Des 202018
 

Jet tempur Rafale Angkatan Udara Qatar Β© K. Tokunaga via Dassault Aviation

JakartaGreater.com – Qatar telah melaksanakan opsi untuk menambah 12 jet tempur Rafale sehingga total 36 sekarang karena memasuki layanan dengan Qatar Emiri Air Force (QEAF) mulai tahun depan, seperti dilansir dari laman AIN Online.

Dassault Aviation mengatakan bahwa Qatar telah menyatakan kepuasan atas kinerja kontrak utama dan telah menandatangani kesepakatan tentang kerjasama masa depan. Dan secara terpisah BAE Systems menegaskan bahwa mereka kini telah menandatangani kesepakatan yang diharapkan untuk memasok 24 unit Eurofighter Typhoon ke Qatar.

Produksi jet tempur Prancis tampaknya kini akan berlanjut hingga akhir 2020-an, berkat ekspor tersebut dan lambatnya pengiriman ke angkatan udara dan angkatan laut Prancis. Sekitar selusin Rafale muncul setiap tahun dari perakitan akhir di Bordeaux.

Dassault berencana untuk mengirimkan 8 unit Rafale lagi ke Mesir pada tahun ini, dengan total 14 telah dikirimkan dan 10 unit lainnya segera menyusul. Pengiriman dari 36 unit yang dipesan oleh Angkatan Udara India akan dimulai pada tahun 2019.

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Inggris Β© Royal Air Force

Sementara itu, Angkatan Udara Prancis hanya akan menerima 1 pesawat tahun ini, diikuti oleh 3 lainnya pada akhir tahun 2018 tetapi tidak ada pengiriman tahun 2019 atau 2020. Sehingga produsen mampu mengirimkan 28 unit jet kepada pelanggan domestiknya mulai tahun 2021, dengan total 180 unit.

Awal tahun ini, CEO Dassault Aviation, Eric Trappier mengatakan bahwa ada prospek yang kuat untuk menjual Rafale ke Belgia, Finlandia dan Swiss, serta ke angkatan udara lainnya yang sebelumnya telah membeli Mirage 2000, termasuk Uni Emirat Arab, yang telah lama dianggap sebagai calon pelanggan oleh Dassault.

Seorang pejabat perusahaan menegaskan kembali bahwa muncul optimisme baru-baru ini, meskipun UEA telah memilih untuk meningkatkan F-16 dan mencari F-35, namun Emirat akan berusaha untuk mempertahankan sumber alternatif selain AS untuk pasokan pesawat tempurnya.

Jet tempur F-16 BLok 60 Angkatan Udara UEA Β© David Raykovitz via Wikimedia Commons

Namun, peluang Belgia menjadi pelanggan Rafale telah surut musim gugur ini, ketika Steven Vandeput, menteri pertahanan negara itu, mengatakan bahwa Prancis dan Dassault belum menanggapi dengan benar RFP-nya untuk 34 unit pesawat pengganti F-16 Belgia.

Vandeput mengatakan kepada parlemen Belgia bahwa hanya Typhoon dan F-35 yang telah mengajukan penawaran yang sesuai. Namun pada tanggal 5 Desember, pemerintah Prancis menegaskan kembali proposal untuk perjanjian teknis serta kompensasi yang jauh untuk menemani pembelian Rafale oleh Belgia. Penawaran akhir dan terbaik itu jatuh tempo pada pertengahan Februari, dengan keputusan yang akan dibuat pada pertengahan tahun.

BAE Systems mengatakan bahwa kontrak Eurofighter Typhoon dengan pemerintah Qatar bernilai sekitar Β£ 5 miliar atau sekitar $ 6,7 miliar dan termasuk paket pendukun hingga pelatihan yang dipesan lebih dahulu. Pengiriman akan dimulai pada akhir tahun 2022.

Bagikan:

  10 Responses to “Qatar Borong 24 Typhoon dan Tambah 12 Rafale”

  1.  

    Indonesia cuma beli 11 unit su-35 kok serasa paling hebat dikawasan blm lagi judul-judul berita misal “tetangga panas dingin sebentar lagi indonesia kedatangan 11 su-35”
    “kawasan gempar dgn rencana indonesia membeli 11 πŸ˜€ su-35
    “kedatangan su-35 indonesia mengubah keseimbangan kawasan indonesia sekarang paling ungul di asean” πŸ˜€ untung gk ada yg angkat judul begini: “amerika gemetar dgn kedatangan 24 unit f-16” πŸ˜€

  2.  

    Eurofighter Typhoon
    merupakan buatan konsorsium bersama negara-negara Eropa dalam Eurofighter GmbH, Holding Company Eurofighter GmbH terdiri atas tiga perusahaan aeronautical ternama seperti Alenia Aeronautica (Itali), BAE System (United Kingdom), EADS ( Perancis, Jerman dan Spanyol) yang dibentuk mulai tahun 1986. Proyek tersebut dikelola oleh NATO Eurofighter and Tornado Management Agency. Pada Januari 2003, Norwegia ikut menandatangani perjanjian untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut, tetapi belum berkomitmen untuk membeli pesawat tempur tersebut. Sampai saat ini Typhoon sudah di operasikan oleh British Royal Air Force, German Luftwaffe, Italian Air Force, Spanish Air Force dan Austrian Air Force serta Saudi Arabia telah meneken kontrak pembelian senilai U.S$ 9.5 billion untuk 72 unit pesawat…. https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/ef-2000-eurofighter-typhoon-super.html

    Rafale
    diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Spectra yang menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak. Sensor terpenting yang dimiliki adalah radar RBE2 Passive Electronically Scanned Array buatan Thales Group. Thales mengklaim sebagai pihak yang pertama mencapai tingkat kesadaran situasional melalui deteksi dini dan pelacakan multi sasaran udara untuk pertempuran jarak dekat dan pencegatan berjelajah jauh, juga penciptaan seketika peta lapangan tiga-dimensi di hadapan dan penciptaan seketika peta daratan beresolusi tinggi untuk navigasi dan penentuan sasaran…
    https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/dassault-rafale-pesawat-tempur-multi.html

  3.  

    Cek-cek-cek…. ternyata jet-jet tempur itu harganya murah bagi Qatar…. gampang banget belinya, gak pake “akan”….

  4.  

    klo mau tau, coba baca berita terdahulu πŸ˜€ atau mungkin pura-pura lupa πŸ˜› hihihi