Jul 072018
 

Sistem Pertahanan Udara S-400 Rusia. (photo: Ministry of Defence of the Russian Federation – @mod_russia)

Jakartagreater.com – Pemimpin Qatar mengatakan Jumat, 6-7-2018 bahwa ia telah membahas pembelian sistem pertahanan udara canggih dari Rusia dengan Presiden Vladimir Putin, tetapi tidak ada keputusan yang diambil, dirilis Dailysabah.com, 6-7-2018.

Berita bahwa Qatar mungkin berada di ambang pembelian sistem rudal S-400 telah mengkhawatirkan tetangga negara Teluk yang kaya gas Arab Saudi, yang dilaporkan melobi keras untuk mencoba menghentikan akuisisi.

Surat kabar Prancis Le Monde melaporkan bulan lalu bahwa Arab Saudi bahkan telah menulis kepada Prancis memperingatkan bahwa mungkin akan mengambil tindakan militer jika Qatar melanjutkan pembelian.

“Saya tidak ingin membahas lebih rinci,” kata Emir Tamim bin Hamad Al-Thani pada konferensi pers di Paris setelah berbicara dengan Presiden Emmanuel Macron ketika ditanya tentang masalah itu. “Tidak ada kesepakatan. Memang benar kami mendiskusikannya, kami membicarakannya.”

Pada Juni 2017, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan sekutu lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar dan memulai blokade ekonomi atas tuduhan bahwa itu mendukung terorisme dan rival regional Iran.

S-400 adalah sistem pertahanan permukaan-ke-udara generasi terbaru yang dikembangkan oleh Rusia dan dianggap oleh negara-negara NATO sebagai ancaman terhadap pesawat mereka. Rusia telah menempatkannya di Suriah dan juga dalam pembicaraan untuk menjualnya kepada anggota NATO Turki.

Emir Qatar terakhir bertemu Putin pada bulan Maret 2018 di Moskow, dan mereka akan mengadakan pembicaraan lagi selama tahap terakhir Piala Dunia di Rusia, media setempat melaporkan.