Jun 092019
 

Lima pesawat tempur Rafale pertama milik Angkatan Udara Qatar mendarat di pangkalan Dukhan (juga dikenal sebagai Tamim). Rafale sebenarnya secara resmi sudah diserahkan kepada Qatar pada bulan Februari, namun karena pilot masih dalam pelatihan, Rafale masih ditempatkan di Prancis.

Rafale pesanan Qatar dibangun dalam spesifikasi yang mirip dengan Rafale F3-R versi Perancis, nilai seluruh kontrak (24 dan tambahan 12 unit) diperkirakan sekitar EUR 8 miliar. Pengiriman pesawat Rafale akan memakan waktu tiga tahun.

Pembelian pesawat tempur ini adalah bagian dari rencana yang sangat luas modernisasi Angkatan Udara Qatar. Selain jet tempur buatan Prancis, Qatar juga memesan 36 pesawat tempur F-15QA (versi terbaru dari F-15E), 24 jet tempur Eurofighter Typhoon, enam pesawat latih BAE Hawk, empat pesawat angkut berat C -17 Globemaster III dan empat pesawat angkut Hercules C-130J.

Qatar juga merencanakan untuk memperoleh pesawat tanker MRTT (Multi Role Tanker-Transport) – masih belum jelas apakah A-330 MRTT atau KC-46 Pegasus. Selain itu Angkatan Darat Qatar juga akan dilengkapi dengan 48 helikopter serang AH-64E Guardian dan 28 helikopter multiguna NH90.

Perubahan besar ini juga membutuhkan penyesuaian sistem komando, manajemen wilayah udara, pemeliharaan teknis dan pemenuhan kebutuhan sosial pilot. Seperti dicontohkan untuk membangun pangkalan udara Tamim, yang berawal dari tanah kosong, Qatar membangunnya dalam waktu kurang dari 10 bulan.
Defence24

 Posted by on Juni 9, 2019