untuk melawan F35 sementara itu lebih baik fokus dulu di pengamanan laut dan udara kita… KATAnya potensi laut kita bisa menghasilkan 300 T per tahun… kalo seumpamanya potensi ini bisa dimaksimalkan, 300 T x 5 tahun hmmm makmur tni kita

    hanya opini mahasiswa silahkan dikoreksi jika salah

  45. daripada buang buang waktu koar koar sampe keyboard rata, PERTINYIINYI… PERTINYINYI :

    KAPAN PENGUMUMAN PEMBELIAN PESPUR PENGGANTI F5-TIGER???

    udah jawab baru akhiri THREAD ini.

  46. sepertinya pengganti tiger mungkin bukan su 35, pengadaan su 35 mungkin tidak dipublikasikan, akan dipublikasikan jika brgnya sudah mau dtg. misal 1th sebelum kedatangannya. karena sifatnya yg sangat strategis pengadaan alutsista dari rusia tidak terlalu diexpose imho… ingat kata panglima “tidak semua pengadaan alutsista bisa dibuka untuk umum”

    • analisa saya juga begitu bung, pengganti F-5 bukan Air superiority, artinya pespur yg ngga terlalu gahar lah…bisa Typhoon, bisa Gripen, tetapi utk Typhoon dgn adanya kecacatan produksi yg ditemuka RAF (Royal Air Force) Inggris pd sejumlah lubang bor baut pd bag. belakang pesawat sehingga AU Jerman membatalkan 6 unit pesanan, Kemenhan & TNI AU harus hati2 & lebih jeli lagi, dan…Air Superiority tetap Sukhou Su-35…menteri perdagangan Rusia yg menemui presiden Jokowi sptnya sdh memberi isyarat kuat, tinggal kita tunggu hasil pertemun Presiden Jokowi & Presiden Putin di sela2 konferensi APEC di Beijing 8-12 Nopember ini, semoga ada berita bagus…

    • Betul sekali bung, untuk es u tiga lima, sudah disini 3 ekor, sisanya masih dalam antrian sambil nunggu sarangnya di benahin. untuk replacementnya F5, juga on the way. masuk sebagian di kwartal 1 2015.

  47. NKRI harga mati. Indonesia tdk akan Pernah berani beli SU35 dari Rusia selama masih ada faktor politis dan kt masih aja tergantung kpd Amerika.
    Mimpi aja punya SU35

  48. Kalau yg di kejar kemandiriian alutsista khususnya Pesawat Tempur tawaran dari Tipun (AirBus) dan Gripen (SAAB) merupakan tawaran yg menarik toh untuk support pesawat IFX kita yg masuk di kelas medium..untuk Havy Fitgher langsung aja ke kelas PAKPA..:)

  49. SEMOGA AJA SU-35 JADI , SOALNYA TETANGGA PUNYA F-35. SEMOOOGAAAAAA…….

  50. Sy yakin SU 35 ma typhon dah dibayar lunas, tinggal tunggu pengiriman saja. Beritanya dibuat bias n bingung. Hehehe project delta

  51. Enggak usah kuwatir wong tni bukan anak kecil kok.kalau pendapat saya apapun yg di ambil terutama yg ada tot untuk kemandirian bangsa masa kita mau beli pespur terus suatu saat kita harus bisa bikin kalau bisa malah jualan minimal ke lewel asean .untuk su35 s .n su34 full back udah ada di madiun insak alloh ini gak hoax sumbernya dapat di percaya

  52. pasraaaaah

  53. Realisasi program alutsista primer AU 2014-2017

    1. Pespur: Su-34 (36), Su-35 (72), Rafale (54), EF Typhoon (48), F-16C Block 52 (40)
    2. Pesawat latih tempur: Yak-130 (24)
    3. Pesawat tanker: A330 MRTT (12)
    4. Pesawat AEW&C: C-295 + EMB-145 (8+8)
    5. Pesawat angkut berat: C-17 Globemaster III (5)
    6. Pesawat angkut sedang: A400M + C-130J Super Hercules (16 + 16)
    7. Radar taktis Nebo SVU (provisi 12 situs)
    8. Sistem hanud berbasis darat S-400 (14 baterai)
    9. Sistem hanud berbasis darat HQ-16 (22 baterai)

    – Realisasi program alutsista primer AL 2014-2017

    1. Kapal Perusak Kawal Rudal: CGN Petr Veliky (provisi 2017), CG Slava (2), DDG Sovremenny (2), DDG Udaloy (2), DDG De Zeven Provincien (6), FFG Talwar (4), FFG Krivak II (5), FFG Sigma II (4),
    2. Kapal selam: SSGN Akula (2), SSB Typhoon re-powered (1), SSG Amur 950 (3), SSG Kilo 636 (2), SSG Changbogo (2), U214+ (3), U212 (2)
    3. Sistem pertahanan pantai Klub K

