Rafale Masih Tetap Terbang Hingga 2070

JakartaGreater.com – Prancis berencana untuk mempertahankan pesawat tempur Rafale hingga tahun 2070. Varian Rafale di masa depan akan memiliki konektivitas yang ditingkatkan dan kecerdasan buatan.

Berbicara di ‘International Fighter Conference’, seorang pejabat Perancis pada hari Rabu mengklaim Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis berencana untuk meningkatkan jet tempur Rafale Prancis untuk melayani hingga tahun 2070. Ini berarti pesawat tempur itu akan tetap terbang 69 tahun sejak pertama kali bergabung dengan militer Prancis pada tahun 2001 atau 84 tahun setelah penerbangan pertamanya pada tahun 1986, lansir The Week.

Menurut Jane’s Defense Weekly, Mayor Jenderal Frederic Parisot dari Angkatan Udara Prancis mengatakan akan ada empat fase peningkatan lebih lanjut untuk Rafale di samping peningkatan yang diluncurkan sekarang. Parisot adalah wakil kepala staf, perencana dan program Angkatan Udara Prancis.

Parisot mengatakan Prancis berencana untuk menjaga Rafale tetap beroperasi bersama dengan pesawat tempur generasi berikutnya. Prancis sedang mengembangkan ‘Fighter Generasi Baru’ bekerja sama dengan Jerman dan Spanyol, dengan rencana untuk menerbangkan prototipe pada tahun 2026. New Generation Fighter yang merupakan desain siluman canggih akan mulai beroperasi pada tahun 2040.

Slide presentasi mengenai peningkatan Rafale dari ‘International Fighter Conference’, yang beredar di media sosial, menunjukkan rencana untuk meningkatkan konektivitas pesawat, menambah senjata dan sensor baru, memodernisasi kemampuan detterent nuklirnya dan bahkan memperkenalkan kemampuan kecerdasan buatan .

Rafale adalah satu-satunya pesawat tempur yang sedang dibangun untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis, dan telah menggantikan beberapa tipe pesawat dalam dua dekade terakhir. Militer Prancis telah berkomitmen untuk membeli total 225 jet tempur Rafale hingga dekade berikutnya.

Sejak diperkenalkan, Dassault dan militer Prancis telah meluncurkan beberapa varian Rafale yang menampilkan peningkatan kemampuan. Pada bulan Januari tahun ini, Dassault menerima kontrak untuk membangun varian ‘Rafale F4’, atau peningkatan keempat Rafale. Selain kemampuan untuk menggunakan senjata baru, Rafale F4 memiliki fokus pada pertempuran jaringan dan akan memiliki ” New satellite and intra-patrol links, communication server and software-defined radioā€¯.

Rafale F4 diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2024. Untuk meningkatkan kemampuan perawatan, Rafale F4 akan memiliki sistem diagnostik baru yang menggunakan perangkat lunak prediktif. Dassault juga merencanakan peningkatan pemeliharaan lainnya yang memanfaatkan data besar dan kecerdasan buatan.

Fokus pada konektivitas dalam peningkatan Rafale di masa mendatang diyakini terkait dengan meningkatnya peran UAV. Pesawat tempur masa depan tidak hanya akan beroperasi bersama dan bertukar data dengan UAV, tetapi juga dapat mengendalikannya.

Rafale tidak akan sendirian melayani Angkatan Udara selama puluhan tahun. Pada 2017, Angkatan Udara AS mengumumkan akan meningkatkan pesawat tempur F-16 untuk melayani hingga “setidaknya 2048”, atau lebih dari 70 tahun setelah pesawat tempur tersebut pertama kali terbang.

Satu pemikiran pada “Rafale Masih Tetap Terbang Hingga 2070”

Tinggalkan komentar