Jul 232016
 

Dassault menyerahkan tujuh pesawat tempur Rafale selama pertengahan tahun 2016, dengan masih memiliki pesanan lagi sebanyak 76 pesawat.

Merinci kinerja bisnisnya pada 21 Juli, perusahaan Dassault Prancis menyatakan mendapat pesanan peralatan militer baru senilai € 600 juta (US$ 662 juta).

Dari jumlah ini, € 454 juta berasal dari militer Prancis yang sebagian besar merupakan kontrak untuk mengupgrade Mirage 2000D. Bisnis internasional lainnya menyumbang jumlah sebesar € 146 juta.

Pengiriman pesanan dilakukan selama dua kuartal pertama termasuk enam pesawat tempur Rafale-M untuk Perancis, dan tiga Rafale dua kursi untuk Angkatan Udara Mesir, yang kini telah menerima enam pesawat dari kesepakatan 24 unit yang ditandatangani tahun lalu. Dassault juga memberikan dukungan dan pelatihan teknis kepada Mesir.

Keenam Rafale-M telah ditingkatkan dari standar F1 awal dengan software sistem operasi terbaru F3 yang juga sudah dimiliki Angkatan Laut Prancis.

Prancis kini telah menerima 146 dari total 180 Rafale yang sudah dipesan, sedangkan pesanan ekspor untuk Mesir dan Qatar mencakup lebih 42 unit. Dassault masih melakukan negosiasi dengan pemerintah India terkait dengan pesanan 36 pesawat, perusahaan Dassault juga terus mempromosikan jet tempur Rafale ke negara lain yang berminat.

Pada tahun 2015 Dasault mengirimkan delapan Rafale lebih sedikit dari biasanya 11 – dengan selesainya beberapa pesawat yang dialihkan untuk memenuhi permintaan mendesak dari Mesir, yang menerima pesanan pertama tiga Rafale akhir tahun lalu dan batch kedua awal tahun ini .

Rafale terus mengalami pengembangan, termasuk dengan kemampuan menembakkan rudal Beyond-Visual-Range Air-To-Air Missile MBDA Meteor pada pertengahan tahun 2016 ini. Kemampuan menembakkan rudal Meteor merupakan bagian dari update software F3R untuk menjadikan Rafale pesawat tempur yang multirole.

Flightglobal

 Posted by on Juli 23, 2016

  29 Responses to “Rafale Semakin Multirole dengan Software F3”

  1.  

    Tepuk kyk nyamuk

    •  

      Itu kata duta besar rusia untuk india.. Krn pada saat itu rusia sangat berharap india mau menambah jumlah produksi SU-30 MKI atau mengakusisi jet tempur SU-35 rusia.. Namun, india memilih memborong RAFALE dgn harapan transfer tekhnologi sprt yg mereka dapatkan dari rusia.. Tp prancis menolak dgn tegas hingga akhir-nya india hanya berencana mengakusisi 36 unit saja.

  2.  

    Ini yg mau dibeli TNI AU 1 Skuadron, utk mendampingi SU-35. Mungkin lho yaa.!!!

    •  

      Se7… Bagusan ini dari pada Gripen.. Ini unggul di atasnya Gripen, atau EuroFighter Taifuuun..

      •  

        EF Typhoon = USD 175jt
        Rafale = USD 130jt

        SU-35 + Gripen = USD 120

        Beli sesuai kebutuhan, jangan keinginan. Saya menangkap pesan tersebut sebagai rambu-rambu. Bagaimana cara kita bisa mendapat alutsista yang menjadi perhitungan lawan meskipun dana kita terbatas.

    •  

      Sy pribadi sangat menginginkan pemerintah memilih RAFALE & SU-35 sebagai pesawat tempur indonesia.. Keduanya adalah yang terbaik digenerasi 4+.. namun apa mau dikata anggaran untuk mengganti F-5 saja kurang lebih hanya 1.1 Milyar dollar, sedangkan pengganti HAWK masih kabur & belum dianggarkan sama sekali..
      Mari kita doakan perekonomian bangsa kita terus membaik bung ruskye.

    •  

      Kalau saya lebih setuju bila pemerintah membeli SU-35 sebagai efek penggetar dan Gripen sebagai pendamping SU-35. Alasannya sederhana, selain tawaran ToT yang bisa dimanfaatkan untuk proyek IFX, harganya juga murah yaitu USD 45jt. Bandingkan dengan harga Rafale yang selangit USD 130jt. Daripada belanja 1 unit Rafale USD 130jt, kita bisa membeli 1 unit SU-35 (USD 75jt) + 1 unit Gripen C/D (USD 45jt) dengan total USD 75jt + USD 45jt = USD 120jt.

      Kita masih bisa hemat USD 10jt plus mendapat 2 unit pesawat.

  3.  

    HEHEHE,
    UANG DARI MANA PAK CIK….

  4.  

    tidak usah su 35 juga gripen,.. buang aja kelaut………
    RAFALE CUKUP BAIK..!

  5.  

