Radar Aegis Korea Selatan Tidak Mendeteksi Peluncuran Rudal Korea Utara

61
Rudal Taktis Iskander-M 2 (foto Sputnik)

Rudal Korea Utara yang ditembakkan dalam sebuah uji coba kemungkinan hanya terdeteksi sebagian di Korea Selatan meskipun dilengkapi jaringan luas radar peringatan dini.

Bahkan pesawat pengintai dan peringatan dini Peace Eye dan sistem peringatan dini pada kapal perang Aegis, mungkin belum mendeteksi rudal setelah peluncuran. Militer Korea Selatan mengatakan alasan mengapa rudal tidak terlacak pada kapal perusak Aegis “saat ini sedang dianalisis,” menurut laporan media setempat.

Rudal-rudal itu dilacak sebagian besar melalui radar peringatan dini Angkatan Udara Korea Selatan, yang kemungkinan besar adalah radar pertahanan rudal Green Pine.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan adanya kemungkinan pergerakan yang terdeteksi dimana “kendaraan” bolak-balik di lokasi peluncuran menjelang uji coba terbaru rudal Korea Utara.

Tetapi pada hari Senin, otoritas militer Korea Selatan membantah komentar Lee, dan mengatakan pihaknya telah mendeteksi pergerakan Korea Utara satu menit setelah peluncuran, bukan sebelumnya.

Armada pesawat Peace Eye Korea Selatan mulai dikerahkan pada tahun 2011-12. Sebanyak empat pesawat dikerahkan di jaringan, tetapi satu pesawat sedang menjalani perawatan.

Rudal terbaru Korea Utara terbang sejauh 260 mil dan 170 mil. Rudal tersebut diluncurkan dari Kusong di barat laut Kamis lalu.

Berita 1 melaporkan Senin, militer Korea Selatan mengatakan proyektil masih dalam analisis, tetapi para ahli di Korea Selatan dan beberapa ahli lain mengatakan kendaraan peluncuran yang digunakan mirip dengan Iskander Rusia, rudal balistik berkemampuan nuklir jarak pendek.

Kim Dong-yup, seorang analis di Universitas Kyungnam, mengatakan rudal itu dipajang selama parade militer Korea Utara pada 28 Februari, menurut laporan itu. Rudal memiliki jangkauan lebih dari 370 mil dan dapat menghindari sistem pencegat rudal lawan.

Upi.com

6 KOMENTAR