Apr 102016
 

Perjanjian pembelian 36 pesawat tempur Rafale antara Perancis dan India kembali mengalami kebuntuan. Perbedaan yang serius terkait masalah harga dan opsi TOT bisa menjadian pembelian ke-36 Rafale ini gagal total, India menginginkan 36 pesawat Rafale dengan harga sekitar US$ 8 milyar sementara Perancis tidak akan melepas Rafale dibawah US$ 12 milyar.

Perancis saat ini sudah mendapatkan pesanan pesawat tempur Rafale dari Qatar dan Mesir, bahkan mungkin Malaysia. Dengan jalur produksi yang semakin padat dan ketat, Perancis tidak mungkin bisa berlarut-larut menunggu kesepakatan akhir dengan India.

Rafale adalah pesawat tempur canggih dan sangat multiguna, type terbaru bahkan bisa menggotong persenjataan nuklir. Diklaim sebagai pesawat generasi 4++, Rafale juga memiliki kemampuan ‘stealth half’ yang sangat membantunya menembus pertahanan udara musuh, hal ini di buktikan dalam serangan terhadap rezim Khadafi, Rafale mampu menembus pertahanan udara Libya, melumpuhkan situs-situs pertahanan udara dan menghancurkan tank-tank Libya.

India sebenarnya sangat mengharapkan pesawat tempur Rafale bila dibandingkan pesawat tempur lainnya buatan Rusia atau Eropa, terutama untuk segera menutup kekurangan armada udaranya menjelang dipensiunkannya pesawat tempur MiG-21 dan MiG-27. Apalagi tetangga saingannya, Pakistan yang akan segera mendapat kekuatan tambahan 8 pesawat tempur F-16 canggih dari AS.

Posisi Perancis bersama Rafale kini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika terjadi kesepakatan awal pembelian 126 pesawat tempur Rafale oleh India, saat itu Rafale belum mendapatkan satupun pembeli dari negara lain. Kini keadaan sudah jauh berubah, Rafale sudah terbukti sebagai pesawat tempur omnirole yang dapat diandalkan dan mulai menjadi pilihan beberapa negara Timur Tengah dan mungkin Asia.

Dan kini bukan waktunya bagi India mempersulit pembelian pesawat tempur Rafale, didesak semakin kritisnya kekuatan udara karena pensiunnya pesawat tempur yang sudah tua dan belum siapnya pesawat tempur ringan buatan dalam negeri Tejas. India harus bertindak cepat memutuskan membeli pesawat tempur Rafale atau kalau tidak, India bisa membatalkan dan membeli pesawat tempur dari negara lain secepatnya.

 Posted by on April 10, 2016