Jun 072018
 

Perangkat integrasi Elektro-Optik Presisi atau EPIK buatan Israel yang mampu mengubah roket jadul menjadi amunisi presisi tinggi © Rafael Advanced Defence System

JakartaGreater.com – Rafael Advanced Defense Systems Ltd., telah mengungkap rincian dari proyek pengembangan munisi berpresisi tinggi baru berdasarkan pada upgrade dari roket permukaan-ke-permukaan jaman dulu (tua).

Dilansir dari laman Monch, Rafael telah mengembangkan kit khusus, yang disebut EPIK (Electro-Optical Precision Integration Kit), untuk mengupgrade roket tak terarah seperti roket Grad 122 mm Soviet, menggunakan teknologi Penyesuai Gambar sebagai alternatif untuk GPS yang rentan terhadap gangguan musuh.

Menurut perusahaan, EPIK mengubah roket menjadi sistem senjata presisi yang akurat. EPIK memperluas jangkauan roket hingga 50% dan memungkinkan definisi sasaran di tingkat piksel. EPIK mengimplementasikan dan menggabungkan kemampuan EO dan Pemrosesan Sinyal dari Rafael untuk mengubah roket tanpa pemandu menjadi senjata yang akurat dengan akurasi kurang dari 3 meter.

Upgrade amunisi presisi tinggi bisa digunakan untuk menghancurkan mortir, lapangan dan artileri roket serta unit bermotor, pasukan musuh diparit dan menghancurkan jalur komunikasi, konstruksi pertahanan lapangan dan pos pengintai termauk persimpangan kereta api, markas besar ataupun pasukan militer terkonsentrasi.

Sistem ini cocok untuk diintegrasikan dengan roket yang digunakan oleh tentara Eropa timur seperti roket BM-21 Grad 122mm, karena dapat menurunkan biaya.

Produk tersebut akan ditawarkan ke negara-negara Eropa dan Asia timur yang belum menggunakan sistem roket terarah. Kemudian, Rafael akan mengembangkan roket Grad yang relatif kecil dan lengkap, akan mencakup hulu ledak yang tepat untuk bisa dijual ke tentara Barat.

Bagikan:

  11 Responses to “Rafael Mengubah Roket Jadul Menjadi Senjata Presisi Tinggi”

  1.  

    grad murmer nih, borong via pinoy…

  2.  

    USSR tech lebih maju dari jamannya, tapi tdk bagus sistem produksi dan marketing.
    — org Russia kaku dan ancur kalo urusan marketing. Paling ide jualan nya pake cewek slavic.

    Research yg menarik, pakai anjing (Husky) & kucing utk drone jaman kuno. hahaha 🙂
    Mrk dilatih utk infiltrasi, bawa bom, curi granat, nembak, pemadam listrik, sampai nekan tombol nuklir.

    Sampai skrg ilmunya udah jadi hal umum, kucing & anjing Russia rata2 sangat aneh, super cerdas hampir kayak anak kecil — bs disuruh macam2 lho! kalo ntar pada nonton piala dunia di Russia, coba dicek sendiri.

    Level dasar nya tersedia bahasa kucing di google play store, hahaha.

    Divisi infanteri kucing imut 😀

  3.  

    Ilmu sensor pencari dan pengendalinya yg RI blm benar2 menguasai, wajib kirim sdm untuk mempelajarinya diluar negri!

  4.  

    India blm bisa ya campur tekno berbagai negara bisanya beli

 Leave a Reply