    – Realisasi program alutsista primer AD 2014-2017

    1. Tank Tempur Utama: Leopard 2A4 + RI + Pz87 (120+180+64)
    2. Sistem artileri medan gerak sendiri berbasis meriam: Caesar (206)
    3. Sistem artileri medan berbasis roket multilaras: Astross II (110)
    4. Sistem artileri medan berbasis meriam 155 mm: Kh-79 (430)
    5. Sistem artileri pertahanan udara ringan Pantsyr S1 (120)
    6. Helikopter serang: AH-64D/E Apache Longbow/Guardian (14/36)
    7. Helikopter angkut/serbu: UH-60/MH-60 Blackhawk (60)
    8. Helikopter angkut berat: CH-47 Chinook (24)

  54. Masih agak bingung apa yg dimaksd SAAB dengan memberikan tawaran ToT 100% itu seperti apa? Gripen bisa dirakit disini apa juga termasuk ToT 100%, Ato 100% ToT itu semua part Gripen dibuat disini, ato gimana?

    Kalo misal kita beli SU-35 dan Sukhoi tidak memberikan ToT tapi pihak Rusia mau menggantinya dengan membuka pintu kerja sama ekonomi misal buat produk2 kita dibuat lebih mudah diekspor ke Rusia ato kita beli gas dri Rusia kita dpt diskon dng beli SU-35 mngkin bisa dipertimbangkan kembali….ya kita lihat saja nanti akhir drama pengganti F-5 TNI-AU

    • Ada UU yg dilanggar…krn sekarang pemveluan alutsista wajib disertai TOT; semua produsen tau itu termasuk rusia…tinggal skrg mereka pikirkan apa yg bisa di sharing….makanya…pernah denger to rusia akan membangun pusat perbaikan dan pelayana KS….logikanya kalau bangun spt itu inventorynya ada dimari…ntar idem yg layangan….bahkan hulunya disiapkan oleh rusmky…..yaitu kerjasama riset metalurgi….ups kabur…..

  55. Harapa nya sih su 35 tapi aku yakin yg diambil si gripen,lagi2 kslah dg tetangga sebelah

  56. Saya lebih suka F15SE, design rudal dalam perut ituloh yang tidak dimiliki kandidat lain, tp sayang resiko politisnya sangat besar

  57. Hadech, buat warjager…harap tenang. TNI pasti tetap mo ambil SU-35, Typhoon, Rafale. Ini kan semua buat antisipasi.
    Para petinggi TNI tau qo apa yg dibutuhkan NKRI saat ini. Jadi jangan khwatir ngga diambil. Tunggu kedatangannya sampe akhir tahun.

    KOOOPPPLLLAAAAAAXX

  58. Sependapat bung Xtrada, Perhitunganya lebih k operational cost plus untuk mengisi Gap sampai Indent SU 35 slesai. Dan yg paling penting Transfer Technology baik paket untuk pesawat Gripen ataupun paket2 alutsista Saab lainya

  59. gmna klo test dogfight game online,mana yg paling jago…

  60. Coba perhatikan geografis negara swedia dibandingkan indonesia.. jauh dan bukan negara kepulauan. Biasanya secara budaya dan kebiasaan, orang eropa membuat sesuatu ada alasan yang kuat mengapa membangun pswt tempur dengan kapasitas dan kekuatan tertentu dan dipastikan gripen hanya superior bila kondisi geografisnya spt swedia. Kalo di gunakan diindo pasti keteteran.. mengapa sukhoi kemampuannya jauh lebih superior kembali lagi lihat seberapa luas wilayah rusia.

    • Artinya jangan beli sesuatu bila secara fungsi kurang kuat walaub secara teknologi dan pengetahuan nilainya luar biasa.. ibaratnya beli citi car dapet teknologi membuat citi car sedangkan medannya offroad percuma bin sia2

  61. Kalau menurut ane…beli Gripen untuk TOT nya dan Su-35S untuk mengetar lawan dan mengisi kekosongan…

  62. Wah,,, hebat juga si gripen, setelah katanya disalip ditikungan tiba2 muncul lagi didepan, kayaknya para pengambil kebijakan butuh aspirasi rakyat untuk menentukan pilihan,, atau para pengambil kebijakan perlu diganti yg energik, tangkas, brilian dan berani,,,

  63. Maaf saya mau tanya, saya pernah baca tahun 2003 disuatu artikel “Tragedi Bawean” kalau tidak salah. Saat itu ada pesawat jenisnya saya kurang tau milik U-S yang sengaja/tidak sengaja masuk wilayah udara Indonesia saat itu indonesia mengerahkan 2 F16 (kalau tidak salah). lalu diartikel tersebut disebut” DOGFIGHT. nah yang ingin saya tanyakan
    – Apa itu istilah Dogfight?
    – Apa pesawat yang cocok untuk dogfight (gripen,typhoon,su35)
    – Dan kalau tidak salah saya pernah baca teknologi typhoon sudah bisa mengimbangi teknologi f22 ? apa itu benar?
    – Saya juga pernah baca Jerman membatalkan pesanan typhoon? apa itu benar?

    maaf saya cuma bisa bertanya karena masih belum pengalaman dalam dunia alutsita dunia

