Qatar Tak Mau Kalah Kualitas soal Pesawat Tempur

Jakartagreater.com  – Negara Teluk Persia, Qatar, telah secara resmi meminta untuk membeli pesawat siluman F-35 canggih dari Amerika Serikat. Jika diizinkan, Qatar akan menjadi negara Timur Tengah kedua yang menggunakan Jet tersebut setelah Israel, dirilis Sputniknews.com pada Rabu 7-10-2020

Pada hari Rabu 7-10-2020, Reuters melaporkan, mengutip sumber yang dekat dengan kesepakatan tersebut, bahwa Doha telah mengeluarkan permintaan resmi untuk mendapatkan Jet tempur generasi kelima. Departemen Luar Negeri AS menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal kesepakatan itu, dengan mengatakan tidak akan melakukannya sebelum tawaran tersebut secara resmi diajukan ke Kongres.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia “tidak akan memiliki masalah dengan” menjual F-35 ke negara-negara Teluk.

Jika disetujui, kesepakatan itu dapat mengubah keseimbangan kekuatan militer di Teluk dan secara signifikan membebani hubungan AS dengan Arab Saudi dan Israel, 2 sekutu terkuat Washington di kawasan itu.

Riyadh dan Doha telah berselisih sejak 2014, ketika Raja Saudi Salman menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dan menuduh Doha mendukung kelompok tersebut.

Pada 2017, Arab Saudi dan 2 sekutu dekatnya, Mesir dan Uni Emirat Arab, memutuskan hubungan perdagangan dengan negara Teluk tersebut.

Sementara UEA dan Bahrain baru-baru ini menandatangani kesepakatan damai dengan Israel sebagai imbalan untuk menormalkan hubungan politik, Qatar belum melakukannya – meskipun kesepakatan seperti itu dikabarkan sedang dikerjakan.

Seperti 2 negara lainnya, Qatar adalah rumah bagi instalasi militer AS yang luas dan dengan demikian lentur di tangan kebijakan luar negeri AS, yang di bawah Presiden AS Donald Trump telah berusaha untuk menggalang dukungan global untuk Israel. Abu Dhabi juga berusaha untuk membeli F-35 setelah kesepakatan damai.

Turki akan menjadi operator kedua F-35 di Timur Tengah, tetapi Kongres AS mengakhiri kemungkinan itu dengan mengeluarkan Ankara dari program F-35 setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak untuk berpisah dengan udara S-400 buatan Rusia.

Sistem pertahanan, yang diperingatkan Pentagon dapat membahayakan kemampuan menghindari radar F-35. Menariknya, Qatar dipandang sebagai sekutu paling andal Ankara di kawasan itu, dan hubungan politik dan militer mereka tumbuh seiring dengan memudarnya hubungan Doha dengan Riyadh.

Sharing

3 pemikiran pada “Qatar Tak Mau Kalah Kualitas soal Pesawat Tempur”

  1. Nah loh..perkembangan di timteng semakin dinamis, yang kasian itu kelompok2 yg disebut ekstrim. Udah jelas kelemahannya di bidang teknologi dan senjata, tapi masih aja percaya dan meyakini kalau dengan hanya kepercayaan buta bisa menang..udah jelas jawabannya di kelemahan bidang ilmu pengetahuan tapi masih ae yang diurusi kemurnian soal ajaran

  2. Pesawat ini sebenarnya ga begitu bagus.
    cuma di bikin seolah olah bagus.us
    kalau bagus dan canggih kenapa di jual untuk umum layaknya f 16.f15,f18 dll
    kalau boleh menilai designnya masih bagusan f18 aerodinamis dan lincah.
    pesawat ini cuma di kasih embel embel stealth.
    dan katanya Lightning ( putir atau putar wkkkk )
    tapi takut kalau ada petir.
    ketemu sukhoi 35….di jamin pilotnya keluar keringat dingin.

Tinggalkan komentar