Sep 292015
 

SpikeNLOS

Rafael Defense memamerkan versi peluncur rudal baru Spike Non-Line Of Site (NLOS) selama pameran DSEI 2015 di London. Peluncur SPARC adalah, tower peluncur remote control yang memiliki empat rudal siap tembak dan dapat berputar hingga 360 derajat.
Empat tabung peluncur terintegrasi pada sebuah trailer yang dapat ditarik dari kendaraan ringan. Ini adalah peluncur yang sama yang telah dibeli oleh Korea Selatan tetapi Korea mengintegrasikannya pada kendaraan Ford 550.
Sistem peluncur ini diawaki oleh dua tim, yang dapat mengoperasikannya dari jarak 500 meter melalui serat optik. Operator dapat menerima data telemetri jarak jauh dengan gambar real-time dari sistem seeker rudal. Spike NLOS bisa menembak target pada jarak hingga 25 km.
Peluncur roket terintegrasi pada sebuah trailer yang memungkinkan penggunanya memindahkan ke lokasi yang berbeda secara cepat sehingga semakin meningkatkan kemampuan pertahanan. Peluncur SPARC sangat ideal sebagai sistem persenjataan untuk pertahanan pangkalan militer atau sebagai senjata anti tank dan personil di garis depan.

armyrecognition

 Posted by on September 29, 2015

  25 Responses to “Rafael Memamerkan Tower Peluncur Rudal Spike “SPARC””

  1.  

    Rafael yaah

  2.  

    Mantap banget

  3.  

    pertalite

  4.  

    bung Diego kemana ?

  5.  

    Hmm sepi

  6.  

    1

  7.  

    Pesawat sexy ui..

  8.  

    salam kenal ya ?

  9.  

    25 km. Mirip rhan ya… Bisakah bermutasi?

  10.  

    Rafael itu pemain sepakbola ya,Rafael Maitimo,,,

  11.  

    maaf bro setau gw ini bukan nama pesawat tempur rafael prancis.. tp nama perusahaan defence milik israel…nama lengkap nya
    Rafael Advanced Def Systems.

  12.  

    12 hahahahaha….wakwawww

  13.  

    Selalu saja ada kejutan dari Hezret Israil…

  14.  

    bukan nya ini merupakan senjata lama israel..cm peluncur nya doank yg baru..

  15.  

    Test

  16.  

    Lebih mobile dgn menggunakan trailer mudah dan cepat..hati2 sniper tni atau ketapel hamas

  17.  

    Ini rudalnya punya fitur yang unik “man in the loop”, dmn operator rudal mengendalikan penuh pergerakan rudal termasuk membatalkan perkenalan rudal pada saat2 terakhir.

    Misalnya operator sdg membidik tank PT-91 dan sudah meluncurkan rudal…tiba2 ada burung colibri yang hinggap diatasnya (g tau…pengen pipis atau yang lain), untuk menghindari terjadinya colateral damage maka pd saat terakhir operator bisa membelokkan rudal kearah yang lain yang dianggap aman.