  64. Yng penting antidot buat f35 negara sebelah kita punya mau gripen,rafael,typoon,su35 terserah yng penting bisa handle untuk jangka panjang tni kita tau apa yang mereka butuhkan,toh 5-10thun mkin pesawat generasi ke 6 akan segra hadir , so mending Tot ama pesan sekalian T50 pak-fa wlpun masih dlm pengembangan,biar g gonta_ganti pespur utk jangka panjang langsung superior…#peace

  65. Gimana klo 16 skad heavy fighter(180 shukoi,54 rafa,48 typon) ? 8-10skad medium fighter ( 44 gripen,>50 ifx,32 f16) ? 5 skad latih/serang ringan ( 24 yak,16 kai t-50,16 tukano)? Aku yakin all warjagrs pasti senang.cluenya..? Hayo, buka lagi artikel2 sebelumnya..

    • IFX masuk ke kelas heavy fighter bung

      • Medium is enough sekelas dg thypoon

        • Yes.. bung sgg.. ifx klw menurut mockup desainnya pespur kls medium. -/ sebesar rafale dan typhon. cuma rusia yg buat pespur fighter segede gaban yg diproduksi itupun diproduksi pabrikan sukhoi, sdg pabrikan mikoyan yg mengeluarkan jenis MIG tdk segede seri SU bentuk dan bobotnya wlpn termasuk gede jg utk ukuran pespur serang buatan eropa dan amerika. klw saya berpendapat pespur dgn desain yg besar kedepannya nanti cenderung akan ditinggalkan alias sdh krg relevan dijaman era rudal yg smkn canggih. pespur masa depan mnrt perkiraan saya bentuknya akan smkn kecil, sprt gripen, tp kecanggihan sensor dan radar termasuk kecepatan dan manuvernya berkali2 lipat dari skrg. ntar pespur segede gaban akan trend dan muncul kembali, setelah ilmuwan nanti menemukan senjata perisai yg mana disalvo rudal gak mempan sprt teknologi ufo yg jatuh rooswelt yg kini ada di area 51 gurun nevada us yg sengaja pelan2 teknologinya dikuliti uncle sam. hehehe just hoax.. πŸ˜›

  66. Strategi TNI berhasil membuat bingung para analis dan intelejen asing, Ckckck hebat. Ini nih yg bikin negara tetangga gemeter, belon ada berita pembelian tahu2 semua jenis pesawat muncul kalo perang terjadi. Dan Skak Matttt. Dor.

  67. bungkus 2 2 nya gripen 1 skadron baru skalian TOT dan su 35 pengganti F-5 tiger II

  68. Lagi rame pemberitaan pengganti F 5 tiger,apa jangan jangan lg ada barang Ghoib yang berdatangan,,? Hihi

  69. Su35s titik !

  70. wah, pda k mana nu sesepuh jkgr, ap ad politisasai sehingga sesepuh jkgr gk bda memberikan wejangan2 istimewanya,,

  71. wah, pda k mana ni sesepuh jkgr, ap ad politisasai sehingga sesepuh jkgr gk bsa memberikan wejangan2 istimewanya,,

  72. Kok tebak2an sih Pengganti F5 sudah pasti buatan US kandidat utamanya masih seri F16 terbaru (makanya kita dapat kemudahan dapet hibah F16 ugrade dan pengadaan apache serta javelin), isu Penggantian F5 ini sendiri merupakan isu Pengalihan dari rencana penambahan Skuadron Tempur terutama untuk wilayah Timur NKRI, dilain pihak RI juga butuh untuk pengembangan IFX, makanya cari sumber ToT yang lain (Eropa), sekarang lagi dikaji untuk item2 yg memang dibutuhkan untuk project IFX tsb, yang sudah siap kasih ToT terbatas baru dari EFT (syarat dan ketentuan berlaku), untuk Saab (GRP) masih alot nego ToT nya (mereka maunya ngasih ToT manufacture total kayak di Brasil), untuk Rafale ToT nya berat diongkos (harus ditebus minimal 3-4 Sq) jadinya skrg ini posisi masih “nego on track” karena target utama dan satu2nya target utama kita itu IFX, jadi sudah kelaziman kita untuk bagi2 rejeki dulu untuk produsen alutsista terutama US (kalo mau aman), untuk pespur dari Rusia sudah pasti akan ada tambahan minimal 1 Sq (optional 2 Sq) lagi seri Su (masih optional antara seri 27/30 atau langsung 35)..jadi yang kans nya sudah diatas 60% (belum 100% lho) masuk itu F16 seri terbaru (1Sq), EFT ( 1Sq+), Su 27/30 and or 35 (1-2 Sq), untuk Saab (GRP) dan Rafale masih dibawah 50%..sumuanya itu masih harus memperhitungkan banyak faktor terutama politis dan anggaran, untuk Su yg udah ada memang ada yg masuk domain “rahasia strategis”…jangan lupa TNI AU jg masih dipusingkan dengan “performa nanggung” dari Hawk 109/209 yg udah ada … trims

  73. ngikut…

 Leave a Reply