Des 042018
 


Dassault Rafale (foto : Wikipedia)

India baru saja menerima unit pertama pesawat tempur multi misi Rafale dari Perancis. Pesawat tempur genersi 4++ tercanggih yang akan menjadi pesawat tempur terbaru dan pesawat tempur garis depan India.

Sementara di sisi lain, China sudah menerima puluhan pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Su-35 adalah pesawat tempur tercanggih dari keluarga Su-27 yang menjadi andalan Angkatan Udara Rusia di kancah perang Suriah.

India pernah berseteru memperebutkan perbatasannya dengan China, dan bukan tidak mungkin suatu saat kedua pesawat tempur terbaik dari dua kubu ini bisa bertemu dalam pertempuran udara di masa depan.

Su-35 digadang-gadang sebagai pesawat tempur superioritas udara terbaik, namun India yang bakal diperkuat Rafale tidak khawatir dengan β€˜bombastis’ promosi Su-35.

Memiliki beberapa kelebihan, India yakin Rafale yang berdesain baru bisa mengalahkan Su-35 yang merupakan desain lawas dalam pertarungan jarak jauh ataupun jarak dekat, Rafale akan bisa membungkam kelebihan Su-35 dengan beberapa sistem penginderaan dan persenjataan terbaru

Di bawah ini adalah beberapa kelebihan Rafale yang menurut India merupakan senjata ampuh untuk bisa merontokkan Su-35.

1. Desain yang ramping, tambahan sayap canard dan bahan komposit dengan sistem asupan udara yang tersembunyi membuat Rafale mampu bermanuver sangat lincah dan cepat untuk menghadapi Su-35 yang berbobot berat meski juga memiliki daya dorong besar.

2. Dilengkapi sistem radar AESA RBE2-AA, yang merupakan salah satu sistem radar tercanggih. RBE2-AA mampu mencium dan mendeteksi target pada jarak hingga 200 km. Selain itu Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi Spectra.

Dari segi persenjataan, Rafale dilengkapi senjata rudal BVRAAM Meteor yang memiliki jangkauan serang hingga 100km , rudal dengan sistem panduan radar tersebut menyerang bahkan sebelum pesawat tempur musuh sempat menyadari pesawatnya telah ditargetkan.

Selain rudal Meteror, Rafale juga dilengkapi rudal BVRAAM MICA IR yang memiliki jangkauan serang lebih jauh daripada rudal R 73 buatan Rusia.

Dengan segala kelebihan dari Rafale, mungkin India tidak akan terlalu mengkhawatirkan kedatangan 24 pesawat tempur Su-35 China.

Bagikan:

  49 Responses to “Rafale India Vs Su-35 China, Mana Lebih Hebat?”

  1.  

    Jawabanya jelas J20…

  2.  

    Jelas menang Rafale. Hal yg menjadi keunggulan Rafale dibandingkan dgn Su-35 adalah Rafale mampu membawa rudal nuklir taktis. Membuatnya menjadi momok yg sangat menakutkan bagi China. Sedangkan Su-35 walaupun bisa membawa hingga 10 ton, tapi tak ada platform rudal nuklir taktis yg bisa dibawa. Bahkan kalopun ada, China tak punya rudalnya. Semua rudal nuklir taktis China hanya berbasis pada rudal balistik jarak pendek. Jadi, dibandingkan dengan Rafale yg mampu terbang lebih jauh, China takkan bisa melawannya. S-400 China sekalipun takkan bisa melawan nuklir taktis. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  3.  

    setahu saya rafale bkn air superiorty melainkan bomber ke darat itu sdh d buktikan dg perang d libya, kata puspen TNI AU mintanya F-16 V & SU-35, sy heran dg mas agato bela rafale bknnya produk US, lgian indonesia tdk cocok bwt beli rafale mengingat sucad nggak byk di pasaran dunia

  4.  

    Su-35 :
    + Unggul airsuperiority
    + Jangkauannya luas karena internal fuelnya besar
    + Tidak perlu gotong external fuel, dan bisa gotong 6 rudal BVR dan 2 WVR

    – Radar masih PESA, tidak dapat menjejak musuh didarat, tidak ada pod EO dan IRnya, krna tidak diproduksi masal.
    – Hanggar Queen, Logistic Nightmare.
    – Limited ground attack.

    Dassault Rafale :
    + Radar AESA, RWR mantap, Sangat memupuni untuk melakukan serangan dari udara ke darat.
    + Guided bomb AASM / Hammer buatan prancis mampu menghancurkan pesawat yg lagi tidur di hanggar.
    + Rudal BVR MICA terdiri dari IR dan berbasis radar, jadi tidak ada WVR.

    – Jika H2H dengan Su-35 speknya agak rendah sedikit.

    J-20 :
    + Produksi domestik cinak.
    + Rudal BVR PL-12 diproduksi massal oleh cinak.
    + Good Ground Attack, lebih baik daripada Su-35.
    + Mampu melawan Su-35 dan Rafale.

    – Radar masih primitif, walau diklaim AESA, tetap masih lemot karena chipnya masih ketinggalan jaman.
    – Desain sudah jadul, tapi diperbaiki sana sini, entah bagaimana ketahanannya.

