Mar 312019
 

Jet tempur Rafale

JakartaGreater.com – Sepertinya Angkatan Udara Prancis telah memulai kembali operasi penerbangan armada pesawat tempur Rafale Prancis yang digrounded baru-baru ini. Status grounded dicabut, 28/3/2019.

Grounded yang melibatkan sebagian dari armada Rafale Prancis dilakukan setelah eject tak terduga dari seorang penumpang sipil yang menaiki pesawat tempur Rafale dua kursi beberapa hari yang lalu.

Seperti pernah diberitakan, seorang penumpang sipil berusia 64 tahun eject keluar dengan kursi lontar dengan alasan yang tidak diketahui dari jet tempur Rafale B dua kursi Angkatan Udara Prancis ketika pesawat lepas landas dari pangkalan udara Saint-Dizier 113 pada 20 Maret 2019.

Insiden itu terjadi ketika Rafale lepas landas untuk misi pelatihan. Pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan menderita luka ringan di tangannya (disebabkan oleh kanopi yang rusak).

Menurut pemberitaan di Prancis, akibat dari insiden yang tidak biasa itu, sebagian dari armada Rafale Prancis di grounded sebagai tindakan pencegahan, sementara insiden itu diselidiki.

Pembatasan penerbangan hanya melibatkan kegiatan pelatihan penerbangan, sedangkan penerbangan operasional dan uji penerbangan lainnya tidak terpengaruh oleh grounding.

Tidak jelas apakah grounded tersebut hanya menimpa Rafale kursi tunggal ataukah kursi ganda. Hingga kini masih belum jelas penyebab terjadinya ejeksi itu apakah disengaja atau tidak disengaja atau bahkan kegagalan fungsi, meskipun kursi ejeksi modern sangat andal dan malfungsi sangat jarang terjadi.

Pesawat tempur Rafale dilengkapi dengan kursi ejeksi MkF16F, yang dirancang oleh Martin Baker. Dengan fitur dua motor roket memberikan zero/zero (0 altitude and 0 speed) kemampuan ejeksi, yang terpasang dipasang di bawah kursi dan di sisi samping kursi lontar.

Tiga tim investigasi, termasuk satu dari biro investigasi Perancis untuk keselamatan penerbangan (BEA-E) dan satu lainya dari Gendarmerie de l’Air, masih berlangsung. Kejadian ini adalah insiden pertama yang menimpa pesawat tempur Rafale.

Theaviationist

 Posted by on Maret 31, 2019