    Ga..mungkin di beli(typon.griben) di samping mahal harga.y dan nanti terlalu beragam jenis..yg masuk akal..T50 dan FA50 pengebangan dari T50… Lanjut IFX.krn jenis.y.sama dgn f16 yg sudah ada …dan su35.tetep harus beli untuk pespur kelas berat…..

  6.  

    itu rafale punyanya petenis rafael nadal.kalo gripen punyanya ibrahimovic.ayo pilih mana?‘‘..asal jangan pilih su35 itu sahamnya abramovic bos chelsea.lha wong ngurusi bola aja gak becus apalagi ini jet tempur.sama borosnya dengan belanja pemain chelsea.

  7.  

    iya iya iya si sarip ngomong apa ee si. udah lah langsung bungkus su 35 / su 34 masing2 2 sk. Rafael cukup 1 sk aje. iya iya iya

  8.  

    Oooooo bulet…

  9.  

    memilih dan membeli sesuai kebutuhan..

  10.  

    semuanya berharap ini itu
    padahal menurut berita dan pernyataan pak rr, pemerintah hanya nego dan nego dengan rusia ( SU-35 )
    dan berharap sisa 19 unit F-16 C/D segera terkirim

  11.  

    sudah langsing,manis dan mematikan si rafale..siapa tahu pak RR mau ambil tapi wajib di sertai TOT…

  12.  

    Memilih pesawat kayak milih sempak, ada yg suka belang belang ada motif batik, ada yg suka ada jendelanya…wakakaka..

  13.  

    goyang rafale mang,,,tot nya dong yg maknyus,,dikit lagi finis jangan sampai kesalip,,mamarika dah finis tuh dengan vifer……ekor bonus f16 seken upgrade,apache,chinok,sama DISKON DOLLARnya dah Rp 13 rebuan,,,mana neh GOYANGAN paris hiltonnya,,kalau anaknya(TNI-AU) dah ngiler apa ngencess secara waktu kecilnya gak dibeliin mirage2000,,sekarang mumpung bapaknya lagi punya duit diskon dikit bisa kan,,atau tot exoket,, bonus mirage2000 B,C,D,5F kalo versi N Jangan kelesss bisa brabe ntar,jangan lupa VETO vouchernya isi abstain az,atau sakit perut,atau bini muda mau lahiran atau apalah-apalah sakarepmu,voucher tour and shoppingnya jangan lupa,,,ayo goreng trus,,, biar kalau ifx jadi,,,,,trus jadinya ifx rasa mirage f16 jadi ntar namanya F 2016 iD,,,,,TARIK MANG..

  14.  

    Duh saya demen bgt sama rafale, saya harga nya selangit… Indonesia sebenernya mampu tp pejabat di gedung kura2 tlalu banyak korupnya..!!

  15.  

    Pesawat impian.. Sayang mahal sekali… Hhi”

  16.  

    rafale masih bukan lawan tanding su 35, bodi tembem kurang lincah, sangat mudah pilot su 35 menepuknya sambil sruput kopi.. hheee

  17.  

    Masih ada juga coment ga jelas!!! Ga bisa bedain heavy fighter,medium fighter,light fighter.
    Misal adu balapan terjauh sdh termasuk pake drop tank jg. Antara sukhoi/F15 VS F16/gripen/typhoon/rafale/mig VS FA50/hawk/MB346/YAK 130, mana yg kehabisan AVTUR dulu ya pasti Eject…eject…eject…
    Kalo doghfight,pilot sama2 jago ga ada yg menang atau kalah,mana yg eject duluan kehabisan Avtur ga pake dirudal?!
    Negara seluas NKRI ini udah bagus sejak era reformasi sampe sekarang ni ruang udara dijaga 3kelas fighter jet. Dimana semua kelas jet fighter bisa saling men njang. Bukan salah satu kelas jet fighter dilecehkan. Tentu masih ingat kan kasus blackflight antara F18 aussie vs hawk tni au di kupang atau kasus bawean antara F16 tni au vs F18 super hornet us navy? Kalo sampe doghtfight beneran tapi sama2 jago ga ada yg kalah atau menang,pastinya yg nyungsep duluan ya yang kehabisan avtur!!!

  18.  

    Kalo masalah minta TOT menurut saya,tergantung kelas yg mana yg bakal dibuat?!… Kalo untuk KFX/IFX yg ingin dibuat dan termasuk kelas medium fighter generasi 4,5plus sampe 5 kalo bisa,tentunya ambil teknology yg kelasnya sama spt typhoon,rafale,gripen,syukur2 F35 (F22/Pakfa? ngimpi…). Bukannya FA50,hawk,MB346,YAK 130.
    Semua kelas jet fighter punya kelemahan dan kelebihan masing2,sesuai fungsi azasinya. Dan sesuai kebutuhan bukan keiinginan.

  19.  

    info dari A1 dari blok barat cukup viper saja..dari timur su35 dan mig35
    matra laut baru digoyang oleh euro deh swedia, denmark dan belanda cs deh