    •  

      Wah cepet bener ni orang sadarnya….xaxaxa….
      Kalo komen masuk akal gini kan enak seh….

    •  

      Ini adiknya si Agoto Sigigimurah jg malah ngikuti abangnya yg ghemblong. Sudah jelas disitu pertempuran udara jika saling berhadapan. Kok malah bahas serang darat.
      Jangkauan PESA milik SU35 lebih jauh dr pd radar AESA yg rafale tong, dan Rafale bukan pespur siluman, cuma pespur sluman slumun aja.

      •  

        opo tho, lit….. hehehe
        mata ku ada disilit ye ….. wkkwkk

        masak gw tulis lengkap semua tapi dibilang kgk lengkap πŸ˜†

      •  

        PESA sih jauh jangkauannya, tapi kemampuan deteksi sih masih bagusan AESA. Jangkauan jauh hanya bisa buat mendeteksi Pesawat gede. Kalo AESA Rafale buat deteksi ente lagi boker disemak semak juga bisa Ruskye. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Terus untuk apa nuklir kalo mau cari lawan pesawat…xaxaxax…gue kira lama engak keluar betapa…..ngelmu…taunya makin parah tu otak…m

        •  

          Loh, yg dibahas kan spesifikasi. Bukan bahas kalo dogfight atau pertempuran lewat BVR??? Ente gak baca artikelnya ya??

          •  

            Sekarang gue tanya sama loe…apa ngak bisa cina atau rusia ganti hulu ledak konvensional dengan nuklir…yang bisa dibawa pespur…

          •  

            Rusia bisa pake Khinzal yg udah terbukti bisa dibawa pake Mig-31. Lah China mau bawa pake apa?? C-702?? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Yg ada malah bakal delay 5 menit tuh rudal. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Tapi menurut gue itu hal sia sia…karna tugas pemboman masif atau total bom itu dilaksanakan pesawat pembom….yang jelas lebih ungul baik muatan atau pun ketingian yang bisa dilakaukan pesawat…sedang pespur itu hal yang tidak tepat karna peran utama adalah superioritas udara atau membersihkan ancaman serangan udara itu sendiri…kecuali serangan terbatas pada target darat maupun laut…itu juga kalo sistem lawan terbatas …naa kalo S series…apa ngak mabok tupesawat kayak nyamuk kena semprot baygon….xaxaxax

          •  

            Berarti kamu asbun kalo gitu…kelebihan bukan pada bisa tidaknya pespur mengusung nuklir tapi pada penguna apa bisa memaksimalkan pespur tersebut…percuma saja pespur secangih apa pun tapi negara penguna tidak menguasai tehnologinya…semisal malon beli kasel…xaxaxax

          •  

            Ya, teori ente tepat kalo diterapkan pada zaman Perang dunia ke kedua. Kalo zaman sekarang dimana unit kecil dan gesit bisa melakukan serangan dadakan secara strategis jelas akan menjadi keunggulan utama. Ente kira tuh pespur bakal ngelakuin carpet bombing gitu?? Ya gak lah, selain ada hanud kuat berlapis pasti keduanya bakal pake AWACS. Pembom besar akan rawan terkena serangan kalo udah terdeteksi. Itulah kenapa rudal AAW BVR dg jangkauan jauh dibuat buat melumat pembom. Lagian pembom itu selain B-1B dan Tu-22/160 jalannya hanya sampe subsonik. Sedangkan menyerang dari wilayah sendiri jelas kurang efektif karena keduanya punya wilayah yg luas. Makanya butuh unit kecil yg bisa membawa rudal nuklir. Karena biasanya jangkauan maksimum rudal tsb sekitar 300-500 km. So, India jelas lebih advanced apalagi ada Brahmos varian udara.

          •  

            India kok disamakan ama malon. Aneh.

          •  

            Pesawat pembom subsonic mabok ente…itu pesawat pembom jadul tau…jaman now…wow….

            Itu contoh dek….tehnologi bagus kalo dak didukung sumber daya manusianya yaa percuma…
            Dan malon contoh yang bagus untuk hal buruk….xacaxaxa

          •  

            Emangnya China punya pembom supersonik??

          •  

            Sebenernya gue males buka rahasia sang naga…tapi apa boleh bulat deh…cina lagi ngembangin bukan hanya pespur gen 5.tapi juga pesawat pembom super cangih mungki sudah selesai uji coba tingal atau mungkin masih tahap pengembangan…yang ngak jelasnya saya tau cina bisa ngembangin pespur pasti bisa ngembangin bomber…zzzzzzzz

          •  

            Maksud ente H-20?? Ah, itu pembom karakteristiknya mungkin kayak F-117 atau malah dibawahnya. Gak bakal bisa terbang dlm kecepatan supersonik. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  5.  

    Campret gato ini diajak ngobrol malah kabur….

  6.  

    tes, gagal komen

  7.  

    India juga punya su 30, tentu rafale sudah diuji mlwn su 30, hasilnya mungkin india menyesal mmbeli rafale
    πŸ˜† πŸ˜†

 Leave a Reply