Feb 102019
 

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Prancis melakukan simulasi misi detterent nuklir selama 11 jam. Misi itu diakhiri dengan penembakan rudal manuver ASMP-A pada sebuah target di Biscarrosse.

Melakukan beberapa kali pengisian bahan bakar di udara dari pesawat tanker A-330 Phoenix. Rafale kemudian meluncurkan rudal ASMP-A berkecepatan tinggi dengan simulasi menembus wilayah pertahanan udara musuh.

Tes peluncuran rudal nuklir oleh Rafale ini dilakukan segera setelah AS dan Rusia menghentikan keikutsertaannya dalam Perjanjian INF mengenai likuidasi rudal balistik dengan jangkauan 500 km hingga 5.500 km.

Apalagi dengan penempatan baru-baru ini pada sistem rudal Rusia yang bisa mencapai target di Prancis, mungkin saja peluncuran rudal ini menjadi tanggapan atas manuver penempatan rudal Rusia.

Prancis rutin melakukan misi peluncuran misi detterent nuklir dengan rudal ‘manuver’ ASMP-A setiap tahun dengan menggunakan pesawat tempur Mirage 2000 atau Rafale.

Angkatan bersenjata Prancis diperkirakan memiliki sekitar 75 rudal nuklir ASMP-A. Armée de l’Air yang tergabung dalam Angkatan Udara strategis (force aériennes stratégiques).

Force Aériennes Stratégiques bermarkas di pangkalan BA 113 Saint-Dizier di wilayah Champagne-Ardenne. Diperkuat hingga 40 pesawat tempur multi-peran Rafale B. Kekuatan pasukan ini juga termasuk pesawat tanker yang mendukung operasi detterent nuklir.

 Posted by on February 10, 2019